{"id":2133,"date":"2026-10-28T16:37:21","date_gmt":"2026-10-28T09:37:21","guid":{"rendered":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/?p=2133"},"modified":"2026-11-03T18:56:19","modified_gmt":"2026-11-03T11:56:19","slug":"anak-susah-fokus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-susah-fokus\/","title":{"rendered":"Anak Susah Fokus dan Sulit Konsentrasi: Penyebab dan Cara Membantunya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Anak susah fokus tidak otomatis berarti ADHD.<\/strong> Pada banyak kasus, penyebabnya adalah hal-hal yang lebih sederhana dan bisa diperbaiki: kurang tidur, tugas yang terlalu panjang untuk usianya, lingkungan belajar yang ramai, atau rasa cemas yang belum terbaca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini membantu Anda memilah: berapa lama anak memang wajar bisa bertahan pada satu kegiatan, penyebab sulit konsentrasi yang paling sering terlewat, cara membantu anak fokus di rumah, dan kapan sebaiknya kondisi ini dibicarakan dengan tenaga kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Seberapa Lama Anak Memang Bisa Fokus?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak angka beredar soal rentang perhatian anak, misalnya rumus &#8220;dua sampai tiga menit dikali usia&#8221;. Angka seperti itu tidak kami pakai di sini karena tidak ada sumber primer yang bisa diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang bisa dipakai sebagai patokan adalah daftar milestone CDC untuk usia 5 tahun, yang mencantumkan kemampuan <strong>memperhatikan selama 5 sampai 10 menit selama suatu kegiatan<\/strong> sebagai hal yang umumnya sudah dimiliki anak seusia itu. Dengan patokan ini saja, banyak harapan orang tua langsung terlihat terlalu tinggi: anak berusia 5 tahun bukanlah anak yang seharusnya sanggup duduk mengerjakan tugas selama 30 menit tanpa jeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsekuensinya praktis. Kalau Anda ingin anak menyelesaikan kegiatan selama 20 menit, bagi menjadi beberapa blok pendek dengan jeda bergerak di antaranya, bukan satu blok panjang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyebab Anak Susah Fokus yang Paling Sering Terlewat<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum memikirkan diagnosis, ada beberapa hal yang berguna diperiksa lebih dulu. Sebagian bisa Anda ubah sendiri dalam satu-dua minggu, dan sebagian lagi penting diceritakan saat berkonsultasi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"854\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-anak-susah-fokus-1.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus berisi enam penyebab anak susah fokus yang sering terlewat orang tua\" class=\"wp-image-2135\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-anak-susah-fokus-1.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-anak-susah-fokus-1-300x214.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-anak-susah-fokus-1-1024x729.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-anak-susah-fokus-1-768x547.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Enam penyebab anak susah fokus yang sebaiknya diperiksa lebih dulu.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pola tidur.<\/strong> Berapa lama anak tidur, seberapa teratur jadwalnya, dan bagaimana kualitasnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kondisi dasar saat kegiatan berlangsung.<\/strong> Apakah anak sedang lapar, haus, kelelahan, atau baru selesai sakit.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tingkat kesulitan tugas.<\/strong> Tugas yang terlalu sulit dan yang terlalu mudah sama-sama bisa membuat anak berhenti mengerjakan, dan dari luar keduanya terlihat mirip.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Lingkungan tempat anak belajar.<\/strong> Televisi menyala, orang lalu-lalang, atau meja penuh benda menarik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kegiatan sebelum anak diminta berkonsentrasi<\/strong>, termasuk waktu layar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasa cemas atau stres.<\/strong> NHS menyebut perilaku seperti mudah teralihkan bisa menjadi &#8220;tanda hal lain, seperti kelelahan, kecemasan, atau stres&#8221;.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Masalah pendengaran atau penglihatan.<\/strong> Anak yang tidak mendengar instruksi dengan jelas akan terlihat tidak memperhatikan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kesulitan belajar tertentu.<\/strong> Anak yang kesulitan membaca sering tampak tidak fokus ketika tugasnya berbasis teks.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Usia.