{"id":2158,"date":"2026-10-28T16:38:59","date_gmt":"2026-10-28T09:38:59","guid":{"rendered":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/?p=2158"},"modified":"2026-10-28T16:38:59","modified_gmt":"2026-10-28T09:38:59","slug":"dokter-tumbuh-kembang-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/dokter-tumbuh-kembang-anak\/","title":{"rendered":"Dokter Tumbuh Kembang Anak: Siapa yang Menangani dan Kapan Harus ke Sana"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>&#8220;Dokter tumbuh kembang anak&#8221; adalah sebutan sehari-hari, bukan nama gelar resmi.<\/strong> Yang dimaksud orang tua ketika memakai istilah ini biasanya dokter spesialis anak yang menangani masalah pertumbuhan dan perkembangan \u2014 dan dalam sebagian kasus, dokter spesialis anak dengan keahlian lanjutan di bidang tumbuh kembang serta pediatri sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini menjelaskan siapa saja profesional yang terlibat dalam urusan tumbuh kembang anak di Indonesia, apa peran masing-masing, kapan anak sebaiknya dibawa, bagaimana urutan langkahnya, dan apa yang perlu Anda siapkan untuk kunjungan pertama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Siapa yang Dimaksud &#8220;Dokter Tumbuh Kembang Anak&#8221;<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, dokter yang menangani kesehatan anak adalah dokter spesialis anak. Sebagian di antaranya menempuh pendidikan lanjutan dan menjadi konsultan di bidang tertentu. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sendiri memiliki Unit Kerja Koordinasi (UKK) sebagai pengelompokan bidang keahlian, dan salah satunya adalah UKK <strong>Tumbuh Kembang Pediatri Sosial<\/strong> \u2014 bidang inilah yang paling dekat dengan apa yang orang tua sebut &#8220;dokter tumbuh kembang&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Praktisnya, Anda mungkin menemukan dua situasi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Dokter spesialis anak<\/strong> yang menangani keluhan tumbuh kembang sebagai bagian dari praktik umumnya \u2014 ini pintu masuk yang paling banyak tersedia, termasuk di daerah;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dokter spesialis anak konsultan<\/strong> dengan keahlian lanjutan di bidang tumbuh kembang dan pediatri sosial, yang umumnya ada di rumah sakit besar atau pusat rujukan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda tidak perlu mencari yang kedua lebih dulu. Pada banyak kasus, langkah pertama di dokter spesialis anak atau bahkan di puskesmas sudah cukup untuk menentukan apakah diperlukan rujukan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Profesi Lain yang Sering Terlibat<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Urusan tumbuh kembang hampir selalu melibatkan lebih dari satu profesi. Tabel berikut membantu Anda membedakan peran yang sering tertukar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"854\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-dokter-tumbuh-kembang-anak-1.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus berisi enam profesi yang terlibat dalam penanganan tumbuh kembang anak beserta perannya\" class=\"wp-image-2160\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-dokter-tumbuh-kembang-anak-1.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-dokter-tumbuh-kembang-anak-1-300x214.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-dokter-tumbuh-kembang-anak-1-1024x729.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-dokter-tumbuh-kembang-anak-1-768x547.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Enam profesi yang umum terlibat dalam urusan tumbuh kembang anak dan peran masing-masing.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Profesi<\/th><th>Peran yang umum<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Dokter spesialis anak<\/td><td>Menilai kesehatan dan perkembangan anak secara menyeluruh, menyingkirkan penyebab medis, menentukan kebutuhan rujukan<\/td><\/tr><tr><td>Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang\u2013pediatri sosial<\/td><td>Penanganan lanjutan untuk masalah tumbuh kembang, umumnya di pusat rujukan<\/td><\/tr><tr><td>Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (SpKFR)<\/td><td>Menyusun program rehabilitasi medik; dalam skema BPJS Kesehatan, dokter inilah yang menetapkan Program Terapi<\/td><\/tr><tr><td>Psikolog anak atau psikolog klinis<\/td><td>Asesmen psikologis, termasuk kemampuan kognitif, perilaku, dan emosi<\/td><\/tr><tr><td>Terapis wicara<\/td><td>Penanganan gangguan bicara, bahasa, dan komunikasi<\/td><\/tr><tr><td>Terapis okupasi<\/td><td>Keterampilan sehari-hari, motorik halus, dan masalah pemrosesan sensorik<\/td><\/tr><tr><td>Fisioterapis<\/td><td>Gerak, kekuatan, postur, dan motorik kasar<\/td><\/tr><tr><td>Dokter THT dan dokter mata<\/td><td>Memastikan pendengaran dan penglihatan, yang sering menjadi penyebab keterlambatan<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembagian antara terapis wicara, terapis okupasi, dan fisioterapis diatur dalam undang-undang