{"id":3199,"date":"2026-11-06T18:13:26","date_gmt":"2026-11-06T11:13:26","guid":{"rendered":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/?p=3199"},"modified":"2026-11-06T19:41:18","modified_gmt":"2026-11-06T12:41:18","slug":"kepala-bayi-peyang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/kepala-bayi-peyang\/","title":{"rendered":"Kepala Bayi Peyang: Penyebab, Kapan Membaik, dan Kapan Perlu Diperiksa"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kepala bayi peyang sering baru disadari setelah beberapa bulan:<\/strong> bagian belakang atau satu sisi kepala tampak datar, dan dari atas bentuknya terlihat tidak simetris. Wajar bila Anda khawatir apakah ini berbahaya, apakah bisa kembali bulat, dan apa yang perlu dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini merangkum panduan layanan kesehatan Inggris (NHS) tentang kepala datar pada bayi, yang dalam bahasa medis disebut plagiosefali dan brakisefali. Kami belum menemukan halaman resmi Kemenkes atau IDAI tentang topik ini yang bisa dibuka, sehingga rujukannya berasal dari Inggris. Layanan yang disebut NHS belum tentu tersedia dengan cara yang sama di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Kepala Bayi Peyang?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menyebut kondisi ini <em>flat head syndrome<\/em> atau sindrom kepala datar. Sebagian bayi mengalami kepala datar ketika berusia beberapa bulan karena mereka banyak menghabiskan waktu dalam posisi berbaring. Menurut NHS, kondisi ini <strong>biasanya tidak perlu dikhawatirkan<\/strong> dan membaik seiring bayi bertambah besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gejala utamanya hanya satu: bentuk kepala yang datar. NHS menegaskan bahwa selain memengaruhi tampilan kepala, sindrom kepala datar <strong>tidak menimbulkan gejala lain, dan tidak memengaruhi otak atau perkembangan bayi<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Plagiosefali dan Brakisefali: Dua Bentuk Kepala Datar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS membedakan dua bentuk menurut letak bagian yang datar:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"709\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kepala-bayi-peyang-1.jpg\" alt=\"Infografik perbedaan plagiosefali dan brakisefali pada kepala bayi menurut NHS\" class=\"wp-image-3201\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kepala-bayi-peyang-1.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kepala-bayi-peyang-1-300x177.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kepala-bayi-peyang-1-1024x605.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kepala-bayi-peyang-1-768x454.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Dua bentuk kepala datar pada bayi menurut NHS (ditinjau 16 Januari 2026).<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Istilah<\/th><th>Bagian yang datar<\/th><th>Yang mungkin terlihat<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Plagiosefali<\/td><td>Satu sisi kepala<\/td><td>Kepala tampak tidak rata, dan letak kedua telinga mungkin tidak sejajar<\/td><\/tr><tr><td>Brakisefali<\/td><td>Bagian belakang kepala<\/td><td>Kepala tampak lebar, dan dahi mungkin menonjol ke depan<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam percakapan sehari-hari, keduanya sering disebut kepala peyang. Kepala yang datar di sebelah kanan atau kiri saja sesuai dengan gambaran plagiosefali menurut NHS.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyebab Kepala Bayi Tidak Simetris<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menjelaskan bahwa tulang tengkorak bayi masih lunak dan mudah berubah bentuk. Kepala bisa menjadi datar bila ada tekanan pada tengkorak. Penyebab yang disebut NHS antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>sering tidur dengan bagian belakang atau samping kepala menempel pada kasur dalam waktu lama;<\/li>\n\n\n\n<li>otot leher yang tegang (tortikolis), yang membuat bayi selalu menyandarkan kepala ke sisi yang sama dan mungkin tidak bisa menoleh.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian bayi juga lahir dengan kepala datar. Menurut NHS, hal ini bisa terjadi bila bayi lahir prematur dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, pada kasus yang jarang, kepala datar sejak lahir bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius, yaitu kraniosinostosis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/bayi-belum-tengkurap\/\">Bayi Belum Tengkurap: Patokan Usia dan Kapan Perlu Diperiksa<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mencegah Kepala Bayi Peyang Bertambah Datar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menyatakan tidak perlu cemas karena kondisi ini biasanya membaik sendiri. Meski begitu, ada hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya atau agar tidak bertambah parah:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"854\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kepala-bayi-peyang-2.jpg\" alt=\"Infografik cara mencegah kepala bayi peyang bertambah datar menurut NHS\" class=\"wp-image-3202\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kepala-bayi-peyang-2.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kepala-bayi-peyang-2-300x214.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kepala-bayi-peyang-2-1024x729.