{"id":2128,"date":"2026-10-28T16:37:00","date_gmt":"2026-10-28T09:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/?p=2128"},"modified":"2026-11-05T15:23:44","modified_gmt":"2026-11-05T08:23:44","slug":"cara-melatih-anak-bicara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/cara-melatih-anak-bicara\/","title":{"rendered":"Cara Melatih Anak Bicara di Rumah: Teknik per Usia dan Contoh Kalimat"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Cara melatih anak bicara yang paling berpengaruh bukan les atau video edukasi, melainkan percakapan kecil yang diulang sepanjang hari.<\/strong> Anak belajar bahasa dari orang yang menanggapinya: menunggu, menjawab, lalu menambahkan satu-dua kata di atas apa yang ia ucapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini memberi teknik stimulasi bicara yang bisa Anda pakai di rumah, disusun per rentang usia, lengkap dengan contoh kalimat. Isinya berlaku untuk anak yang perkembangannya biasa maupun anak yang sedang menunggu jadwal terapi \u2014 tetapi stimulasi di rumah bukan pengganti pemeriksaan bila Anda melihat tanda keterlambatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tiga Prinsip yang Membuat Stimulasi Berhasil<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum masuk ke daftar aktivitas, tiga hal ini menentukan hasilnya jauh lebih besar daripada jenis mainan yang Anda beli.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"724\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-cara-melatih-anak-bicara-1.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus berisi tiga prinsip utama stimulasi bicara anak di rumah\" class=\"wp-image-2130\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-cara-melatih-anak-bicara-1.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-cara-melatih-anak-bicara-1-300x181.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-cara-melatih-anak-bicara-1-1024x618.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-cara-melatih-anak-bicara-1-768x463.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tiga prinsip stimulasi bicara yang paling menentukan hasilnya di rumah.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Beri jeda dan tunggu.<\/strong> Setelah bertanya atau menawarkan sesuatu, berhentilah bicara beberapa detik. Anak butuh waktu memproses dan menyusun respons. Banyak orang tua tanpa sadar langsung mengisi keheningan itu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bicara setinggi mata anak.<\/strong> CDC menyarankan menghadap anak dan menyesuaikan posisi ke tinggi matanya saat berbicara, supaya anak melihat wajah dan ekspresi Anda, bukan hanya mendengar suara.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tambahkan satu tingkat di atas ucapan anak.<\/strong> Kalau anak bilang satu kata, jawab dengan dua sampai tiga kata. CDC menyebut teknik ini sebagai memperluas apa yang anak katakan \u2014 misalnya ketika anak bilang &#8220;anjing&#8221;, Anda menjawab dengan kalimat utuh yang memuat kata itu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Usia 0\u201312 Bulan: Membangun Percakapan Sebelum Ada Kata<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada rentang ini, yang dilatih adalah giliran bicara dan perhatian bersama, bukan kosakata. Panduan dari Communication Health Support Association \u2014 lembaga yang isinya disusun dengan keahlian American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) \u2014 menganjurkan untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>menanggapi suara dan ekspresi wajah bayi, lalu menirukannya kembali sehingga terbentuk &#8220;percakapan&#8221;;<\/li>\n\n\n\n<li>memakai isyarat seperti melambaikan tangan dan menunjuk;<\/li>\n\n\n\n<li>mengajarkan gerakan sederhana seperti bertepuk tangan dan cilukba;<\/li>\n\n\n\n<li>mencontohkan kata-kata pendek dan mendorong bayi menirukannya;<\/li>\n\n\n\n<li>menceritakan rutinitas yang sedang berjalan: mandi, menyusu, berpakaian;<\/li>\n\n\n\n<li>membaca bersama dengan fokus pada gambar, lalu meminta anak menunjuk atau menyebut benda;<\/li>\n\n\n\n<li>menghubungkan suara binatang dengan binatangnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh kalimat sehari-hari: &#8220;Mama buka keran. Air! Dingin ya.&#8221; Diucapkan pelan, berulang, dan sambil menunjuk benda yang dimaksud.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Usia 12\u201324 Bulan: Dari Satu Kata Menjadi Dua Kata<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di rentang ini CDC menyebut anak umumnya mulai mencoba tiga kata atau lebih selain &#8220;mama&#8221; dan &#8220;papa&#8221; pada usia 18 bulan, lalu menggabungkan dua kata seperti &#8220;mau susu&#8221; pada usia 24 bulan. Teknik yang cocok:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"854\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-cara-melatih-anak-bicara-2.