Bermain playdough adalah kegiatan sederhana yang bisa Anda siapkan di rumah tanpa alat khusus. Cukup segumpal adonan lembut, anak sudah bisa meremas, menggulung, mencubit, dan membentuk apa saja yang ia bayangkan. Di balik keseruannya, ada banyak kemampuan yang sedang ia latih.
Artikel ini merangkum tips Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, lembar panduan layanan kesehatan anak Pemerintah Australia Barat (Child and Adolescent Health Service, CAHS), layanan terapi okupasi anak di Cumbria, Inggris, dan pusat informasi keracunan di AS: apa yang dilatih, mulai usia berapa, ide permainan, resep, dan keamanannya.
Bermain Playdough Melatih Apa?
CDC menyarankan memberi anak playdough untuk diremas, ditekan, dicubit, dan dibentuk menjadi bola-bola berwarna. Menurut CDC, kegiatan ini menguatkan otot tangan dan jari yang nantinya dibutuhkan untuk menulis, mengancingkan baju, dan menggunting. CDC mencantumkan tips ini untuk anak sekitar 3 tahun.

Layanan terapi okupasi anak di Cumbria menyebut playdough dapat membantu anak:
- menguatkan otot-otot kecil di tangan dan jari;
- mengembangkan koordinasi mata dan tangan;
- melatih kemampuan memakai dua tangan bersamaan;
- membangun konsentrasi dan perhatian;
- mendorong kreativitas dan imajinasi;
- mendukung komunikasi, interaksi sosial, dan kemampuan bermain;
- merasa tenang dan rileks lewat permainan sensorik.
CAHS menambahkan bahwa bermain adonan bisa menjadi pilihan permainan yang menenangkan dan tidak berisik.
Plastisin untuk Anak Usia Berapa?
Menurut CAHS, bayi belum siap bermain playdough sampai sekitar usia 18 bulan. Gambaran CAHS per tahap:
| Tahap | Yang biasanya dilakukan anak (CAHS) |
|---|---|
| Bayi | Belum siap bermain playdough; tekstur bisa dijelajahi saat makan dengan jari, di bak mandi, atau di pasir bersih |
| Balita | Senang menusuk, menepuk, dan meremas adonan, menyembunyikan dan mencari benda, serta menekan benda ke dalam adonan |
| Anak yang lebih besar | Memakai adonan untuk bermain pura-pura: kue ulang tahun, hewan, apa saja yang terpikir |
Sumber yang kami buka tidak membedakan batas usia playdough dan plastisin. Panduan Cumbria hanya menyebut plastisin sebagai bahan yang lebih padat daripada playdough.
Baca juga: Stimulasi Motorik Halus: Kegiatan yang Bisa Dilakukan per Usia
Permainan Playdough untuk Anak di Rumah
Ide berikut berasal dari panduan Cumbria dan CAHS. Pilih yang sesuai dengan minat anak.
Untuk melatih tangan dan jari
- Meremas, memencet, dan menarik adonan.
- Menggulung adonan menjadi bola dengan dua tangan.
- Menggulung “ular” atau “sosis” panjang.
- Memipihkan adonan dengan tangan atau penggiling.
- Mencubit potongan kecil dengan jari dan ibu jari, atau membuat lubang dengan jari.
- Memotong adonan dengan gunting anak yang aman, atau memakai cetakan dan stempel.
- Menyembunyikan mainan di dalam adonan lalu menggalinya kembali.
Untuk bermain pura-pura
- Pura-pura memasak: pizza, kue, atau sosis untuk dipotong dan “dimasak”.
- Membuat wajah, hewan sederhana, atau kebun binatang untuk mainan plastik.
- Membuat taman dari adonan dengan batu, ranting, dan daun.
Untuk persiapan menulis
- Meniru pola dan bentuk sederhana.
- Menggulung adonan menjadi tali panjang, lalu membentuk huruf, angka, dan bentuk.
Untuk alat, CAHS menyarankan barang dapur seperti penumbuk kentang dan cetakan, atau stik es krim dan sedotan.
Ajak Anak Bicara Saat Bermain
CAHS menganjurkan membicarakan bagaimana rasa adonannya, misalnya hangat, dingin, lengket, atau lembut, serta apa yang sedang dibuat anak, seperti ukuran dan warnanya. Gunakan banyak kata sifat. Anda juga bisa bernyanyi sambil membentuk adonan.
