,

Bayi Kuning: Kapan Normal dan Tanda yang Harus Segera Diperiksakan

Ilustrasi artikel bayi kuning, kapan normal, dan tanda yang harus segera diperiksakan

Bayi kuning sangat umum pada hari-hari pertama setelah lahir, dan pada kebanyakan bayi tidak berbahaya. Meski begitu, ada beberapa tanda yang membuat bayi kuning perlu segera diperiksakan, termasuk kuning yang muncul sebelum bayi berusia 24 jam.

Artikel ini merangkum panduan NHS (Inggris), American Academy of Pediatrics (AAP), halaman arsip CDC (Amerika Serikat), dan petunjuk teknis Buku KIA Khusus Bayi Kecil dari Kementerian Kesehatan RI. Jadwal pemeriksaan dari sumber luar negeri belum tentu sama dengan di Indonesia.

Mengapa Bayi Kuning?

Menurut NHS, bayi kuning biasanya terjadi karena hati bayi baru lahir belum bisa langsung bekerja dengan baik. Akibatnya, zat sisa bernama bilirubin menumpuk. AAP menjelaskan bahwa sebelum lahir, hati ibu yang membuang bilirubin untuk bayi. Setelah beberapa minggu, menurut NHS, hati bayi berkembang penuh dan kadar bilirubin kembali normal. CDC mencatat sekitar 60% bayi mengalami kuning.

NHS juga menyebut penyebab lain, yaitu sindrom Gilbert, infeksi seperti rubela, perbedaan golongan darah bayi dengan ibunya, dan masalah fungsi hati. Namun, pada kebanyakan bayi, kuning bukan tanda kondisi lain.

Bayi Kuning Seperti Apa?

NHS menyebut tanda utamanya adalah mata atau kulit bayi tampak kuning. Warna kuning bisa terlihat di:

  • bagian putih mata;
  • kulit, biasanya dimulai dari wajah dan kepala lalu menyebar ke bagian tubuh lain;
  • bawah lidah atau bagian dalam pipi.

Warna kuning lebih mudah dilihat di cahaya terang. Menekan lembut ujung hidung atau dahi bayi juga bisa membantu. Pada kulit gelap, kuning lebih sulit terlihat; CDC menyebut memeriksa gusi dan bagian dalam bibir dapat membantu. AAP dan CDC menjelaskan kuning biasanya muncul pertama di wajah, lalu turun ke dada, perut, lengan, dan kaki seiring naiknya kadar bilirubin.

Soal waktu, NHS menyebut pada kebanyakan bayi kuning paling jelas terlihat sekitar usia 3 hari dan biasanya hilang dalam sekitar 2 minggu.

Bayi Kuning Normal dan Kapan Perlu Diperiksa

Patokan terpenting adalah usia bayi saat kuning muncul. AAP menyatakan bayi yang kuning dalam 24 jam pertama harus segera diperiksa kadar bilirubinnya, dan NHS memasukkannya ke dalam keadaan darurat.

Infografik perbedaan bayi kuning yang umumnya wajar dan yang perlu segera diperiksakan
Kapan bayi kuning umumnya wajar dan kapan perlu segera diperiksakan menurut NHS, AAP, dan CDC.
SituasiYang dianjurkan sumber
Bayi berusia lebih dari 24 jam dan Anda menduga ia kuningNHS: minta janji temu mendesak dengan dokter atau bidan
Sudah didiagnosis kuning, tetapi tidak membaik atau makin beratNHS: minta janji temu mendesak
Air kencing kuning gelap atau cokelat, atau tinja pucat seperti kremNHS: minta janji temu mendesak; simpan sampel tinja untuk ditunjukkan
Bayi tampak sangat kuning atau oranyeCDC: temui dokter pada hari yang sama
Kulit makin kuning, atau perut, lengan, dan kaki ikut kuningAAP: hubungi dokter anak

NHS meminta orang tua segera mencari pertolongan darurat bila bayi yang kuning:

  • lebih mengantuk dari biasanya atau sulit dibangunkan;
  • tidak mau menyusu;
  • lemas atau kaku, atau ada gerakan menyentak atau berkedut;
  • bersuhu 38 derajat Celsius atau lebih, atau 36 derajat Celsius atau kurang, atau menggigil;
  • tidak ada popok yang basah;
  • sulit bernapas, misalnya terdengar merintih atau perut tertarik ke dalam di bawah tulang rusuk;
  • berusia kurang dari 24 jam.

