{"id":2711,"date":"2026-11-02T15:36:11","date_gmt":"2026-11-02T08:36:11","guid":{"rendered":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/?p=2711"},"modified":"2026-11-03T18:55:57","modified_gmt":"2026-11-03T11:55:57","slug":"gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa\/","title":{"rendered":"Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa (F80): Arti Istilah di Rekam Medis Anak"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>&#8220;Developmental disorder of speech and language&#8221; adalah istilah yang sering orang tua temukan tertulis di surat rujukan, hasil pemeriksaan, atau rekam medis anaknya<\/strong> \u2014 dan jarang dijelaskan artinya pada saat itu juga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah itu berasal dari ICD-10, sistem klasifikasi penyakit yang dipakai fasilitas kesehatan. Artikel ini menjelaskan apa yang dicakupnya, apa saja pembagiannya, apa bedanya gangguan bicara dan gangguan bahasa, serta satu hal yang paling sering disalahpahami: apa yang justru <em>tidak<\/em> termasuk dalam kategori ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dicakup Kategori Ini<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada ICD-10, kelompok <strong>F80 Specific developmental disorders of speech and language<\/strong> digambarkan sebagai gangguan yang <strong>pola normal pemerolehan bahasanya terganggu sejak tahap awal perkembangan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Klasifikasi itu juga menyebutkan bahwa gangguan pada kelompok ini sering diikuti masalah yang menyertai, seperti kesulitan membaca dan mengeja, hambatan dalam hubungan antarpribadi, serta gangguan emosi dan perilaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhatikan kata <strong>&#8220;sejak tahap awal perkembangan&#8221;<\/strong>. Inilah yang membedakannya dari kesulitan bicara yang muncul belakangan karena sebab lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Yang Justru Tidak Termasuk<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian ini yang paling sering terlewat, padahal paling menentukan. ICD-10 menyatakan bahwa kondisi dalam kelompok F80 <strong>tidak secara langsung disebabkan oleh kelainan neurologis atau kelainan mekanisme bicara, gangguan sensorik, disabilitas intelektual, maupun faktor lingkungan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"790\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa-1.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus dua kolom tentang apa yang termasuk dan tidak termasuk kelompok F80 pada ICD-10\" class=\"wp-image-2713\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa-1.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa-1-300x198.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa-1-1024x674.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa-1-768x506.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Mengapa tes pendengaran menjadi bagian wajar dari pemeriksaan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, bila kesulitan bicara anak memang berasal dari salah satu hal di atas \u2014 misalnya gangguan pendengaran \u2014 maka yang dicatat bukan kategori ini, melainkan kondisi penyebabnya. Itulah sebabnya pemeriksaan pendengaran hampir selalu menjadi bagian dari penelusuran. NIDCD menyebut evaluasi sering mencakup tes pendengaran, karena masalah pendengaran dapat memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi kategori F80 adalah semacam <strong>kesimpulan setelah hal-hal lain disingkirkan<\/strong>, bukan label yang diberikan di awal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/speech-delay-adalah-tanda-penyebab-penanganan\/\">Speech Delay Adalah: Tanda, Penyebab &amp; Penanganan<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Beda Gangguan Bicara dan Gangguan Bahasa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua istilah ini sering dipakai bergantian dalam percakapan sehari-hari, padahal berbeda. NIDCD membedakannya seperti ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Aspek<\/th><th>Gangguan bicara<\/th><th>Gangguan bahasa<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Yang bermasalah<\/td><td>Cara menghasilkan bunyi bicara<\/td><td>Memahami orang lain dan menyampaikan isi pikiran<\/td><\/tr><tr><td>Contoh yang disebut NIDCD<\/td><td>Anak yang tersendat atau gagap saat berbicara<\/td><td>Anak yang kesulitan memahami apa yang dikatakan orang lain<\/td><\/tr><tr><td>Pertanyaan sederhananya<\/td><td>Apakah bunyinya keluar dengan benar?<\/td><td>Apakah pesannya sampai dan dipahami?<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seorang anak bisa mengalami salah satunya saja, atau keduanya. Pembedaan ini penting karena menentukan arah penanganannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pembagian di Dalam Kelompok F80<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada ICD-10, kelompok ini terbagi menjadi:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"854\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa-2.jpg\" alt=\"Infografik KlinikPlus berisi enam subkategori F80 pada ICD-10 versi WHO\" class=\"wp-image-2714\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa-2.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa-2-300x214.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa-2-1024x729.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-gangguan-perkembangan-bicara-dan-bahasa-2-768x547.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Enam subkategori F80 menurut ICD-10 versi WHO.