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus berisi enam teknik stimulasi bicara anak usia 12 sampai 24 bulan beserta contoh kalimat\" class=\"wp-image-2131\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-cara-melatih-anak-bicara-2.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-cara-melatih-anak-bicara-2-300x214.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-cara-melatih-anak-bicara-2-1024x729.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-cara-melatih-anak-bicara-2-768x547.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Enam teknik stimulasi bicara untuk anak 12\u201324 bulan, lengkap dengan contoh kalimat.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Perluas ucapan anak.<\/strong> &#8220;Bola.&#8221; \u2192 &#8220;Iya, bola merah. Lempar bolanya!&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ceritakan apa yang Anda lakukan.<\/strong> &#8220;Mama potong pisang. Potong, potong.&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ceritakan apa yang anak lakukan.<\/strong> &#8220;Adik dorong mobil. Brum!&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beri dua pilihan lalu tunggu.<\/strong> &#8220;Mau apel atau pisang?&#8221; Beri jeda, dan terima jawaban apa pun termasuk isyarat menunjuk.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jawab setiap kali anak menunjuk.<\/strong> CDC menyarankan merespons dengan kata-kata saat bayi menunjuk, dan menunjukkan balik hal-hal menarik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebut nama bagian tubuh<\/strong> sambil menunjuknya \u2014 CDC mencantumkan ini pada tips usia 18 bulan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Baca buku bergambar setiap hari<\/strong> dan bicarakan gambarnya dengan kata-kata sederhana.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu catatan penting: anak yang paham perintah dan memakai banyak isyarat berada pada posisi berbeda dengan anak yang tidak merespons namanya. Keduanya tetap perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan, tetapi gambarannya tidak sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-2-tahun-belum-bisa-bicara\/\">Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara: Kapan Harus Khawatir?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Usia 2\u20134 Tahun: Memperpanjang Kalimat dan Percakapan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panduan CHSA\/ASHA untuk rentang 2\u20134 tahun menganjurkan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>berbicara dengan jelas, lalu mengulang atau memperluas kata-kata anak;<\/li>\n\n\n\n<li>membacakan buku tentang hal yang sudah dikenal anak, dan mengelompokkan benda menurut kategorinya;<\/li>\n\n\n\n<li>bermain tanya-jawab &#8220;ya atau tidak&#8221;;<\/li>\n\n\n\n<li>memberi pilihan untuk mendorong komunikasi dan kemandirian;<\/li>\n\n\n\n<li>memperkenalkan nama dan konsep baru, misalnya bagian tubuh dan benda yang dilihat di luar rumah;<\/li>\n\n\n\n<li>menyanyikan lagu dan melafalkan sajak untuk membangun rasa irama bicara;<\/li>\n\n\n\n<li>bermain menebak benda, misalnya menyebutkan benda yang dikeluarkan dari kotak;<\/li>\n\n\n\n<li>membicarakan foto orang dan tempat, lalu membuat cerita bersama;<\/li>\n\n\n\n<li>bermain permainan mendengarkan seperti &#8220;Simon Says&#8221; atau &#8220;lampu merah, lampu hijau&#8221;;<\/li>\n\n\n\n<li>membuat pertunjukan boneka dengan beberapa karakter dan suara berbeda.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh kalimat untuk memperluas: anak bilang &#8220;kucing lari&#8221; \u2192 Anda menjawab &#8220;Iya, kucingnya lari cepat ke kolong meja.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Usia 4\u20136 Tahun: Dari Bicara Menjadi Bercerita<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk rentang ini, panduan yang sama menganjurkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>memberi perhatian penuh dan mengurangi distraksi saat anak bicara;<\/li>\n\n\n\n<li>menarik perhatian anak sebelum Anda mulai bicara;<\/li>\n\n\n\n<li>memuji dan menunjukkan bahwa Anda mengerti apa yang ia katakan;<\/li>\n\n\n\n<li>berhenti sejenak setelah bicara, memberi anak waktu merespons;<\/li>\n\n\n\n<li>memperkenalkan kosakata baru dan menjelaskan artinya;<\/li>\n\n\n\n<li>bermain mendeskripsikan benda dan menebaknya dari petunjuk;<\/li>\n\n\n\n<li>mengelompokkan benda lalu mencari yang tidak sesuai kelompok;<\/li>\n\n\n\n<li>memberi instruksi dua dan tiga langkah, termasuk saat memasak bersama;<\/li>\n\n\n\n<li>membiarkan anak memberi instruksi untuk Anda ikuti;<\/li>\n\n\n\n<li>bermain pura-pura seperti bermain &#8220;rumah-rumahan&#8221;;<\/li>\n\n\n\n<li>membicarakan film atau acara televisi, termasuk tokohnya dan memprediksi kelanjutannya;<\/li>\n\n\n\n<li>membantu anak berlatih membujuk dengan kata-kata, bukan dengan menangis atau merengek.