,

Anak Sering Jatuh: Dua Patokan yang Lebih Berguna daripada Menghitung

Kartu artikel KlinikPlus tentang anak yang sering jatuh dan kapan perlu diperiksa

Anak yang sedang belajar bergerak memang jatuh, dan itu bukan tanda ada yang salah. Berjalan, berlari, menaiki tangga, dan melompat semuanya dipelajari lewat percobaan yang gagal berkali-kali.

Pertanyaan yang lebih berguna bukan “berapa kali jatuh masih wajar” — tidak ada angka seperti itu pada sumber resmi mana pun yang kami buka — melainkan apakah kemampuan geraknya bertambah dari waktu ke waktu, dan apakah kedua sisi tubuhnya bekerja sama. Artikel ini menjelaskan dua patokan itu.

Mengapa Jumlah Jatuh Bukan Patokan

Tidak ada sumber resmi yang kami buka yang menyebutkan batas berapa kali anak boleh jatuh dalam sehari atau seminggu. Angka semacam itu juga tidak bermakna, karena jumlah jatuh lebih ditentukan oleh seberapa banyak anak bergerak dan di permukaan apa — bukan oleh kemampuannya.

Infografik KlinikPlus dua kolom tentang apa yang bukan patokan dan apa yang perlu diperhatikan saat anak sering jatuh
Mengganti pertanyaan dari jumlah jatuh ke perkembangan kemampuan.

Yang dipakai tenaga kesehatan sebagai patokan adalah hal lain: keterlambatan mencapai milestone motorik. CDC menyebut hal ini sebagai tanda utama pada pembahasan cerebral palsy, dengan contoh berguling, duduk, berdiri, atau berjalan. CDC juga mencatat bahwa sebagian anak tanpa cerebral palsy dapat menunjukkan tanda-tanda itu juga — jadi ini alasan untuk memeriksakan, bukan untuk menyimpulkan.

Patokan Pertama: Apakah Kemampuannya Bertambah

CDC menerbitkan daftar hal yang dilakukan sebagian besar anak pada usia tertentu. Untuk gerakan tubuh besar, urutannya:

UsiaYang dilakukan sebagian besar anak (CDC)
12 bulanMenarik badan untuk berdiri; berjalan sambil berpegangan pada perabot
2 tahunMenendang bola; berlari; menaiki beberapa anak tangga dengan atau tanpa bantuan
30 bulanMelompat dengan kedua kaki terangkat dari lantai
4 tahunMenangkap bola besar hampir setiap kali
5 tahunMelompat dengan satu kaki

Yang diperhatikan bukan apakah anak Anda tepat berada di baris usianya, melainkan apakah ia bergerak maju di tangga itu. Anak yang tiga bulan lalu belum bisa berlari dan sekarang sudah bisa, meski masih sering jatuh, sedang menunjukkan perkembangan.

Baca juga: Stimulasi Motorik Kasar: Kegiatan yang Bisa Dilakukan per Usia

Patokan Kedua: Apakah Kedua Sisi Tubuh Bekerja Sama

Ini yang paling sering terlewat oleh orang tua, karena anak biasanya diperhatikan secara keseluruhan, bukan per sisi.

Infografik KlinikPlus berisi tanda asimetri gerakan pada anak menurut CDC
Tanda asimetri yang pantas dibawa ke pemeriksaan.

Pada pembahasan tanda awal cerebral palsy, CDC menyebut beberapa hal yang berkaitan dengan asimetri:

  • pada bayi di atas 6 bulan — meraih dengan satu tangan sementara tangan yang lain tetap mengepal;
  • pada bayi di atas 10 bulan — merangkak dengan gerakan berat sebelah, atau bergeser dengan bokong maupun melompat dengan lutut tanpa merangkak bertumpu empat anggota gerak;
  • pada bayi di bawah 6 bulan — tungkai yang kaku dan menyilang seperti gunting saat diangkat.

CDC menegaskan bahwa tanda-tanda ini juga dapat muncul pada sebagian anak tanpa cerebral palsy. Fungsinya adalah membantu Anda menyusun apa yang akan diceritakan ke pemeriksa, bukan menegakkan kesimpulan.

