,

Terapi Wicara Anak: Pengertian, Tujuan & Kapan Dibutuhkan

Terapi Wicara Anak: Pengertian, Tujuan & Prosesnya – Kapan anak membutuhkan terapi wicara

Terapi wicara adalah layanan kesehatan profesional untuk menilai dan menangani gangguan bahasa, bicara, suara, kelancaran bicara, serta menelan. Pada anak, terapi wicara membantu si kecil memahami dan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, mengucapkan kata dengan jelas, dan dalam kasus tertentu, makan serta menelan dengan aman.

Banyak orang tua mulai mencari tahu apa itu terapi wicara ketika anak belum lancar bicara dibanding teman seusianya. Artikel ini menjelaskan pengertian, tujuan dan manfaat terapi wicara, area yang ditangani, tanda anak mungkin membutuhkannya, serta gambaran prosesnya. Informasi ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh tenaga profesional.

Terapi Wicara Itu Apa?

Di Indonesia, standar layanan terapi wicara diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 81 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Terapi Wicara. Regulasi ini menggambarkan terapi wicara sebagai pelayanan kesehatan profesional di bidang bahasa, wicara, suara, irama atau kelancaran, dan menelan. Gangguan pada area tersebut bisa berkaitan dengan faktor anatomis, fisiologis, psikologis, maupun sosiologis.

Masyarakat juga sering menyebutnya terapi bicara, speech therapy, atau “speech terapi”. Semua istilah ini merujuk pada layanan yang sama. Meski demikian, cakupannya lebih luas dari sekadar “melatih anak bicara”, karena juga mencakup pemahaman bahasa dan komunikasi sosial.

Bicara dan bahasa: dua hal yang berbeda

Bicara (speech) adalah cara anak menghasilkan bunyi dan kata, misalnya kejelasan pengucapan. Bahasa (language) adalah kemampuan memahami dan menyampaikan makna, misalnya mengerti perintah, memilih kata, dan menyusun kalimat. Seorang anak bisa mengucapkan kata dengan jelas tetapi kesulitan memahami pertanyaan, atau sebaliknya. Karena itu, terapis akan menilai keduanya.

Area yang Ditangani dalam Terapi Wicara

Asosiasi profesi terapis wicara Amerika Serikat (ASHA) menjelaskan bahwa terapis wicara membantu orang berkomunikasi secara efektif serta makan dan menelan dengan aman. Pada anak, area yang paling sering ditangani meliputi:

  • Artikulasi dan bunyi bicara. Kesulitan mengucapkan bunyi tertentu sehingga bicara anak sulit dimengerti orang lain.
  • Bahasa reseptif. Kemampuan memahami kata, instruksi, dan pertanyaan.
  • Bahasa ekspresif. Kemampuan menyampaikan keinginan dan ide dengan kata, kalimat, atau cara komunikasi lain.
  • Kelancaran bicara. Misalnya gagap, yaitu pengulangan atau hambatan saat berbicara.
  • Suara. Masalah pada kualitas, kekerasan, atau nada suara, misalnya suara serak yang menetap.
  • Oral-motor, makan, dan menelan. Kesulitan mengunyah, menelan, atau mengontrol gerakan mulut.
  • Komunikasi sosial. Kemampuan menggunakan bahasa dalam interaksi, seperti bergantian bicara, kontak mata, atau memahami isyarat.

Untuk anak yang belum bisa bicara, terapis juga dapat memperkenalkan komunikasi augmentatif dan alternatif (AAC), seperti gambar, isyarat, atau papan komunikasi. Tujuannya agar anak tetap bisa menyampaikan kebutuhannya sambil terus melatih bicara.

Tujuan dan Manfaat Terapi Wicara

Tujuan terapi wicara secara umum adalah membantu anak berkomunikasi seefektif mungkin sesuai kemampuannya. Tujuan yang lebih spesifik ditetapkan setelah asesmen dan berbeda untuk setiap anak.