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Hindari<\/th><th>Coba ini<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Menyuruh anak mengulang kata sampai benar<\/td><td>Ucapkan ulang versi yang benar secara wajar, lalu lanjutkan percakapan<\/td><\/tr><tr><td>Memberi semua yang anak inginkan sebelum ia mencoba berkomunikasi<\/td><td>Beri jeda dan tawarkan pilihan, terima isyarat sebagai komunikasi<\/td><\/tr><tr><td>Mengandalkan video atau aplikasi sebagai sumber latihan utama<\/td><td>Percakapan dua arah; batasi layar sesuai anjuran usia<\/td><\/tr><tr><td>Membandingkan dengan anak lain di depan anak<\/td><td>Bandingkan anak dengan dirinya sendiri sebulan lalu<\/td><\/tr><tr><td>Menunggu sampai &#8220;nanti bisa sendiri&#8221; meski ada tanda keterlambatan<\/td><td>Bicarakan dengan tenaga kesehatan sambil tetap menstimulasi<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Soal layar, CDC menyebut waktu layar tidak dianjurkan sebelum usia 2 tahun kecuali panggilan video dengan orang terdekat, dan pada usia 2 tahun dibatasi maksimal satu jam program anak dengan pendampingan orang dewasa. WHO menyampaikan batas serupa dalam pedoman 2019-nya untuk anak di bawah 5 tahun, dan menganjurkan membaca serta bercerita bersama pengasuh sebagai gantinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/screen-time-anak\/\">Screen Time Anak per Usia: Batas Aman, Dampak, dan Cara Mengurangi Kecanduan Gadget<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kapan Stimulasi di Rumah Tidak Cukup<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC menganjurkan untuk tidak menunggu dan segera berbicara dengan dokter bila anak belum mencapai milestone usianya, bila ada kekhawatiran lain, dan terutama bila anak kehilangan kemampuan yang sudah dimilikinya. Pada aspek bicara, hal berikut layak diperiksa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>belum mencoba mengucapkan tiga kata atau lebih selain &#8220;mama&#8221; dan &#8220;papa&#8221; pada usia 18 bulan;<\/li>\n\n\n\n<li>belum menggabungkan dua kata yang bisa dimengerti pada usia 24 bulan;<\/li>\n\n\n\n<li>tidak menunjuk atau memakai isyarat lain;<\/li>\n\n\n\n<li>tidak memahami instruksi sederhana;<\/li>\n\n\n\n<li>pada usia 3 tahun, ucapannya sulit dimengerti orang lain pada sebagian besar kesempatan \u2014 CDC menyebut anak 3 tahun umumnya sudah bicara cukup jelas untuk dimengerti orang lain hampir sepanjang waktu;<\/li>\n\n\n\n<li>ada kecurigaan gangguan pendengaran;<\/li>\n\n\n\n<li>kemampuan bicara yang sudah ada justru menghilang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panduan CHSA\/ASHA juga mengingatkan bahwa anak berkembang dengan kecepatan masing-masing, dan menyarankan berbicara dengan terapis wicara atau audiolog bila ada kekhawatiran. Stimulasi di rumah tetap diteruskan sambil menunggu jadwal pemeriksaan \u2014 keduanya tidak saling menggantikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/speech-delay-adalah-tanda-penyebab-penanganan\/\">Speech Delay Adalah: Tanda, Penyebab &amp; Penanganan<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/kapan-bayi-mulai-bicara\/\">Kapan Bayi Mulai Bicara: Tahapan Bunyi di Tahun Pertama<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/bicara-anak-tidak-jelas\/\">Bicara Anak Tidak Jelas: Patokan Keterpahaman dan Bunyi yang Memang Terlambat<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara melatih anak bicara usia 2 tahun?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fokuskan pada memperluas ucapan anak satu tingkat: ketika anak mengucapkan satu kata, jawab dengan dua sampai tiga kata yang memuat kata itu. Tambahkan menceritakan kegiatan Anda dan kegiatan anak, memberi dua pilihan lalu menunggu, membaca buku bergambar setiap hari, dan merespons dengan kata-kata setiap kali anak menunjuk. Pada usia 24 bulan, CDC menyebut anak umumnya sudah menggabungkan dua kata seperti &#8220;mau susu&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa lama waktu stimulasi bicara yang ideal setiap hari?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada durasi baku yang bisa dikutip dari sumber resmi. Yang lebih berpengaruh adalah frekuensinya: percakapan pendek yang terjadi berulang di sepanjang rutinitas harian \u2014 mandi, makan, berpakaian, perjalanan \u2014 lebih sesuai dengan cara anak belajar dibanding satu sesi panjang. Kementerian Kesehatan menekankan stimulasi dilakukan sejak lahir dan setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah anak perlu dilatih mengucapkan huruf R secara khusus?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap bunyi bicara dikuasai pada usia yang berbeda, dan dalam berbagai bagan perkembangan bunyi, \/r\/ termasuk bunyi yang paling akhir dikuasai. Karena itu kesulitan mengucapkan R pada anak prasekolah belum tentu masalah. Yang lebih penting adalah kejelasan bicara secara keseluruhan: bila pada usia 3 tahun ucapan anak sulit dimengerti orang lain, mintalah penilaian terapis wicara, bukan melatih satu bunyi secara terpisah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah anak yang bilingual lebih lambat bicara?