,

Terapi ABA untuk Anak: Pengertian, Metode, dan Hal yang Perlu Ditanyakan Orang Tua

Ilustrasi kartu artikel KlinikPlus: Terapi ABA untuk Anak: Pengertian, Metode, dan Hal yang Perlu Ditanyakan Orang Tua

Terapi ABA (Applied Behavior Analysis) adalah pendekatan terapi berbasis ilmu perilaku yang banyak digunakan untuk anak dengan gangguan spektrum autisme. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut pendekatan perilaku sebagai pendekatan dengan bukti paling banyak untuk menangani gejala autisme. Dalam ABA, perilaku yang diharapkan didorong, perilaku yang tidak diharapkan dikurangi, dan kemajuan anak dilacak serta diukur.

Bagi orang tua yang baru mendengar istilah ini, wajar bila muncul banyak pertanyaan: terapi ABA itu seperti apa, apa saja metodenya, apakah benar efektif, dan bagaimana memilih penyedia yang tepat? Artikel ini menjelaskan pengertian terapi ABA, metode yang dijelaskan dalam sumber resmi dan penelitian (DTT, VB, PRT, dan NDBI), contoh kegiatannya, bukti ilmiah beserta kritiknya, ciri program ABA yang baik, dan daftar pertanyaan yang bisa Anda ajukan sebelum memulai.

Terapi ABA Adalah: Pengertian dan Prinsip Dasarnya

CDC menggambarkan ABA sebagai pendekatan perilaku yang mendorong perilaku yang diharapkan dan mengurangi perilaku yang tidak diharapkan untuk meningkatkan berbagai keterampilan, dengan kemajuan yang dilacak dan diukur. Sundberg dan Michael (2001) menjelaskan bahwa dalam analisis perilaku, perilaku dipahami dalam hubungannya dengan kondisi yang mendahuluinya dan konsekuensi yang mengikutinya.

Sebagai ilustrasi sederhana, pola ini sering digambarkan dalam tiga bagian:

  • Antecedent (A): apa yang terjadi sebelum perilaku, misalnya instruksi “Tunjuk bola” atau anak melihat mainan kesukaannya di rak tinggi.
  • Behavior (B): apa yang dilakukan anak, misalnya menunjuk bola, atau menangis sambil menarik tangan orang tua.
  • Consequence (C): apa yang terjadi sesudahnya, misalnya anak mendapat bolanya dan pujian.

Dengan memahami pola ini, terapis dapat mengajarkan cara lain bagi anak untuk menyampaikan keinginannya, misalnya menunjuk atau berkata “tolong” sebagai ganti menangis.

Metode ABA yang Sering Digunakan

ABA bukan satu teknik tunggal. CDC menyebut beberapa metode yang berbasis prinsip ABA, dan penelitian menggambarkan pendekatan lain yang juga memakai ilmu perilaku.

Infografik KlinikPlus berisi lima metode dalam terapi ABA: DTT, Verbal Behavior, PRT, NDBI atau ESDM, dan EIBI beserta penjelasan singkat
Metode yang sering digunakan dalam terapi ABA untuk anak.

Discrete Trial Training (DTT)

Menurut CDC, DTT menggunakan instruksi bertahap untuk mengajarkan perilaku atau respons tertentu. Pelajaran dipecah menjadi bagian paling sederhana, dan jawaban yang tepat diberi penguatan.

Verbal Behavior (VB)

Pendekatan VB berangkat dari analisis bahasa B.F. Skinner. Menurut Sundberg dan Michael (2001), bahasa dipandang menurut fungsinya, misalnya mand (meminta), tact (menyebut atau melabeli), echoic (menirukan ucapan), dan intraverbal (menjawab atau bercakap). Keduanya menekankan pentingnya latihan meminta (mand) pada intervensi dini. Inilah yang dimaksud ketika orang bertanya “terapi ABA VB adalah apa”: ABA yang berfokus pada kemampuan berbahasa sesuai fungsinya.

Pivotal Response Training (PRT)

CDC menjelaskan PRT dilakukan di situasi alami, bukan di klinik, dengan tujuan meningkatkan beberapa keterampilan “kunci” (pivotal), seperti motivasi dan kemampuan memulai interaksi, yang membantu anak mempelajari banyak keterampilan lain.