Beberapa manfaat terapi wicara yang diharapkan antara lain:

  • Anak lebih mampu menyampaikan keinginan, sehingga frustrasi dan tantrum karena tidak dimengerti dapat berkurang.
  • Pemahaman bahasa meningkat, sehingga anak lebih mudah mengikuti instruksi di rumah dan sekolah.
  • Pengucapan menjadi lebih jelas dan mudah dimengerti orang lain.
  • Kemampuan berinteraksi dengan teman dan orang dewasa berkembang.
  • Fondasi untuk kemampuan membaca dan menulis di masa sekolah menjadi lebih kuat.
  • Pada anak dengan kesulitan makan, proses makan dan menelan bisa menjadi lebih aman.

Hasil terapi wicara dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk kondisi yang mendasari, usia saat mulai terapi, konsistensi, dan keterlibatan keluarga. Terapis yang baik akan menjelaskan target secara realistis, bukan menjanjikan hasil tertentu.

Tanda Anak Mungkin Membutuhkan Terapi Wicara

Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Namun, ada patokan umum yang bisa membantu orang tua menilai kapan perlu berkonsultasi. Daftar di bawah ini dirangkum dari panduan tanda waspada perkembangan bahasa yang diterbitkan lembaga kesehatan pemerintah.

  • Bayi: tidak bereaksi terhadap suara, atau tidak berusaha berkomunikasi lewat kontak mata.
  • Sekitar 6 bulan: ocehan atau babbling tidak berkembang, bahkan makin jarang bersuara.
  • Sekitar 12 bulan: belum berusaha berkomunikasi dengan gerak tubuh (seperti menunjuk atau melambai) maupun suara.
  • Sekitar 16 bulan: belum mengucapkan kata pertama dan tidak menirukan bunyi secara spontan.
  • Sekitar 24 bulan: kosakata masih sangat sedikit, sulit menyebut benda saat diminta, atau mengalami kesulitan mengunyah dan menelan.
  • Sekitar 30 bulan: belum menggabungkan dua kata menjadi frasa pendek.
  • Sekitar 36 bulan: bicaranya masih sulit dimengerti dan susunan kalimatnya sangat terbatas.
  • Usia berapa pun: kemampuan bicara atau bahasa yang sudah dimiliki tiba-tiba berhenti berkembang atau malah menghilang.

Selain itu, perhatikan juga bila anak sering tidak merespons saat dipanggil atau Anda merasa harus sering mengulang dan mengeraskan suara. Kondisi ini bisa berkaitan dengan pendengaran, sehingga pemeriksaan pendengaran sering menjadi bagian dari evaluasi awal.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menganjurkan agar orang tua tidak menunggu dengan pendekatan “lihat saja nanti”. Setiap kekhawatiran atau tahapan yang terlewat layak didiskusikan dengan tenaga kesehatan. Di Indonesia, pemantauan perkembangan juga dapat dilakukan melalui posyandu, puskesmas, atau dokter anak, termasuk dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dalam program SDIDTK Kemenkes.

Tanda-tanda di atas bukan alat diagnosis. Hanya dokter dan tenaga profesional yang dapat menilai apakah anak mengalami keterlambatan atau gangguan tertentu.

Terapi wicara dan speech delay

Istilah speech delay atau keterlambatan bicara sering dipakai untuk anak yang perkembangan bicaranya tertinggal dari anak seusianya. Speech delay adalah kondisi, sedangkan terapi wicara adalah salah satu bentuk penanganannya. Tidak semua anak yang terlambat bicara memiliki penyebab yang sama, sehingga evaluasi menyeluruh tetap diperlukan. Pelajari lebih lanjut di artikel speech delay adalah.

Siapa Terapis Wicara?

Terapis wicara adalah tenaga kesehatan yang telah lulus pendidikan terapi wicara sesuai peraturan perundang-undangan. Di Indonesia, organisasi profesinya adalah Ikatan Terapis Wicara Indonesia (IKATWI). Sebagai tenaga kesehatan, terapis wicara wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP).

Terapis wicara sering bekerja bersama dokter spesialis anak, dokter THT, dokter rehabilitasi medik, psikolog, dan terapis okupasi. Jika anak juga mengalami kesulitan motorik halus atau sensori, Anda bisa membaca artikel tentang layanan di klinik tumbuh kembang anak dan terapi okupasi.

Gambaran Proses Terapi Wicara

Alur terapi wicara di setiap klinik bisa berbeda, tetapi umumnya meliputi tahap berikut.

