,

Perkembangan Anak 1 Tahun: Milestone 12–23 Bulan dan Cara Menstimulasinya

Kartu artikel KlinikPlus berjudul Perkembangan Anak 1 Tahun: Milestone dan Cara Stimulasi

Perkembangan anak 1 tahun adalah masa ketika anak berpindah dari bayi yang digendong menjadi anak kecil yang berjalan, menunjuk, dan mulai punya kemauan sendiri. Dalam rentang 12 sampai 23 bulan, perubahannya terasa cepat dan tidak selalu rata: ada anak yang berjalan lebih dulu, ada yang bicaranya lebih dulu.

Banyak orang tua bertanya-tanya apakah anaknya “sudah seharusnya bisa” sesuatu di usia ini. Artikel ini merangkum kemampuan yang umumnya sudah muncul pada usia 12 dan 18 bulan, menjelaskan mengapa rentangnya bisa lebar, menandai hal-hal yang sebaiknya dibicarakan dengan dokter, dan memberi contoh stimulasi harian yang bisa Anda lakukan di rumah.

Apa yang Umumnya Sudah Bisa Dilakukan Anak Usia 1 Tahun?

Daftar milestone yang dipakai di banyak negara, termasuk sebagai acuan edukasi orang tua, adalah checklist Learn the Signs. Act Early. dari CDC Amerika Serikat. Satu hal penting soal daftar ini: isinya adalah kemampuan yang dimiliki 75% anak atau lebih pada usia tersebut, bukan rata-rata. Jadi kalau satu kemampuan belum muncul, itu sinyal untuk bertanya, bukan kesimpulan bahwa ada gangguan.

Usia 12 bulan

Menurut checklist CDC untuk usia 1 tahun, pada umumnya anak sudah:

  • bermain permainan bergantian dengan Anda, misalnya cilukba atau tepuk tangan berirama;
  • melambaikan tangan untuk “bye-bye”;
  • memanggil orang tuanya dengan sebutan khusus seperti “mama” atau “papa”;
  • memahami kata “jangan” atau “tidak” — biasanya berhenti sebentar saat Anda mengatakannya;
  • memasukkan benda ke dalam wadah, misalnya balok ke dalam gelas;
  • mencari benda yang Anda sembunyikan di depannya, misalnya mainan di bawah selimut;
  • menarik badan untuk berdiri dan berjalan sambil berpegangan pada perabot;
  • minum dari gelas tanpa tutup ketika Anda yang memegangi;
  • menjumput benda kecil dengan jempol dan telunjuk, misalnya potongan kecil makanan.

Usia 15 bulan

Di tengah rentang ini, checklist CDC untuk usia 15 bulan menyebut kemampuan yang umumnya sudah ada:

  • meniru anak lain saat bermain, misalnya ikut mengeluarkan mainan dari wadah ketika anak lain melakukannya;
  • memperlihatkan benda yang ia sukai kepada Anda, dan bertepuk tangan saat senang;
  • memeluk boneka atau mainan lain, serta menunjukkan kasih sayang kepada Anda lewat pelukan atau ciuman;
  • mencoba mengucapkan satu atau dua kata selain “mama” dan “papa”, misalnya “ba” untuk bola;
  • melihat benda yang sudah dikenalnya ketika Anda menyebut namanya;
  • mengikuti arahan yang diberikan dengan isyarat sekaligus kata-kata, misalnya memberikan mainan ketika Anda mengulurkan tangan sambil memintanya;
  • menunjuk untuk meminta sesuatu atau meminta bantuan;
  • mencoba memakai benda sesuai fungsinya, misalnya telepon, gelas, atau buku, dan menumpuk setidaknya dua benda kecil seperti balok;
  • berjalan beberapa langkah sendiri, dan makan sebagian makanannya dengan jari.