NDBI, ESDM, dan EIBI

PRT dan Early Start Denver Model (ESDM) termasuk kelompok Naturalistic Developmental Behavioral Interventions (NDBI). Menurut Schreibman dkk. (2015), NDBI dilakukan di situasi alami, melibatkan kendali bersama antara anak dan terapis, memakai konsekuensi yang alami, dan menggabungkan ilmu perilaku dengan ilmu perkembangan anak. CDC juga menyebut ESDM sebagai pendekatan yang berbasis prinsip ABA. Ada pula Early Intensive Behavioral Intervention (EIBI), program ABA intensif untuk anak kecil yang, menurut tinjauan Cochrane (Reichow dkk., 2018), dalam penelitian diberikan 20–40 jam per minggu.

Contoh Terapi ABA dalam Kegiatan Sehari-hari

Berikut ilustrasi umum agar lebih terbayang. Ini bukan program baku; sasaran dan caranya selalu disesuaikan dengan hasil asesmen anak oleh tenaga yang menanganinya.

  • Contoh DTT: Terapis meletakkan gambar apel dan mobil, lalu berkata “Tunjuk apel.” Bila anak menunjuk apel, terapis langsung memuji, “Pintar, itu apel!” Bila anak belum bisa, terapis membantu, lalu bantuan dikurangi sedikit demi sedikit.
  • Contoh VB (meminta): Anak menyukai gelembung sabun. Terapis meniup sekali, lalu berhenti dan menunggu. Saat anak mengucapkan “bu” atau menunjuk, terapis berkata “Gelembung!” sambil langsung meniup lagi.
  • Contoh PRT (bermain): Anak memilih mainan sendiri. Terapis ikut bermain mobil-mobilan dan memberi kesempatan anak berkata “jalan!” sebelum mobil didorong.
  • Contoh keterampilan bina diri: Mencuci tangan dipecah menjadi langkah kecil (buka keran, basahi tangan, pakai sabun, gosok, bilas, keringkan) dan diajarkan bertahap.

Baca juga: Shadow Teacher Adalah

Seberapa Kuat Bukti Ilmiah Terapi ABA?

CDC menyatakan pendekatan perilaku memiliki bukti paling banyak untuk menangani gejala gangguan spektrum autisme. Laporan klinis American Academy of Pediatrics (Hyman dkk., 2020) menyebut bukti ilmiah untuk intervensi perilaku dan intervensi lain terus bertambah, serta menganjurkan pengambilan keputusan bersama keluarga.

Namun, gambaran ilmiahnya perlu dibaca secara seimbang:

  • Tinjauan Cochrane (Reichow dkk., 2018) tentang EIBI, yang mencakup 5 studi dengan 219 anak, menemukan bukti berkualitas rendah bahwa EIBI dapat memperbaiki perilaku adaptif, IQ, dan kemampuan bahasa pada sebagian anak autis. Tinjauan ini tidak menemukan laporan efek samping.
  • Meta-analisis Project AIM (Sandbank dkk., 2023, BMJ) menemukan, bila hanya uji acak terkontrol yang dihitung, intervensi perilaku berdampak bermakna pada perilaku sosial-emosional atau perilaku menantang. Pendekatan NDBI menunjukkan dampak pada beberapa area, termasuk komunikasi sosial. Para penulis juga mencatat banyak studi di bidang ini masih memiliki risiko bias.

Artinya, menurut sumber-sumber di atas, bukti untuk pendekatan perilaku terus bertambah, tetapi kualitasnya masih bervariasi dan hasilnya tidak dapat dijamin untuk setiap anak. AAP menganjurkan agar pilihan terapi diputuskan bersama keluarga.

Kritik terhadap ABA dan Etika ABA Modern

ABA juga menuai kritik, terutama dari sebagian kelompok advokasi autisme dan neurodiversitas. Leaf dkk. (2022) merangkum kekhawatiran tersebut, antara lain ketidakpuasan terhadap praktik di masa lalu serta potensi bahaya dari prosedur dan tujuan terapi tertentu.

