{"id":1904,"date":"2026-10-26T17:24:49","date_gmt":"2026-10-26T10:24:49","guid":{"rendered":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/?p=1904"},"modified":"2026-11-02T15:42:31","modified_gmt":"2026-11-02T08:42:31","slug":"tes-kesiapan-masuk-sd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/tes-kesiapan-masuk-sd\/","title":{"rendered":"Tes Kesiapan Masuk SD: Apa yang Dinilai dan Cara Menyiapkan Anak"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tes kesiapan masuk SD sering membuat orang tua cemas, padahal tujuan utamanya adalah memahami kesiapan anak secara utuh, bukan menguji apakah ia sudah lancar membaca dan berhitung.<\/strong> Kesiapan sekolah mencakup kemampuan berpikir, berbahasa, bergerak, mengelola emosi, bergaul, dan mengurus diri sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin Anda bertanya-tanya: apakah anak harus bisa calistung sebelum masuk SD? Psikotes masuk SD seperti apa, dan apa saja yang dinilai? Artikel ini membahas aturan terbaru penerimaan murid kelas 1 SD, aspek yang dinilai dalam asesmen kesiapan sekolah, siapa yang melakukannya, tanda anak siap, cara menyiapkan anak tanpa drilling, dan langkah yang bisa diambil bila anak tampak belum siap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Tes Kesiapan Masuk SD?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tes kesiapan masuk SD, yang di masyarakat sering disebut psikotes masuk SD, adalah asesmen untuk melihat apakah anak sudah memiliki bekal dasar untuk mengikuti pembelajaran di kelas 1. American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa kesiapan sekolah merupakan gabungan kesejahteraan fisik, kemampuan sosial-emosional, kemampuan mengatur diri, keterampilan bahasa, dan keterampilan kognitif, yang dibangun sejak lahir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menegaskan bahwa tidak ada satu &#8220;usia ajaib&#8221; yang cocok untuk semua anak. Karena itu, kesiapan perlu dilihat dari perkembangan anak secara menyeluruh, bukan hanya dari umur atau kemampuan akademiknya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Aturan Terbaru: Masuk SD Tidak Boleh dengan Tes Calistung<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak orang tua masih mengira anak harus lolos tes calistung (membaca, menulis, berhitung) agar diterima di SD. Aturan yang berlaku saat ini berbeda. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), yang berlaku sejak 28 Februari 2025, mengatur hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pasal 11 ayat (5):<\/strong> calon murid kelas 1 SD tidak dipersyaratkan mengikuti tes kemampuan membaca, menulis, berhitung, dan\/atau bentuk tes lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pasal 42 ayat (2):<\/strong> seleksi calon murid kelas 1 SD tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, berhitung, atau bentuk tes lain. Seleksi didasarkan pada persyaratan usia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Usia:<\/strong> persyaratan umumnya berusia 7 tahun pada 1 Juli tahun berjalan, dan anak berusia paling rendah 6 tahun sudah dapat mendaftar. Anak berusia 7 tahun ke atas diprioritaskan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengecualian usia:<\/strong> batas 6 tahun dapat dikecualikan menjadi paling rendah 5 tahun 6 bulan bagi anak yang memiliki kecerdasan dan\/atau bakat istimewa serta kesiapan psikis, dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional. Bila psikolog tidak tersedia, rekomendasi dapat diberikan oleh dewan guru sekolah yang bersangkutan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada Mei 2026, menjelang SPMB tahun ajaran 2026\/2027, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen kembali menegaskan bahwa tidak boleh ada tes calistung dan calon murid tidak harus memiliki ijazah TK. Pemberitaan yang sama menyebut tes calistung yang dikemas sebagai &#8220;uji kesiapan&#8221; juga tidak sesuai aturan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, calistung tetap boleh dikenalkan secara menyenangkan, tetapi bukan syarat masuk SD. Sejak 2023 pemerintah juga mendorong Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, yang menekankan enam kemampuan fondasi: nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa, kematangan emosi, kematangan kognitif, keterampilan motorik dan perawatan diri, serta pemaknaan belajar yang menyenangkan dan positif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja yang Dinilai dalam Tes Kesiapan Masuk SD?