Contoh kalimat yang bisa Anda pakai:
- “Adonannya terasa dingin, ya? Lengket atau lembut?”
- “Wah, bolamu besar sekali. Yang ini kecil. Warnanya apa?”
- “Kamu sedang membuat apa? Ceritakan ke Ibu.”
Menurut CAHS, biarkan anak membuat apa pun yang ia mau, karena proses bermainnya lebih penting daripada hasilnya.
Bila Anak Tidak Mau Menyentuh Playdough
Panduan Cumbria menyebut sebagian anak peka terhadap tekstur tertentu dan awalnya merasa tidak nyaman memegang playdough. Yang bisa Anda lakukan:
- biarkan anak menonton dulu sebelum ikut bermain;
- jangan memaksa anak menyentuh adonan;
- mulai dengan alat, seperti penggiling, cetakan, atau sendok garpu (CAHS juga menyarankan ini);
- mulai dari bahan yang lebih padat, seperti plastisin;
- mulai dengan waktu bermain singkat, lalu tambahkan sedikit demi sedikit;
- biarkan anak menjelajah sesuai kecepatannya sendiri.
Baca juga: Terapi Okupasi di Rumah: Aktivitas yang Bisa Orang Tua Lakukan
Resep Playdough Rumahan dari CAHS
CAHS memuat resep playdough tanpa dimasak berikut. Bahan:
- 1 cangkir tepung terigu;
- setengah cangkir garam;
- 1 sendok makan minyak;
- 1 sampai 2 sendok makan krim tartar;
- 1 cangkir air mendidih;
- pewarna makanan, bila ingin.
Cara membuat: campur bahan kering dan minyak, lalu tuang air mendidih dengan cepat sambil terus diaduk sampai adonan mengental. Uleni sampai halus, dan tambahkan tepung bila terlalu lengket. Karena memakai air mendidih, bagian menuang air sebaiknya dikerjakan orang dewasa.
Keamanan Bermain Playdough
CAHS meminta orang tua mengawasi anak dengan ketat selama membuat adonan, terutama di dekat adonan panas, kompor, dan ketel. Hindari bahan yang mudah terbakar atau beracun, dan pakai pewarna makanan.

Soal tertelan, CAHS menyebut sebagian anak akan mencoba memakan playdough. Jumlah sedikit tidak akan membahayakan, tetapi jangan biarkan anak makan terlalu banyak karena adonan ini biasanya sangat asin. Bila anak suka memakan adonan, CAHS menyarankan memakai adonan yang memang bisa dimakan.
Pusat informasi keracunan Tennessee Poison Center di Amerika Serikat memberi peringatan yang lebih tegas. Resep playdough rumahan memakai setengah sampai dua cangkir garam. Dalam uji laboratorium yang dikutipnya, satu sendok makan adonan dari dua dari tiga resep populer cukup untuk membuat anak dengan berat 10 kg masuk rentang keracunan garam, yang meningkatkan risiko linglung, lemas, dan kejang. Karena itu, simpan adonan rumahan setelah selesai bermain, dan segera hubungi tenaga kesehatan bila anak menelan banyak adonan.
CAHS juga mengingatkan bahwa bayi, balita, dan anak kecil bisa tersedak mainan dan benda kecil. Periksa mainan secara rutin, termasuk mainan yang disembunyikan di dalam adonan.
Kapan Perlu Diperiksa?
Playdough adalah kegiatan bermain, bukan alat untuk menilai perkembangan anak. CDC menganjurkan Anda tidak menunggu bila anak belum mencapai milestone usianya, kehilangan kemampuan yang dulu ada, atau Anda punya kekhawatiran lain: bicarakan dengan dokter anak dan tanyakan tentang skrining perkembangan. Bila kekhawatiran Anda soal memegang pensil, lihat artikel anak belum bisa menulis.
Baca juga: Motorik Halus dan Motorik Kasar: Perbedaan, Tahapan Usia, dan Stimulasinya
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bermain playdough melatih apa?
Menurut layanan terapi okupasi anak di Cumbria, playdough membantu menguatkan otot kecil tangan dan jari, koordinasi mata dan tangan, kemampuan memakai dua tangan, konsentrasi, kreativitas, komunikasi dan interaksi sosial, serta membantu anak merasa tenang.
Bermain playdough melatih motorik apa?
