{"id":2868,"date":"2026-11-04T10:40:25","date_gmt":"2026-11-04T03:40:25","guid":{"rendered":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/?p=2868"},"modified":"2026-11-04T10:40:25","modified_gmt":"2026-11-04T03:40:25","slug":"kapan-bayi-mulai-bicara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/kapan-bayi-mulai-bicara\/","title":{"rendered":"Kapan Bayi Mulai Bicara: Tahapan Bunyi di Tahun Pertama"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kata pertama sering dibayangkan datang tiba-tiba, padahal ia ujung dari rangkaian panjang yang dimulai sejak bayi berusia dua bulan.<\/strong> Pada daftar milestone CDC, bunyi punya tahapannya sendiri \u2014 dan tiap tahap bisa diamati di rumah tanpa alat apa pun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini menyusun seluruh butir bahasa dan komunikasi CDC dari usia 2 bulan sampai 1 tahun, sehingga Anda tahu tahap mana yang sedang dijalani bayi Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahapan Bunyi Menurut CDC<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tr><th>Usia<\/th><th>Butir bahasa dan komunikasi menurut CDC<\/th><\/tr><tr><td>2 bulan<\/td><td>Mengeluarkan bunyi selain menangis; bereaksi terhadap suara keras<\/td><\/tr><tr><td>4 bulan<\/td><td>Mengeluarkan bunyi seperti &#8220;oooo&#8221; dan &#8220;aahh&#8221; (<em>cooing<\/em>); membalas bersuara ketika Anda mengajaknya bicara; menoleh ke arah suara Anda<\/td><\/tr><tr><td>6 bulan<\/td><td>Bergantian mengeluarkan bunyi bersama Anda; meniupkan bunyi dengan menjulurkan lidah; mengeluarkan bunyi memekik<\/td><\/tr><tr><td>9 bulan<\/td><td>Membuat banyak bunyi berbeda seperti &#8220;mamamama&#8221; dan &#8220;bababababa&#8221;; mengangkat kedua tangan untuk minta digendong<\/td><\/tr><tr><td>1 tahun<\/td><td>Melambaikan tangan &#8220;dadah&#8221;; memanggil orang tua dengan &#8220;mama&#8221; atau &#8220;dada&#8221; atau sebutan khusus lain; memahami kata &#8220;tidak&#8221; \u2014 berhenti sejenak atau berhenti saat Anda mengatakannya<\/td><\/tr><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Empat Hal yang Terbaca dari Urutan Itu<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bicara dimulai dari bunyi apa pun selain tangisan.<\/strong> Pada usia 2 bulan, itulah seluruh tuntutannya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dari bersuara sendiri menjadi bersahutan.<\/strong> Pada 4 bulan bayi <em>membalas<\/em>; pada 6 bulan ia <em>bergantian<\/em>. Pola percakapan terbentuk jauh sebelum ada kata.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bunyi berulang muncul di usia 9 bulan.<\/strong> &#8220;Mamamama&#8221; dan &#8220;bababababa&#8221; adalah tahap tersendiri \u2014 belum berarti memanggil.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kata bermakna baru pada usia 1 tahun.<\/strong> Butirnya adalah memanggil orang tua dengan sebutan khusus, bukan sekadar mengucapkan bunyi itu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/perkembangan-bayi-9-bulan\/\">Perkembangan Bayi 9 Bulan: Milestone dan Cara Menstimulasinya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan yang Paling Sering Dicampur<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>&#8220;Mamamama&#8221; bukan sama dengan memanggil &#8220;mama&#8221;.<\/strong> Pada daftar CDC, bunyi berulang itu dicantumkan di usia 9 bulan sebagai contoh dari &#8220;membuat banyak bunyi berbeda&#8221;. Sementara &#8220;memanggil orang tua dengan mama atau dada atau sebutan khusus lain&#8221; dicantumkan di usia 1 tahun.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"724\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kapan-bayi-mulai-bicara-1.jpg\" alt=\"Tahapan bunyi bayi menurut daftar CDC\" class=\"wp-image-2870\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kapan-bayi-mulai-bicara-1.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kapan-bayi-mulai-bicara-1-300x181.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kapan-bayi-mulai-bicara-1-1024x618.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kapan-bayi-mulai-bicara-1-768x463.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tahapan bunyi menurut CDC.