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>F80.0<\/strong> \u2014 Specific speech articulation disorder, yaitu gangguan artikulasi bicara. Digambarkan sebagai kondisi ketika penggunaan bunyi bicara anak berada di bawah tingkat yang sesuai untuk usia mentalnya, <strong>sementara kemampuan bahasanya berada pada tingkat yang normal<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>F80.1<\/strong> \u2014 Expressive language disorder, gangguan bahasa ekspresif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>F80.2<\/strong> \u2014 Receptive language disorder, gangguan bahasa reseptif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>F80.3<\/strong> \u2014 Acquired aphasia with epilepsy, dikenal juga sebagai sindrom Landau-Kleffner.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>F80.8<\/strong> \u2014 Other developmental disorders of speech and language.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>F80.9<\/strong> \u2014 Developmental disorder of speech and language, unspecified.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kode terakhir inilah yang paling sering muncul di dokumen, dan artinya sederhana: kelompoknya sudah jelas, tetapi jenis spesifiknya belum ditetapkan. Itu <strong>bukan berarti pemeriksaannya belum lengkap atau asal-asalan<\/strong> \u2014 pada tahap awal, kategori umum memang sering dipakai lebih dulu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Satu Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Mencari Informasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila Anda mencari arti kode ini di internet, Anda akan menemukan dua daftar yang berbeda. Penyebabnya: <strong>Amerika Serikat memakai versi modifikasi klinis (ICD-10-CM) dengan isi yang tidak sama<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan yang paling membingungkan ada pada F80.2. Pada ICD-10 versi WHO, F80.2 adalah <em>receptive language disorder<\/em> \u2014 gangguan bahasa reseptif saja. Pada ICD-10-CM Amerika, kode yang sama berarti <em>mixed receptive-expressive language disorder<\/em>, yaitu gangguan campuran reseptif dan ekspresif. F80.0 pun berbeda penyebutannya: <em>specific speech articulation disorder<\/em> pada versi WHO, <em>phonological disorder<\/em> pada versi Amerika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, jangan menyimpulkan arti kode anak Anda dari situs mana pun tanpa memastikan versinya. Tanyakan langsung kepada dokter yang menuliskannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/perbedaan-speech-delay-dan-autisme\/\">Perbedaan Speech Delay dan Autisme: Cara Membedakan Tandanya pada Anak<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Patokan Perkembangan Bicara per Usia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NIDCD mencantumkan contoh kemampuan pada tiap rentang usia:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Usia<\/th><th>Contoh yang disebut NIDCD<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Lahir\u20133 bulan<\/td><td>Mengeluarkan suara cooing dan bunyi yang menandakan rasa senang<\/td><\/tr><tr><td>4\u20136 bulan<\/td><td>Mengoceh saat gembira maupun saat tidak senang<\/td><\/tr><tr><td>7 bulan\u20131 tahun<\/td><td>Berkomunikasi dengan gerakan seperti melambai atau mengangkat kedua tangan<\/td><\/tr><tr><td>1\u20132 tahun<\/td><td>Menggabungkan dua kata<\/td><\/tr><tr><td>2\u20133 tahun<\/td><td>Memakai frasa dua atau tiga kata untuk bercerita dan meminta sesuatu<\/td><\/tr><tr><td>3\u20134 tahun<\/td><td>Memakai kalimat dengan empat kata atau lebih<\/td><\/tr><tr><td>4\u20135 tahun<\/td><td>Memakai kalimat yang memuat banyak rincian<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NIDCD mencatat bahwa anak berbeda-beda, dan daftar ini membantu tenaga profesional menilai apakah perkembangan anak berada pada jalurnya. ASHA menegaskan hal senada untuk daftar miliknya: <strong>daftar milestone bukan alat skrining maupun alat diagnosis<\/strong>, melainkan bahan untuk memulai percakapan dengan dokter anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-2-tahun-belum-bisa-bicara\/\">Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara: Kapan Harus Khawatir?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dilakukan Setelah Ada Dugaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NIDCD menganjurkan berbicara dengan dokter anak bila Anda memiliki kekhawatiran. Dokter dapat merujuk anak kepada tenaga profesional yang terlatih mengevaluasi dan menangani gangguan bicara atau bahasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NIDCD menyebut evaluasi sering mencakup tes pendengaran, dan bergantung pada hasilnya, tenaga profesional dapat menyarankan kegiatan di rumah, terapi individual maupun kelompok, atau evaluasi lanjutan oleh audiolog maupun psikolog perkembangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ASHA menganjurkan menghubungi tenaga terapi wicara bersertifikat untuk kekhawatiran tentang bicara, bahasa, atau makan, dan audiolog bersertifikat untuk kekhawatiran tentang pendengaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/sesi-terapi-wicara-anak\/\">Terapi Wicara Anak: Apa yang Terjadi dalam Satu Sesi<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/gangguan-kemampuan-skolastik\/\">Gangguan Perkembangan Kemampuan Skolastik (F81): Membaca, Mengeja, dan Berhitung<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa arti &#8220;developmental disorder of speech and language&#8221; di rekam medis anak saya?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itu nama kelompok diagnosis pada ICD-10, yaitu F80, yang mencakup gangguan ketika pola normal pemerolehan bahasa terganggu sejak tahap awal perkembangan. Bila tertulis &#8220;unspecified&#8221; atau F80.9, artinya kelompoknya sudah ditetapkan tetapi jenis spesifiknya belum. Untuk mengetahui maksudnya pada kasus anak Anda, tanyakan kepada dokter yang menuliskannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah ini sama dengan speech delay?