Baca juga: Cerebral Palsy pada Anak: Jenis, Tanda Awal, dan Penyebabnya

Yang Berguna Dicatat Sebelum Konsultasi

Bagian berikut adalah hal praktis, bukan kutipan:

  1. Apa yang sudah bisa dan belum bisa dilakukan anak dari daftar di atas, beserta perkiraan sejak kapan.
  2. Apakah ada perbedaan antara sisi kanan dan kiri — tangan mana yang lebih sering dipakai, apakah satu kaki terlihat berbeda saat berjalan.
  3. Dalam situasi apa anak paling sering jatuh — saat lelah, saat terburu-buru, di permukaan tertentu, atau merata di semua situasi.
  4. Apakah kemampuannya pernah mundur, yaitu hal yang dulu sudah bisa kini tidak lagi.
  5. Rekaman video singkat saat anak berjalan atau berlari, bila memungkinkan — sering lebih jelas daripada penjelasan lisan.

Butir keempat pantas diprioritaskan. Kemampuan yang hilang setelah sebelumnya dikuasai adalah hal yang perlu disampaikan ke tenaga kesehatan tanpa menunggu jadwal kontrol berikutnya.

Yang Bisa Dilakukan di Rumah

  • pastikan permukaan tempat anak bermain tidak licin dan bebas sudut tajam;
  • dampingi saat naik dan turun tangga sampai anak benar-benar mantap;
  • beri kesempatan bergerak setiap hari — keterampilan ini dilatih oleh ruang, bukan oleh alat;
  • hentikan permainan saat anak terlihat lelah, karena kelelahan membuat anak lebih sering jatuh.

Baca juga: Anak Belum Bisa Jalan: Rentang Usia Normal dan Kapan Perlu Diperiksa

Baca juga: Gangguan Perkembangan Fungsi Motorik (F82): Arti dan Bedanya dengan Terlambat Motorik

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Anak sering jatuh saat berjalan, apakah bahaya?

Artikel ini tidak dapat menilai kasus tertentu, dan tidak ada sumber resmi yang kami buka yang menyebutkan batas jumlah jatuh. Yang lebih berguna diperhatikan adalah apakah kemampuan geraknya bertambah dari waktu ke waktu dan apakah kedua sisi tubuhnya bekerja sama. Bila Anda mengkhawatirkannya, bicarakan dengan tenaga kesehatan.

Anak sering jatuh pertanda apa?

Kami tidak mencantumkan daftar kemungkinan penyebab, karena sumber yang kami buka tidak memuat daftar seperti itu untuk keluhan “sering jatuh”. Yang disebut CDC sebagai tanda yang pantas diperiksakan adalah keterlambatan mencapai milestone motorik dan beberapa bentuk asimetri gerakan.

Umur berapa anak seharusnya sudah jarang jatuh?

Tidak ada usia seperti itu pada sumber yang kami buka. Yang ada adalah tangga kemampuan gerak per usia dari CDC, dan itu menggambarkan apa yang dilakukan sebagian besar anak, bukan seberapa sering mereka jatuh.

Anak saya hanya memakai satu tangan saat bermain, apakah normal?

CDC menyebut “meraih dengan satu tangan sementara tangan yang lain tetap mengepal” sebagai salah satu tanda yang disebut pada bayi di atas 6 bulan dalam pembahasan cerebral palsy, sambil mencatat bahwa anak tanpa cerebral palsy pun dapat menunjukkannya. Itu cukup menjadi alasan untuk memeriksakan, bukan untuk menyimpulkan.

Apakah sering jatuh bisa disebabkan masalah penglihatan?

Kami tidak mencantumkan hal itu, karena sumber yang kami buka tidak membahas hubungan antara penglihatan dan keluhan sering jatuh. Sampaikan kekhawatiran ini ke dokter anak, yang dapat menentukan pemeriksaan apa yang diperlukan.

Kapan harus membawa anak ke tenaga kesehatan?

CDC menganjurkan orang tua membicarakan kekhawatiran tentang perkembangan anak dengan tenaga kesehatan. Dua hal yang paling pantas tidak ditunda: kemampuan gerak yang tidak bertambah dalam rentang waktu yang lama, dan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai lalu hilang.

Kesimpulan

Jatuh adalah bagian dari belajar bergerak, dan jumlahnya bukan ukuran. Dua patokan yang lebih berguna adalah apakah anak bergerak maju pada tangga kemampuan motorik yang diterbitkan CDC — dari menarik badan untuk berdiri di 12 bulan sampai melompat dengan satu kaki di 5 tahun — dan apakah kedua sisi tubuhnya bekerja sama.

Bila yang Anda lihat adalah kemampuan yang tidak kunjung bertambah, perbedaan mencolok antara sisi kanan dan kiri, atau kemampuan yang justru hilang, bawa pengamatan itu ke tenaga kesehatan. Catatan dan rekaman video singkat biasanya lebih membantu daripada menghitung berapa kali anak terjatuh.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi


Chat dengan kami