{"id":2782,"date":"2026-11-03T18:45:11","date_gmt":"2026-11-03T11:45:11","guid":{"rendered":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/?p=2782"},"modified":"2026-11-06T18:20:26","modified_gmt":"2026-11-06T11:20:26","slug":"anak-sulit-berteman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-sulit-berteman\/","title":{"rendered":"Anak Sulit Berteman: Patokan Sosial per Usia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Melihat anak sendirian di pinggir lapangan sementara anak-anak lain bermain bersama adalah salah satu pemandangan yang paling menyesakkan bagi orang tua.<\/strong> Pertanyaannya: apakah ini memang belum waktunya, atau ada yang perlu diperiksa?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini menyusun butir sosial yang dicantumkan CDC dari usia 2 sampai 5 tahun, menunjukkan tahapannya, dan menjelaskan apa yang bisa \u2014 dan tidak bisa \u2014 disimpulkan dari daftar itu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berteman Punya Patokan Usianya Sendiri<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC mencantumkan butir sosial-emosional pada setiap usia. Berikut butir pada usia 2 sampai 5 tahun:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tr><th>Usia<\/th><th>Butir sosial-emosional yang dicantumkan CDC<\/th><\/tr><tr><td>2 tahun<\/td><td>Menyadari ketika orang lain terluka atau sedih, misalnya berhenti sejenak atau tampak sedih saat ada yang menangis; melihat wajah Anda untuk tahu bagaimana harus bereaksi pada situasi baru<\/td><\/tr><tr><td>3 tahun<\/td><td><strong>Menyadari anak lain dan bergabung bermain dengan mereka<\/strong>; tenang kembali dalam 10 menit setelah Anda pergi, misalnya saat diantar ke penitipan<\/td><\/tr><tr><td>4 tahun<\/td><td><strong>Meminta untuk bermain dengan anak lain bila tidak ada yang sedang bermain<\/strong>, misalnya &#8220;Boleh aku main sama Alex?&#8221;; berpura-pura menjadi sesuatu saat bermain (guru, pahlawan super, anjing); menghibur orang lain yang terluka atau sedih, misalnya memeluk teman yang menangis; menghindari bahaya; senang menjadi &#8220;pembantu&#8221;; mengubah perilaku sesuai tempatnya<\/td><\/tr><tr><td>5 tahun<\/td><td><strong>Mengikuti aturan atau bergiliran saat bermain permainan dengan anak lain<\/strong>; menyanyi, menari, atau berakting untuk Anda; mengerjakan tugas rumah sederhana<\/td><\/tr><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tiga Tahap yang Terlihat dari Daftar Itu<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila butir yang ditebalkan di atas dibaca berurutan, ada tahapan yang jelas:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"594\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-sulit-berteman-1.jpg\" alt=\"Tiga tahap berteman menurut urutan butir sosial CDC\" class=\"wp-image-2784\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-sulit-berteman-1.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-sulit-berteman-1-300x149.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-sulit-berteman-1-1024x507.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-sulit-berteman-1-768x380.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tiga tahap yang terbaca dari daftar CDC.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Usia 3 tahun \u2014 bergabung.<\/strong> Anak menyadari ada anak lain dan ikut bermain bersama mereka. Yang dituntut baru kehadiran bersama, bukan inisiatif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Usia 4 tahun \u2014 meminta.<\/strong> Anak aktif mencari teman bermain ketika tidak ada yang sedang bermain, dan melakukannya dengan kalimat. Di sinilah inisiatif muncul.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Usia 5 tahun \u2014 mengikuti aturan dan bergiliran.<\/strong> Bermain bersama kini membutuhkan kesepakatan dan menunggu giliran.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahapan ini berguna karena mengubah pertanyaan &#8220;apakah anak saya punya teman&#8221; menjadi pertanyaan yang lebih bisa diamati: tahap mana yang sudah dicapai, dan mana yang belum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/perkembangan-anak-3-tahun\/\">Perkembangan Anak 3 Tahun: Milestone 36\u201347 Bulan dan Cara Menstimulasinya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kemampuan Membaca Perasaan Datang Lebih Awal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang menarik, butir yang berkaitan dengan membaca perasaan orang lain justru muncul <em>sebelum<\/em> butir bermain bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada usia <strong>2 tahun<\/strong>, CDC sudah mencantumkan anak menyadari ketika orang lain terluka atau sedih, dan melihat wajah orang tua untuk tahu bagaimana harus bereaksi pada situasi baru. Pada usia <strong>4 tahun<\/strong>, butirnya naik menjadi menghibur orang lain yang terluka atau sedih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, anak yang peka pada perasaan orang lain tetapi belum ikut bermain tidak sedang menunjukkan dua hal yang bertentangan \u2014 pada daftar CDC, keduanya memang tumbuh pada jalur yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Percakapan Juga Bagian dari Berteman<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC mencantumkan butir percakapan dengan ukuran yang