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asesmen kesiapan sekolah melihat beberapa area perkembangan sekaligus. Dalam seminar media IDAI pada Desember 2025, anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI menyebut aspek emosional, fisik dan motorik, bahasa dan komunikasi, kognitif dan gaya belajar, serta sosial sebagai bagian dari kesiapan. Gambaran umumnya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"724\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-tes-kesiapan-masuk-sd-1.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus berisi lima aspek yang dinilai dalam tes kesiapan masuk SD: kognitif, bahasa dan komunikasi, motorik, sosial-emosional, dan kemandirian\" class=\"wp-image-1906\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-tes-kesiapan-masuk-sd-1.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-tes-kesiapan-masuk-sd-1-300x181.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-tes-kesiapan-masuk-sd-1-1024x618.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-tes-kesiapan-masuk-sd-1-768x463.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Lima aspek kesiapan sekolah yang umumnya diamati psikolog dalam tes kesiapan masuk SD.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Aspek<\/th><th>Yang umumnya diamati<\/th><th>Contoh di kehidupan sehari-hari<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Kognitif<\/td><td>Perhatian, daya ingat, kemampuan memecahkan masalah sederhana, mengenal konsep (warna, bentuk, jumlah)<\/td><td>Bisa menyelesaikan puzzle sederhana atau mengelompokkan mainan<\/td><\/tr><tr><td>Bahasa dan komunikasi<\/td><td>Memahami instruksi, bercerita, menjawab pertanyaan, menyampaikan kebutuhan<\/td><td>Bisa menceritakan kembali kejadian di rumah dengan kalimat sederhana<\/td><\/tr><tr><td>Motorik<\/td><td>Motorik kasar (melompat, menangkap bola) dan motorik halus (memegang pensil, menggunting)<\/td><td>Bisa mewarnai, menggunting garis lurus, membuka tutup botol minum<\/td><\/tr><tr><td>Sosial-emosional<\/td><td>Mengelola rasa kecewa, menunggu giliran, bergaul dengan teman, berpisah dari orang tua<\/td><td>Bisa bermain bersama teman tanpa memukul saat berebut mainan<\/td><\/tr><tr><td>Kemandirian<\/td><td>Makan, berpakaian, ke toilet, merapikan barang sendiri<\/td><td>Bisa ke toilet dan mencuci tangan tanpa banyak dibantu<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Psikolog biasanya menggabungkan wawancara dengan orang tua, pengamatan saat anak bermain atau mengerjakan tugas, dan alat ukur terstandar. Hasilnya berupa gambaran kekuatan dan area yang perlu didukung, bukan label &#8220;lulus&#8221; atau &#8220;tidak lulus&#8221;. Hindari melatihkan soal psikotes kepada anak, karena hasilnya jadi tidak menggambarkan kemampuan sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Siapa yang Melakukan Tes Kesiapan Sekolah?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asesmen kesiapan sekolah dilakukan oleh <strong>psikolog<\/strong>, idealnya psikolog anak atau psikolog pendidikan. Dalam aturan SPMB, rekomendasi psikolog profesional dibutuhkan terutama untuk anak berusia 5 tahun 6 bulan sampai di bawah 6 tahun yang akan mendaftar kelas 1 SD.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk anak berusia 6 atau 7 tahun, asesmen ini bukan syarat masuk SD, tetapi bisa membantu bila Anda ragu soal waktu masuk, guru TK melihat anak sulit berkonsentrasi atau bergaul, atau ada riwayat keterlambatan perkembangan. Bila ada kekhawatiran perkembangan, pemeriksaan bisa dimulai dari dokter anak, yang akan merujuk ke psikolog atau tim tumbuh kembang bila perlu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/persiapan-asesmen-tumbuh-kembang-anak\/\">Persiapan Asesmen Tumbuh Kembang Anak: Apa Saja yang Perlu Disiapkan Orang Tua?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tanda Anak Siap Masuk SD<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel edukasi IDAI tentang kesiapan sekolah menggambarkan beberapa kemampuan yang menunjukkan anak siap belajar di lingkungan sekolah. Anda bisa memakainya sebagai bahan pengamatan, bukan daftar nilai:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bisa beradaptasi dengan situasi baru dengan mengaitkannya pada pengalaman sebelumnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Bisa duduk tanpa mengganggu orang lain dan mendengarkan dengan tenang selama waktu tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Bisa mengikuti instruksi lisan, termasuk di ruangan yang ramai.