M-CHAT adalah kuesioner skrining autisme untuk balita yang diisi oleh orang tua, dan namanya sering muncul ketika dokter, bidan, atau petugas Puskesmas ingin melihat perkembangan sosial anak lebih jauh. Bila anak Anda baru saja diskrining, atau hasilnya disebut “berisiko”, wajar bila Anda ingin tahu apa arti hasil itu.
Artikel ini menjelaskan cara kerja M-CHAT-R/F menurut situs resmi pengembangnya, pedoman skrining dari CDC Amerika Serikat, dan petunjuk teknis Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan RI. Butir pertanyaan M-CHAT tidak dimuat di sini, karena kuesioner ini dilindungi hak cipta dan sebaiknya dijalankan bersama tenaga kesehatan.
M-CHAT Adalah Apa?
M-CHAT adalah singkatan dari Modified Checklist for Autism in Toddlers. Versi yang kini dipakai adalah M-CHAT-R/F (Revised with Follow-Up), yang disusun oleh Robins, Fein, dan Barton. Situs resminya menyebut M-CHAT-R/F sebagai alat skrining dua tahap berbasis laporan orang tua untuk menilai kemungkinan autisme.
CDC menggambarkan M-CHAT sebagai kuesioner yang diisi orang tua untuk mengenali anak yang berisiko autisme pada populasi umum. CDC juga menegaskan bahwa lembaganya tidak menyetujui atau merekomendasikan alat skrining tertentu. Jadi M-CHAT adalah salah satu alat yang tersedia, bukan satu-satunya.
Dua Tahap dalam M-CHAT-R/F
Huruf “F” pada namanya berarti Follow-Up, yaitu tahap kedua. Menurut studi validasinya (Robins dkk., 2014), alurnya seperti berikut.
| Tahap | Isinya | Siapa yang menjalankan |
|---|---|---|
| Tahap 1: M-CHAT-R | 20 pertanyaan ya atau tidak tentang perilaku anak sehari-hari, dijawab dalam waktu kurang dari 5 menit | Orang tua mengisi kuesioner |
| Tahap 2: Follow-Up | Pertanyaan lanjutan terstruktur, hanya untuk jawaban yang menunjukkan kemungkinan lebih tinggi; sekitar 5 sampai 10 menit | Tenaga profesional mewawancarai orang tua |
Tahap kedua inilah yang sering terlewat. Situs resmi M-CHAT menjelaskan bahwa bila wawancara lanjutan tidak dilakukan, kepekaan alat ini tidak berkurang, tetapi hasil positif palsu akan jauh lebih banyak. Artinya, lebih banyak anak yang dirujuk padahal tidak mengalami keterlambatan perkembangan.
Kapan Skrining Autisme Dilakukan?
CDC menyebut American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan semua anak diskrining khusus autisme pada kunjungan kesehatan rutin usia 18 dan 24 bulan. Skrining perkembangan umum dianjurkan AAP pada usia 9, 18, dan 30 bulan. Jadwal ini berlaku untuk layanan di Amerika Serikat.

Studi validasi M-CHAT-R/F juga dilakukan pada kunjungan 18 dan 24 bulan, dengan balita berusia sekitar 16 sampai 30 bulan. Situs resmi M-CHAT menyarankan anak yang diskrining sebelum usia 2 tahun diskrining ulang pada pemeriksaan usia 2 tahun.
Di Indonesia, petunjuk teknis Cek Kesehatan Gratis (Kepmenkes HK.01.07/MENKES/84/2026) mengatur pemeriksaan perkembangan balita dan anak prasekolah usia 1 sampai 6 tahun dengan KPSP sesuai usia. Pada anak yang berisiko, pemeriksaan dilanjutkan dengan kuesioner M-CHAT-R, bersama Kuesioner Masalah Perilaku Emosi (KMPE) dan kuesioner gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH). Alur KPSP dijelaskan di artikel SDIDTK dan KPSP.
Baca juga: SDIDTK dan KPSP: Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak di Posyandu dan Puskesmas
Cara Membaca Hasil M-CHAT
Situs resmi M-CHAT membagi hasil tahap pertama ke dalam tiga kategori kemungkinan autisme. Tabel berikut merangkum arti dan langkah berikutnya untuk tiap kategori, tanpa angka skor, karena penilaian sebaiknya dilakukan tenaga kesehatan.