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak otomatis sama. &#8220;Speech delay&#8221; adalah istilah sehari-hari untuk keterlambatan bicara, sedangkan F80 adalah kategori diagnosis dengan batasan yang spesifik \u2014 termasuk syarat bahwa kondisinya tidak secara langsung disebabkan kelainan neurologis, gangguan sensorik, disabilitas intelektual, atau faktor lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa bedanya gangguan bicara dan gangguan bahasa?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NIDCD menggambarkan gangguan bicara sebagai masalah dalam menghasilkan bunyi bicara \u2014 contohnya anak yang tersendat atau gagap. Gangguan bahasa berkaitan dengan memahami perkataan orang lain dan menyampaikan isi pikiran. Seorang anak dapat mengalami salah satu atau keduanya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengapa anak saya harus menjalani tes pendengaran?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NIDCD menyebut evaluasi sering mencakup tes pendengaran karena masalah pendengaran dapat memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa. Ini juga sejalan dengan batasan ICD-10, yang menyatakan kelompok F80 tidak mencakup kondisi yang secara langsung disebabkan gangguan sensorik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengapa arti kode yang saya baca di internet berbeda-beda?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena ada dua versi yang beredar. ICD-10 versi WHO dan ICD-10-CM versi Amerika Serikat memberi arti berbeda pada kode yang sama \u2014 paling jelas pada F80.2, yang pada versi WHO berarti gangguan bahasa reseptif dan pada versi Amerika berarti gangguan campuran reseptif-ekspresif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah anak dengan diagnosis ini akan kesulitan di sekolah?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ICD-10 menyebut kelompok gangguan ini sering diikuti masalah yang menyertai, seperti kesulitan membaca dan mengeja, hambatan dalam hubungan antarpribadi, serta gangguan emosi dan perilaku. Itu gambaran kelompok secara umum, bukan ramalan untuk anak tertentu. Artikel ini tidak dapat memperkirakan apa yang akan terjadi pada anak Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Developmental disorder of speech and language&#8221; adalah nama kelompok diagnosis ICD-10 untuk gangguan yang pola pemerolehan bahasanya terganggu sejak tahap awal perkembangan. Di dalamnya ada gangguan artikulasi bicara, gangguan bahasa ekspresif, gangguan bahasa reseptif, afasia didapat dengan epilepsi, serta dua kategori lain dan tidak tergolongkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua hal yang paling berguna diingat. Pertama, kategori ini justru <strong>mensyaratkan<\/strong> bahwa kesulitannya bukan akibat langsung dari gangguan pendengaran, kelainan neurologis, disabilitas intelektual, atau faktor lingkungan \u2014 sehingga pemeriksaan pendengaran menjadi bagian yang wajar dari prosesnya. Kedua, arti kode yang Anda baca di internet bisa berbeda tergantung versinya, jadi pertanyaan tentang diagnosis anak sebaiknya diajukan kepada dokter yang menuliskannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda. Artikel ini juga tidak dapat dipakai untuk menafsirkan sendiri kode diagnosis pada dokumen medis.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>ICD-10 Chapter V, blok F80\u2013F89 \u2014 kategori F80 Specific developmental disorders of speech and language beserta uraian bloknya dan subkategori F80.0 sampai F80.9, diakses lewat class browser NHS (ICD-10 5th Edition, Volume 1 Tabular list). Halaman ini tidak mencantumkan nomor edisi WHO secara eksplisit. <a href=\"https:\/\/classbrowser.nhs.uk\/ICD-10-5TH-Edition\/vol1\/block-f80-f89.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/classbrowser.nhs.uk\/ICD-10-5TH-Edition\/vol1\/block-f80-f89.htm<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>NIDCD (National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, NIH) \u2014 Speech and Language Developmental Milestones (diperbarui 13 Oktober 2022): perbedaan gangguan bicara dan gangguan bahasa; developmental language disorder; contoh kemampuan per rentang usia dari lahir sampai 5 tahun; anjuran berbicara dengan dokter anak; evaluasi yang sering mencakup tes pendengaran; kemungkinan saran kegiatan di rumah, terapi individual atau kelompok, serta evaluasi lanjutan. <a href=\"https:\/\/www.nidcd.nih.gov\/health\/speech-and-language\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.nidcd.nih.gov\/health\/speech-and-language<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>ASHA (American Speech-Language-Hearing Association) \u2014 Developmental Milestones: pernyataan bahwa daftar milestone bukan alat skrining maupun diagnosis dan dimaksudkan untuk memulai percakapan dengan dokter anak; anjuran menghubungi terapis wicara bersertifikat atau audiolog bersertifikat. <a href=\"https:\/\/www.asha.org\/public\/developmental-milestones\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.asha.org\/public\/developmental-milestones\/<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arti istilah developmental disorder of speech and language pada ICD-10, pembagian F80.0 sampai F80.9, dan bedanya dengan speech delay.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2712,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kpb_share":true,"_kpb_message":"","footnotes":""},"categories":[24,9],"tags":[],"class_list":["post-2711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-speech-delay-keterlambatan","category-tumbuh-kembang-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2711"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2810,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2711\/revisions\/2810"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2712"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}