{"id":2994,"date":"2026-11-06T12:27:08","date_gmt":"2026-11-06T05:27:08","guid":{"rendered":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/?p=2994"},"modified":"2026-11-06T12:27:08","modified_gmt":"2026-11-06T05:27:08","slug":"tongue-tie-pada-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/tongue-tie-pada-bayi\/","title":{"rendered":"Tongue Tie pada Bayi: Ciri, Pengaruhnya pada Menyusu, dan Kapan Perlu Ditangani"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tongue tie pada bayi sering baru disadari ketika menyusu terasa tidak berjalan lancar:<\/strong> bayi sulit melekat, menyusu lama tetapi tampak masih lapar, atau ibu merasakan puting nyeri. Wajar bila Anda langsung bertanya apakah lidah bayi perlu dipotong.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini merangkum apa yang dinyatakan layanan kesehatan Inggris (NHS) dan artikel edukasi Kementerian Kesehatan RI tentang ciri tongue tie, pengaruhnya pada menyusu, dan kapan perlu ditangani.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Tongue Tie pada Bayi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menjelaskan tongue tie sebagai keadaan ketika selaput kulit yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut lebih pendek atau lebih ketat dari biasanya. Kondisi ini paling sering ditemukan pada bayi. NHS juga menegaskan bahwa tongue tie <strong>bisa saja tidak menimbulkan masalah apa pun<\/strong>, dan bila menimbulkan masalah, penanganannya tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam bahasa sehari-hari, kondisi ini sering disebut lidah pendek atau tali lidah pendek. Istilah medisnya ankiloglosia. Artikel Kemenkes menyebutnya kelainan bawaan lahir: selaput di bawah lidah terlalu pendek, tebal, dan tidak elastis sehingga membatasi gerakan lidah. Artikel yang sama menyatakan tongue tie lebih sering terjadi pada anak laki-laki, penyebabnya belum diketahui, kondisi ini tidak bisa dicegah, dan dapat merupakan varian genetik dalam keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Soal seberapa sering, artikel Kemenkes menulis: <em>&#8220;Insiden tongue tie dilaporkan berkisar 4,2-10,7% pada bayi baru lahir.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri Tongue Tie pada Bayi Menurut NHS dan Kemenkes<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua sumber menggambarkan ciri yang mirip, dengan rumusan yang sedikit berbeda. Menurut NHS:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"737\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-tongue-tie-pada-bayi-1.jpg\" alt=\"Infografik perbandingan ciri tongue tie pada bayi menurut NHS dan Kemenkes\" class=\"wp-image-2996\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-tongue-tie-pada-bayi-1.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-tongue-tie-pada-bayi-1-300x184.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-tongue-tie-pada-bayi-1-1024x629.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-tongue-tie-pada-bayi-1-768x472.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ciri tongue tie pada bayi menurut NHS dan artikel edukasi Kemenkes.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>selaput kulit yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut biasanya tampak lebih pendek atau lebih ketat;<\/li>\n\n\n\n<li>lidah bisa tampak berbentuk seperti hati saat diangkat atau dijulurkan;<\/li>\n\n\n\n<li>lidah sulit digerakkan, misalnya ke kiri dan ke kanan, diangkat, atau dijulurkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel Kemenkes mencantumkan gejala berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>lidah bayi berbentuk seperti hati;<\/li>\n\n\n\n<li>bayi sulit mengangkat atau menggerakkan lidah, sehingga lidahnya tidak melekat dengan tepat pada puting saat menyusu;<\/li>\n\n\n\n<li>bayi butuh waktu lama untuk menyusu, tetapi tetap tampak lapar dan rewel meski baru saja menyusu;<\/li>\n\n\n\n<li>bayi mengeluarkan suara seperti mengecap saat menyusu;<\/li>\n\n\n\n<li>bayi tidak mampu menjulurkan lidah melewati gusi atas.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tanda Bayi Kesulitan Menyusu karena Tongue Tie<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut NHS, tongue tie dapat menyulitkan bayi menyusu langsung maupun minum dari botol. Bayi mungkin:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"854\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-tongue-tie-pada-bayi-2.jpg\" alt=\"Infografik tanda bayi kesulitan menyusu karena tongue tie menurut NHS\" class=\"wp-image-2997\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-tongue-tie-pada-bayi-2.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-tongue-tie-pada-bayi-2-300x214.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-tongue-tie-pada-bayi-2-1024x729.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-tongue-tie-pada-bayi-2-768x547.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tanda kesulitan menyusu pada bayi dengan tongue tie menurut NHS (ditinjau 20 Maret 2024).