{"id":3209,"date":"2026-11-06T18:14:17","date_gmt":"2026-11-06T11:14:17","guid":{"rendered":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/?p=3209"},"modified":"2026-11-06T18:14:17","modified_gmt":"2026-11-06T11:14:17","slug":"anak-tidak-mau-berbagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-tidak-mau-berbagi\/","title":{"rendered":"Anak Tidak Mau Berbagi: Wajar di Usia Berapa dan Cara Mengajarkannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Anak tidak mau berbagi mainan sering membuat orang tua malu, terutama saat ada teman atau saudara yang ikut bermain.<\/strong> Anda mungkin khawatir anak tumbuh menjadi egois. Kabar baiknya, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), menolak berbagi adalah hal yang sangat umum pada usia tertentu, dan kemampuan berbagi bisa dilatih pelan-pelan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini merangkum panduan AAP di HealthyChildren.org serta milestone dan tips Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat: kenapa anak sulit berbagi, kapan biasanya berubah, langkah praktis beserta contoh kalimat, dan kapan perlu ke dokter.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Anak Tidak Mau Berbagi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">AAP menggambarkan anak usia 2 tahun sebagai anak yang bisa tampak lebih mementingkan kebutuhannya sendiri. Anak seusia ini mungkin <strong>menolak berbagi barang yang menarik baginya<\/strong>, dan belum banyak berinteraksi dengan anak lain meski bermain berdampingan, kecuali saat ia menginginkan mainan temannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">AAP mengakui perilaku ini bisa membuat orang tua kesal, tetapi anak lain seusianya kemungkinan besar bersikap sama. CDC menjelaskan hal serupa: pada usia 2 tahun anak bermain di samping anak lain, belum benar-benar bersama, dan <strong>belum tahu cara berbagi atau menyelesaikan perselisihan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Anak Tidak Mau Berbagi Wajar di Usia Berapa?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber yang kami buka tidak menyebut satu usia pasti kapan anak &#8220;harus&#8221; mau berbagi. Yang ada adalah gambaran perubahan dari waktu ke waktu:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"764\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-tidak-mau-berbagi-1.jpg\" alt=\"Infografik perbandingan kemampuan berbagi anak sekitar 2 tahun dan mulai sekitar 3 tahun menurut AAP dan CDC\" class=\"wp-image-3211\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-tidak-mau-berbagi-1.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-tidak-mau-berbagi-1-300x191.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-tidak-mau-berbagi-1-1024x652.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-tidak-mau-berbagi-1-768x489.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tahapan kemampuan berbagi menurut AAP HealthyChildren dan CDC.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Usia<\/th><th>Yang dinyatakan sumber<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Sekitar 2 tahun<\/td><td>Bisa menolak berbagi barang yang menarik baginya dan bermain berdampingan; belum tahu cara berbagi (AAP, CDC)<\/td><\/tr><tr><td>Mulai sekitar 3 tahun<\/td><td>Jauh berkurang sifat mementingkan diri; belajar bergiliran dan berbagi dalam kelompok kecil; bisa menyelesaikan rebutan dengan bergiliran atau bertukar mainan, tetapi di awal perlu didorong (AAP)<\/td><\/tr><tr><td>Usia 5 tahun<\/td><td>Milestone CDC: mengikuti aturan atau bergiliran saat bermain permainan dengan anak lain<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut AAP, pada usia prasekolah anak makin peka terhadap perasaan orang lain, sehingga perlahan lebih banyak bekerja sama. Alih-alih merebut atau berteriak, sering kali ia sudah bisa meminta dengan sopan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-sulit-berteman\/\">Anak Sulit Berteman: Patokan Sosial per Usia<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berbagi dan Bergiliran: Dua Hal yang Berbeda<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tips CDC untuk usia 2 sampai 4 tahun berulang kali memasangkan berbagi dengan <strong>bergiliran<\/strong>. AAP pun menganjurkan orang tua mengingatkan bahwa saat dua anak berbagi satu mainan, <strong>masing-masing mendapat giliran yang sama<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa mulai dari permainan berdua, seperti contoh CDC untuk anak 2 tahun: bergantian menyusun menara balok lalu merobohkannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menunggu giliran juga bisa dilatih lewat permainan. CDC menyarankan permainan yang melatih anak berhenti dan menunggu saat