{"id":2153,"date":"2026-10-28T16:38:40","date_gmt":"2026-10-28T09:38:40","guid":{"rendered":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/?p=2153"},"modified":"2026-11-03T18:56:14","modified_gmt":"2026-11-03T11:56:14","slug":"biaya-terapi-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/biaya-terapi-anak\/","title":{"rendered":"Biaya Terapi Anak: Komponen, Cara Menghitung, dan Jalur BPJS"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Biaya terapi anak hampir selalu lebih besar daripada tarif per sesi yang tertulis di brosur, karena yang Anda bayar sebenarnya adalah rangkaian: asesmen awal, sesi rutin selama beberapa bulan, evaluasi berkala, dan kadang lebih dari satu jenis terapi.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini tidak mencantumkan angka tarif, karena tarif berbeda antar kota dan antar klinik dan kami tidak ingin memberi angka yang menyesatkan. Yang kami berikan adalah hal yang lebih berguna: komponen biaya yang perlu Anda tanyakan, cara memperkirakan total biaya beberapa bulan ke depan, pertanyaan yang membuat perbandingan antar klinik jadi adil, serta penjelasan jalur BPJS Kesehatan untuk rehabilitasi medik berdasarkan peraturan resminya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komponen Biaya yang Perlu Anda Tanyakan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat menelepon atau datang ke klinik, tanyakan item berikut satu per satu. Kebanyakan selisih biaya antar klinik muncul dari item yang tidak ditanyakan sejak awal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"854\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-biaya-terapi-anak-1.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus berisi enam komponen biaya terapi anak di luar tarif per sesi\" class=\"wp-image-2155\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-biaya-terapi-anak-1.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-biaya-terapi-anak-1-300x214.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-biaya-terapi-anak-1-1024x729.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-biaya-terapi-anak-1-768x547.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Enam komponen biaya terapi anak yang sering terlewat saat membandingkan klinik.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Komponen<\/th><th>Yang perlu ditanyakan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Konsultasi atau skrining awal<\/td><td>Apakah berbayar terpisah, dan siapa yang melakukannya<\/td><\/tr><tr><td>Asesmen<\/td><td>Berapa kali pertemuan, apakah ada biaya per alat ukur, apakah laporan tertulis termasuk<\/td><\/tr><tr><td>Sesi terapi<\/td><td>Durasi per sesi, tarif per sesi, dan apakah ada paket<\/td><\/tr><tr><td>Frekuensi<\/td><td>Berapa kali per minggu yang direkomendasikan setelah asesmen<\/td><\/tr><tr><td>Jumlah jenis terapi<\/td><td>Apakah anak diarahkan ke satu jenis atau lebih dari satu<\/td><\/tr><tr><td>Evaluasi berkala<\/td><td>Setiap berapa bulan, berbayar atau tidak<\/td><\/tr><tr><td>Laporan dan surat<\/td><td>Biaya laporan untuk sekolah, surat keterangan, atau salinan hasil<\/td><\/tr><tr><td>Pembatalan dan keterlambatan<\/td><td>Apakah sesi yang dibatalkan tetap dihitung<\/td><\/tr><tr><td>Kenaikan tarif<\/td><td>Kapan terakhir naik dan bagaimana pemberitahuannya<\/td><\/tr><tr><td>Biaya tidak langsung<\/td><td>Transportasi, waktu kerja yang hilang, dan alat bantu bila disarankan<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Memperkirakan Total Biaya Tiga Bulan Pertama<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Catat tarif asesmen dan jumlah pertemuannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Catat tarif per sesi dan frekuensi yang direkomendasikan per minggu.<\/li>\n\n\n\n<li>Kalikan tarif sesi dengan frekuensi per minggu, lalu kalikan 12 minggu.<\/li>\n\n\n\n<li>Tambahkan biaya evaluasi bila dijadwalkan dalam tiga bulan itu.<\/li>\n\n\n\n<li>Tambahkan biaya transportasi per kunjungan dikalikan jumlah kunjungan.<\/li>\n\n\n\n<li>Bila anak diarahkan ke dua jenis terapi, hitung keduanya secara terpisah lalu jumlahkan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka inilah yang perlu Anda bandingkan antar klinik, bukan tarif per sesi. Klinik dengan tarif per sesi lebih murah tetapi menyarankan frekuensi dua kali lebih sering bisa berakhir lebih mahal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Rekomendasi Frekuensi Bisa Berbeda<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Frekuensi terapi seharusnya berasal dari hasil asesmen, bukan dari paket yang sedang dipromosikan. Karena itu, bila dua klinik memberi rekomendasi yang sangat berbeda, yang perlu Anda tanyakan adalah dasarnya: temuan apa pada anak Anda yang membuat frekuensinya sebanyak itu, dan apa target yang ingin dicapai dalam tiga bulan pertama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan ini juga menjadi penyaring yang baik. Klinik yang bekerja dengan target terukur biasanya bisa menjawabnya dengan spesifik; yang menjual paket biasanya menjawab dengan bahasa umum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/persiapan-asesmen-tumbuh-kembang-anak\/\">Persiapan Asesmen Tumbuh Kembang Anak: Apa Saja yang Perlu Disiapkan Orang Tua?