<\/strong> NHS mencatat bahwa &#8220;banyak anak mudah teralihkan, impulsif, dan punya tingkat energi tinggi, terutama jika mereka berusia di bawah 5 tahun&#8221;, dan menegaskan hal itu tidak berarti mereka mengalami ADHD.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tidur: Angka yang Perlu Dicek Lebih Dulu<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC, mengacu pada konsensus <em>American Academy of Sleep Medicine<\/em>, mencantumkan kebutuhan tidur per 24 jam sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Usia<\/th><th>Kebutuhan tidur per 24 jam<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>4\u201312 bulan<\/td><td>12\u201316 jam, termasuk tidur siang<\/td><\/tr><tr><td>1\u20132 tahun<\/td><td>11\u201314 jam, termasuk tidur siang<\/td><\/tr><tr><td>3\u20135 tahun<\/td><td>10\u201313 jam, termasuk tidur siang<\/td><\/tr><tr><td>6\u201312 tahun<\/td><td>9\u201312 jam<\/td><\/tr><tr><td>13\u201317 tahun<\/td><td>8\u201310 jam<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hitung jam tidur anak Anda selama satu minggu sebelum menyimpulkan apa pun soal konsentrasinya. Kalau hasilnya di bawah rentang di atas, perbaiki itu lebih dulu \u2014 termasuk jadwal tidur yang konsisten, yang juga dianjurkan CDC.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/screen-time-anak\/\">Screen Time Anak per Usia: Batas Aman, Dampak, dan Cara Mengurangi Kecanduan Gadget<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Membantu Anak Fokus di Rumah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah-langkah berikut bersifat umum dan aman dicoba sambil Anda mengamati pola anak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"737\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-anak-susah-fokus-2.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus dua kolom yang membandingkan praktik yang membantu dan yang memperburuk fokus anak saat belajar\" class=\"wp-image-2136\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-anak-susah-fokus-2.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-anak-susah-fokus-2-300x184.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-anak-susah-fokus-2-1024x629.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-anak-susah-fokus-2-768x472.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Praktik yang membantu dan yang memperburuk konsentrasi anak saat belajar di rumah.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pakai blok waktu pendek.<\/strong> Mulai dari durasi yang anak pasti bisa, lalu tambah perlahan. Lebih baik tiga blok 7 menit yang selesai daripada satu blok 25 menit yang berakhir dengan tangisan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beri satu instruksi dalam satu waktu.<\/strong> Anak usia 30 bulan baru umumnya bisa mengikuti instruksi dua langkah, sesuai daftar CDC; untuk anak yang sedang sulit fokus, pecah lagi menjadi satu langkah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tarik perhatian dulu, baru bicara.<\/strong> Sebut nama anak, tunggu ia memandang, baru sampaikan instruksinya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kurangi yang bisa dilihat dan didengar.<\/strong> Matikan televisi, singkirkan benda yang tidak dipakai dari meja, dan pilih tempat yang paling sepi di rumah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Selipkan jeda bergerak.<\/strong> Melompat sepuluh kali, mengambil air, atau membantu memindahkan barang bisa membantu anak kembali duduk.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Buat rutinitas yang bisa diprediksi.<\/strong> CDC menganjurkan rutinitas yang stabil untuk tidur dan makan; hal yang sama berlaku untuk waktu belajar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beri perhatian pada perilaku yang Anda inginkan.<\/strong> CDC menyarankan memakai kata-kata positif dan memberi lebih banyak perhatian pada perilaku yang ingin Anda lihat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Catat polanya.<\/strong> Kapan anak paling sulit fokus: pagi atau sore, pelajaran tertentu, atau saat tugas melibatkan menulis? Catatan ini sangat membantu bila nanti perlu berkonsultasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fokus di Sekolah: Apa yang Bisa Dibicarakan dengan Guru<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesulitan fokus yang muncul di rumah dan di sekolah punya bobot berbeda dibanding yang hanya muncul di satu tempat. Karena itu, informasi dari guru penting. Beberapa hal yang bisa Anda tanyakan dan minta:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>apakah anak kesulitan pada semua pelajaran atau pelajaran tertentu saja;<\/li>\n\n\n\n<li>apakah anak bisa mengikuti instruksi lisan di kelas;<\/li>\n\n\n\n<li>posisi duduk yang lebih sedikit distraksinya;<\/li>\n\n\n\n<li>pemecahan tugas panjang menjadi bagian yang lebih kecil;<\/li>\n\n\n\n<li>kesempatan bergerak di antara kegiatan;<\/li>\n\n\n\n<li>pengulangan instruksi secara personal setelah instruksi kelas.