bersemangat, misalnya &#8220;lampu merah, lampu hijau&#8221; atau menari lalu diam saat musik berhenti. Untuk usia 5 tahun, CDC menganjurkan permainan papan atau kartu sederhana agar anak belajar menghormati aturan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengajarkan Anak Berbagi di Rumah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah berikut berasal dari tips AAP dan CDC. Pilih yang sesuai dengan usia anak Anda:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"854\" src=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-tidak-mau-berbagi-2.jpg\" alt=\"Infografik tujuh langkah mengajarkan anak berbagi menurut AAP dan CDC\" class=\"wp-image-3212\" srcset=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-tidak-mau-berbagi-2.jpg 1200w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-tidak-mau-berbagi-2-300x214.jpg 300w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-tidak-mau-berbagi-2-1024x729.jpg 1024w, https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/infografik-anak-tidak-mau-berbagi-2-768x547.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Langkah mengajarkan anak berbagi menurut AAP HealthyChildren dan CDC.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Contohkan berbagi dan bergiliran.<\/strong> CDC menganjurkan orang tua menunjukkan caranya, bukan hanya menyuruh.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ajarkan kata untuk meminta.<\/strong> AAP menganjurkan mengingatkan anak untuk &#8220;pakai kata-kata&#8221; daripada bertindak. CDC mencontohkan kalimat untuk meminta giliran sebagai ganti merebut, karena anak mungkin belum tahu kalimatnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ingatkan bahwa giliran itu sama.<\/strong> Setiap anak mendapat giliran yang sama panjang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tawarkan jalan keluar sederhana.<\/strong> Bila dua anak menginginkan mainan yang sama, AAP menyarankan mengundi siapa yang pertama, atau mencari mainan atau kegiatan lain. AAP mengakui cara ini tidak selalu berhasil, tetapi layak dicoba.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bantu anak menamai perasaan dan keinginannya<\/strong> agar ia tidak frustrasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bicarakan perasaan anak lain.<\/strong> AAP mencontohkan menjelaskan bahwa temannya menangis karena sedih mainannya diambil, lalu meminta anak mengembalikannya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Puji saat anak bermain baik dengan anak lain.<\/strong> AAP menganjurkan pujian setiap kali hal itu terjadi, dan pujian yang spesifik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tunjukkan cara menyelesaikan konflik dengan tenang.<\/strong> Menurut AAP, contoh dari orang tua adalah yang terpenting, karena anak akan meniru reaksi Anda saat ia tertekan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh kalimat yang diturunkan dari langkah-langkah tersebut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Situasi<\/th><th>Contoh kalimat<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Mencontohkan bergiliran<\/td><td>&#8220;Ibu pakai krayon merah dulu, ya. Sekarang giliranmu.&#8221;<\/td><\/tr><tr><td>Anak merebut mainan<\/td><td>&#8220;Coba bilang, &#8216;Boleh aku gantian?'&#8221;<\/td><\/tr><tr><td>Dua anak ingin mainan yang sama<\/td><td>&#8220;Kita undi siapa yang duluan. Yang kedua boleh main balok dulu.&#8221;<\/td><\/tr><tr><td>Anak kesal belum dapat giliran<\/td><td>&#8220;Kamu kesal karena masih ingin main mobil itu, ya.&#8221;<\/td><\/tr><tr><td>Teman menangis<\/td><td>&#8220;Dina menangis. Dia sedih karena bonekanya diambil. Yuk, kita kembalikan.&#8221;<\/td><\/tr><tr><td>Anak berhasil berbagi<\/td><td>&#8220;Tadi kamu gantian main ayunan dengan Raka. Ibu senang melihatnya.&#8221;<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">AAP mengingatkan agar tidak berharap anak 2 tahun selalu bisa mengendalikan perilakunya. Kemampuan itu masih ia latih, dan dengan bantuan Anda ia akan terus berlatih.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Saat Bermain Bersama Teman<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">AAP menyarankan kelompok bermain anak 2 tahun dibatasi dua atau tiga anak lebih dulu. Awasi agar tidak ada yang terluka atau terlalu kesal, tetapi sebisa mungkin biarkan anak-anak mengatur permainan mereka sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk anak sekitar 4 tahun, CDC menyarankan membiarkan anak mencoba menyelesaikan masalahnya dengan teman sementara Anda tetap di dekatnya. Bila mereka buntu, ajukan pertanyaan yang membantu mencari jalan keluar. Menurut CDC, bermain dengan anak lain membantu anak belajar arti berbagi dan berteman.