<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>sulit melekat atau sulit bertahan melekat pada payudara atau dot botol;<\/li>\n\n\n\n<li>menyusu dalam waktu lama dan perlu disusui sangat sering;<\/li>\n\n\n\n<li>banyak meneteskan susu selama menyusu;<\/li>\n\n\n\n<li>batuk, tersedak, atau mengeluarkan bunyi klik saat menyusu;<\/li>\n\n\n\n<li>hanya minum sedikit susu setiap kali menyusu;<\/li>\n\n\n\n<li>berat badannya turun atau sulit bertambah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS juga menyebut tanda pada ibu: bila bayi Anda mengalami tongue tie dan Anda menyusui, puting Anda bisa terasa nyeri, atau payudara terasa sakit dan bengkak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daftar NHS ini bukan alat untuk menyimpulkan sendiri. Yang paling berguna adalah mencatat tanda yang Anda lihat dan membawanya saat konsultasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/berat-badan-anak-kurang\/\">Berat Badan Anak Kurang: Langkah Setelah Tahu Angkanya di Bawah Normal<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tidak Semua Tongue Tie Perlu Ditangani<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menyatakan penanganan <strong>biasanya tidak diperlukan<\/strong> bila tongue tie tidak menimbulkan masalah. Artikel Kemenkes senada: bila kondisi ini tidak mengganggu aktivitas bayi, hal itu tidak perlu dikhawatirkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel Kemenkes menambahkan angka yang menenangkan banyak orang tua. Menurut artikel itu, hanya sekitar 25% dari keseluruhan kasus mengalami kesulitan menyusui, dan sebagian besar masih tetap dapat menyusu tanpa kendala apabila diberikan konseling dan pendampingan manajemen menyusui yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel yang sama juga terus terang bahwa diagnosis dan penanganan tongue tie masih diperdebatkan. Kemenkes menulis ada perbedaan opini antarprofesi kesehatan: <em>&#8220;Hampir 99% konsultan laktasi mempercayai bahwa tongue tie adalah pemicu kesulitan menyusui yang dapat diselesaikan dengan tindakan frenotomi, sedangkan hanya 30% dokter spesialis THTKL dan 10% dokter spesialis anak menyetujui pendapat tersebut.&#8221;<\/em> Artinya, Anda mungkin mendengar saran yang berbeda dari tenaga kesehatan yang berbeda. Kemenkes sendiri menyebut topik ini masih kontroversial.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pilihan Penanganan Bila Ada Masalah Menyusu<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila tongue tie menimbulkan masalah, misalnya kesulitan menyusu, NHS menyebut dua pilihan penanganan:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Pilihan<\/th><th>Yang dinyatakan NHS<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Dukungan menyusu<\/td><td>Saran menyusui langsung atau menyusui dengan botol dari tenaga kesehatan yang terlatih<\/td><\/tr><tr><td>Tindakan kecil<\/td><td>Operasi kecil untuk memotong selaput kulit yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut<\/td><\/tr><tr><td>Pembiusan<\/td><td>Pada bayi kecil, tindakan biasanya dilakukan tanpa pembiusan; pada bayi yang lebih besar, anak, dan orang dewasa biasanya dengan bius umum<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel Kemenkes menyebut tindakan pemotongan ini frenotomi. Pilihan mana yang sesuai untuk bayi Anda diputuskan bersama tenaga kesehatan yang memeriksanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana dengan Bicara?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sini sumber-sumbernya tidak sama. Halaman NHS tentang tongue tie tidak menyebut bicara sama sekali. Artikel Kemenkes mencantumkan kesulitan mengucapkan kata-kata tertentu, seperti kata dengan huruf konsonan t, d, z, s, r, sebagai salah satu alasan untuk memeriksakan anak ke dokter. KlinikPlus sudah membahas bukti tentang tali lidah dan bicara di artikel <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/terapi-speech-delay\/\">Terapi Speech Delay: Jenis, Proses, dan Berapa Lama<\/a>, pada bagian mitos tentang tali lidah pendek. Bila kekhawatiran Anda soal bicara, bawa pertanyaan itu kepada tenaga kesehatan yang menilai anak Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/terapi-speech-delay\/\">Terapi Speech Delay: Jenis, Proses, dan Berapa Lama<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kapan Perlu ke Bidan atau Dokter<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menganjurkan Anda berbicara dengan bidan, perawat kunjungan rumah, atau dokter umum bila:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda menduga bayi atau anak Anda mengalami tongue tie;<\/li>\n\n\n\n<li>bayi Anda kesulitan menyusu langsung atau minum dari botol.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel Kemenkes memberi patokan yang lebih mendesak: bila bayi kesulitan menyusu sehingga <strong>berat badannya tidak naik atau bahkan cenderung turun<\/strong>, hal ini harus segera diperiksakan ke dokter. Kemenkes juga menyebut bayi yang tidak dapat membuka mulut cukup lebar saat menyusu, dan anak yang kesulitan makan, sebagai alasan untuk berkonsultasi; untuk kesulitan makan, artikel itu menganjurkan konsultasi ke dokter spesialis anak karena dapat memengaruhi penambahan berat badan dan pertumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-susah-mengunyah\/\">Anak Susah Mengunyah: Tangga Tekstur Menurut NHS dan Mengapa Waktunya Penting<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Yang Bisa Anda Siapkan Sebelum Konsultasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Catatan sederhana membuat konsultasi lebih terarah. Beberapa hal yang bisa Anda tuliskan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Berapa lama dan seberapa sering bayi menyusu<\/strong> dalam sehari.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Apa yang terjadi saat menyusu:<\/strong> sulit melekat, mudah lepas, banyak menetes, batuk, tersedak, atau berbunyi klik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Catatan berat badan<\/strong> dari setiap penimbangan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Apa yang Anda rasakan sebagai ibu menyusui,<\/strong> misalnya puting nyeri atau payudara sakit dan bengkak.