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bedanya adalah maksud. Yang pertama adalah latihan bunyi; yang kedua adalah menyebut seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal serupa berlaku untuk pendengaran. <strong>Bereaksi terhadap suara keras<\/strong> (2 bulan) dan <strong>menoleh ke arah suara<\/strong> (4 bulan) adalah reaksi, bukan pemahaman. <strong>Memahami kata &#8220;tidak&#8221;<\/strong> (1 tahun) baru menunjukkan arti sudah ditangkap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komunikasi Tidak Harus Berupa Bunyi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua butir pada daftar di atas bukan bunyi sama sekali, tetapi CDC menempatkannya di bidang bahasa dan komunikasi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengangkat kedua tangan untuk minta digendong<\/strong> (9 bulan);<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Melambaikan tangan &#8220;dadah&#8221;<\/strong> (1 tahun).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keduanya isyarat bertujuan. Bayi yang belum banyak bersuara tetapi sudah memakai isyarat untuk menyampaikan maksud sedang memenuhi butir komunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/cara-melatih-anak-bicara\/\">Cara Melatih Anak Bicara di Rumah: Teknik per Usia dan Contoh Kalimat<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Yang Bisa Dilakukan di Rumah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC mencantumkan kiat ini pada halaman usia 2 bulan, dan sebagian besar tetap relevan sepanjang tahun pertama.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Balas bunyi bayi dan bergiliran &#8220;berbicara&#8221;<\/strong> \u2014 bersuara, lalu diam, lalu tunggu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tiru bunyi yang dibuat bayi,<\/strong> bukan hanya mengajarinya bunyi baru.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ajak bicara, bacakan, dan nyanyikan sesering mungkin,<\/strong> termasuk saat menyusui, mengganti pakaian, dan memandikan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bicara dari arah yang berbeda,<\/strong> agar bayi berlatih menoleh ke arah suara.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Batasi layar.<\/strong> CDC menyatakan layar sebaiknya hanya untuk panggilan video dengan orang terdekat, dan waktu layar tidak dianjurkan sebelum usia 2 tahun.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jalur Pendengaran Berjalan Beriringan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bicara tidak berkembang tanpa mendengar, dan CDC menempatkan butir yang berkaitan dengan bunyi di bidang bahasa yang sama.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"654\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kapan-bayi-mulai-bicara-2.jpg\" alt=\"Perbedaan bunyi berulang dengan memanggil pada daftar CDC\" class=\"wp-image-2871\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kapan-bayi-mulai-bicara-2.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kapan-bayi-mulai-bicara-2-300x164.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kapan-bayi-mulai-bicara-2-1024x558.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kapan-bayi-mulai-bicara-2-768x419.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Dua tahap yang sering dianggap sama.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>2 bulan:<\/strong> bereaksi terhadap suara keras.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>4 bulan:<\/strong> menoleh ke arah suara Anda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>9 bulan:<\/strong> melihat ketika namanya dipanggil \u2014 ini butir sosial, tetapi mengandalkan pendengaran.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkaian itu naik dari sekadar bereaksi, ke menemukan arah bunyi, lalu ke mengenali bahwa bunyi tertentu merujuk pada dirinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila jalur bunyi ini yang tertinggal \u2014 bayi tampak tidak bereaksi pada suara keras, atau tidak menoleh ke arah suara \u2014 itu pengamatan yang layak disampaikan lebih dulu, karena berkaitan langsung dengan berkembangnya bicara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Yang Bisa Dicatat Sebelum Konsultasi<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tahap bunyi mana yang sudah terdengar<\/strong> dari tabel di atas, dan sejak kapan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Apakah bayi pernah mengoceh lalu berhenti.