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengenalkan lebih dari satu bahasa bukan penyebab gangguan bahasa. Yang perlu dinilai bukan jumlah kata dalam satu bahasa saja, melainkan kemampuan komunikasi anak secara keseluruhan di semua bahasa yang ia dengar. Bila Anda khawatir, sampaikan ke tenaga kesehatan bahasa apa saja yang dipakai di rumah dan seberapa sering, karena informasi itu memengaruhi cara penilaian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah video edukasi bisa dipakai melatih bicara?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Video bukan sumber latihan utama. CDC menyebut waktu layar tidak dianjurkan sebelum usia 2 tahun kecuali panggilan video dengan orang terdekat, dan pada usia 2 tahun dibatasi maksimal satu jam program anak dengan pendampingan. Alasannya, anak belajar bahasa dari interaksi dua arah dengan orang yang menanggapi ucapannya, yang tidak bisa dilakukan video.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Anak saya sudah ikut terapi wicara, apakah masih perlu latihan di rumah?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, dan sebaiknya ditanyakan ke terapisnya agar latihan di rumah sejalan dengan target di sesi terapi. Prinsipnya tetap sama: percakapan sepanjang hari dalam rutinitas yang sudah ada, bukan sesi latihan tambahan yang membuat anak jenuh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara melatih anak bicara bisa diringkas jadi tiga kebiasaan: beri jeda dan tunggu, bicara setinggi mata anak, dan tambahkan satu tingkat di atas ucapannya. Sesuaikan aktivitasnya dengan usia \u2014 menirukan suara untuk bayi, memperluas kata untuk balita, bercerita dan instruksi bertahap untuk anak prasekolah. Kalau ada tanda keterlambatan, teruskan stimulasi sambil memeriksakan anak, jangan memilih salah satu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila Anda butuh layanan terapi wicara, Anda bisa menelusuri <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/direktori-klinik\/\">direktori klinik tumbuh kembang<\/a> atau membaca <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/tempat-terapi-wicara-terdekat\/\">panduan mencari tempat terapi wicara terdekat<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Communication Health Support Association (konten disusun dengan keahlian American Speech-Language-Hearing Association) \u2014 Tips for Your Child&#8217;s Speech and Language Development: daftar anjuran untuk rentang usia 0\u20132, 2\u20134, dan 4\u20136 tahun. <a href=\"https:\/\/helpingyoucommunicate.org\/tips-for-your-childs-speech-and-language-development\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/helpingyoucommunicate.org\/tips-for-your-childs-speech-and-language-development\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Learn the Signs. Act Early.: Milestones by 1 Year, 18 Months, 2 Years, 3 Years (termasuk tips memperluas ucapan anak, bicara setinggi mata anak, menyebut nama bagian tubuh, dan batasan layar). <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/18-months.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">18 Months<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/2-years.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">2 Years<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/3-years.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Years<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>WHO \u2014 Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age (siaran pers 24 April 2019). <a href=\"https:\/\/www.who.int\/news\/item\/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.who.int\/news\/item\/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2014 \u2014 aspek perkembangan &#8220;kemampuan bicara dan bahasa&#8221; sebagai salah satu aspek yang dipantau. <a href=\"https:\/\/platform.who.int\/docs\/default-source\/mca-documents\/policy-documents\/law\/idn-ch-14-03-law-2014-ind-moh-regulation-66-2014---monitoring-of-growth--development--and-disorder-of-child-growth.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teks lengkap (PDF)<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara melatih anak bicara di rumah: tiga prinsip stimulasi, teknik per usia 0\u20136 tahun dengan contoh kalimat, dan kapan perlu ke terapis wicara.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2129,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kpb_share":true,"_kpb_message":"","footnotes":""},"categories":[26,9],"tags":[],"class_list":["post-2128","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-stimulasi-di-rumah","category-tumbuh-kembang-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2128","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2128"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2128\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2975,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2128\/revisions\/2975"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}