| Kategori | Artinya menurut situs resmi | Langkah berikutnya |
|---|---|---|
| Kemungkinan rendah | Hasil skrining negatif | Tidak perlu wawancara lanjutan; dirujuk bila pemantauan perkembangan menunjukkan kekhawatiran; diskrining ulang di usia 24 bulan bila belum 2 tahun |
| Kemungkinan sedang | Perlu wawancara lanjutan | Wawancara lanjutan hanya untuk butir yang terkait; bila hasilnya tetap menunjukkan kemungkinan lebih tinggi, skrining dinyatakan positif dan anak segera dirujuk untuk intervensi dini dan evaluasi diagnostik |
| Kemungkinan tinggi | Hasil skrining positif | Wawancara lanjutan tidak diperlukan; segera dirujuk untuk intervensi dini dan evaluasi diagnostik |
Juknis Cek Kesehatan Gratis memakai pembagian yang serupa. Pada hasil risiko rendah spektrum autisme, tindak lanjutnya adalah edukasi untuk melanjutkan stimulasi sesuai umur dan menjadwalkan kunjungan berikutnya. Pada hasil risiko sedang sampai tinggi, anak dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan (dalam juknis disingkat FPKTL).
Hasil Skrining Bukan Diagnosis
CDC menyatakan alat skrining tidak memberikan bukti pasti dan tidak menghasilkan diagnosis. Hasil skrining positif semestinya diikuti penilaian yang menyeluruh.
Angka dari penelitian membantu menjelaskan alasannya. Meta-analisis Aishworiya dkk. (2023) terhadap 15 studi dari 10 negara menemukan nilai prediksi positif M-CHAT-R/F sekitar 57,7 persen. Dengan kata lain, sebagian anak dengan hasil positif memang kemudian didiagnosis autisme, tetapi tidak semuanya. Para penulis menyarankan konseling orang tua setelah hasil positif menyampaikan hal ini dengan jujur.
Situs resmi M-CHAT menambahkan dua catatan penting:
- sebagian anak dengan hasil positif ternyata mengalami keterlambatan lain, misalnya keterlambatan bahasa atau keterlambatan perkembangan global;
- hasil negatif tidak berarti anak pasti bebas dari masalah perkembangan, karena M-CHAT-R/F tidak menyaring semua jenis keterlambatan dan tidak ada alat skrining yang sempurna.
Tanda-tanda autisme per usia dibahas di artikel ciri-ciri autisme pada anak.
Baca juga: Ciri-Ciri Autisme pada Anak per Usia: Tanda Awal yang Perlu Diperhatikan
Bila Hasilnya Berisiko, Apa Selanjutnya?
Situs resmi M-CHAT menganjurkan tindakan segera, bukan menunggu setahun. Alasannya, anak yang membutuhkan intervensi dini cenderung lebih baik bila memulainya sedini mungkin. Ada dua hal yang dapat dikerjakan bersamaan:
- Menanyakan layanan intervensi dini yang tersedia di daerah Anda.
- Meminta evaluasi oleh tenaga ahli untuk mengetahui apakah ada diagnosis tertentu, seperti autisme, gangguan bahasa, atau keterlambatan perkembangan global. Situs resmi menyebut psikolog dan dokter spesialis anak perkembangan-perilaku sebagai contoh tenaga yang menegakkan diagnosis ini.
Kalimat yang bisa Anda pakai saat konsultasi: “Hasil skrining anak saya termasuk berisiko. Ke mana sebaiknya kami dirujuk untuk evaluasi, dan apa yang bisa kami mulai sambil menunggu?” Penjelasan tentang siapa yang menangani dapat Anda baca di artikel dokter tumbuh kembang anak.
Baca juga: Dokter Tumbuh Kembang Anak: Siapa yang Menangani dan Kapan Harus ke Sana
Bila hasilnya negatif tetapi Anda masih khawatir, situs resmi M-CHAT menulis bahwa orang tua mengenal anaknya, dan menganjurkan orang tua selalu menindaklanjuti kekhawatirannya dengan berbicara kepada tenaga kesehatan anak.
Bagaimana dengan M-CHAT Online?
Situs resmi menyatakan M-CHAT-R/F dilindungi hak cipta. Judul, petunjuk, dan butirnya tidak boleh diubah, dan memasang kuesioner ini di situs web atau membuat aplikasi memerlukan perjanjian lisensi dengan pengembangnya. Situs resmi juga mencantumkan terjemahan M-CHAT-R/F dalam bahasa Indonesia di daftar terjemahannya. Bila Anda menemukan versi online, akan lebih aman menjalankan skrining bersama tenaga kesehatan yang dapat melakukan wawancara lanjutan dan menjelaskan hasilnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
M-CHAT adalah apa?
M-CHAT, atau Modified Checklist for Autism in Toddlers, adalah kuesioner skrining autisme untuk balita yang diisi orang tua. Versi M-CHAT-R/F terdiri dari dua tahap: kuesioner, lalu wawancara lanjutan oleh tenaga profesional bila diperlukan. Hasilnya menunjukkan kemungkinan, bukan diagnosis.