kesehatan sebagai bagian dari tenaga keterapian fisik, dan masing-masing wajib memiliki surat tanda registrasi serta surat izin praktik. Artinya, Anda berhak menanyakan kualifikasi dan izin praktik terapis yang menangani anak Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/fisioterapi-anak\/\">Fisioterapi Anak: Kondisi yang Ditangani &#038; Prosesnya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kapan Anak Sebaiknya Dibawa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC menganjurkan untuk tidak menunggu dan segera berbicara dengan dokter bila anak tidak mencapai milestone usianya, bila ada kekhawatiran lain, dan terutama bila anak <strong>kehilangan kemampuan<\/strong> yang sudah dimilikinya. Dalam praktik, keluhan yang paling sering membawa orang tua ke dokter adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>belum bicara atau bicaranya jauh tertinggal dibanding anak seusianya;<\/li>\n\n\n\n<li>belum berjalan pada usia 18 bulan;<\/li>\n\n\n\n<li>tidak merespons saat dipanggil, jarang menatap wajah, atau tidak menunjuk;<\/li>\n\n\n\n<li>berat badan tidak naik beberapa bulan berturut-turut, atau tinggi badan jauh di bawah anak seusianya;<\/li>\n\n\n\n<li>kesulitan belajar atau sulit mengikuti kegiatan di sekolah;<\/li>\n\n\n\n<li>perilaku yang sangat mengganggu kegiatan sehari-hari anak dan keluarga;<\/li>\n\n\n\n<li>kemampuan yang tadinya sudah ada lalu menghilang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu hal yang sering membuat orang tua menunda: perasaan bahwa keluhannya &#8220;belum cukup berat&#8221;. Padahal pemeriksaan awal justru sering berakhir dengan kesimpulan bahwa anak tidak perlu terapi apa pun \u2014 dan itu pun informasi yang berharga.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Urutan Langkah yang Umum di Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pemantauan rutin.<\/strong> Permenkes Nomor 66 Tahun 2014 mengatur pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak di fasilitas pelayanan kesehatan dasar, termasuk penimbangan berat badan setiap bulan, pengukuran panjang atau tinggi badan setiap tiga bulan, dan pemantauan perkembangan setiap tiga bulan untuk usia 0\u201312 bulan serta setiap enam bulan untuk usia 12\u201372 bulan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Skrining dengan alat terstandar.<\/strong> Umumnya KPSP dan ceklis perkembangan di Buku KIA, dilakukan tenaga kesehatan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemeriksaan dokter.<\/strong> Riwayat kehamilan dan kelahiran, pemeriksaan fisik, serta penilaian apakah ada penyebab medis yang perlu ditangani.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemeriksaan penunjang bila diperlukan<\/strong>, misalnya tes pendengaran.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rujukan.<\/strong> Permenkes 66\/2014 juga mengatur rujukan; arah rujukannya mengikuti aspek yang menyimpang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Program terapi dan evaluasi berkala.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/sdidtk-kpsp-deteksi-dini-tumbuh-kembang\/\">SDIDTK dan KPSP: Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak di Posyandu dan Puskesmas<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Bisa Memakai BPJS Kesehatan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk layanan dokter spesialis, jalur BPJS Kesehatan mengikuti sistem rujukan berjenjang: mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tempat anak terdaftar, lalu rujukan ke fasilitas rujukan tingkat lanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk terapi yang masuk ranah rehabilitasi medik, aturannya lebih spesifik. Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2020 menyatakan pelayanan rehabilitasi medik dijamin berdasarkan indikasi medis dan sesuai standar pelayanan, dilakukan di fasilitas rujukan yang memiliki <strong>dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi<\/strong>, atas rujukan FKTP atau fasilitas lain, dan didahului konsultasi atau uji fungsi oleh dokter tersebut. Program Terapi \u2014 yang mencakup terapi fisik, terapi okupasi, dan terapi wicara \u2014 direncanakan oleh dokter SpKFR.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi bila tujuan akhir Anda adalah terapi dengan penjaminan BPJS, pertanyaan yang perlu Anda ajukan di awal bukan &#8220;dokter tumbuh kembang mana yang menerima BPJS&#8221;, melainkan &#8220;rumah sakit rujukan mana di wilayah saya yang punya dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi&#8221;. Ketentuan operasionalnya bisa berbeda antar daerah, jadi konfirmasikan ke kantor BPJS Kesehatan setempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/biaya-terapi-anak\/\">Biaya Terapi Anak: Komponen, Cara Menghitung, dan Jalur BPJS<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mencari Layanan di Sekitar Anda<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mulai dari yang terdekat dan paling mudah diakses<\/strong>: puskesmas atau dokter spesialis anak di kota Anda. Konsistensi kunjungan lebih penting daripada nama besar fasilitas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tanyakan ke FKTP Anda<\/strong> rumah sakit rujukan mana yang biasa menerima kasus tumbuh kembang anak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Periksa jadwal praktik dan antrean.