,

Anak Belum Bisa Jalan: Rentang Usia Normal dan Kapan Perlu Diperiksa

Kartu artikel KlinikPlus berjudul Anak Belum Bisa Jalan: Normalnya Usia Berapa

Anak belum bisa jalan di usia 13, 15, bahkan 17 bulan masih bisa berada dalam rentang yang dipelajari WHO — tetapi anak yang belum berjalan tanpa berpegangan pada usia 18 bulan sebaiknya diperiksa. Dua kalimat itu sering tercampur, sehingga ada orang tua yang panik terlalu cepat dan ada yang menunggu terlalu lama.

Artikel ini memaparkan rentang usia pencapaian motorik kasar menurut studi WHO, tanda-tanda yang menyertai dan perlu diperhatikan, apa yang biasanya dilakukan saat anak diperiksa, serta hal yang bisa dan tidak perlu Anda lakukan di rumah.

Rentang Normal Pencapaian Motorik Kasar Menurut WHO

WHO Motor Development Study (Martorell dkk., Acta Paediatrica 2006) mengamati 816 anak dengan kunjungan bulanan pada tahun pertama dan dua bulanan pada tahun kedua, lalu memperkirakan rentang usia pencapaian enam kemampuan motorik kasar. Angka di bawah adalah persentil ke-1 sampai ke-99 dalam bulan.

Infografik KlinikPlus berisi rentang usia enam kemampuan motorik kasar menurut WHO Motor Development Study
Rentang usia pencapaian enam kemampuan motorik kasar menurut WHO Motor Development Study (2006).
KemampuanRentang usia (persentil 1–99)
Duduk tanpa bantuan3,8 – 9,2 bulan
Berdiri dengan bantuan4,8 – 11,4 bulan
Merangkak dengan tangan dan lutut5,2 – 13,5 bulan
Berjalan dengan bantuan5,9 – 13,7 bulan
Berdiri sendiri6,9 – 16,9 bulan
Berjalan sendiri8,2 – 17,6 bulan

Dua hal penting dari tabel ini. Pertama, rentangnya lebar dan saling tumpang tindih: menurut studi tersebut, rentang terlebar adalah berdiri sendiri (10,0 bulan) dan berjalan sendiri (9,4 bulan), sedangkan yang tersempit adalah duduk tanpa bantuan (5,4 bulan). Kedua, penulis studi menganjurkan rentang ini dipakai untuk menandai perlunya skrining yang tepat ketika seorang anak terlihat lambat mencapai suatu kemampuan — bukan sebagai alat diagnosis.

Perhatikan juga bahwa merangkak punya rentangnya sendiri dan tidak semua anak melewatinya dengan pola yang sama. Daftar milestone CDC untuk usia 12 bulan menyebut menarik badan untuk berdiri dan berjalan sambil berpegangan, bukan merangkak, sebagai penanda.

Kapan Keterlambatan Berjalan Perlu Diperiksa

Patokan paling praktis: daftar milestone CDC untuk usia 18 bulan mencantumkan “berjalan tanpa berpegangan pada siapa pun atau apa pun” sebagai kemampuan yang umumnya sudah dimiliki — artinya dimiliki 75% anak atau lebih pada usia itu. CDC menganjurkan untuk tidak menunggu dan segera berbicara dengan dokter bila anak belum mencapai milestone usianya, bila Anda punya kekhawatiran lain, dan terutama bila anak kehilangan kemampuan yang sudah dimilikinya.

Jadi urutannya sederhana: sebelum 18 bulan, pantau dan stimulasi sambil memperhatikan tanda penyerta; pada atau setelah 18 bulan tanpa kemampuan berjalan mandiri, periksakan. Tidak perlu menunggu usia 2 tahun.

Hal Lain yang Perlu Anda Sampaikan ke Dokter

Usia bukan satu-satunya bahan pertimbangan pemeriksa. CDC menyebut bahwa kemampuan yang hilang dan kekhawatiran orang tua masing-masing sudah menjadi alasan untuk berbicara dengan dokter, tanpa menunggu tenggat usia tertentu. Karena itu, ceritakan juga hal-hal berikut bila Anda mengamatinya:

  • kemampuan yang sudah dimiliki menghilang, misalnya tadinya sudah bisa duduk lalu tidak lagi;
  • tubuh anak terasa sangat lemas atau justru sangat kaku saat digendong dan didudukkan;
  • satu sisi tubuh jarang dipakai — misalnya satu tangan jarang digunakan, atau satu kaki tampak tidak ikut menahan beban;
  • cara berdiri atau melangkahnya terlihat berbeda, misalnya selalu berjinjit;
  • ada aspek lain yang juga Anda khawatirkan, seperti bicara dan interaksi sosial;
  • riwayat kelahiran anak, termasuk bila lahir prematur atau ada masalah saat kelahiran.

Butir terakhir bukan tanda, melainkan informasi latar yang memengaruhi cara pemeriksa menilai perkembangan anak.