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bila Rebutan Berujung Memukul<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">AAP menyebut akan ada saat rasa marah atau frustrasi anak berubah menjadi tindakan fisik. Bila itu terjadi, cegah anak menyakiti orang lain. Bila ia tidak segera tenang, jauhkan dari anak-anak lain. Bicarakan perasaannya, terima perasaan itu, tetapi tegaskan bahwa memukul bukan cara yang baik untuk mengungkapkannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Soal meminta maaf, AAP menganjurkan membantu anak melihat situasi dari sisi temannya lebih dulu. Minta anak meminta maaf setelah ia memahami kesalahannya, karena ucapan &#8220;maaf&#8221; saja belum tentu membantu ia memperbaiki perilaku. Menurut AAP, penjelasan seperti ini mulai bermakna bagi anak sekitar usia 4 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/anak-suka-memukul\/\">Anak Suka Memukul: Penyebab dan Cara Menghentikannya dengan Tenang<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kapan Perlu Dibicarakan dengan Dokter?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menolak berbagi sendiri bukan tanda masalah. AAP bahkan menyebut kekhawatiran bahwa anak 2 tahun &#8220;manja&#8221; kemungkinan besar tidak beralasan, dan fase ini akan lewat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC menganjurkan Anda tidak menunggu bila anak belum mencapai satu atau lebih milestone usianya, kehilangan kemampuan yang dulu sudah ada, atau Anda punya kekhawatiran lain. Bicarakan dengan dokter anak dan tanyakan tentang skrining perkembangan. Patokan sosial per usia dibahas lebih lengkap di artikel <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/perkembangan-anak-3-tahun\/\">perkembangan anak 3 tahun<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"kp-baca-juga wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/cara-mengatasi-anak-tantrum\/\">Cara Mengatasi Anak Tantrum Saat Keinginannya Tidak Dituruti<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kenapa anak tidak mau berbagi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut AAP, anak usia 2 tahun bisa tampak lebih mementingkan kebutuhannya sendiri dan menolak berbagi barang yang menarik baginya. CDC menjelaskan anak seusia ini bermain berdampingan dan belum tahu cara berbagi atau menyelesaikan perselisihan. AAP menyebut anak lain seusianya kemungkinan besar bersikap sama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Anak tidak mau berbagi mainan, apakah wajar?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada balita, ya. AAP menggambarkan penolakan berbagi sebagai perilaku yang umum pada usia 2 tahun. Mulai sekitar 3 tahun, anak belajar bergiliran dan berbagi mainan dalam kelompok kecil, meski menurut AAP kadang ia tetap tidak mau.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fase anak tidak mau berbagi berlangsung sampai usia berapa?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">AAP dan CDC tidak menyebut satu usia pasti. AAP menyatakan anak menjadi jauh berkurang sifat mementingkan dirinya sekitar usia 3 tahun dan mulai belajar bergiliran dan berbagi. CDC mencantumkan mengikuti aturan atau bergiliran saat bermain dengan anak lain sebagai milestone usia 5 tahun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara mengajarkan anak berbagi sejak dini?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CDC menganjurkan orang tua mencontohkan berbagi dan bergiliran serta mendorong anak memakai kata-kata saat bermain. AAP menambahkan: ingatkan bahwa giliran setiap anak sama, bantu anak menamai perasaannya, puji saat ia bermain baik, dan contohkan cara menyelesaikan konflik dengan tenang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana mengajarkan anak menunggu giliran?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah dengan permainan bergiliran berdua, misalnya bergantian menyusun dan merobohkan menara balok seperti yang dicontohkan CDC. CDC juga menyarankan permainan yang melatih anak berhenti dan menunggu, seperti &#8220;lampu merah, lampu hijau&#8221;, serta permainan papan atau kartu sederhana untuk anak yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah anak yang tidak mau berbagi berarti manja?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut AAP, kekhawatiran bahwa anak 2 tahun manja atau tidak terkendali kemungkinan besar tidak beralasan, dan anak akan melewati fase ini. Menolak berbagi barang yang menarik baginya adalah perilaku yang umum pada usia tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Anak tidak mau berbagi adalah bagian umum dari usia balita, bukan tanda sifat buruk.