,

Penyebab Autisme: Apa yang Sudah Diketahui dan Apa yang Belum

Kartu artikel KlinikPlus berjudul Penyebab Autisme: Yang Diketahui dan Yang Belum

Pertanyaan “apa penyebab autisme” hampir selalu muncul pada hari-hari pertama setelah orang tua mendengar kata autisme, dan jawabannya tidak sesederhana yang diharapkan. Sampai hari ini tidak ada satu penyebab tunggal yang bisa ditunjuk, dan sebagian besar penyebabnya memang belum diketahui.

Artikel ini merangkum apa yang sudah diketahui lembaga kesehatan tentang faktor yang berkaitan dengan autisme, apa yang sudah dipastikan tidak menyebabkannya, dan mengapa jawaban atas pertanyaan penyebab sering kali tidak mengubah langkah berikutnya.

Jawaban Singkatnya: Tidak Ada Penyebab Tunggal

CDC menyatakan dengan lugas bahwa tidak ada satu penyebab autism spectrum disorder. Banyak faktor yang telah diidentifikasi dapat membuat seorang anak lebih mungkin mengalami kondisi ini, mencakup faktor lingkungan, biologis, dan genetik. Pada bagian lain, CDC menambahkan bahwa penyebab lainnya belum diketahui.

WHO menyampaikan hal yang serupa: kemungkinan besar ada banyak faktor yang membuat seorang anak lebih mungkin mengalami autisme, termasuk faktor lingkungan dan genetik.

Dua kalimat itu penting dibaca pelan-pelan, karena di dalamnya ada dua pesan sekaligus: autisme berkaitan dengan perbedaan perkembangan otak yang nyata, dan pengetahuan tentang penyebabnya masih jauh dari lengkap.

Baca juga: Ciri-Ciri Autisme pada Anak per Usia: Tanda Awal yang Perlu Diperhatikan

Faktor yang Dikaitkan dengan Kemungkinan Lebih Tinggi

FaktorSumber
Memiliki saudara kandung dengan autism spectrum disorderCDC
Mengalami komplikasi saat kelahiranCDC
Lahir dari orang tua berusia lebih tuaCDC dan WHO
Diabetes pada ibu selama kehamilanWHO

Perhatikan kata yang dipakai lembaga-lembaga ini: membuat lebih mungkin, bukan menyebabkan. Perbedaannya besar.

Infografik KlinikPlus berisi enam faktor yang dikaitkan dengan autisme menurut WHO dan CDC
Faktor yang disebut WHO dan CDC berkaitan dengan kemungkinan autisme.

Apa Arti “Faktor Risiko” dan Apa yang Bukan

Faktor risiko adalah hal yang pada sekelompok besar orang terlihat lebih sering muncul bersamaan dengan suatu kondisi. Itu tidak berarti:

Infografik KlinikPlus dua kolom tentang cara membaca faktor risiko autisme dengan benar dan keliru
Faktor risiko menjelaskan kemungkinan pada kelompok, bukan sebab pada satu anak.
  • Setiap anak dengan faktor tersebut akan mengalami autisme. Sebagian besar tidak.
  • Setiap anak dengan autisme memiliki faktor tersebut. Banyak yang tidak punya satu pun.
  • Faktor itu adalah sesuatu yang bisa disalahkan pada seseorang. Usia orang tua, komplikasi kelahiran, dan kondisi kehamilan bukan pilihan yang bisa diatur ulang.

Karena penyebabnya belum diketahui sepenuhnya, menelusuri “apa yang salah” sering berakhir tanpa jawaban yang memuaskan. Waktu dan tenaga yang sama biasanya lebih berguna bila dipakai untuk hal yang bisa dikerjakan sekarang, yaitu memahami kebutuhan anak dan memulai dukungan yang sesuai.

Baca juga: Tingkatan Autisme Level 1, 2, dan 3: Arti dan Istilah yang Sudah Tidak Dipakai

Apakah Vaksin Menyebabkan Autisme?