Usia 18 bulan

Enam bulan kemudian, checklist CDC untuk usia 18 bulan menyebut kemampuan yang umumnya sudah ada:

  • menjauh sedikit dari Anda, tetapi tetap menengok memastikan Anda masih dekat;
  • menunjuk untuk memperlihatkan sesuatu yang menarik;
  • mengulurkan tangan untuk dicucikan, dan membantu saat dipakaikan baju dengan memasukkan tangan ke lengan baju atau mengangkat kaki;
  • melihat beberapa halaman buku bersama Anda;
  • mencoba mengucapkan tiga kata atau lebih selain “mama” dan “papa”;
  • mengikuti satu instruksi sederhana tanpa bantuan isyarat, misalnya “berikan ke mama”;
  • meniru pekerjaan rumah tangga, misalnya pura-pura menyapu;
  • bermain dengan mainan secara sederhana, misalnya mendorong mobil-mobilan;
  • berjalan tanpa berpegangan pada siapa pun atau apa pun;
  • mencoret-coret, makan dengan tangan, mulai mencoba memakai sendok, dan memanjat turun dari sofa atau kursi tanpa dibantu.

Tabel Ringkas Milestone Anak 1 Tahun

Tabel berikut adalah rangkuman dari checklist CDC usia 12 dan 18 bulan di atas, dikelompokkan per aspek supaya lebih mudah dipakai saat bercerita ke dokter atau bidan.

Infografik KlinikPlus dua kolom yang membandingkan milestone anak usia 12 bulan dan 18 bulan menurut daftar CDC
Perbandingan kemampuan yang umumnya sudah muncul pada usia 12 bulan dan 18 bulan menurut CDC.
AspekUmumnya pada 12 bulanUmumnya pada 18 bulan
Sosial dan emosiBermain bergantian seperti cilukbaMenjauh sedikit tapi mengecek keberadaan Anda; minta tangannya dicuci; melihat buku bersama
Bahasa dan komunikasiMelambai, memanggil “mama/papa”, paham kata “jangan”Mencoba tiga kata atau lebih; menunjuk untuk menunjukkan sesuatu; mengikuti satu instruksi sederhana
KognitifMemasukkan benda ke wadah; mencari benda yang disembunyikanMeniru pekerjaan rumah; bermain mainan secara sederhana
Motorik kasarMenarik badan berdiri; jalan berpeganganBerjalan tanpa berpegangan; memanjat turun dari kursi
Motorik halus dan kemandirianMenjumput dengan jempol dan telunjuk; minum dari gelas yang dipegangiMencoret-coret; makan dengan tangan; mencoba sendok; minum dari gelas sendiri meski kadang tumpah

Baca juga: Tumbuh Kembang Anak: Pengertian dan Tahapan Perkembangan 0–6 Tahun

Mengapa Anak Seusia Sama Bisa Sangat Berbeda

Rentang normal pada usia ini memang lebar, terutama untuk berjalan. Studi WHO tentang perkembangan motorik (WHO Motor Development Study, Martorell dkk., Acta Paediatrica 2006) mencatat bahwa kemampuan berjalan sendiri muncul pada rentang 8,2 sampai 17,6 bulan bila dilihat dari persentil 1 sampai 99. Artinya, anak yang baru berjalan di usia 15 atau 16 bulan masih berada di dalam rentang yang dipelajari WHO.

Yang lebih penting daripada satu kemampuan tunggal adalah arah perkembangannya: apakah kemampuan anak terus bertambah dari bulan ke bulan, dan apakah semua aspek berjalan beriringan. Anak yang belum berjalan tetapi menunjuk, mengerti perintah, dan ingin berinteraksi berada pada posisi berbeda dengan anak yang belum berjalan sekaligus tidak merespons namanya.

Tanda yang Sebaiknya Dibicarakan dengan Dokter

CDC menganjurkan untuk tidak menunggu dan segera berbicara dengan dokter bila anak tidak mencapai milestone usianya, bila Anda punya kekhawatiran lain, dan terutama bila anak kehilangan kemampuan yang sudah dimilikinya. Pada rentang 12–23 bulan, hal-hal berikut termasuk yang layak dibicarakan:

  • belum berjalan tanpa berpegangan pada usia 18 bulan;
  • belum mencoba mengucapkan kata selain “mama” dan “papa” pada usia 18 bulan;
  • tidak menunjuk untuk menunjukkan sesuatu kepada Anda;
  • tidak memperhatikan ketika Anda menyebut namanya;
  • kemampuan bicara, bermain, atau sosial yang tadinya ada lalu hilang.

Butir-butir di atas berasal dari checklist CDC yang dikutip pada bagian sebelumnya. Di luar itu, CDC juga menyebut “kekhawatiran lain” sebagai alasan yang sah untuk berbicara dengan dokter — termasuk bila Anda merasa anak kurang mendengar atau kurang melihat. Anda tidak perlu menunggu sampai yakin.