<\/li>\n\n\n\n<li>Bisa menahan lapar sampai waktu makan atau istirahat.<\/li>\n\n\n\n<li>Bisa menghadapi konflik dengan teman tanpa memukul, menggigit, atau berteriak.<\/li>\n\n\n\n<li>Bisa makan, berpakaian, dan ke toilet tanpa terus-menerus dibantu.<\/li>\n\n\n\n<li>Sudah terbiasa melihat-lihat buku, menunggu giliran, dan bermain dengan teman sebaya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menyiapkan Anak Masuk SD Tanpa Drilling<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">AAP menganjurkan kegiatan sehari-hari yang menguatkan bahasa, kemampuan berpikir, dan ikatan orang tua dengan anak, seperti membaca, bercerita, dan bermain bersama. Berikut langkah praktis yang bisa dimulai beberapa bulan sebelum tahun ajaran baru:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"872\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-tes-kesiapan-masuk-sd-2.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus dua kolom yang membandingkan cara menyiapkan anak masuk SD yang dianjurkan dengan kebiasaan yang sebaiknya dihindari\" class=\"wp-image-1907\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-tes-kesiapan-masuk-sd-2.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-tes-kesiapan-masuk-sd-2-300x218.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-tes-kesiapan-masuk-sd-2-1024x744.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-tes-kesiapan-masuk-sd-2-768x558.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Cara menyiapkan anak masuk SD lewat kegiatan sehari-hari, tanpa drilling calistung atau soal psikotes.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bacakan buku setiap hari.<\/strong> Ajak anak menebak cerita dan menceritakan kembali. Contoh: &#8220;Menurut Kakak, kenapa kelincinya sedih?&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Latih kemandirian lewat rutinitas.<\/strong> Biarkan anak memakai sepatu, membuka kotak bekal, dan ke toilet sendiri. Bila anak belum lepas popok, lihat panduan <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/toilet-training-anak\/\">toilet training anak<\/a>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Main permainan yang melatih giliran dan aturan.<\/strong> Ular tangga, kartu, atau petak umpet melatih kesabaran dan menerima kalah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kuatkan motorik halus dengan cara bermain.<\/strong> Menggunting, meronce manik, bermain plastisin, dan mewarnai lebih bermanfaat daripada menebalkan huruf berlembar-lembar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kenalkan calistung lewat kegiatan nyata.<\/strong> Menghitung anak tangga, membaca papan nama toko, atau menulis daftar belanja bersama. Hentikan bila anak tampak tertekan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bangun bayangan positif tentang sekolah.<\/strong> Ceritakan kegiatan di sekolah, kunjungi sekolahnya bila memungkinkan, dan hindari ancaman seperti &#8220;Nanti dimarahi Bu Guru.&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ajarkan anak meminta tolong.<\/strong> Latih kalimat sederhana seperti &#8220;Bu Guru, saya mau ke toilet&#8221; atau &#8220;Boleh pinjam pensilnya?&#8221;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat anak kesal atau frustrasi, bantu ia menamai perasaannya: &#8220;Kakak kesal ya karena menaranya jatuh. Yuk, tarik napas, lalu kita coba lagi.&#8221; AAP juga menyarankan menangani masalah perilaku dengan mengajarkan keterampilan, bukan mengandalkan hukuman.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bila Anak Belum Siap, Apa yang Bisa Dilakukan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil asesmen yang menunjukkan anak belum siap di satu atau beberapa area bukan vonis. Langkah yang bisa dipertimbangkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Diskusikan hasilnya secara rinci dengan psikolog.<\/strong> Tanyakan area mana yang paling perlu didukung dan kegiatan apa yang bisa dilakukan di rumah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pertimbangkan waktu masuk.<\/strong> Karena anak berusia 7 tahun diprioritaskan dan anak 6 tahun sudah boleh mendaftar, sebagian keluarga memilih menunda satu tahun sambil menguatkan area yang tertinggal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bicarakan dengan sekolah.