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jalur BPJS Kesehatan untuk Rehabilitasi Medik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terapi anak yang berada di ranah rehabilitasi medik punya jalur penjaminan yang diatur dalam <strong>Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2020<\/strong> tentang prosedur penjaminan operasi katarak dan rehabilitasi medik. Beberapa poin penting dari peraturan itu:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"854\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-biaya-terapi-anak-2.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus berisi enam tahap alur penjaminan rehabilitasi medik BPJS Kesehatan untuk terapi anak\" class=\"wp-image-2156\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-biaya-terapi-anak-2.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-biaya-terapi-anak-2-300x214.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-biaya-terapi-anak-2-1024x729.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-biaya-terapi-anak-2-768x547.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Alur penjaminan rehabilitasi medik menurut Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2020.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jenis layanan yang masuk &#8220;Program Terapi&#8221;.<\/strong> Pasal 1 angka 8 mendefinisikan Program Terapi sebagai pelayanan dalam bentuk terapi fisik, <strong>terapi okupasi<\/strong>, <strong>terapi wicara<\/strong>, ortotik prostetik, bimbingan sosial medis, bimbingan psikologis, dan\/atau tata laksana rehabilitasi medik lainnya sesuai program yang direncanakan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (Dokter SpKFR).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dasar penjaminan.<\/strong> Pasal 4 ayat (1) menyatakan BPJS Kesehatan menjamin pelayanan rehabilitasi medik berdasarkan indikasi medis dan sesuai standar pelayanan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tempat layanan.<\/strong> Pasal 4 ayat (2): dilakukan di FKRTL \u2014 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan \u2014 yang memiliki dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Harus dengan rujukan.<\/strong> Pasal 4 ayat (4): dilakukan atas rujukan FKTP, FKRTL lain, instalasi rawat jalan, rawat inap, atau rawat intensif sesuai sistem rujukan yang berlaku.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Harus didahului asesmen dokter SpKFR.<\/strong> Pasal 4 ayat (5): pelayanan didahului konsultasi atau uji fungsi oleh dokter SpKFR, dilengkapi formulir rawat jalan yang dikeluarkan dokter SpKFR, sesuai rekomendasi Program Terapi dalam formulir tersebut, dan telah dievaluasi oleh dokter SpKFR.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bila belum ada dokter SpKFR.<\/strong> Pasal 5: bila di suatu kabupaten\/kota atau FKRTL belum ada dokter SpKFR, pelayanan rehabilitasi medik dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsekuensi praktisnya untuk orang tua: jalur BPJS untuk terapi wicara atau terapi okupasi <strong>tidak dimulai dari klinik terapi<\/strong>, melainkan dari FKTP tempat anak terdaftar, lalu rujukan ke rumah sakit yang punya dokter SpKFR, lalu asesmen oleh dokter tersebut yang menetapkan program terapinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang perlu Anda konfirmasi sendiri \u2014 dan ini penting \u2014 adalah cakupan terkini di wilayah Anda: rumah sakit mana yang bekerja sama dan memiliki dokter SpKFR, berapa lama rujukan berlaku, berapa sesi yang disetujui dalam satu periode, dan apakah ada batasan lain. Ketentuan operasional seperti ini bisa berubah dan tidak selalu seragam antar daerah, jadi tanyakan langsung ke kantor BPJS Kesehatan setempat atau bagian pendaftaran rumah sakit rujukan. Kami tidak mencantumkan batas usia atau jumlah sesi di artikel ini karena tidak menemukan dokumen resmi terkini yang bisa kami verifikasi untuk hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbandingan Jalur Mandiri dan Jalur BPJS<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Aspek<\/th><th>Jalur mandiri (klinik swasta)<\/th><th>Jalur BPJS Kesehatan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Titik