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda juga bisa membuka percakapan dengan kalimat sederhana, misalnya: &#8220;Bayi saya menyusu lama sekali tetapi beratnya belum naik. Apakah lidahnya perlu diperiksa?&#8221; atau &#8220;Puting saya nyeri setiap menyusui. Apakah ada kaitannya dengan lidah bayi?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tongue tie pada bayi adalah apa?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tongue tie pada bayi, atau ankiloglosia, adalah keadaan ketika selaput kulit yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut lebih pendek atau lebih ketat dari biasanya. NHS menyebut kondisi ini paling sering pada bayi dan bisa saja tidak menimbulkan masalah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah tongue tie pada bayi berbahaya?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menyatakan tongue tie bisa saja tidak menimbulkan masalah, dan artikel Kemenkes menyebut kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan bila tidak mengganggu aktivitas bayi. Namun bila bayi sulit menyusu sehingga berat badannya tidak naik atau cenderung turun, Kemenkes menganjurkan segera memeriksakannya ke dokter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa penyebab lidah pendek pada bayi baru lahir?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel Kemenkes menyatakan penyebab tongue tie pada bayi hingga saat ini belum diketahui dan kondisi ini tidak bisa dicegah. Artikel yang sama menyebut tongue tie dapat merupakan varian genetik dalam keluarga dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah tongue tie pada bayi harus selalu dipotong?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak selalu. NHS menyatakan penanganan biasanya tidak diperlukan bila tongue tie tidak menimbulkan masalah. Artikel Kemenkes menulis bahwa hanya sekitar 25% dari keseluruhan kasus mengalami kesulitan menyusui, dan sebagian besar tetap dapat menyusu dengan konseling dan pendampingan menyusui.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara mengatasi tongue tie bila bayi sulit menyusu?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut NHS, pilihannya adalah saran menyusui dari tenaga kesehatan yang terlatih, atau operasi kecil untuk memotong selaput di bawah lidah. Pada bayi kecil, tindakan ini biasanya dilakukan tanpa pembiusan. Pilihan yang sesuai diputuskan bersama tenaga kesehatan yang memeriksa bayi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah bayi yang minum dari botol juga bisa terpengaruh tongue tie?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya. NHS menyebut tongue tie dapat menyulitkan bayi menyusu langsung maupun minum dari botol, misalnya sulit melekat pada dot, menyusu lama, banyak meneteskan susu, atau hanya minum sedikit setiap kali.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tongue tie pada bayi tidak selalu menimbulkan masalah, dan tidak selalu perlu dipotong.<\/strong> NHS menyatakan penanganan biasanya tidak diperlukan bila tidak ada masalah, dan artikel Kemenkes menulis bahwa hanya sekitar seperempat kasus mengalami kesulitan menyusui. Yang perlu diperhatikan adalah cara bayi menyusu dan pertambahan berat badannya. Bila bayi sulit melekat, menyusu lama tetapi tetap lapar, atau beratnya tidak naik, temui bidan atau dokter dan bawa catatan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila Anda mencari tempat untuk memeriksakan perkembangan anak, <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/direktori-klinik\/\">direktori klinik KlinikPlus<\/a> dapat membantu Anda menemukan klinik tumbuh kembang di kota Anda, dan panduan <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/klinik-tumbuh-kembang-anak\/\">klinik tumbuh kembang anak<\/a> menjelaskan apa yang bisa Anda harapkan saat berkunjung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>NHS, <em>Tongue-tie<\/em> (ditinjau 20 Maret 2024, tinjau ulang 20 Maret 2027; diakses 6 November 2026). <a href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/tongue-tie\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/tongue-tie\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, <em>Tongue Tie pada Bayi<\/em>, Tim Promkes RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (30 Agustus 2023; diakses 6 November 2026). <a href=\"https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/2738\/tongue-tie-pada-bayi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/2738\/tongue-tie-pada-bayi<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tongue tie pada bayi tidak selalu perlu dipotong. Ciri menurut NHS dan Kemenkes, tanda bayi sulit menyusu, pilihan penanganan, dan kapan ke dokter.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2995,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kpb_share":true,"_kpb_message":"","footnotes":""},"categories":[25,9],"tags":[],"class_list":["post-2994","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kondisi-khusus","category-tumbuh-kembang-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2994"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2994\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2998,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2994\/revisions\/2998"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}