Anak mengisap jempol sering membuat orang tua cemas: apakah ini kebiasaan buruk, apakah akan merusak gigi, dan sampai kapan masih bisa dibiarkan? Kabar baiknya, mengisap adalah bagian dari perkembangan yang normal, dan ada cara lembut untuk membantu anak berhenti bila waktunya tiba.
Artikel ini merangkum panduan American Academy of Pediatrics (AAP) di situs HealthyChildren tentang kebiasaan mengisap jempol, jari, dan empeng: kapan mulai perlu diperhatikan, cara meresponsnya, apa yang sebaiknya dihindari, dan kapan perlu ke dokter anak atau dokter gigi anak.
Kenapa Anak Mengisap Jempol?
AAP menjelaskan bahwa semua bayi lahir dengan kebutuhan untuk mengisap. Kebutuhan ini penting karena bayi memerlukan refleks mengisap untuk makan dan minum. Pada sebagian bayi, mengisap juga memberi efek menenangkan.
Jadi, bayi yang mengisap jempol atau jarinya tidak sedang melakukan sesuatu yang salah. AAP menempatkan kebiasaan mengisap jempol atau jari sebagai bagian dari perkembangan yang normal. Pertanyaannya bukan “kenapa anak saya begini”, melainkan kapan kebiasaan itu mulai perlu diperhatikan.
Bayi Isap Jempol Sampai Umur Berapa Masih Wajar?
AAP tidak memberi satu tanggal pasti, tetapi memberi patokan yang jelas. Bila anak mengisap dengan kuat pada empeng, jempol, atau jarinya setelah usia sekitar 2 sampai 4 tahun, kebiasaan itu dapat memengaruhi bentuk mulut atau susunan giginya.
| Situasi | Yang dinyatakan AAP |
|---|---|
| Mengisap kuat setelah sekitar 2–4 tahun | Dapat memengaruhi bentuk mulut atau susunan gigi |
| Berhenti sebelum gigi depan permanen tumbuh | Besar kemungkinan gigitannya membaik dengan sendirinya |
| Gigitan tidak membaik dan gigi depan atas permanen maju | Perawatan ortodonti mungkin diperlukan untuk merapikan gigi dan membantu mencegah gigi depan patah |
Perhatikan dua kata kuncinya: kuat dan gigi depan permanen. Yang menjadi perhatian AAP adalah mengisap yang kuat dan berlanjut, serta waktunya dibandingkan dengan tumbuhnya gigi depan permanen.
AAP juga menyebut bahwa kebanyakan anak berhenti dari kebiasaan mengisap sebelum jauh masuk usia sekolah, karena pengaruh teman sebaya.
Baca juga: Anak Terlambat Tumbuh Gigi: Patokan Usia dan Kapan Perlu Diperiksa
Cara Membantu Anak Mengisap Jempol Berhenti
Langkah pertama yang dianjurkan AAP mungkin mengejutkan: abaikan dulu kebiasaannya. Menurut AAP, paling sering anak akan berhenti sendiri. Bila Anda ingin membantu, AAP menyarankan cara-cara berikut:
- Puji dan beri penghargaan ketika anak tidak mengisap jempol atau tidak memakai empeng.
- Gunakan bagan bintang, hadiah harian, dan pengingat yang lembut, terutama pada siang hari.
- Sibukkan tangannya atau alihkan perhatiannya dengan hal yang ia sukai, bila anak mengisap karena bosan.
- Jelaskan cara yang Anda pakai kepada anak, apa pun caranya.
- Hentikan segera bila cara itu membuat anak takut atau tegang.
Beberapa contoh kalimat yang bisa Anda pakai, dengan nada santai:
- Saat memuji: “Tadi kamu main puzzle lama sekali dan jempolnya istirahat. Kita tempel bintang, ya.”
- Saat mengingatkan: “Jempolnya mau ikut pegang krayon?” sambil menyodorkan krayon.
- Saat menjelaskan bagan bintang: “Setiap kali jempolnya istirahat waktu main, kamu dapat satu bintang.”
Kalimat-kalimat ini mengarah pada pujian dan pengingat lembut seperti yang dianjurkan AAP, bukan pada teguran.
Yang Sebaiknya Dihindari
AAP menyatakan dengan tegas bahwa kata-kata kasar, ejekan, atau hukuman dapat membuat anak kesal dan bukan cara yang efektif untuk menghilangkan kebiasaan.

- Hindari memarahi atau membentak saat anak mengisap jempol.
- Hindari mengejek, termasuk menyebutnya “seperti bayi” di depan orang lain.
- Hindari hukuman.
- Hindari menekan anak terlalu keras. AAP menyebut tekanan berlebihan agar anak berhenti dapat menimbulkan lebih banyak kerugian daripada manfaat.
Bila Anda merasa kesal, ingat bahwa menurut AAP sebagian besar anak berhenti sendiri. Kesabaran Anda adalah bagian dari caranya.
Bayi Isap Jempol saat Tidur
Banyak orang tua melihat anaknya tetap mengisap jempol menjelang tidur, padahal di siang hari sudah jarang. AAP menyebut anak mungkin masih menggunakan mengisap sebagai cara untuk tertidur atau menenangkan diri saat sedang kesal. Hal ini biasanya dilakukan saat sendiri dan tidak berbahaya.
Karena itu, anjuran AAP tentang pengingat lembut ditekankan terutama pada siang hari. Bila Anda ingin membantu anak tidur dengan lebih nyaman secara umum, panduannya ada di artikel lain.