mulai<\/td><td>Langsung mendaftar ke klinik<\/td><td>FKTP tempat anak terdaftar, lalu rujukan<\/td><\/tr><tr><td>Yang menetapkan program<\/td><td>Terapis dan tim klinik setelah asesmen<\/td><td>Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi<\/td><\/tr><tr><td>Tempat terapi<\/td><td>Klinik pilihan Anda<\/td><td>FKRTL yang memiliki dokter SpKFR<\/td><\/tr><tr><td>Waktu tunggu<\/td><td>Umumnya lebih cepat, tergantung daftar tunggu klinik<\/td><td>Tergantung jadwal rujukan dan jadwal poli<\/td><\/tr><tr><td>Biaya langsung<\/td><td>Ditanggung keluarga<\/td><td>Dijamin sesuai ketentuan, dengan prosedur yang harus diikuti<\/td><\/tr><tr><td>Fleksibilitas jadwal<\/td><td>Lebih longgar<\/td><td>Mengikuti jadwal fasilitas<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian keluarga memakai keduanya: jalur BPJS untuk pemeriksaan dan program dari dokter SpKFR, dan jalur mandiri untuk menambah frekuensi sesi. Bila Anda melakukan ini, pastikan kedua pihak tahu agar programnya tidak bertabrakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menekan Biaya Tanpa Mengorbankan Kualitas<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Minta target tiga bulan yang terukur.<\/strong> Program dengan target jelas lebih mudah dievaluasi, sehingga Anda tidak membayar sesi yang tidak lagi dibutuhkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tanyakan apa yang bisa dikerjakan di rumah.<\/strong> Latihan rumah yang diarahkan terapis adalah bagian dari program, dan tidak menambah biaya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pertimbangkan lokasi.<\/strong> Klinik yang lebih dekat menurunkan biaya transportasi dan membuat kehadiran lebih konsisten \u2014 dan konsistensi berpengaruh pada hasil.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tanyakan kebijakan pembatalan<\/strong> sebelum mendaftar, bukan setelah anak sakit dan sesi hangus.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tanyakan apakah ada layanan pemerintah<\/strong> di puskesmas atau rumah sakit daerah untuk pemeriksaan awal, sebelum memutuskan jalur mandiri sepenuhnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hindari paket besar di awal.<\/strong> Sebelum Anda melihat kemajuan dan kecocokan anak dengan terapis, paket panjang mengurangi ruang Anda untuk mengubah arah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/terapi-speech-delay\/\">Terapi Speech Delay: Jenis, Proses, dan Berapa Lama<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tanda Penawaran yang Perlu Diwaspadai<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>menjanjikan hasil tertentu dalam jumlah sesi tertentu;<\/li>\n\n\n\n<li>menyebut bisa &#8220;menyembuhkan&#8221; autisme, ADHD, atau disleksia;<\/li>\n\n\n\n<li>menetapkan frekuensi terapi tanpa asesmen lebih dulu;<\/li>\n\n\n\n<li>menolak memberi laporan tertulis hasil asesmen;<\/li>\n\n\n\n<li>menekan Anda membeli paket panjang di pertemuan pertama;<\/li>\n\n\n\n<li>tidak bersedia menjelaskan kualifikasi terapisnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-takut-ke-dokter\/\">Anak Takut ke Dokter: Cara Menyiapkannya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa biaya terapi anak per sesi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami tidak mencantumkan angkanya karena tarif berbeda antar kota, antar klinik, dan antar jenis terapi, sehingga angka yang kami tulis berisiko menyesatkan. Yang lebih berguna: tanyakan tarif per sesi beserta durasinya, frekuensi yang direkomendasikan setelah asesmen, biaya asesmen, dan biaya evaluasi, lalu hitung perkiraan tiga bulan seperti pada bagian di artikel ini. Minta juga daftar tarif tertulis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah terapi wicara ditanggung BPJS?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terapi wicara termasuk dalam definisi &#8220;Program Terapi&#8221; pada Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2020, dan pelayanan rehabilitasi medik dijamin berdasarkan indikasi medis serta sesuai standar pelayanan. Namun ada prosedurnya: harus atas rujukan FKTP atau fasilitas lain, dilakukan di FKRTL yang memiliki dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dan didahului konsultasi atau uji fungsi oleh dokter tersebut. Cakupan operasional terkini di wilayah Anda perlu dikonfirmasi ke kantor BPJS Kesehatan atau rumah sakit rujukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa langkah pertama kalau ingin memakai BPJS untuk terapi anak?