MedlinePlus menyebutkan bahwa tonus otot yang menurun membuat bayi terasa lemas, dan hal ini bisa menjadi tanda berbagai kondisi yang perlu dievaluasi; fisioterapi termasuk yang dapat dianjurkan. Karena itu, keluhan “badannya lemas” layak disampaikan apa adanya kepada dokter, bukan dianggap bawaan yang akan hilang sendiri.

Baca juga: Motorik Halus dan Motorik Kasar: Perbedaan, Tahapan Usia, dan Stimulasinya

Apa Saja yang Mungkin Menjadi Penyebabnya

Keterlambatan berjalan bukan satu diagnosis, melainkan gejala yang penyebabnya bisa bermacam-macam. Beberapa kemungkinan yang biasanya dipertimbangkan dokter:

  • Variasi normal. Sebagian anak memang mencapai kemampuan berjalan di ujung akhir rentang WHO tanpa ada gangguan apa pun.
  • Kesempatan bergerak yang terbatas. Anak yang sepanjang hari digendong, berada di kursi, atau di ruang yang sempit mendapat lebih sedikit kesempatan melatih keseimbangan.
  • Tonus otot yang rendah. Perlu dinilai tenaga kesehatan; penyebabnya sendiri bermacam-macam.
  • Kondisi neurologis. Salah satunya cerebral palsy. CDC menyebut tidak ada obat yang menyembuhkan cerebral palsy, tetapi intervensi dini termasuk fisioterapi merupakan bagian dari penanganannya, dan orang tua termasuk bagian dari timnya.
  • Riwayat prematur atau komplikasi perinatal.
  • Kondisi lain yang memerlukan pemeriksaan medis untuk dipastikan.

Satu hal yang perlu ditegaskan: daftar ini bukan alat untuk menebak-nebak sendiri. Tujuannya agar Anda tahu bahwa pemeriksaan memang punya banyak kemungkinan hasil, dan sebagian besar di antaranya tidak menakutkan.

Apa yang Terjadi Saat Anak Diperiksa

  1. Riwayat. Usia kehamilan saat lahir, berat lahir, riwayat persalinan, urutan kemampuan yang sudah muncul, dan kapan munculnya. Bawa Buku KIA.
  2. Pemeriksaan fisik. Termasuk menilai tonus otot, kekuatan, refleks, dan kesimetrisan gerakan.
  3. Skrining perkembangan. Di Indonesia umumnya memakai KPSP dan ceklis perkembangan di Buku KIA, sesuai Permenkes Nomor 66 Tahun 2014.
  4. Pemeriksaan penunjang bila diperlukan, atas pertimbangan dokter.
  5. Rujukan. Bila yang menyimpang adalah aspek gerak kasar, Permenkes 66/2014 mengarahkan intervensi dini pada aspek tersebut — dalam praktik, sering berarti rujukan ke fisioterapi anak.

Baca juga: Fisioterapi Anak: Kondisi yang Ditangani & Prosesnya

Yang Bisa Anda Lakukan di Rumah

  • Beri banyak waktu di lantai. Permukaan yang luas dan aman memberi anak kesempatan berpindah posisi sendiri.
  • Kurangi waktu di kursi, ayunan, dan gendongan saat anak sedang bangun dan ingin bergerak.
  • Sediakan perabot kokoh untuk berpegangan dengan ketinggian yang sesuai, misalnya sofa rendah atau meja kecil yang tidak mudah terdorong.
  • Letakkan mainan sedikit di luar jangkauan agar anak terdorong berpindah untuk mengambilnya.
  • Ajak berjalan sambil berpegangan tangan Anda dan biarkan anak mendorong benda stabil. CDC menyarankan untuk tidak memakai baby walker.
  • Biarkan bertelanjang kaki di dalam rumah pada permukaan yang aman, agar anak merasakan tumpuan.
  • Jangan memaksa anak berdiri lama atau menariknya berdiri dengan paksa bila ia menolak.

Teruskan stimulasi ini sambil menunggu jadwal pemeriksaan; keduanya tidak saling menggantikan. Dan bila dokter atau fisioterapis memberi program latihan di rumah, program itulah yang diikuti, karena disusun dari hasil pemeriksaan anak Anda sendiri.

Infografik KlinikPlus dua kolom yang membandingkan cara membantu anak belajar berjalan dengan hal yang sebaiknya dihindari
Yang membantu dan yang sebaiknya dihindari saat anak belum bisa berjalan.

Baca juga: Cerebral Palsy pada Anak: Jenis, Tanda Awal, dan Penyebabnya

Baca juga: Stimulasi Motorik Kasar: Kegiatan yang Bisa Dilakukan per Usia

Baca juga: Bayi Belum Tengkurap: Patokan Usia dan Kapan Perlu Diperiksa

Baca juga: Bayi Belum Merangkak: Mengapa CDC Tidak Mencantumkannya

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Anak umur 1 tahun belum bisa jalan, apakah normal?

Masih mungkin normal. Studi WHO memperkirakan rentang usia berjalan sendiri pada 8,2 sampai 17,6 bulan untuk persentil 1 sampai 99, dan berdiri sendiri pada 6,9 sampai 16,9 bulan. Yang perlu diperhatikan adalah apakah kemampuan anak terus bertambah dan tidak ada tanda penyerta seperti badan sangat lemas, hanya memakai satu sisi tubuh, atau kehilangan kemampuan.