CDC menambahkan tanda darurat lain: bayi menangis terus dan tidak bisa ditenangkan atau menangis melengking, tubuhnya melengkung ke belakang, dan gerakan matanya tidak biasa.

Apakah Bayi Kuning Berbahaya?

AAP menyatakan kebanyakan bayi mengalami kuning ringan yang tidak berbahaya. Namun, pada kasus yang jarang, kadar bilirubin bisa sangat tinggi dan merusak otak, sehingga pemeriksaan sesuai anjuran penting.

CDC menjelaskan bahwa kuning berat yang terlalu lama tidak ditangani dapat menyebabkan kernikterus, yaitu salah satu jenis kerusakan otak akibat kadar bilirubin yang tinggi. Kernikterus dapat menyebabkan cerebral palsy tipe atetoid dan gangguan pendengaran, juga masalah penglihatan dan gigi, serta kadang disabilitas intelektual. Kabar baiknya, menurut CDC, deteksi dan penanganan kuning sejak dini dapat mencegah kernikterus. CDC menegaskan bahwa tidak seharusnya ada bayi yang mengalami kerusakan otak karena kuning yang tidak ditangani.

Baca juga: Cerebral Palsy pada Anak: Jenis, Tanda Awal, dan Penyebabnya

Baca juga: Tes Pendengaran Bayi: Kapan Dilakukan dan Apa Arti Hasilnya

Pemeriksaan dan Penanganan Bayi Kuning

NHS menyebut bayi diperiksa secara rutin untuk tanda kuning pada hari-hari pertama. Bila tampak kuning, kadar bilirubin diukur dengan tes darah atau alat cahaya khusus yang ditempelkan ke kulit. CDC menyebut cara paling akurat adalah sampel darah kecil dari tumit bayi. Tes darah tumit lain pada bayi baru lahir dibahas di artikel skrining hipotiroid kongenital.

Infografik pemeriksaan dan penanganan bayi kuning menurut NHS, AAP, dan CDC
Cara bayi kuning diperiksa dan ditangani menurut NHS, AAP, dan CDC.

Di Amerika Serikat, CDC menganjurkan bayi dilihat tenaga kesehatan pada usia 3 sampai 5 hari, saat kadar bilirubin biasanya paling tinggi. Bila bayi Anda pulang lebih awal, tanyakan kepada dokter atau bidan kapan perlu kontrol.

Menurut NHS, kebanyakan bayi kuning membaik tanpa pengobatan. Menyusui secara teratur, sekitar 8 sampai 12 kali sehari, dapat membantu bayi pulih lebih cepat; bila bayi mengantuk, bangunkan untuk menyusu. Bila perlu pengobatan, biasanya berupa fototerapi, yaitu penyinaran kulit bayi dengan lampu khusus. NHS menyebut kebanyakan bayi membutuhkan sekitar 48 jam fototerapi; pada kasus yang jarang, bayi memerlukan transfusi darah atau obat lewat infus.

Bagaimana dengan menjemur bayi? CDC dan AAP sama-sama menyatakan bahwa menjemur bayi di bawah sinar matahari bukan cara yang aman untuk mengobati kuning.

Bila Bayi Kuning Lebih dari 2 Minggu

Patokan antarsumber sedikit berbeda. AAP menyebut pada bayi yang menyusu ASI, kuning sering berlangsung sampai 1 bulan atau kadang lebih, sedangkan pada bayi yang minum susu formula kebanyakan hilang dalam 2 minggu. AAP meminta orang tua memberi tahu dokter bila kuning lebih dari 2 minggu pada bayi susu formula, atau lebih dari 4 minggu pada bayi yang terutama menyusu ASI.