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila kesulitan fokus terutama muncul pada pelajaran membaca atau menulis, kemungkinan yang perlu dipertimbangkan adalah kesulitan belajar, bukan hanya perhatian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/disleksia-pada-anak\/\">Disleksia pada Anak: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Membantu Anak Belajar Membaca<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kapan Perlu Diperiksa Lebih Lanjut<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter anak, psikolog anak, atau tenaga kesehatan lain bila:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>kesulitan fokus muncul di lebih dari satu situasi \u2014 rumah dan sekolah, bukan hanya saat mengerjakan PR;<\/li>\n\n\n\n<li>sudah berlangsung lama dan tidak berubah meski tidur, layar, dan lingkungan belajar sudah diperbaiki;<\/li>\n\n\n\n<li>mengganggu kegiatan sehari-hari anak, prestasinya, atau hubungannya dengan teman;<\/li>\n\n\n\n<li>disertai keluhan lain: sering tidak mendengar saat dipanggil, keluhan penglihatan, perubahan suasana hati yang mencolok, atau kecemasan;<\/li>\n\n\n\n<li>anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC menyebut tidak ada satu tes tunggal untuk mendiagnosis ADHD. Prosesnya mencakup pemeriksaan untuk menyingkirkan kondisi lain, termasuk tes pendengaran dan penglihatan, serta mempertimbangkan kondisi yang gejalanya serupa seperti gangguan tidur, kecemasan, depresi, dan kesulitan belajar. Informasi juga dikumpulkan dari orang tua dan guru, bukan hanya dari pengamatan sesaat di ruang periksa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, membawa catatan pola anak dan masukan tertulis dari guru akan mempercepat prosesnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/adhd-pada-anak\/\">ADHD pada Anak: Ciri-Ciri, Penyebab, Diagnosis, dan Penanganannya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-susah-tidur\/\">Anak Susah Tidur: Kebutuhan Tidur per Usia dan Cara Membantunya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/tic-pada-anak\/\">Tic pada Anak: Gerakan Berulang yang Sulit Dikendalikan<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kenapa anak susah fokus saat belajar?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua anak, dan kesulitan fokus bukan diagnosis. Hal-hal yang berguna diperiksa lebih dulu antara lain pola tidur, durasi dan tingkat kesulitan tugas, serta lingkungan tempat anak belajar. Selain itu, NHS menyebut perilaku mudah teralihkan dapat menjadi tanda hal lain seperti kelelahan, kecemasan, atau stres, dan CDC menyebut gangguan tidur, kecemasan, depresi, serta kesulitan belajar tertentu dapat bergejala mirip ADHD. Periksakan ke tenaga kesehatan bila kesulitannya menetap dan mengganggu kegiatan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Anak susah fokus apakah tanda ADHD?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belum tentu. NHS menyebut banyak anak mudah teralihkan, impulsif, dan berenergi tinggi, terutama di bawah usia 5 tahun, dan itu tidak berarti mereka mengalami ADHD. Yang membedakan adalah perilakunya muncul di lebih dari satu situasi, berlangsung lama, dan mengganggu fungsi sehari-hari. Penilaiannya dilakukan tenaga kesehatan, bukan dari daftar ciri di internet.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa lama anak 5 tahun seharusnya bisa fokus?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daftar milestone CDC untuk usia 5 tahun mencantumkan kemampuan memperhatikan selama 5 sampai 10 menit selama suatu kegiatan sebagai hal yang umumnya sudah dimiliki anak seusia itu. Karena itu, mengharapkan anak 5 tahun duduk tenang selama setengah jam umumnya tidak realistis. Bagi kegiatan menjadi blok-blok pendek dengan jeda bergerak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah ada vitamin yang bisa membuat anak lebih fokus?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami tidak menyarankan suplemen apa pun untuk tujuan ini, dan tidak ada klaim semacam itu yang bisa kami dukung dengan sumber yang kami buka. Bila Anda khawatir ada masalah gizi pada anak, bicarakan dengan dokter anak, karena yang dibutuhkan adalah penilaian status gizi, bukan pembelian suplemen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah mengurangi waktu layar membantu anak lebih fokus?