Membicarakannya lebih awal bukan berarti memberi label pada anak. Dokter dapat melakukan skrining terstandar lebih dulu, dan kalau memang perlu, mengarahkan ke pemeriksaan lanjutan.

Cara Menstimulasi Anak Usia 1 Tahun di Rumah

Stimulasi di usia ini tidak butuh alat mahal. Yang paling berpengaruh adalah percakapan dan permainan yang berulang setiap hari, memakai benda yang sudah ada di rumah.

Infografik KlinikPlus berisi enam cara stimulasi harian untuk anak usia 1 tahun beserta contoh kalimat
Enam stimulasi harian untuk anak usia 1 tahun, disusun dari tips CDC.

Bahasa

  • Perluas ucapan anak. Saat anak bilang “bola”, jawab dengan kalimat yang lebih panjang: “Iya, bola merah, kita lempar bolanya.”
  • Ceritakan apa yang sedang Anda lakukan sambil mengerjakannya: “Mama buka kulkas, ambil air.”
  • Jawab dengan kata-kata setiap kali anak menunjuk, dan tunjukkan balik hal-hal menarik di sekitar.
  • Baca buku bersama setiap hari. Buku bertekstur atau berjendela buka-tutup cocok untuk usia ini.
  • Bernyanyi sambil bergerak, dan sebutkan nama bagian tubuh sambil menunjuknya.

Motorik

  • Biarkan anak mendorong benda yang stabil untuk melatih berjalan, dan ajak berjalan sambil berpegangan tangan Anda atau perabot yang kokoh. CDC menyarankan untuk tidak memakai baby walker.
  • Sediakan balok dan mainan yang melatih penggunaan tangan.
  • Beri kesempatan makan sendiri dengan tangan lalu dengan sendok, dan terima bahwa akan berantakan — itu bagian dari belajar.
  • Beri bola untuk didorong, dilempar, dan nanti ditendang.

Bermain dan kemandirian

  • Mulai permainan pura-pura sederhana: menyuapi boneka, menyapu bersama Anda.
  • Beri dua pilihan agar anak belajar memutuskan: “Mau kaus biru atau kuning?”
  • Puji dan peluk saat anak melakukan hal yang Anda harapkan, lalu contohkan cara melakukannya.
  • Siapkan satu sudut yang nyaman untuk anak menenangkan diri, dan tetap berada di dekatnya.

Untuk latihan motorik yang lebih terstruktur per usia, kami membahasnya terpisah.

Baca juga: Motorik Halus dan Motorik Kasar: Perbedaan, Tahapan Usia, dan Stimulasinya

Dua Rutinitas yang Sering Terlewat: Tidur dan Layar

Dua hal ini kerap luput padahal berpengaruh pada mood dan konsentrasi anak sepanjang hari.

Tidur. CDC, mengacu pada konsensus American Academy of Sleep Medicine, menyebut anak usia 1–2 tahun membutuhkan 11–14 jam tidur per 24 jam, termasuk tidur siang, dengan jadwal yang konsisten.

Layar. Pada checklist usia 1 tahun, CDC menyebut waktu layar tidak dianjurkan sebelum usia 2 tahun, kecuali panggilan video dengan keluarga. WHO dalam pedoman aktivitas fisik dan perilaku sedentari untuk anak di bawah 5 tahun (2019) juga menyatakan anak usia 1 tahun sebaiknya tidak terpapar layar, dan untuk usia 2 tahun dibatasi maksimal satu jam — lebih sedikit lebih baik. Sebagai gantinya, WHO menganjurkan membaca dan bercerita bersama pengasuh.

Jadwal Pemantauan: Posyandu, Buku KIA, dan KPSP

Di Indonesia, pemantauan tumbuh kembang anak diatur dalam Permenkes Nomor 66 Tahun 2014. Peraturan itu menetapkan penimbangan berat badan setiap bulan, pengukuran panjang atau tinggi badan setiap tiga bulan, serta pemantauan perkembangan setiap tiga bulan untuk usia 0–12 bulan dan setiap enam bulan untuk usia 12–72 bulan. Pemantauan ini dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dasar, termasuk posyandu dan puskesmas.