Praktik analis perilaku bersertifikat diatur oleh kode etik. Kode Etik Behavior Analyst Certification Board (BACB) yang berlaku sejak 2022 antara lain mewajibkan analis perilaku untuk:

  • Mengutamakan prosedur penguatan positif (pasal 2.14).
  • Meminimalkan risiko bahaya; prosedur yang membatasi atau berbasis hukuman hanya boleh dipertimbangkan setelah cara yang lebih ringan terbukti tidak berhasil, dengan evaluasi ketat (pasal 2.15).
  • Melibatkan klien dan keluarga dalam memilih tujuan dan memantau kemajuan (pasal 2.09), serta meminta persetujuan anak bila memungkinkan (pasal 2.11).
  • Mengumpulkan data dan memakainya untuk memutuskan apakah program dilanjutkan, diubah, atau dihentikan (pasal 2.17).

Sebagai orang tua, kritik dan kode etik ini dapat menjadi bekal untuk memilih program secara cermat.

Ciri Program Terapi ABA yang Baik

Daftar berikut adalah panduan umum yang disusun dari Kode Etik BACB dan anjuran AAP tentang keputusan bersama keluarga. Gunakan saat menilai program yang ditawarkan:

Infografik KlinikPlus dua kolom yang membandingkan ciri program terapi ABA yang baik dengan tanda program yang perlu diwaspadai orang tua
Ciri program terapi ABA yang baik dan tanda yang perlu diwaspadai sebelum memilih penyedia.
  • Tujuan individual berdasarkan asesmen anak, ditulis jelas, dan bermakna bagi kehidupan sehari-hari, misalnya meminta tolong, bermain bersama, atau memakai sepatu sendiri.
  • Orang tua dilibatkan dalam menyusun tujuan dan memantau kemajuan, sesuai Kode Etik BACB. Tanyakan juga apakah ada pelatihan agar strategi yang sama bisa dipakai di rumah.
  • Ada data dan laporan kemajuan yang dijelaskan kepada Anda secara berkala.
  • Berbasis penguatan positif, tanpa hukuman fisik, bentakan, atau mengurung anak.
  • Menghormati anak: persetujuan dan pilihan anak diperhatikan, dan tanda tidak nyaman ditanggapi.
  • Diawasi tenaga yang kompeten dan berkoordinasi dengan dokter, terapis wicara, terapis okupasi, dan sekolah.

Pertanyaan yang Perlu Ditanyakan ke Penyedia Terapi ABA

Kredensial analis perilaku yang dikenal secara internasional adalah Board Certified Behavior Analyst (BCBA) dari Behavior Analyst Certification Board (BACB), lembaga sertifikasi di Amerika Serikat. Dua hal yang perlu Anda ketahui:

  • Menurut BACB, sejak 1 Januari 2023 sertifikasi baru hanya dibuka untuk penduduk sejumlah negara tertentu, dan Indonesia tidak termasuk. Sertifikasi yang sudah diperoleh sebelumnya tetap berlaku.
  • Bila penyedia menyebut memiliki BCBA, Anda dapat memeriksa namanya di registri pemegang sertifikat BACB.

Daftar pertanyaan umum yang bisa Anda bawa saat konsultasi:

  1. Siapa yang menyusun dan mengawasi program anak saya? Apa latar belakang pendidikan, pelatihan, dan sertifikasinya?
  2. Siapa yang akan mendampingi anak setiap sesi, dan seberapa sering ia disupervisi?
  3. Asesmen apa yang dilakukan sebelum program dimulai?
  4. Apa tujuan spesifik untuk 3 bulan pertama, dan bagaimana kemajuannya diukur?
  5. Berapa jam per minggu yang direkomendasikan, dan apa alasannya untuk anak saya?
  6. Bagaimana orang tua dilibatkan? Apakah ada pelatihan orang tua?
  7. Bagaimana tim menangani perilaku menantang? Apakah pernah memakai hukuman atau cara yang membatasi gerak anak?
  8. Bagaimana tim memperhatikan kenyamanan dan pilihan anak?
  9. Seberapa sering saya menerima laporan kemajuan, dan bolehkah saya mengamati sesi?
  10. Bagaimana koordinasi dengan terapis wicara, terapis okupasi, dokter, dan sekolah?