Terutama motorik halus. CDC menyebut meremas, menekan, mencubit, dan membentuk playdough menguatkan otot tangan dan jari yang dibutuhkan untuk menulis, mengancingkan baju, dan menggunting. Panduan Cumbria juga menyebut koordinasi mata dan tangan serta kemampuan memakai dua tangan bersamaan.
Plastisin untuk anak usia berapa?
CAHS menyatakan bayi belum siap bermain playdough sampai sekitar usia 18 bulan; sebelum itu bayi bisa menjelajahi tekstur lewat makanan, air, dan pasir bersih. Sumber yang kami buka tidak memberi batas usia tersendiri untuk plastisin, yang oleh panduan Cumbria disebut sebagai bahan yang lebih padat.
Apakah plastisin dan playdough aman untuk anak?
Bisa aman dengan pengawasan. CAHS menganjurkan menghindari bahan mudah terbakar atau beracun, memakai pewarna makanan, dan tidak membiarkan anak memakan banyak adonan karena biasanya sangat asin. Tennessee Poison Center mengingatkan bahwa adonan rumahan mengandung banyak garam yang dapat berbahaya bila tertelan dalam jumlah cukup banyak oleh anak kecil.
Bagaimana cara membuat playdough sendiri di rumah?
Resep CAHS tanpa dimasak memakai 1 cangkir tepung terigu, setengah cangkir garam, 1 sendok makan minyak, 1 sampai 2 sendok makan krim tartar, 1 cangkir air mendidih, dan pewarna makanan bila ingin. Campur bahan kering dan minyak, tuang air mendidih sambil diaduk cepat, lalu uleni. Awasi anak, dan biarkan orang dewasa yang menuang air mendidih.
Permainan plastisin apa yang cocok untuk anak usia dini?
Panduan Cumbria dan CAHS menyarankan menggulung bola dan “ular”, memipihkan, mencubit, memakai cetakan, menyembunyikan mainan di dalam adonan, pura-pura memasak, membuat hewan, serta membentuk huruf dan angka dari gulungan adonan.
Kesimpulan
Bermain playdough melatih kekuatan tangan dan jari, koordinasi, kreativitas, dan bahasa, sambil tetap terasa seperti bermain. Menurut CAHS, bayi belum siap bermain playdough sebelum sekitar usia 18 bulan, dan yang terpenting adalah prosesnya, bukan hasilnya. Ajak anak bicara tentang rasa dan bentuk adonan, jangan paksa anak yang belum mau menyentuh, awasi selama membuat dan bermain, dan jangan biarkan anak memakan adonan rumahan yang tinggi garam.
Bila Anda ingin memeriksakan perkembangan motorik anak, Anda dapat mencari layanan yang sesuai di direktori klinik tumbuh kembang KlinikPlus atau membaca panduan memilih klinik tumbuh kembang anak.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.
Referensi
- Centers for Disease Control and Prevention, Milestones by 3 Years, ditinjau 16 Mei 2026. Diakses 6 November 2026. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/3-years.html
- Child and Adolescent Health Service, Community Health (Pemerintah Australia Barat), Play and Learning 10: Playdough (CAH-000929), Juni 2023. Diakses 6 November 2026. https://www.cahs.health.wa.gov.au/-/media/HSPs/CAHS/Documents/Community-Health/ChildDevelopment/Play-and-Learning-10-playdough.pdf
- Children’s Occupational Therapy Service Cumbria, dimuat di situs Westmorland and Furness Council, Playdough play: building strong hands through fun, tanpa tanggal di halaman. Diakses 6 November 2026. https://www.westmorlandandfurness.gov.uk/family-help/send-local-offer/health/childrens-specialist-physical-health-services/childrens-occupational-therapy-service-cumbria/developing-skills-activities/playdough-play-building-strong-hands
- Tennessee Poison Center, Vanderbilt University Medical Center, Back to School: What are the dangers of borax slime and homemade salt dough?, 16 September 2016. Diakses 6 November 2026. https://www.vumc.org/poison-control/toxicology-question-week/sept-16-2016-back-school-what-are-dangers-borax-slime-and-homemade-salt
- Centers for Disease Control and Prevention, Milestones by 2 Years, ditinjau 16 Mei 2026 (anjuran “jangan menunggu” dan skrining perkembangan). Diakses 6 November 2026. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/2-years.html