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulai dari FKTP tempat anak Anda terdaftar untuk pemeriksaan dan permintaan rujukan, bukan langsung ke klinik terapi. Setelah itu rujukan diarahkan ke FKRTL yang memiliki dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, yang akan melakukan konsultasi atau uji fungsi dan menetapkan program terapinya. Bawa Buku KIA dan catatan perkembangan anak untuk mempercepat penilaian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kenapa biaya asesmen bisa lebih mahal daripada sesi terapi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asesmen umumnya memakan waktu lebih lama, bisa lebih dari satu pertemuan, melibatkan beberapa alat ukur, dan menghasilkan laporan tertulis. Yang perlu Anda pastikan adalah apa saja yang termasuk di dalamnya: berapa pertemuan, alat apa yang dipakai, apakah laporan tertulis diberikan, dan apakah ada sesi penjelasan hasil untuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah paket terapi lebih hemat?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisa lebih hemat per sesi, tetapi paket panjang di awal mengurangi fleksibilitas Anda jika ternyata anak kurang cocok dengan terapis atau program perlu diubah setelah evaluasi. Pertimbangkan memulai tanpa paket atau dengan paket pendek, lalu meninjau ulang setelah evaluasi tiga bulan pertama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah ada layanan terapi anak gratis atau bersubsidi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jalur yang paling jelas dasarnya adalah penjaminan rehabilitasi medik melalui BPJS Kesehatan dengan prosedur rujukan seperti dijelaskan di atas. Selain itu, pemeriksaan dan skrining perkembangan dasar tersedia di puskesmas sesuai Permenkes Nomor 66 Tahun 2014. Untuk program bantuan daerah atau yayasan, ketersediaannya berbeda-beda antar wilayah dan perlu Anda tanyakan langsung ke dinas kesehatan atau dinas sosial setempat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membandingkan biaya terapi anak hanya dari tarif per sesi hampir selalu menyesatkan. Hitung perkiraan tiga bulan dengan memasukkan asesmen, frekuensi, evaluasi, dan transportasi, lalu minta target yang terukur supaya Anda tahu apa yang dibayar. Bila ingin memakai BPJS Kesehatan, ingat bahwa jalurnya dimulai dari FKTP dan program terapinya ditetapkan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di fasilitas rujukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk membandingkan layanan yang ada di sekitar Anda, Anda bisa menelusuri <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/direktori-klinik\/\">direktori klinik tumbuh kembang<\/a> atau membaca panduan <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/klinik-tumbuh-kembang-anak\/\">klinik tumbuh kembang anak<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda. Ketentuan penjaminan BPJS Kesehatan dapat berubah; konfirmasikan ke kantor BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan terkait.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2020 tentang Prosedur Penjaminan Pelayanan Operasi Katarak dan Pelayanan Rehabilitasi Medik dalam Program Jaminan Kesehatan \u2014 Pasal 1 angka 7 (definisi Pelayanan Rehabilitasi Medik), Pasal 1 angka 8 (definisi Program Terapi, mencakup terapi fisik, terapi okupasi, terapi wicara, ortotik prostetik, bimbingan sosial medis, bimbingan psikologis), Pasal 4 ayat (1)\u2013(5), Pasal 5. <a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Download\/339701\/Peraturan%20BPJS%20Kesehatan%20Nomor%201%20Tahun%202020.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teks lengkap (PDF)<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2014 tentang Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak \u2014 Pasal 4 (pemantauan di fasilitas pelayanan kesehatan dasar), Pasal 7 (rujukan). <a href=\"https:\/\/platform.who.int\/docs\/default-source\/mca-documents\/policy-documents\/law\/idn-ch-14-03-law-2014-ind-moh-regulation-66-2014---monitoring-of-growth--development--and-disorder-of-child-growth.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teks lengkap (PDF)<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biaya terapi anak: komponen yang perlu ditanyakan, cara memperkirakan biaya 3 bulan, dan jalur BPJS untuk rehabilitasi medik sesuai aturannya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2154,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kpb_share":true,"_kpb_message":"","footnotes":""},"categories":[22,8],"tags":[],"class_list":["post-2153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biaya-persiapan-terapi","category-terapi-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2153"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2153\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2826,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2153\/revisions\/2826"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}