<\/strong> Jadwal yang tidak cocok dengan jam kerja Anda akan membuat program terapi terputus.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cek kelengkapan layanan.<\/strong> Apakah di satu tempat tersedia asesmen dan beberapa jenis terapi, atau Anda perlu berpindah tempat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tanyakan kualifikasi dan izin praktik<\/strong> tenaga yang akan menangani anak Anda.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menyiapkan Kunjungan Pertama<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Buku KIA, termasuk grafik pertumbuhan dan ceklis perkembangan yang sudah terisi.<\/li>\n\n\n\n<li>Catatan riwayat: usia kehamilan saat lahir, berat lahir, riwayat persalinan, dan penyakit yang pernah dialami.<\/li>\n\n\n\n<li>Daftar kemampuan anak saat ini dan kapan munculnya, ditulis sejujur mungkin.<\/li>\n\n\n\n<li>Video singkat perilaku atau keluhan yang Anda khawatirkan, karena anak sering tidak menunjukkannya di ruang periksa.<\/li>\n\n\n\n<li>Masukan dari guru atau pengasuh bila ada.<\/li>\n\n\n\n<li>Daftar pertanyaan Anda, ditulis sebelum datang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/persiapan-asesmen-tumbuh-kembang-anak\/\">Persiapan Asesmen Tumbuh Kembang Anak: Apa Saja yang Perlu Disiapkan Orang Tua?<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"854\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-dokter-tumbuh-kembang-anak-2.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus berisi enam tahap dari keluhan orang tua sampai program terapi anak\" class=\"wp-image-2161\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-dokter-tumbuh-kembang-anak-2.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-dokter-tumbuh-kembang-anak-2-300x214.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-dokter-tumbuh-kembang-anak-2-1024x729.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/infografik-dokter-tumbuh-kembang-anak-2-768x547.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Urutan langkah umum dari keluhan orang tua sampai program terapi anak di Indonesia.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dokter tumbuh kembang anak gelarnya apa?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dokter tumbuh kembang anak&#8221; bukan gelar resmi, melainkan sebutan sehari-hari. Yang menangani anak adalah dokter spesialis anak, dan sebagian di antaranya menempuh pendidikan lanjutan sebagai konsultan pada bidang tertentu. IDAI memiliki Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial sebagai bidang keahlian yang paling dekat dengan istilah tersebut. Untuk memastikan kualifikasi seorang dokter, tanyakan langsung ke fasilitas kesehatannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa bedanya dokter tumbuh kembang dengan psikolog anak?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokter menilai sisi medis: riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, kemungkinan penyebab medis, dan kebutuhan pemeriksaan penunjang atau rujukan. Psikolog anak melakukan asesmen psikologis, misalnya kemampuan kognitif, perilaku, dan emosi. Keduanya sering bekerja berdampingan, dan banyak kasus memerlukan keduanya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah harus ke dokter tumbuh kembang dulu sebelum terapi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk jalur mandiri, sebagian klinik menerima anak dengan asesmen internal lebih dulu. Namun langkah medis tetap penting untuk menyingkirkan penyebab yang perlu ditangani, misalnya gangguan pendengaran. Untuk jalur BPJS Kesehatan, Peraturan BPJS Nomor 1 Tahun 2020 mensyaratkan pelayanan rehabilitasi medik didahului konsultasi atau uji fungsi oleh dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, jadi urutannya memang dimulai dari pemeriksaan dokter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah dokter tumbuh kembang anak bisa pakai BPJS?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Layanan spesialis dengan BPJS Kesehatan mengikuti sistem rujukan berjenjang dari FKTP tempat anak terdaftar. Khusus untuk rehabilitasi medik, penjaminannya diatur dalam Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2020: dilakukan di fasilitas rujukan yang memiliki dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, atas rujukan, dan didahului konsultasi atau uji fungsi oleh dokter tersebut. Ketersediaan dan ketentuan operasionalnya berbeda antar daerah, jadi konfirmasikan ke kantor BPJS Kesehatan setempat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Di kota kecil tidak ada dokter konsultan tumbuh kembang, bagaimana?