jelas:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Usia 3 tahun:<\/strong> berbicara dengan Anda dalam percakapan menggunakan setidaknya <strong>dua kali pertukaran bolak-balik<\/strong>;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Usia 5 tahun:<\/strong> menjaga percakapan tetap berjalan dengan <strong>lebih dari tiga kali pertukaran bolak-balik<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ukuran &#8220;pertukaran bolak-balik&#8221; ini jauh lebih bisa diamati daripada menilai apakah anak &#8220;pandai bergaul&#8221;. Anak yang percakapannya berhenti setelah satu jawaban akan kesulitan mempertahankan permainan bersama, apa pun minatnya pada teman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/mutisme-selektif\/\">Mutisme Selektif: Anak Bicara di Rumah tapi Diam di Sekolah<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Tidak Ada pada Daftar Itu<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini perlu dinyatakan terbuka. Daftar milestone CDC <strong>tidak memuat<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"791\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-sulit-berteman-2.jpg\" alt=\"Apa yang ada dan tidak ada pada daftar milestone sosial CDC\" class=\"wp-image-2785\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-sulit-berteman-2.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-sulit-berteman-2-300x198.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-sulit-berteman-2-1024x675.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-sulit-berteman-2-768x506.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Batas daftar milestone sosial CDC.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>jumlah teman yang seharusnya dimiliki anak pada usia tertentu;<\/li>\n\n\n\n<li>berapa lama anak seharusnya bertahan bermain bersama;<\/li>\n\n\n\n<li>patokan apa pun tentang populer atau tidaknya anak.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu artikel ini tidak akan memberikan angka-angka seperti itu. Yang dicantumkan CDC adalah kemampuan yang bisa diamati, bukan ukuran keberhasilan sosial.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kapan Perlu Dibicarakan dengan Tenaga Kesehatan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC menganjurkan bertindak lebih awal bila anak <strong>tidak memenuhi satu atau lebih milestone<\/strong>, <strong>kehilangan keterampilan yang sebelumnya sudah dimiliki<\/strong>, atau orang tua punya kekhawatiran lain: berbicara dengan dokter anak, menyampaikan kekhawatiran itu, dan menanyakan tentang skrining perkembangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC juga menyatakan materinya bukan pengganti alat skrining perkembangan yang terstandar dan tervalidasi. Daftar di atas karena itu berguna sebagai bahan yang dibawa ke pemeriksaan \u2014 bukan sebagai penilaian sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Yang Bisa Dicatat Sebelum Konsultasi<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tahap mana yang sudah terlihat<\/strong> \u2014 bergabung, meminta, atau mengikuti aturan dan bergiliran.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berapa pertukaran bolak-balik<\/strong> yang biasanya bertahan dalam percakapan anak dengan Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Apakah berbeda antara rumah dan sekolah,<\/strong> dan tanyakan kepada guru apa yang mereka lihat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Apakah ada keterampilan yang hilang<\/strong> \u2014 ini alasan tersendiri untuk berkonsultasi menurut CDC, terpisah dari belum tercapainya patokan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sejak kapan Anda memperhatikannya,<\/strong> dan apakah ada perubahan keadaan yang bersamaan waktunya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-tidak-mau-sekolah\/\">Anak Tidak Mau Sekolah: Penyebab yang Perlu Dipilah dan Cara Menanganinya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-tidak-mau-berbagi\/\">Anak Tidak Mau Berbagi: Wajar di Usia Berapa dan Cara Mengajarkannya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Umur berapa anak seharusnya mulai punya teman?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC mencantumkan &#8220;menyadari anak lain dan bergabung bermain dengan mereka&#8221; pada usia 3 tahun, dan &#8220;meminta untuk bermain dengan anak lain bila tidak ada yang sedang bermain&#8221; pada usia 4 tahun. CDC tidak menyebut jumlah teman atau usia untuk &#8220;punya teman&#8221; sebagai patokan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Anak saya 4 tahun lebih suka main sendiri, apakah bermasalah?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada daftar usia 4 tahun, CDC mencantumkan anak meminta untuk bermain dengan anak lain bila tidak ada yang sedang bermain. Bila butir itu tidak terpenuhi, CDC menganjurkan membicarakannya dengan dokter anak dan menanyakan skrining perkembangan \u2014 bukan menyimpulkan sendiri ada atau tidaknya masalah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kenapa anak ADHD sulit berteman?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber yang dipakai artikel ini tidak memuat penjelasan tentang kaitan ADHD dengan kesulitan berteman, sehingga kami tidak dapat menjawabnya di sini. Pembahasan ADHD tersedia pada artikel tersendiri di blog ini, dan pertanyaan tentang anak Anda sebaiknya dibawa ke pemeriksa yang menanganinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah anak pemalu sama dengan sulit berteman?