  1. Asesmen. Terapis menggali riwayat perkembangan dan kekhawatiran orang tua, lalu menilai kemampuan anak lewat observasi, permainan, dan tes. Asesmen awal ini menjadi dasar program. Lihat juga artikel asesmen awal di klinik tumbuh kembang.
  2. Penetapan tujuan. Terapis menyusun tujuan yang spesifik, misalnya “anak dapat meminta tiga benda favorit dengan kata”. Tujuan sebaiknya dibahas dan disepakati bersama orang tua.
  3. Sesi terapi. Anak menjalani sesi rutin yang dikemas dalam bentuk bermain, bernyanyi, membaca buku, atau latihan bunyi, sesuai usia dan tujuannya.
  4. Program rumah dan evaluasi. Orang tua mendapat latihan untuk dilanjutkan di rumah. Kemajuan anak dievaluasi secara berkala untuk menyesuaikan program.

Pada dasarnya, frekuensi dan lamanya terapi ditentukan oleh terapis berdasarkan hasil asesmen dan perkembangan anak.

Peran Orang Tua dan Latihan di Rumah

Orang tua adalah mitra utama dalam terapi wicara. Anak menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah, sehingga kesempatan berlatih bahasa paling banyak terjadi dalam keseharian bersama keluarga.

Beberapa kebiasaan sederhana yang umumnya dianjurkan:

  • Ajak anak bercakap-cakap sepanjang hari, misalnya menceritakan apa yang sedang Anda lakukan saat memasak atau mandi.
  • Bacakan buku bergambar dan beri kesempatan anak menunjuk atau menyebut gambar.
  • Tanggapi setiap usaha komunikasi anak, termasuk isyarat dan suara, lalu contohkan kata yang tepat.
  • Batasi waktu layar dan perbanyak interaksi langsung.
  • Hindari memaksa anak mengulang kata atau terus mengoreksi dengan nada menegur.

Selalu sesuaikan latihan dengan arahan terapis.

Terapi Wicara Online atau Tatap Muka?

Saat ini beberapa layanan menawarkan terapi wicara secara online melalui video call. Format ini bisa membantu keluarga yang tinggal jauh dari klinik, memiliki keterbatasan waktu, atau ingin konsultasi lanjutan.

Namun, terapi online tidak selalu cocok untuk semua anak. Anak yang sangat kecil, sulit fokus di depan layar, atau membutuhkan penanganan oral-motor dan menelan sering lebih terbantu dengan sesi tatap muka. Dalam format online, peran orang tua biasanya lebih besar karena ikut mendampingi langsung. Diskusikan dengan terapis format mana yang paling sesuai, atau kombinasi keduanya.

Cara Memilih Tempat Terapi Wicara

Beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan saat memilih tempat terapi wicara:

  • Kualifikasi terapis. Tanyakan latar belakang pendidikan terapi wicara dan izin praktiknya.
  • Asesmen di awal. Program sebaiknya disusun setelah asesmen, bukan langsung paket sesi.
  • Tujuan dan laporan yang jelas. Anda berhak mengetahui target terapi dan menerima laporan perkembangan secara berkala.
  • Keterlibatan orang tua. Perhatikan apakah terapis memberi arahan latihan di rumah dan waktu untuk diskusi.
  • Kerja sama tim. Klinik yang memiliki atau bekerja sama dengan dokter anak, psikolog, dan terapis lain memudahkan penanganan yang menyeluruh.
  • Lokasi dan jadwal. Pilih tempat yang memungkinkan anak hadir secara rutin.

Untuk panduan lengkap memilih layanan, baca artikel hub klinik tumbuh kembang anak dan tips mencari tempat terapi wicara terdekat.

Faktor yang Memengaruhi Biaya Terapi Wicara

Biaya terapi wicara bervariasi antara satu tempat dan tempat lain. Faktor yang umumnya memengaruhi antara lain jenis layanan (asesmen, sesi rutin, atau evaluasi), durasi dan frekuensi sesi, sistem per sesi atau paket, format online atau tatap muka, lokasi dan jenis fasilitas, serta pengalaman terapis.

Mintalah rincian biaya secara tertulis sebelum memulai. Jika Anda ingin mengetahui kemungkinan penjaminan, pastikan langsung ke fasilitas kesehatan serta BPJS Kesehatan.