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-kepala-bayi-peyang-2-768x547.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Langkah mencegah kepala bayi bertambah datar menurut NHS (ditinjau 16 Januari 2026).<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Perhatikan bentuk kepala bayi<\/strong> dari waktu ke waktu. Menurut NHS, makin awal kepala datar dikenali, makin mudah mencegahnya bertambah parah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beri banyak waktu tengkurap saat bayi bangun<\/strong> pada siang hari, dan jangan tinggalkan bayi sendirian saat tengkurap.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pindahkan letak mainan dan gantungan mainan<\/strong> saat bayi berbaring telentang, supaya ia terdorong menoleh ke arah lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gantian sisi saat menyusui dan menggendong.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jangan biarkan bayi terlalu lama<\/strong> berbaring di kereta dorong atau duduk di kursi mobil. Keluarkan ia begitu Anda sampai di tujuan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh penerapannya: bila pagi ini bayi menyusu di lengan kiri, pindahkan ke lengan kanan pada sesi berikutnya. Saat bayi telentang di boks, pindahkan mainan yang biasa ia lihat ke sisi yang jarang ia pilih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Waktu tengkurap saat bayi terjaga dan diawasi juga dibahas di artikel <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/tummy-time\/\">Tummy Time: Mulai Usia Berapa dan Cara Melakukannya<\/a>, termasuk cara melakukannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tidur Tetap Telentang<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada satu hal yang menurut NHS <strong>tidak boleh diubah<\/strong>: posisi tidur bayi. Bayi harus selalu tidur telentang untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Jadi kepala datar bukan alasan untuk menidurkan bayi tengkurap atau miring.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada halaman tentang mengurangi risiko SIDS, NHS juga meminta tempat tidur bayi dibiarkan bersih dari apa pun yang bisa menutupi wajah dan kepala bayi. Yang disebut antara lain bantal, selimut tebal, pelindung boks, selimut lepas, boneka, serta alat untuk menahan posisi bayi. NHS menganjurkan kasur yang padat dan rata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/tummy-time\/\">Tummy Time: Mulai Usia Berapa dan Cara Melakukannya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Kepala Bayi Peyang Bisa Kembali Normal?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menyatakan penanganan untuk sindrom kepala datar <strong>biasanya tidak diperlukan<\/strong>. Kondisi ini sering membaik dalam sekitar 1 sampai 2 tahun, seiring kepala bayi tumbuh dan bayi makin jarang berbaring telentang. Bentuk kepala dapat membaik dengan langkah sederhana, misalnya mengubah posisi kepala bayi saat menggendong atau menyusui.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila bayi mengalami otot leher tegang (tortikolis), NHS menyebut bayi bisa dirujuk ke <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/fisioterapi-anak\/\">fisioterapi anak<\/a>. Fisioterapis akan mengajarkan latihan lembut yang bisa Anda lakukan dan mungkin membantu bayi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagaimana dengan helm atau ikat kepala khusus? Pernyataan NHS cukup jelas: helm dan ikat kepala <strong>tidak disediakan NHS untuk menangani sindrom kepala datar, karena belum ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa keduanya berhasil<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kapan Perlu Dibawa ke Dokter<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menganjurkan Anda menemui dokter bila:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda khawatir tentang bentuk atau ukuran kepala bayi;<\/li>\n\n\n\n<li>kepala bayi selalu miring ke satu sisi, atau ia kesulitan menoleh.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada halaman tentang kraniosinostosis, NHS menjelaskan bahwa kondisi langka ini terjadi ketika tengkorak bayi tidak tumbuh dengan benar sehingga bentuk kepalanya tidak biasa. Menurut NHS, bayi mungkin mengalami masalah seperti kraniosinostosis bila:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>kepalanya panjang dan sempit, seperti bola rugbi;<\/li>\n\n\n\n<li>dahinya runcing atau berbentuk segitiga;<\/li>\n\n\n\n<li>satu sisi kepalanya datar atau menonjol;<\/li>\n\n\n\n<li>ubun-ubun di puncak kepala menghilang sebelum bayi berusia 1 tahun.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daftar ini bukan untuk menyimpulkan sendiri. NHS menyebut dokter akan memeriksa kepala anak dan bisa mengukurnya untuk melihat apakah ukurannya tidak biasa untuk usianya. Saat konsultasi, Anda bisa berkata: &#8220;Bagian belakang kepala bayi saya tampak makin datar, dan ia selalu menoleh ke kanan. Apakah perlu diperiksa lehernya?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/perkembangan-bayi-4-bulan\/\">Perkembangan Bayi 4 Bulan: Milestone dan Cara Menstimulasinya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/lingkar-kepala-bayi\/\">Lingkar Kepala Bayi Normal: Tabel WHO per Usia dan Cara Membacanya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/hidrosefalus-pada-bayi\/\">Hidrosefalus pada Bayi: Tanda yang Perlu Diwaspadai dan Penanganannya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah kepala bayi peyang berbahaya?