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengurangi layar adalah langkah yang masuk akal dilakukan, terutama sebelum kegiatan yang membutuhkan konsentrasi, dan ada anjuran batas usia yang jelas dari CDC maupun WHO untuk anak di bawah 5 tahun. Namun jangan berharap satu perubahan menyelesaikan semuanya: tidur, durasi tugas, dan lingkungan belajar biasanya perlu diperbaiki bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ke siapa sebaiknya berkonsultasi kalau anak sulit konsentrasi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulai dari dokter anak atau puskesmas, karena langkah awalnya adalah menyingkirkan penyebab fisik seperti gangguan pendengaran dan penglihatan, serta meninjau pola tidur. Dari situ, Anda dapat diarahkan ke psikolog anak, dokter spesialis anak dengan keahlian tumbuh kembang, atau layanan lain sesuai temuan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau anak susah fokus, mulailah dari hal yang paling sering jadi penyebab dan paling mudah diubah: jam tidur, durasi tugas, lingkungan belajar, dan waktu layar. Sesuaikan harapan dengan usia anak \u2014 patokan CDC untuk usia 5 tahun adalah 5 sampai 10 menit perhatian pada satu kegiatan. Bila kesulitan itu muncul di rumah sekaligus di sekolah, berlangsung lama, dan mengganggu kegiatan harian, bawa catatan pola anak dan masukan guru untuk dibicarakan dengan tenaga kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila Anda membutuhkan layanan asesmen atau pendampingan, Anda bisa menelusuri <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/direktori-klinik\/\">direktori klinik tumbuh kembang<\/a> atau membaca panduan <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/klinik-tumbuh-kembang-anak\/\">klinik tumbuh kembang anak<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>CDC \u2014 Learn the Signs. Act Early.: Milestones by 5 Years (&#8220;pays attention for 5 to 10 minutes during activities&#8221;), Milestones by 30 Months (instruksi dua langkah), Milestones by 2 Years (rutinitas stabil, kata-kata positif). <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/5-years.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Milestones by 5 Years<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 How Much Sleep Do I Need? (kebutuhan tidur per kelompok usia, mengacu konsensus American Academy of Sleep Medicine). <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/sleep\/about_sleep\/how_much_sleep.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/sleep\/about_sleep\/how_much_sleep.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>NHS \u2014 ADHD: Symptoms (&#8220;Many children are easily distracted, impulsive and have high energy levels, particularly if they&#8217;re under the age of 5. This does not mean they have ADHD&#8221;; perilaku serupa bisa disebabkan kelelahan, kecemasan, atau stres; tanda inatensi). <a href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd\/symptoms\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd\/symptoms\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Diagnosing ADHD (tidak ada tes tunggal; tes pendengaran dan penglihatan; kondisi dengan gejala serupa seperti gangguan tidur, kecemasan, depresi, dan kesulitan belajar; informasi dari orang tua dan guru). <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/adhd\/diagnosis\/index.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/adhd\/diagnosis\/index.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>WHO \u2014 Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age (siaran pers 24 April 2019). <a href=\"https:\/\/www.who.int\/news\/item\/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.who.int\/news\/item\/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak susah fokus belum tentu ADHD. Kenali penyebab yang sering terlewat, patokan rentang perhatian per usia, dan cara membantu anak konsentrasi.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2134,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kpb_share":true,"_kpb_message":"","footnotes":""},"categories":[48,9],"tags":[],"class_list":["post-2133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perilaku-emosi-anak","category-tumbuh-kembang-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2133"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2831,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2133\/revisions\/2831"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}