<\/strong> Sekolah yang baik akan menjelaskan cara mereka mendampingi murid baru dan dukungan yang tersedia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Periksakan bila ada tanda masalah perkembangan.<\/strong> Keterlambatan bicara, sulit memusatkan perhatian, atau kesulitan motorik yang menetap perlu dievaluasi dokter anak atau tim tumbuh kembang. IDAI mengingatkan bahwa anak dengan kebutuhan khusus tidak selalu harus menunda sekolah, tetapi membutuhkan program pendidikan yang sesuai kebutuhannya. Baca juga penjelasan tentang <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/abk-adalah\/\">anak berkebutuhan khusus (ABK)<\/a>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/tumbuh-kembang-anak\/\">Tumbuh Kembang Anak: Pengertian dan Tahapan Perkembangan 0\u20136 Tahun<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/disleksia-pada-anak\/\">Disleksia pada Anak: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Membantu Anak Belajar Membaca<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-tidak-mau-sekolah\/\">Anak Tidak Mau Sekolah: Penyebab yang Perlu Dipilah dan Cara Menanganinya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Psikotes masuk SD seperti apa?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Psikotes atau tes kesiapan masuk SD biasanya berupa wawancara dengan orang tua, pengamatan saat anak bermain atau mengerjakan tugas sederhana, dan alat ukur terstandar yang dilakukan oleh psikolog. Suasananya dibuat seperti bermain agar anak nyaman. Hasilnya menggambarkan kekuatan anak dan area yang perlu didukung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Psikotes masuk SD apa saja yang dinilai?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asesmen kesiapan sekolah umumnya menilai kemampuan kognitif, bahasa dan komunikasi, motorik kasar dan halus, sosial-emosional, serta kemandirian seperti makan, berpakaian, dan ke toilet sendiri. Orang tua tidak perlu melatihkan soal tes kepada anak, karena hasilnya jadi tidak menggambarkan kemampuan sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah masuk SD harus bisa calistung?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 menyatakan calon murid kelas 1 SD tidak dipersyaratkan mengikuti tes membaca, menulis, berhitung, atau bentuk tes lain, dan seleksi kelas 1 SD didasarkan pada usia. Calistung tetap boleh dikenalkan secara menyenangkan, tetapi bukan syarat masuk SD.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah anak umur 5,5 tahun boleh masuk SD?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Boleh, dengan syarat. Menurut Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, anak berusia paling rendah 5 tahun 6 bulan pada 1 Juli tahun berjalan dapat mendaftar bila memiliki kecerdasan dan\/atau bakat istimewa serta kesiapan psikis, yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis psikolog profesional atau, bila psikolog tidak tersedia, dewan guru sekolah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Di mana mencari tes kesiapan sekolah terdekat?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tes kesiapan sekolah dapat dilakukan oleh psikolog anak atau psikolog pendidikan, misalnya di biro psikologi, rumah sakit, atau klinik tumbuh kembang yang memiliki layanan psikologi. Tanyakan lebih dulu apakah layanannya mencakup asesmen kesiapan sekolah dan konsultasi hasil untuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah daftar SD wajib punya ijazah TK?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. Persyaratan usia kelas 1 SD dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir, dan Kemendikdasmen pada Mei 2026 kembali menegaskan calon murid SD tidak harus memiliki ijazah TK. Meski begitu, pengalaman PAUD tetap bermanfaat untuk membangun kemampuan fondasi anak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tes kesiapan masuk SD sebaiknya dipandang sebagai alat untuk memahami anak, bukan ujian yang harus dilatih. Aturan SPMB terbaru menegaskan tidak ada tes calistung untuk masuk kelas 1 SD, dan seleksi didasarkan pada usia. Yang paling membantu anak adalah kemampuan fondasi: mampu mengurus diri, mengelola emosi, bergaul, berkomunikasi, dan menikmati belajar. Bila Anda ragu, konsultasikan dengan psikolog anak atau dokter anak agar keputusan diambil berdasarkan kebutuhan anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila Anda membutuhkan asesmen kesiapan sekolah atau evaluasi tumbuh kembang, Anda dapat mencari layanan