Apa bedanya M-CHAT, M-CHAT-R, dan M-CHAT-R/F?
M-CHAT adalah versi awal tahun 1999. M-CHAT-R adalah versi revisi berupa 20 pertanyaan ya atau tidak, dan M-CHAT-R/F adalah versi revisi yang dilengkapi wawancara lanjutan (Follow-Up). Menurut situs resminya, tanpa wawancara lanjutan hasil positif palsu akan jauh lebih banyak.
Apakah ada M-CHAT bahasa Indonesia?
Ada. Situs resmi M-CHAT mencantumkan terjemahan M-CHAT-R/F dalam bahasa Indonesia, dan petunjuk teknis Cek Kesehatan Gratis Kemenkes 2026 memakai M-CHAT-R untuk anak yang berisiko setelah pemeriksaan KPSP.
Umur berapa anak diskrining dengan M-CHAT?
CDC menyebut AAP menganjurkan skrining khusus autisme pada usia 18 dan 24 bulan. Studi validasi M-CHAT-R/F melibatkan balita berusia sekitar 16 sampai 30 bulan. Situs resminya menyarankan skrining ulang pada usia 2 tahun bila skrining pertama dilakukan lebih awal.
Apakah hasil M-CHAT normal berarti anak pasti tidak autis?
Tidak. Situs resmi M-CHAT menyatakan tidak ada alat skrining yang sempurna, dan sebagian bentuk autisme yang ringan mungkin baru tampak menjelang usia sekolah. Bila Anda tetap khawatir, bicarakan dengan tenaga kesehatan anak.
Apa yang harus dilakukan bila hasil M-CHAT berisiko tinggi?
Situs resmi M-CHAT menganjurkan tindakan segera: anak dirujuk untuk intervensi dini dan evaluasi diagnostik pada saat yang sama. Di Indonesia, juknis Cek Kesehatan Gratis menetapkan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan (FPKTL) untuk hasil risiko sedang sampai tinggi.
Kesimpulan
M-CHAT adalah alat skrining dua tahap yang membantu menemukan balita yang perlu dievaluasi lebih lanjut, bukan alat diagnosis. Wawancara lanjutan membuat hasilnya lebih tepat, hasil positif berarti anak perlu segera dirujuk, dan hasil negatif tidak menghapus kekhawatiran yang masih Anda rasakan. Jalankan skrining bersama tenaga kesehatan dan tanyakan langkah berikutnya untuk anak Anda.
Bila Anda mencari tempat untuk memeriksakan perkembangan anak, direktori klinik KlinikPlus dapat membantu Anda menemukan klinik tumbuh kembang di kota Anda, dan panduan klinik tumbuh kembang anak menjelaskan apa yang bisa Anda harapkan saat berkunjung.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.
Informasi peraturan dalam artikel ini bersifat umum dan bukan nasihat hukum.
Referensi
- M-CHAT (Diana L. Robins), Welcome to the Official M-CHAT dan halaman M-CHAT-R/F (diperbarui 18 Maret 2026; diakses 6 November 2026). https://www.mchatscreen.com/
- M-CHAT, Scoring M-CHAT-R/F (diperbarui 30 Maret 2025; diakses 6 November 2026). https://www.mchatscreen.com/mchat-rf/scoring/
- M-CHAT, FAQ/Contact: Parent FAQ dan Professional FAQ (diperbarui 30 Maret 2025; diakses 6 November 2026). https://www.mchatscreen.com/contact-2/
- M-CHAT, M-CHAT-R/F Translations (diperbarui 30 Oktober 2025; diakses 6 November 2026). https://www.mchatscreen.com/mchat-rf/translations/
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Clinical Screening for Autism Spectrum Disorder (ditinjau 2 Oktober 2026; diakses 6 November 2026). https://www.cdc.gov/autism/hcp/diagnosis/screening.html
- Robins DL, Casagrande K, Barton M, Chen CM, Dumont-Mathieu T, Fein D. Validation of the Modified Checklist for Autism in Toddlers, Revised with Follow-up (M-CHAT-R/F). Pediatrics. 2014;133(1):37-45 (diakses 6 November 2026). https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24366990/
- Aishworiya R, Ma VK, Stewart S, Hagerman R, Feldman HM. Meta-analysis of the Modified Checklist for Autism in Toddlers, Revised/Follow-up for Screening. Pediatrics. 2023;151(6):e2022059393 (diakses 6 November 2026). https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37203373/
- Kementerian Kesehatan RI, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/84/2026 tentang Petunjuk Teknis Cek Kesehatan Gratis (ditetapkan 9 Februari 2026; diakses 6 November 2026). https://kesprimkom.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/2026kepmenkes084.pdf