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah dari puskesmas dan dokter spesialis anak yang ada. Pemantauan dan skrining perkembangan memang dirancang untuk dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dasar menurut Permenkes 66\/2014, dan rujukan dilakukan bila diperlukan. Untuk rehabilitasi medik, Peraturan BPJS Nomor 1 Tahun 2020 juga mengatur keadaan ketika di suatu kabupaten\/kota atau fasilitas rujukan belum ada dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa lama biasanya proses dari pemeriksaan sampai mulai terapi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada patokan baku; bergantung pada antrean fasilitas, jumlah pemeriksaan yang diperlukan, dan jalur pembiayaan yang Anda pakai. Yang bisa Anda lakukan agar tidak ada waktu terbuang adalah meneruskan stimulasi di rumah selama menunggu, dan menanyakan secara spesifik langkah berikutnya beserta perkiraan jadwalnya di setiap kunjungan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah &#8220;dokter tumbuh kembang anak&#8221; merujuk pada dokter spesialis anak yang menangani masalah pertumbuhan dan perkembangan, dengan bidang keahlian lanjutan tumbuh kembang\u2013pediatri sosial di tingkat konsultan. Namun Anda tidak perlu langsung mencari pusat rujukan: mulai dari puskesmas atau dokter spesialis anak terdekat, bawa Buku KIA dan catatan perkembangan, lalu ikuti arah rujukan sesuai temuan. Untuk terapi dengan BPJS Kesehatan, jalurnya melewati dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di fasilitas rujukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk melihat layanan tumbuh kembang anak yang ada di kota Anda, Anda bisa menelusuri <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/direktori-klinik\/\">direktori klinik tumbuh kembang<\/a> atau membaca panduan <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/klinik-tumbuh-kembang-anak\/\">klinik tumbuh kembang anak<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda. Ketentuan penjaminan BPJS Kesehatan dapat berubah; konfirmasikan ke kantor BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan terkait.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ikatan Dokter Anak Indonesia \u2014 daftar Unit Kerja Koordinasi (UKK), memuat UKK &#8220;Tumbuh Kembang Pediatri Sosial&#8221;. <a href=\"https:\/\/www.idai.or.id\/ukk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.idai.or.id\/ukk\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2020 tentang Prosedur Penjaminan Pelayanan Operasi Katarak dan Pelayanan Rehabilitasi Medik \u2014 Pasal 1 angka 7\u20138, Pasal 4 ayat (1)\u2013(5), Pasal 5. <a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Download\/339701\/Peraturan%20BPJS%20Kesehatan%20Nomor%201%20Tahun%202020.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teks lengkap (PDF)<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2014 tentang Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak \u2014 Pasal 4 (tempat pemantauan), Pasal 5 (frekuensi), Pasal 7 (rujukan). <a href=\"https:\/\/platform.who.int\/docs\/default-source\/mca-documents\/policy-documents\/law\/idn-ch-14-03-law-2014-ind-moh-regulation-66-2014---monitoring-of-growth--development--and-disorder-of-child-growth.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teks lengkap (PDF)<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan \u2014 Pasal 199 ayat (9) (tenaga keterapian fisik: fisioterapis, terapis okupasional, terapis wicara, akupunktur), Pasal 260 (kewajiban STR), Pasal 263\u2013264 (kewajiban SIP). <a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/258028\/uu-no-17-tahun-2023\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/258028\/uu-no-17-tahun-2023<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Learn the Signs. Act Early.: anjuran untuk tidak menunggu bila milestone belum tercapai, ada kekhawatiran, atau anak kehilangan kemampuan. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/index.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/index.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>KidsHealth (Nemours) \u2014 Occupational Therapy dan Physical Therapy (pembedaan peran terapi okupasi dan fisioterapi). <a href=\"https:\/\/kidshealth.org\/en\/parents\/occupational-therapy.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Occupational Therapy<\/a>, <a href=\"https:\/\/kidshealth.org\/en\/parents\/phys-therapy.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Physical Therapy<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dokter tumbuh kembang anak: siapa yang dimaksud, peran dokter, psikolog, dan terapis, kapan anak perlu dibawa, serta jalur rujukan BPJS.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2159,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kpb_share":true,"_kpb_message":"","footnotes":""},"categories":[27,5],"tags":[],"class_list":["post-2158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-memilih-klinik","category-klinik-tumbuh-kembang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2158"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2162,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2158\/revisions\/2162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}