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daftar milestone CDC tidak memakai istilah pemalu dan tidak membandingkannya dengan kesulitan berteman, sehingga kami tidak dapat menyamakan atau membedakan keduanya di sini. Yang bisa diamati adalah butir-butir konkret pada tabel di atas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa banyak teman yang seharusnya dimiliki anak?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada angka seperti itu pada daftar milestone CDC. Yang dicantumkan adalah kemampuan yang bisa diamati \u2014 bergabung bermain, meminta bermain, mengikuti aturan dan bergiliran \u2014 bukan jumlah teman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Anak saya bisa bermain dengan sepupu tapi tidak dengan teman sekolah, apakah wajar?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber yang dipakai artikel ini tidak membahas perbedaan antara lingkungan yang dikenal dan yang tidak dikenal untuk butir-butir ini. Bila perbedaannya mencolok, hal itu layak disampaikan ke dokter anak bersama pengamatan guru.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daftar milestone CDC mengubah pertanyaan &#8220;apakah anak saya sulit berteman&#8221; menjadi sesuatu yang bisa diamati: pada usia 3 tahun bergabung bermain, pada usia 4 tahun meminta bermain, pada usia 5 tahun mengikuti aturan dan bergiliran \u2014 ditambah ukuran percakapan berupa dua kali pertukaran bolak-balik pada usia 3 tahun dan lebih dari tiga kali pada usia 5 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua batas yang jujur perlu disebut. Daftar itu tidak memuat jumlah teman, lama bermain, atau ukuran popularitas apa pun. Dan CDC menyatakan materinya bukan pengganti skrining perkembangan \u2014 jadi bila satu butir atau lebih tidak terpenuhi, atau ada keterampilan yang hilang, yang dianjurkan adalah berbicara dengan dokter anak dan menanyakan skrining.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>CDC \u2014 Milestones, halaman usia 2 tahun (bertanggal 15 Mei 2026): menyadari ketika orang lain terluka atau sedih, misalnya berhenti sejenak atau tampak sedih saat ada yang menangis; melihat wajah orang tua untuk tahu bagaimana harus bereaksi pada situasi baru. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/2-years.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/2-years.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Milestones, halaman usia 3 tahun (bertanggal 15 Mei 2026): menyadari anak lain dan bergabung bermain dengan mereka; tenang kembali dalam 10 menit setelah orang tua pergi; berbicara dalam percakapan menggunakan setidaknya dua kali pertukaran bolak-balik. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/3-years.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/3-years.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Milestones, halaman usia 4 tahun (bertanggal 15 Mei 2026): meminta untuk bermain dengan anak lain bila tidak ada yang sedang bermain; berpura-pura menjadi sesuatu saat bermain; menghibur orang lain yang terluka atau sedih; menghindari bahaya; senang menjadi &#8220;pembantu&#8221;; mengubah perilaku sesuai tempatnya. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/4-years.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/4-years.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Milestones, halaman usia 5 tahun (bertanggal 15 Mei 2026): mengikuti aturan atau bergiliran saat bermain permainan dengan anak lain; menyanyi, menari, atau berakting; mengerjakan tugas rumah sederhana; menjaga percakapan tetap berjalan dengan lebih dari tiga kali pertukaran bolak-balik. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/5-years.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/5-years.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Developmental Milestones (halaman induk, bertanggal 17 Februari 2026): anjuran bertindak lebih awal, berbicara dengan dokter anak, dan menanyakan skrining perkembangan bila anak tidak memenuhi satu atau lebih milestone, kehilangan keterampilan yang sebelumnya dimiliki, atau orang tua punya kekhawatiran lain; serta pernyataan bahwa materinya bukan pengganti alat skrining perkembangan yang terstandar dan tervalidasi. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/index.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/index.html<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Butir sosial CDC dari usia 2 sampai 5 tahun, tiga tahap berteman, ukuran percakapan bolak-balik, dan apa yang tidak ada pada daftar itu.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2783,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kpb_share":true,"_kpb_message":"","footnotes":""},"categories":[48,9],"tags":[],"class_list":["post-2782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perilaku-emosi-anak","category-tumbuh-kembang-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2782"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2782\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3239,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2782\/revisions\/3239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}