<\/strong> Menurut AAP dan CDC, anak 2 tahun belum tahu cara berbagi, lalu mulai sekitar 3 tahun ia belajar bergiliran dan berbagi dengan dorongan orang tua. Mulailah dari bergiliran, ajarkan kata untuk meminta, bantu anak menamai perasaannya, puji saat ia berhasil, dan contohkan cara menyelesaikan konflik dengan tenang. Bila Anda punya kekhawatiran tentang perkembangan sosial anak, bicarakan dengan dokter anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila Anda ingin berkonsultasi tentang perkembangan sosial anak, Anda dapat mencari layanan yang sesuai di <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/direktori-klinik\/\">direktori klinik tumbuh kembang KlinikPlus<\/a> atau membaca panduan <a href=\"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/klinik-tumbuh-kembang-anak\/\">memilih klinik tumbuh kembang anak<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org), <em>Social Development: 2 Year Olds<\/em>, diperbarui 1 September 2022; sumber: <em>Caring for Your Baby and Young Child: Birth to Age 5<\/em>, edisi ke-7 (AAP, 2019). Diakses 6 November 2026. <a href=\"https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/ages-stages\/toddler\/Pages\/social-development-2-year-olds.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/ages-stages\/toddler\/Pages\/social-development-2-year-olds.aspx<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org), <em>Social Development in Preschoolers: Learning How to Share and Cooperate<\/em>, diperbarui 5 Desember 2024; diadaptasi dari <em>Caring for Your Baby and Young Child: Birth to Age Five<\/em>, edisi ke-8 (AAP, 2024). Diakses 6 November 2026. <a href=\"https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/ages-stages\/preschool\/Pages\/Social-Development-in-Preschoolers.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/ages-stages\/preschool\/Pages\/Social-Development-in-Preschoolers.aspx<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org), <em>Healthy Mental and Emotional Development: 4 Key Building Blocks<\/em>, diperbarui 27 April 2026. Diakses 6 November 2026. <a href=\"https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/healthy-living\/emotional-wellness\/Building-Resilience\/Pages\/healthy-mental-and-emotional-development-in-children-key-building-blocks.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/healthy-living\/emotional-wellness\/Building-Resilience\/Pages\/healthy-mental-and-emotional-development-in-children-key-building-blocks.aspx<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Centers for Disease Control and Prevention, <em>Milestones by 2 Years<\/em>, ditinjau 16 Mei 2026. Diakses 6 November 2026. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/2-years.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/2-years.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Centers for Disease Control and Prevention, <em>Milestones by 30 Months<\/em>, ditinjau 16 Mei 2026. Diakses 6 November 2026. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/30-months.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/30-months.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Centers for Disease Control and Prevention, <em>Milestones by 4 Years<\/em>, ditinjau 16 Mei 2026. Diakses 6 November 2026. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/4-years.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/4-years.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Centers for Disease Control and Prevention, <em>Milestones by 5 Years<\/em>, ditinjau 16 Mei 2026. Diakses 6 November 2026. <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/5-years.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cdc.gov\/act-early\/milestones\/5-years.html<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak tidak mau berbagi mainan? Menurut AAP dan CDC ini umum pada balita. Pahami tahapannya, latih bergiliran, dan pakai contoh kalimat ini di rumah.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3210,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kpb_share":true,"_kpb_message":"","footnotes":""},"categories":[48,9],"tags":[],"class_list":["post-3209","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perilaku-emosi-anak","category-tumbuh-kembang-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3209","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3209"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3209\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3213,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3209\/revisions\/3213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3210"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/klinikplus.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}