Praktisnya: bawa Buku KIA setiap kali ke posyandu atau puskesmas, isi ceklis perkembangan sesuai usia, dan tanyakan skrining KPSP kepada tenaga kesehatan. Bila ada jawaban yang tidak sesuai, itulah bahan diskusi pertama Anda dengan petugas.

Baca juga: Anak Terlambat Tumbuh Gigi: Patokan Usia dan Kapan Perlu Diperiksa

Baca juga: Perkembangan Bayi 2 Bulan: Milestone dan Cara Menstimulasinya

Baca juga: Perkembangan Bayi 9 Bulan: Milestone dan Cara Menstimulasinya

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Anak 1 tahun seharusnya sudah bisa apa saja?

Pada usia 12 bulan, umumnya anak sudah menarik badan untuk berdiri dan berjalan sambil berpegangan, melambaikan tangan, memanggil “mama” atau “papa”, memahami kata “jangan”, memasukkan benda ke wadah, mencari benda yang disembunyikan, serta menjumput benda kecil dengan jempol dan telunjuk. Daftar CDC ini berisi kemampuan yang dimiliki 75% anak atau lebih, jadi satu kemampuan yang belum muncul bukan berarti ada gangguan.

Anak 1 tahun belum bisa jalan, apakah normal?

Masih mungkin normal. Studi WHO mencatat rentang kemampuan berjalan sendiri pada 8,2 sampai 17,6 bulan. Yang perlu dibicarakan dengan dokter adalah bila anak belum berjalan tanpa berpegangan pada usia 18 bulan, atau bila ada tanda lain seperti badan terasa sangat lemas, kaku, atau kemampuan yang sudah dimiliki justru hilang.

Berapa kata yang wajar dikuasai anak 1 tahun?

Jumlah kata di usia 12 bulan sangat bervariasi, dan checklist CDC pada usia itu tidak memakai jumlah kata sebagai ukuran — yang dilihat adalah apakah anak memanggil orang tuanya dengan sebutan khusus dan memahami kata “jangan”. Patokan jumlah kata baru muncul di usia yang lebih besar. Pada 18 bulan, CDC menyebut anak umumnya mencoba mengucapkan tiga kata atau lebih selain “mama” dan “papa”.

Apakah anak usia 1 tahun boleh menonton video edukasi?

CDC menyebut waktu layar tidak dianjurkan sebelum usia 2 tahun, kecuali panggilan video dengan orang terdekat, dan WHO menyatakan hal serupa untuk anak usia 1 tahun. Alasannya bukan karena isi videonya buruk, tetapi karena anak di usia ini belajar bahasa paling baik dari percakapan dua arah dengan orang yang menanggapinya.

Kapan anak 1 tahun perlu dibawa ke klinik tumbuh kembang?

Langkah pertama biasanya bukan langsung ke klinik tumbuh kembang, melainkan ke dokter anak atau puskesmas untuk skrining terstandar seperti KPSP. Bila hasil skrining menunjukkan penyimpangan, atau bila ada tanda seperti tidak merespons nama, tidak menunjuk, atau kehilangan kemampuan, dokter dapat mengarahkan ke pemeriksaan tumbuh kembang yang lebih lengkap.

Apakah anak yang lahir prematur dinilai dengan patokan usia yang sama?

Tidak selalu. CDC menganjurkan Anda memberi tahu dokter bila anak lahir prematur, karena hal itu termasuk informasi yang dipertimbangkan saat menilai perkembangan. Diskusikan dengan dokter anak Anda patokan usia mana yang dipakai untuk anak Anda.

Kesimpulan

Perkembangan anak 1 tahun bergerak cepat pada semua aspek sekaligus: berjalan, bicara, bermain, dan kemandirian. Pakai checklist usia 12 dan 18 bulan sebagai bahan percakapan, bukan sebagai ujian. Perhatikan arah perkembangan dari bulan ke bulan, bawa Buku KIA ke posyandu, dan jangan menunda bertanya bila ada kemampuan yang belum muncul atau justru hilang.

Kalau Anda sudah berdiskusi dengan dokter dan disarankan melakukan pemeriksaan tumbuh kembang lebih lanjut, Anda bisa menelusuri direktori klinik tumbuh kembang atau membaca panduan klinik tumbuh kembang anak untuk mencari layanan terdekat dari rumah Anda.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi


Chat dengan kami