Bacaan untuk pengelola klinik:

Baca juga: Persiapan Asesmen Tumbuh Kembang Anak: Apa Saja yang Perlu Disiapkan Orang Tua?

Baca juga: Picky Eater pada Anak: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Perlu Terapi Makan

Baca juga: Terapi Speech Delay: Jenis, Proses, dan Berapa Lama

Baca juga: Dokter Tumbuh Kembang Anak: Siapa yang Menangani dan Kapan Harus ke Sana

Baca juga: Down Syndrome pada Anak: Jenis, Penyebab, dan Dukungan yang Dibutuhkan

Baca juga: Bicara Anak Tidak Jelas: Patokan Keterpahaman dan Bunyi yang Memang Terlambat

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu terapi wicara untuk anak?

Terapi wicara untuk anak adalah layanan dari terapis wicara untuk menilai dan menangani kesulitan bicara, bahasa, suara, kelancaran, serta makan dan menelan. Kegiatannya biasanya dikemas dalam bentuk bermain agar anak nyaman. Tujuannya membantu anak berkomunikasi seefektif mungkin, baik dengan kata, isyarat, maupun alat bantu komunikasi bila diperlukan.

Apakah terapi bicara sama dengan terapi wicara?

Ya. Terapi bicara, terapi wicara, dan speech therapy merujuk pada layanan yang sama. Istilah “terapi wicara” lebih banyak dipakai dalam regulasi dan lingkungan profesi di Indonesia. Perlu diingat, cakupannya tidak hanya melatih anak berbicara, tetapi juga pemahaman bahasa, komunikasi sosial, suara, kelancaran, dan fungsi menelan.

Umur berapa anak sebaiknya mulai terapi wicara?

Tidak ada usia minimal yang baku. Yang lebih penting adalah segera berkonsultasi ketika muncul kekhawatiran atau tanda waspada, bahkan sejak bayi. Lembaga kesehatan seperti CDC menganjurkan untuk tidak menunggu dengan pendekatan “lihat saja nanti”. Dokter anak atau terapis wicara akan menilai apakah anak memerlukan terapi atau cukup dipantau.

Apakah anak yang terlambat bicara pasti perlu terapi wicara?

Belum tentu. Sebagian anak hanya perlu stimulasi dan pemantauan, sementara yang lain memerlukan terapi atau pemeriksaan lanjutan, misalnya tes pendengaran. Keputusan ini sebaiknya didasarkan pada evaluasi dokter atau terapis, bukan perkiraan sendiri. Evaluasi juga membantu mengenali penyebab keterlambatan sehingga penanganannya lebih tepat sasaran.

Apa yang dilakukan dalam sesi terapi wicara?

Isi sesi bergantung pada tujuan anak. Kegiatannya bisa berupa bermain peran, membaca buku bergambar, bernyanyi, latihan bunyi tertentu, latihan gerakan mulut, atau melatih anak bergantian bicara. Di akhir sesi, terapis biasanya menyampaikan perkembangan dan memberi saran latihan yang bisa dilanjutkan orang tua di rumah.

Apakah bahasa di rumah perlu diganti agar anak cepat bicara?

Ini sebaiknya didiskusikan dengan terapis, karena setiap keluarga memiliki situasi berbeda. Secara umum, ASHA menganjurkan orang tua berbicara dan membacakan buku dalam bahasa yang paling nyaman digunakan di rumah. Yang terpenting adalah interaksi yang kaya dan konsisten setiap hari, bukan sekadar bahasa yang dipilih.

Penutup

Terapi wicara membantu anak memahami dan menggunakan bahasa, berbicara lebih jelas, berinteraksi dengan orang lain, dan pada kondisi tertentu, makan serta menelan dengan aman. Mengenali tanda waspada sejak dini dan berkonsultasi dengan tenaga profesional adalah langkah pertama yang paling penting.

Jika Anda sedang mencari informasi tentang layanan tumbuh kembang, mulailah dari panduan klinik tumbuh kembang anak kami.

Anda mengelola klinik terapi? Jadwal sesi terapi wicara, data asesmen, pengingat WhatsApp, dan invoice bisa dikelola dalam satu sistem. Pelajari bagaimana KlinikPlus membantu klinik tumbuh kembang bekerja lebih rapi.

Referensi


Chat dengan kami