<\/strong> CDC menyebut kehilangan keterampilan sebagai alasan tersendiri untuk berkonsultasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Apakah ia memakai isyarat<\/strong> seperti mengangkat tangan minta digendong atau melambai, karena keduanya butir komunikasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bagaimana reaksinya terhadap bunyi<\/strong> \u2014 suara keras, suara Anda dari arah lain, dan namanya sendiri.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berapa banyak waktu layar<\/strong> yang ia terima, karena CDC menyatakannya tidak dianjurkan sebelum usia 2 tahun.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kapan Perlu Dibicarakan dengan Tenaga Kesehatan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC menganjurkan bertindak lebih awal bila bayi <strong>tidak memenuhi satu atau lebih milestone<\/strong>, <strong>kehilangan keterampilan yang sebelumnya sudah dimiliki<\/strong>, atau Anda punya kekhawatiran lain: berbicara dengan dokter anak, menyampaikan kekhawatiran itu, dan menanyakan tentang skrining perkembangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Butir &#8220;kehilangan keterampilan&#8221; layak digarisbawahi khusus untuk bahasa. Bayi yang tadinya mengoceh lalu berhenti termasuk dalam alasan itu \u2014 dan itu alasan tersendiri, terpisah dari belum tercapainya patokan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC juga menegaskan materinya bukan pengganti alat skrining perkembangan yang terstandar dan tervalidasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-tidak-merespon-saat-dipanggil\/\">Anak Tidak Merespons Saat Dipanggil: Patokan Usia dan Langkah Pertama<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Umur berapa bayi mulai bicara?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tergantung apa yang dimaksud bicara. Pada daftar CDC, bunyi selain menangis muncul di usia 2 bulan, bunyi &#8220;oooo&#8221; dan &#8220;aahh&#8221; di usia 4 bulan, bunyi berulang seperti &#8220;mamamama&#8221; di usia 9 bulan, dan memanggil orang tua dengan sebutan khusus di usia 1 tahun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bayi 9 bulan belum mengoceh, bagaimana?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Membuat banyak bunyi berbeda seperti mamamama dan bababababa&#8221; ada pada daftar usia 9 bulan. Bila butir itu belum terpenuhi, CDC menganjurkan bertindak lebih awal: bicarakan dengan dokter anak dan tanyakan skrining perkembangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bayi 1 tahun belum bisa bilang mama, apakah terlambat?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Memanggil orang tua dengan mama atau dada atau sebutan khusus lain&#8221; ada pada daftar usia 1 tahun. Berlaku anjuran yang sama: sampaikan ke dokter anak dan tanyakan skrining, tanpa menunggu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Anak saya banyak bersuara tapi tidak ada artinya, normal?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada daftar CDC, bunyi berulang tanpa arti memang dicantumkan sebagai butir tersendiri di usia 9 bulan. Kata bermakna baru menjadi patokan pada usia 1 tahun. Apakah pola pada anak Anda sesuai usianya perlu dinilai bersama tenaga kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah bayi yang belum bicara tapi paham perintah tetap perlu diperiksa?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memahami kata &#8220;tidak&#8221; adalah butir usia 1 tahun, dan isyarat seperti melambaikan tangan juga dicantumkan sebagai butir komunikasi. Pemahaman dan isyarat karena itu ikut dihitung. Meski begitu, bila satu butir mana pun belum terpenuhi, CDC tetap menganjurkan membicarakannya dengan dokter anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah menonton video bisa membantu bayi cepat bicara?