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut NHS, sindrom kepala datar biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Selain memengaruhi tampilan kepala, kondisi ini tidak menimbulkan gejala lain dan tidak memengaruhi otak atau perkembangan bayi. Temui dokter bila Anda khawatir tentang bentuk atau ukuran kepala bayi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah kepala bayi peyang bisa kembali normal?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menyatakan kondisi ini biasanya membaik sendiri dan sering membaik dalam sekitar 1 sampai 2 tahun, seiring kepala tumbuh dan bayi makin jarang berbaring telentang. Penanganan biasanya tidak diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kenapa kepala bayi peyang sebelah kanan atau kiri?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala yang datar di satu sisi disebut plagiosefali. NHS menyebut penyebabnya antara lain sering tidur dengan sisi kepala yang sama menempel pada kasur, atau otot leher tegang (tortikolis) yang membuat bayi selalu menyandarkan kepala ke sisi yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah kepala bayi tidak simetris saat lahir itu normal?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menyebut sebagian bayi lahir dengan kepala datar, misalnya bila lahir prematur, dan hal ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Pada kasus yang jarang, kepala datar sejak lahir bisa menjadi tanda kraniosinostosis, sehingga sebaiknya dibicarakan dengan dokter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah bayi dengan kepala peyang perlu memakai helm?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NHS menyatakan helm dan ikat kepala tidak disediakan NHS untuk menangani sindrom kepala datar, karena belum ada cukup bukti bahwa keduanya berhasil. Bicarakan dengan dokter bila ada pihak yang menyarankan helm untuk bayi Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bolehkah bayi ditidurkan tengkurap atau miring agar kepalanya tidak peyang?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. NHS menyatakan posisi tidur bayi tidak boleh diubah: bayi harus selalu tidur telentang untuk mengurangi risiko SIDS. Waktu tengkurap hanya diberikan saat bayi bangun dan diawasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kepala bayi peyang umumnya tidak berbahaya dan sering membaik sendiri.<\/strong> NHS menyatakan kondisi ini tidak memengaruhi otak atau perkembangan, dan biasanya tidak memerlukan penanganan. Yang bisa Anda lakukan adalah memberi waktu tengkurap saat bayi bangun, bergantian sisi saat menyusui dan menggendong, memindahkan letak mainan, dan tetap menidurkan bayi telentang. Temui dokter bila Anda khawatir tentang bentuk atau ukuran kepala, atau bila kepala bayi selalu miring dan ia sulit menoleh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila Anda mencari tempat untuk memeriksakan perkembangan anak, <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/direktori-klinik\/\">direktori klinik KlinikPlus<\/a> dapat membantu Anda menemukan klinik tumbuh kembang di kota Anda, dan panduan <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/klinik-tumbuh-kembang-anak\/\">klinik tumbuh kembang anak<\/a> menjelaskan apa yang bisa Anda harapkan saat berkunjung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>NHS, <em>Flat head syndrome (plagiocephaly and brachycephaly)<\/em> (ditinjau 16 Januari 2026, tinjau ulang 16 Januari 2029; diakses 6 November 2026). <a href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/plagiocephaly-brachycephaly\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/plagiocephaly-brachycephaly\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>NHS, <em>Craniosynostosis<\/em> (ditinjau 25 Juli 2023; diakses 6 November 2026). <a href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/craniosynostosis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/craniosynostosis\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>NHS, <em>Reduce the risk of sudden infant death syndrome (SIDS)<\/em> (ditinjau 25 November 2025; diakses 6 November 2026). <a href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/baby\/caring-for-a-newborn\/reduce-the-risk-of-sudden-infant-death-syndrome\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.nhs.uk\/baby\/caring-for-a-newborn\/reduce-the-risk-of-sudden-infant-death-syndrome\/<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepala bayi peyang biasanya tidak berbahaya dan membaik sendiri. Penyebab, cara mencegah menurut NHS, sikap NHS soal helm, dan kapan perlu ke dokter.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3200,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kpb_share":true,"_kpb_message":"","footnotes":""},"categories":[20,8],"tags":[],"class_list":["post-3199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisioterapi-anak","category-terapi-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3199"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3313,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3199\/revisions\/3313"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}