terdekat melalui <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/direktori-klinik\/\">direktori klinik tumbuh kembang KlinikPlus<\/a> atau membaca <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/klinik-tumbuh-kembang-anak\/\">panduan memilih klinik tumbuh kembang anak<\/a> kami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (Pasal 11, Pasal 14, Pasal 42). JDIH BPK. <a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/315671\/permendikdasmenno-3-tahun-2025\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/315671\/permendikdasmenno-3-tahun-2025<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Sonora.id. Kemendikdasmen Tegaskan SPMB 2026 SD Tak Wajibkan Ijazah TK dan Tes Calistung (21 Mei 2026). <a href=\"https:\/\/www.sonora.id\/read\/424381255\/kemendikdasmen-tegaskan-spmb-2026-sd-tak-wajibkan-ijazah-tk-dan-tes-calistung\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.sonora.id\/read\/424381255\/kemendikdasmen-tegaskan-spmb-2026-sd-tak-wajibkan-ijazah-tk-dan-tes-calistung<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>HaiBunda. Adakah Tes Calistung untuk Masuk SD 2026\/2027? Simak Faktanya (15 Juni 2026). <a href=\"https:\/\/www.haibunda.com\/parenting\/20260610151110-61-392829\/adakah-tes-calistung-untuk-masuk-sd-2026-2027-simak-faktanya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.haibunda.com\/parenting\/20260610151110-61-392829\/adakah-tes-calistung-untuk-masuk-sd-2026-2027-simak-faktanya<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>detikEdu. 6 Fondasi Ini Penting Dimiliki Anak pada Masa Transisi PAUD ke SD, Apa Saja? (31 Januari 2024). <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/edu\/sekolah\/d-7169955\/6-fondasi-ini-penting-dimiliki-anak-pada-masa-transisi-paud-ke-sd-apa-saja\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.detik.com\/edu\/sekolah\/d-7169955\/6-fondasi-ini-penting-dimiliki-anak-pada-masa-transisi-paud-ke-sd-apa-saja<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Efar P, Sekartini R. Kapan Anak Siap untuk Sekolah? (2013). <a href=\"https:\/\/www.idai.or.id\/artikel\/seputar-kesehatan-anak\/kapan-anak-siap-untuk-sekolah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.idai.or.id\/artikel\/seputar-kesehatan-anak\/kapan-anak-siap-untuk-sekolah<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>JawaPos.com. Jangan Terpaku pada Umur, Perhatikan Kesiapan Emosional Anak saat Disekolahkan di Jenjang SD (18 Desember 2025, seminar media IDAI). <a href=\"https:\/\/www.jawapos.com\/lifestyle\/2512170278\/jangan-terpaku-pada-umur-perhatikan-kesiapan-emosional-anak-saat-disekolahkan-di-jenjang-sd\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.jawapos.com\/lifestyle\/2512170278\/jangan-terpaku-pada-umur-perhatikan-kesiapan-emosional-anak-saat-disekolahkan-di-jenjang-sd<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Williams PG, Lerner MA; AAP Council on Early Childhood, Council on School Health. School Readiness. Pediatrics. 2019;144(2):e20191766. <a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/31331984\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/31331984\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>HealthyChildren.org (AAP). Steps to Ensure School Readiness for All Children (2019). <a href=\"https:\/\/healthychildren.org\/English\/news\/Pages\/Steps-to-Ensure-School-Readiness-for-All-Children.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/healthychildren.org\/English\/news\/Pages\/Steps-to-Ensure-School-Readiness-for-All-Children.aspx<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tes kesiapan masuk SD bukan tes calistung. Pahami aturan SPMB terbaru, aspek yang dinilai psikolog, tanda anak siap, dan cara menyiapkannya tanpa drilling.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1905,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kpb_share":true,"_kpb_message":"","footnotes":""},"categories":[47,9],"tags":[],"class_list":["post-1904","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-sekolah-anak","category-tumbuh-kembang-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1904","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1904"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1904\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2722,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1904\/revisions\/2722"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}