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC menyatakan layar sebaiknya hanya dipakai untuk panggilan video dengan orang terdekat, dan waktu layar tidak dianjurkan sebelum usia 2 tahun. Sumber yang kami buka tidak memuat pernyataan bahwa menonton video membantu bayi bicara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bicara tidak dimulai dari kata. Pada daftar CDC, ia dimulai dari bunyi selain menangis di usia 2 bulan, lalu <em>cooing<\/em> dan membalas suara di 4 bulan, bergantian bersuara di 6 bulan, bunyi berulang seperti &#8220;mamamama&#8221; di 9 bulan, dan memanggil orang tua dengan sebutan khusus di 1 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua hal yang paling berguna dipegang. Pertama, <strong>&#8220;mamamama&#8221; di usia 9 bulan bukan memanggil<\/strong> \u2014 itu tahap bunyi, dan memanggil baru menjadi patokan setahun. Kedua, <strong>isyarat ikut dihitung sebagai komunikasi<\/strong>: mengangkat tangan minta digendong dan melambaikan dadah keduanya butir bahasa pada daftar CDC. Dan bila bayi tadinya mengoceh lalu berhenti, itu alasan tersendiri untuk berbicara dengan dokter anak \u2014 tanpa menunggu patokan usia berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>CDC \u2014 Milestones, halaman usia 2 bulan (bertanggal 15 Mei 2026): butir bahasa berupa mengeluarkan bunyi selain menangis dan bereaksi terhadap suara keras; kiat berupa menanggapi bunyi bayi dan bergiliran bersuara, meniru bunyi bayi, mengajak bicara, membacakan, dan menyanyi termasuk saat menyusui, mengganti pakaian, dan memandikan; serta pembatasan layar hanya untuk panggilan video dan tidak dianjurkan sebelum usia 2 tahun. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/2-months.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/2-months.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Milestones, halaman usia 4 bulan (bertanggal 15 Mei 2026): butir bahasa berupa mengeluarkan bunyi seperti &#8220;oooo&#8221; dan &#8220;aahh&#8221;, membalas bersuara ketika diajak bicara, dan menoleh ke arah suara orang tua. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/4-months.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/4-months.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Milestones, halaman usia 6 bulan (bertanggal 15 Mei 2026): butir bahasa berupa bergantian mengeluarkan bunyi bersama orang tua, meniupkan bunyi dengan menjulurkan lidah, dan mengeluarkan bunyi memekik. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/6-months.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/6-months.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Milestones, halaman usia 9 bulan (bertanggal 15 Mei 2026): butir bahasa berupa membuat banyak bunyi berbeda seperti &#8220;mamamama&#8221; dan &#8220;bababababa&#8221; serta mengangkat kedua tangan untuk minta digendong; butir sosial berupa melihat ketika namanya dipanggil. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/9-months.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/9-months.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Milestones, halaman usia 1 tahun (bertanggal 15 Mei 2026): butir bahasa berupa melambaikan tangan &#8220;dadah&#8221;, memanggil orang tua dengan &#8220;mama&#8221; atau &#8220;dada&#8221; atau sebutan khusus lain, dan memahami kata &#8220;tidak&#8221; dengan berhenti sejenak atau berhenti. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/1-year.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/1-year.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>CDC \u2014 Developmental Milestones (halaman induk, bertanggal 17 Februari 2026): anjuran bertindak lebih awal, berbicara dengan dokter anak, dan menanyakan skrining perkembangan bila anak tidak memenuhi satu atau lebih milestone, kehilangan keterampilan yang sebelumnya dimiliki, atau orang tua punya kekhawatiran lain; serta pernyataan bahwa materinya bukan pengganti alat skrining perkembangan yang terstandar dan tervalidasi. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/index.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/index.html<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahapan bunyi menurut CDC dari usia 2 bulan sampai 1 tahun, bedanya mamamama dengan memanggil mama, dan kapan perlu diperiksa.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2869,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kpb_share":true,"_kpb_message":"","footnotes":""},"categories":[18,8],"tags":[],"class_list":["post-2868","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terapi-wicara","category-terapi-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2868","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2868"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2868\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2872,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2868\/revisions\/2872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}