Untuk bayi kecil (lahir kurang dari 37 minggu atau berat lahir kurang dari 2.500 gram), Buku KIA Khusus Bayi Kecil dari Kemenkes, menurut petunjuk teknisnya, meminta orang tua berhati-hati bila:

  • kuning menetap lebih dari 3 minggu;
  • kuning disertai tinja berwarna dempul atau air kemih pekat seperti teh;
  • kuning disertai bayi tidak aktif dan pusar menonjol;
  • kuning disertai tanda bahaya lain, seperti demam, suhu tubuh rendah, muntah, atau malas menyusu;
  • kuning disertai bayi gagal tumbuh.

Anda bisa menyampaikannya kepada dokter atau bidan seperti ini: “Bayi saya masih kuning di usia 3 minggu, menyusu ASI, dan tinjanya berwarna pucat. Apakah perlu diperiksa kadar bilirubinnya?”

Baca juga: Buku KIA: Cara Mengisi dan Membaca Bagian Tumbuh Kembang Anak

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bayi kuning kenapa?

Menurut NHS, bayi kuning biasanya terjadi karena hati bayi baru lahir belum bisa langsung bekerja dengan baik, sehingga bilirubin menumpuk. Setelah beberapa minggu, hati bayi berkembang penuh dan kadar bilirubin kembali normal.

Bayi kuning normal berapa lama?

NHS menyebut kuning paling jelas sekitar usia 3 hari dan biasanya hilang dalam sekitar 2 minggu. AAP menyebut pada bayi yang menyusu ASI, kuning sering berlangsung sampai 1 bulan atau kadang lebih. Kuning yang muncul sebelum usia 24 jam perlu segera diperiksa menurut NHS dan AAP.

Bayi kuning seperti apa?

NHS menyebut warna kuning terlihat di bagian putih mata, di kulit yang biasanya dimulai dari wajah dan kepala, serta di bawah lidah atau bagian dalam pipi. Pada kulit gelap, kuning lebih sulit terlihat.

Apakah bayi kuning berbahaya?

AAP menyatakan kebanyakan bayi kuning ringan dan tidak berbahaya. Pada kasus yang jarang, bilirubin sangat tinggi dapat merusak otak. CDC menyebut kuning berat yang terlalu lama tidak ditangani dapat menyebabkan kernikterus, yang bisa menimbulkan cerebral palsy dan gangguan pendengaran, tetapi deteksi dan penanganan dini dapat mencegahnya.

Apakah bayi kuning bisa sembuh?

Menurut NHS, bayi kuning biasanya tidak berbahaya dan membaik tanpa pengobatan; menyusui teratur sekitar 8 sampai 12 kali sehari dapat membantu. Bila diperlukan, pengobatannya biasanya fototerapi. CDC dan AAP menyatakan menjemur bayi bukan cara yang aman untuk mengobati kuning.

Bayi kuning lebih dari 2 minggu, apa yang harus dilakukan?

AAP meminta orang tua memberi tahu dokter bila kuning lebih dari 2 minggu pada bayi susu formula, atau lebih dari 4 minggu pada bayi yang terutama menyusu ASI. Bila tinja pucat atau air kencing gelap, NHS menganjurkan janji temu mendesak dengan dokter atau bidan, tanpa menunggu.

Kesimpulan

Bayi kuning umumnya tidak berbahaya dan membaik sendiri, tetapi tidak semua kuning boleh ditunggu. Kuning sebelum usia 24 jam, kuning yang makin berat, tinja pucat, air kencing gelap, atau bayi yang sulit dibangunkan dan tidak mau menyusu perlu segera diperiksakan. Jangan menjemur bayi sebagai pengobatan; susui bayi dengan cukup dan ikuti jadwal kontrol dari tenaga kesehatan.

Bila di kemudian hari Anda ingin memantau perkembangan anak secara menyeluruh, direktori klinik KlinikPlus dapat membantu Anda menemukan klinik tumbuh kembang di kota Anda, dan panduan klinik tumbuh kembang anak menjelaskan apa yang bisa Anda harapkan saat berkunjung.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi


Chat dengan kami