Siapkan juga riwayat dan hasil pemeriksaan anak; panduannya ada di artikel persiapan asesmen tumbuh kembang anak.

Baca juga: Terapi Perilaku Kognitif (CBT) untuk Anak dan Remaja

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu terapi ABA?

Menurut CDC, ABA (Applied Behavior Analysis) adalah pendekatan perilaku yang mendorong perilaku yang diharapkan dan mengurangi perilaku yang tidak diharapkan untuk meningkatkan berbagai keterampilan, dengan kemajuan yang dilacak dan diukur. Pendekatan ini banyak digunakan untuk anak dengan gangguan spektrum autisme.

Apa itu terapi ABA VB?

ABA VB adalah terapi ABA yang memakai pendekatan Verbal Behavior, yaitu analisis bahasa menurut fungsinya dari B.F. Skinner. Menurut Sundberg dan Michael (2001), anak diajarkan memakai bahasa untuk meminta (mand), menyebut benda (tact), menirukan (echoic), dan bercakap (intraverbal), dengan latihan meminta sebagai bagian penting intervensi dini.

Terapi ABA seperti apa dan berapa jam per minggu?

Terapi ABA bisa berupa latihan terstruktur bertahap (DTT) maupun pendekatan di situasi alami seperti PRT dan ESDM, sebagaimana dijelaskan CDC. Jumlah jamnya bervariasi. Tinjauan Cochrane mencatat program intensif untuk anak kecil (EIBI) dalam penelitian diberikan 20–40 jam per minggu, tetapi jumlah yang tepat untuk anak Anda sebaiknya ditentukan bersama tim berdasarkan asesmen.

Apakah terapi ABA bisa dilakukan di rumah?

Keterlibatan orang tua penting. Kode Etik BACB mewajibkan analis perilaku melibatkan klien dan keluarga dalam memilih tujuan dan memantau kemajuan. Tanyakan kepada penyedia apakah ada sesi di rumah atau pelatihan orang tua. Program tetap perlu dirancang dan dipantau oleh tenaga yang kompeten, bukan sekadar meniru video atau materi dari internet.

Apakah terapi ABA bisa menyembuhkan autisme?

Sumber-sumber yang dikutip di artikel ini tidak menggambarkan ABA sebagai penyembuh autisme. CDC menggambarkan tujuan ABA sebagai meningkatkan berbagai keterampilan, dan tinjauan Cochrane menilai bukti manfaat EIBI masih berkualitas rendah. Hasilnya berbeda pada setiap anak dan tidak dapat dijamin.

Apakah terapi ABA boleh memakai hukuman?

Kode Etik BACB mewajibkan analis perilaku mengutamakan penguatan positif dan meminimalkan risiko bahaya. Prosedur yang membatasi atau berbasis hukuman hanya boleh dipertimbangkan setelah cara yang lebih ringan tidak berhasil, dengan evaluasi ketat. Tanyakan kebijakan penyedia tentang hal ini sebelum memulai terapi.

Kesimpulan

Terapi ABA adalah pendekatan berbasis ilmu perilaku dengan beragam metode, antara lain DTT, VB, PRT, dan ESDM. CDC menyebut pendekatan perilaku memiliki bukti paling banyak untuk autisme, tetapi tinjauan Cochrane dan Project AIM menunjukkan kualitas bukti masih bervariasi, dan praktiknya pernah dikritik. Karena itu, nilailah program dari tujuan yang individual, keterlibatan orang tua, data kemajuan yang transparan, penguatan positif, serta kualifikasi dan supervisi tim. Bila anak Anda belum memiliki diagnosis, mulailah dari evaluasi; baca juga ciri-ciri autisme pada anak dan penjelasan tentang anak berkebutuhan khusus.

Bila Anda mencari layanan terapi perilaku atau klinik tumbuh kembang terdekat, gunakan direktori klinik tumbuh kembang KlinikPlus atau baca panduan memilih klinik tumbuh kembang anak, lalu bawa daftar pertanyaan di atas saat konsultasi.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi


Chat dengan kami