Anak belum bisa jalan umur 18 bulan, apa yang harus dilakukan?

Periksakan ke dokter anak atau puskesmas. Daftar milestone CDC untuk usia 18 bulan mencantumkan berjalan tanpa berpegangan sebagai kemampuan yang umumnya sudah dimiliki, dan CDC menganjurkan untuk tidak menunggu bila milestone belum tercapai. Pemeriksaan biasanya dimulai dengan riwayat, pemeriksaan fisik, dan skrining perkembangan, bukan langsung terapi.

Apakah anak yang tidak merangkak akan terlambat berjalan?

Tidak otomatis. Merangkak dengan tangan dan lutut punya rentang usianya sendiri (5,2–13,5 bulan menurut studi WHO), dan daftar milestone CDC usia 12 bulan memakai menarik badan untuk berdiri serta berjalan sambil berpegangan sebagai penanda, bukan merangkak. Yang lebih penting dinilai adalah kemajuan keseluruhan dan kesimetrisan gerakan anak.

Apakah baby walker membantu anak cepat berjalan?

CDC secara eksplisit menyarankan untuk menghindari baby walker dan menganjurkan cara lain, yaitu membiarkan anak mendorong benda untuk berlatih berjalan serta mengajaknya berjalan sambil berpegangan tangan Anda atau perabot yang kokoh. Alih-alih membeli alat, tambah waktu bermain di lantai dan sediakan perabot yang aman untuk berpegangan.

Terapi apa yang biasanya diberikan untuk keterlambatan berjalan?

Umumnya fisioterapi anak, yang isinya ditentukan setelah pemeriksaan: latihan penguatan, latihan keseimbangan, dan program latihan di rumah yang diajarkan kepada orang tua. Permenkes 66/2014 mengarahkan intervensi dini pada aspek yang menyimpang, sehingga bila yang terlambat adalah gerak kasar, itulah yang dikerjakan lebih dulu. Jenis dan lamanya bergantung pada temuan pemeriksaan.

Apakah anak lahir prematur dinilai dengan patokan usia yang sama?

Tidak selalu, dan inilah sebabnya riwayat kelahiran perlu disampaikan ke dokter. CDC menganjurkan orang tua memberi tahu dokter bila anak lahir prematur karena informasi itu dipertimbangkan saat menilai perkembangan. Tanyakan kepada dokter anak Anda patokan usia mana yang dipakai untuk anak Anda.

Kesimpulan

Rentang usia berjalan memang lebar, dan sebagian anak baru berjalan mendekati usia 17 bulan tanpa ada masalah apa pun. Yang perlu Anda pegang adalah dua patokan: periksakan bila pada usia 18 bulan anak belum berjalan tanpa berpegangan, dan jangan menunggu usia itu bila ada tanda penyerta seperti badan sangat lemas atau kaku, pemakaian satu sisi tubuh saja, atau kemampuan yang hilang. Sambil menunggu, beri anak banyak waktu dan ruang bergerak, dan lewati baby walker.

Bila Anda perlu mencari layanan fisioterapi anak atau pemeriksaan tumbuh kembang, Anda bisa menelusuri direktori klinik tumbuh kembang atau membaca panduan klinik tumbuh kembang anak.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi

  • Martorell R. dkk. (WHO Multicentre Growth Reference Study Group), WHO Motor Development Study: windows of achievement for six gross motor development milestones. Acta Paediatrica Supplement, 2006 (PMID 16817682) — 816 anak; persentil 1–99: duduk tanpa bantuan 3,8–9,2; berdiri dengan bantuan 4,8–11,4; merangkak tangan-lutut 5,2–13,5; berjalan dengan bantuan 5,9–13,7; berdiri sendiri 6,9–16,9; berjalan sendiri 8,2–17,6 bulan. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16817682/
  • WHO — Child growth standards: Motor development milestones. https://www.who.int/tools/child-growth-standards/standards/motor-development-milestones
  • CDC — Learn the Signs. Act Early.: Milestones by 18 Months (berjalan tanpa berpegangan; anjuran tidak menunggu) dan Milestones by 1 Year (menarik badan berdiri, berjalan berpegangan, hindari baby walker, sampaikan bila anak lahir prematur). 18 Months, 1 Year
  • MedlinePlus — Decreased muscle tone: bayi dengan tonus otot menurun terasa lemas; perlu evaluasi; fisioterapi dapat dianjurkan. https://medlineplus.gov/ency/article/003298.htm
  • CDC — Treatment and Intervention for Cerebral Palsy: tidak ada obat yang menyembuhkan; intervensi dini termasuk fisioterapi; orang tua bagian dari tim. https://www.cdc.gov/cerebral-palsy/treatment/index.html
  • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2014 — aspek gerak kasar sebagai aspek yang dipantau; arahan intervensi dini pada aspek yang menyimpang. Teks lengkap (PDF)

Chat dengan kami