Baca juga: Anak Susah Tidur: Kebutuhan Tidur per Usia dan Cara Membantunya
Empeng Bayi: Keselamatan dan Waktu Menawarkannya
Bila bayi ingin mengisap lebih dari yang ia dapat saat menyusu langsung atau minum dari botol, AAP menyebut empeng dapat memenuhi kebutuhan itu. Beberapa anjuran AAP:

- Tawarkan empeng saat tidur siang dan tidur malam. Menurut AAP, ini membantu mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
- Bila Anda menyusui, tunggu sampai menyusui berjalan lancar sebelum menawarkan empeng; biasanya sekitar 3 sampai 4 minggu.
- Jangan memakai empeng untuk menggantikan atau menunda waktu makan, dan jangan memaksa bayi yang tidak mau.
- Jangan pernah mengikat empeng ke boks bayi, ke leher, atau ke tangan anak. AAP menyebut hal ini sangat berbahaya.
- Pilih empeng satu bagian dengan dot lembut, dengan pelindung minimal 1,5 inci (sekitar 3,8 cm) dari plastik keras yang berlubang udara.
- Jangan memakai dot botol sebagai empeng, karena dapat terlepas dan membuat bayi tersedak.
- Ganti empeng yang warnanya berubah, robek, atau melewati tanggal kedaluwarsanya.
AAP juga mengingatkan bahwa bayi yang bergantung pada empeng untuk tertidur bisa terbangun saat empengnya jatuh. Halaman AAP ini tidak menyebutkan usia pasti kapan empeng harus dihentikan; patokan yang diberikannya adalah usia sekitar 2–4 tahun untuk mengisap yang kuat, seperti dijelaskan di atas.
Kapan Perlu ke Dokter Anak atau Dokter Gigi Anak
AAP menganjurkan Anda berbicara dengan dokter anak atau dokter gigi anak bila melihat:
- perubahan pada langit-langit mulut anak;
- perubahan pada susunan giginya;
- gigi depan atas permanen tampak maju setelah kebiasaan mengisap berhenti.
Selain itu, AAP mengingatkan untuk berbicara dengan dokter anak bila Anda punya kekhawatiran apa pun tentang kesehatan atau perkembangan anak Anda. Cara penanganan masalah gigi diputuskan oleh dokter gigi yang memeriksanya.
Baca juga: Anak Takut ke Dokter Gigi: Kunjungan Pertama dan Cara Menyiapkannya
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kenapa anak mengisap jempol?
Menurut AAP, semua bayi lahir dengan kebutuhan untuk mengisap karena refleks mengisap diperlukan untuk makan dan minum. Pada sebagian bayi, mengisap juga menenangkan. AAP menempatkan kebiasaan mengisap jempol atau jari sebagai bagian dari perkembangan yang normal.
Bayi isap jempol sampai umur berapa masih wajar?
AAP menyebut mengisap jempol, jari, atau empeng dengan kuat setelah usia sekitar 2 sampai 4 tahun dapat memengaruhi bentuk mulut atau susunan gigi. Bila kebiasaan berhenti sebelum gigi depan permanen tumbuh, besar kemungkinan gigitan anak membaik dengan sendirinya.
Apakah bayi isap jempol saat tidur berbahaya?
AAP menyebut anak mungkin masih mengisap untuk tertidur atau menenangkan diri saat kesal, dan hal ini biasanya dilakukan saat sendiri serta tidak berbahaya. Yang perlu diperhatikan adalah mengisap kuat yang berlanjut setelah usia sekitar 2–4 tahun.
Bagaimana cara menghentikan kebiasaan anak mengisap jempol?
AAP menganjurkan mengabaikan kebiasaan itu terlebih dahulu karena paling sering anak berhenti sendiri. Setelah itu, puji anak saat tidak mengisap, gunakan bagan bintang, hadiah harian, dan pengingat lembut terutama di siang hari, serta sibukkan tangannya bila ia mengisap karena bosan.
Bolehkah anak dimarahi supaya berhenti mengisap jempol?
AAP menyatakan kata-kata kasar, ejekan, atau hukuman dapat membuat anak kesal dan bukan cara yang efektif untuk menghilangkan kebiasaan. AAP juga menyebut tekanan berlebihan agar anak berhenti dapat menimbulkan lebih banyak kerugian daripada manfaat.
Kapan empeng bayi sebaiknya diberikan?
AAP menganjurkan menawarkan empeng saat tidur siang dan tidur malam karena membantu mengurangi risiko SIDS. Bila ibu menyusui, AAP menyarankan menunggu sampai menyusui berjalan lancar, biasanya sekitar 3 sampai 4 minggu, dan tidak memakai empeng untuk menggantikan atau menunda waktu makan.
Kesimpulan
Anak mengisap jempol adalah bagian dari perkembangan yang normal. Menurut AAP, yang perlu diperhatikan adalah mengisap yang kuat setelah usia sekitar 2–4 tahun, karena dapat memengaruhi bentuk mulut dan susunan gigi, terutama bila berlanjut sampai gigi depan permanen tumbuh. Langkah pertama adalah mengabaikannya; bila perlu membantu, pakai pujian, bagan bintang, dan pengingat lembut, dan hindari kata kasar, ejekan, serta hukuman. Bila Anda melihat perubahan pada langit-langit mulut atau susunan gigi, bicarakan dengan dokter anak atau dokter gigi anak.
Bila Anda ingin memeriksakan perkembangan anak secara menyeluruh, direktori klinik KlinikPlus dapat membantu Anda menemukan klinik tumbuh kembang di kota Anda, dan panduan klinik tumbuh kembang anak menjelaskan apa yang bisa Anda harapkan saat berkunjung.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.
Referensi
- American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org, Baby Pacifiers and Thumb Sucking: What Parents Need to Know (diperbarui 20 Januari 2026; diadaptasi dari Thumbs, Fingers, and Pacifiers, AAP 2019; diakses 6 November 2026). https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/crying-colic/Pages/Pacifiers-and-Thumb-Sucking.aspx