WHO dalam lembar fakta autismenya menyatakan bahwa vaksin campak, gondongan, dan rubela (MMR) tidak menyebabkan autisme. WHO menambahkan bahwa bukti juga menunjukkan vaksin anak lainnya tidak meningkatkan risiko autisme.

Pertanyaan ini masih sering muncul karena satu publikasi lama yang kemudian ditarik, dan karena jadwal imunisasi memang berdekatan dengan usia ketika tanda-tanda autisme mulai terlihat. Kedekatan waktu bukan bukti sebab-akibat.

Bila Anda masih merasa khawatir, pembicaraan yang paling berguna adalah dengan dokter yang memeriksa anak Anda — bukan menunda imunisasi tanpa berdiskusi, karena penundaan itu sendiri membawa risiko yang berbeda.

Bagaimana dengan Klaim Lain yang Beredar?

Beredar banyak klaim lain: pola asuh tertentu, makanan tertentu, paparan layar, atau produk tertentu. Yang bisa kami sampaikan dengan jujur adalah ini:

  • Lembaga kesehatan yang kami rujuk tidak mencantumkan hal-hal itu sebagai penyebab autisme. Daftar faktor yang mereka sebut adalah yang ada di tabel di atas.
  • Klaim yang menjanjikan penyembuhan perlu disikapi dengan sangat hati-hati. CDC menyebut bahwa penanganan saat ini bertujuan mengurangi gejala yang mengganggu fungsi sehari-hari dan kualitas hidup — bukan menyembuhkan.
  • Pertanyaan tentang diet, suplemen, atau terapi alternatif sebaiknya dibawa ke dokter anak, terutama bila melibatkan pembatasan makanan pada anak yang sedang tumbuh.

Baca juga: Perbedaan Speech Delay dan Autisme: Cara Membedakan Tandanya pada Anak

Mengapa Jawaban Penyebab Sering Tidak Mengubah Langkah

Ini bagian yang paling jarang disampaikan, padahal paling melegakan bagi banyak keluarga: langkah penanganan tidak menunggu penyebab ditemukan.

CDC menyatakan bahwa penelitian menunjukkan layanan intervensi dini dapat sangat memperbaiki perkembangan anak. Yang menentukan isi program bukan asal-usul kondisinya, melainkan kebutuhan anak hari ini: bagaimana ia berkomunikasi, bagaimana ia bermain, bagaimana ia menghadapi perubahan, dan apa yang menghambatnya di rumah serta di sekolah.

Dengan kata lain, energi yang dipakai untuk menelusuri sebab sering lebih berguna bila dialihkan ke penilaian kebutuhan dan dukungan yang bisa dimulai sekarang.

Kapan Anak Perlu Diperiksa

CDC menyebut bahwa autism spectrum disorder dimulai sebelum usia 3 tahun, kadang dapat terdeteksi pada usia 18 bulan atau lebih muda, dan pada usia 2 tahun diagnosis oleh profesional berpengalaman sudah dapat dianggap andal. CDC juga mengingatkan bahwa tidak ada tes darah atau tes medis lain untuk mendiagnosis kondisi ini — penilaiannya berbasis pengamatan perilaku dan perkembangan.

Karena itu, bila Anda melihat tanda yang mengkhawatirkan, langkah pertamanya bukan mencari penyebab, melainkan menyampaikan kekhawatiran itu ke dokter anak dan menanyakan tentang skrining perkembangan.

Baca juga: Terapi Anak Autis: Jenis Pendekatan dan Cara Memilihnya

Baca juga: Diet GFCF untuk Anak Autis: Apa Kata Bukti dan Panduan Resmi

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Autis disebabkan oleh apa?

Tidak ada penyebab tunggal. CDC menyatakan banyak faktor yang telah diidentifikasi dapat membuat anak lebih mungkin mengalami autisme, meliputi faktor lingkungan, biologis, dan genetik, sementara penyebab lainnya belum diketahui. WHO menyampaikan hal serupa dan menyebut faktor seperti usia orang tua yang lebih tua serta diabetes pada ibu selama kehamilan.

Apakah autisme diturunkan?

Faktor genetik termasuk yang disebut berperan, dan CDC mencantumkan “memiliki saudara kandung dengan autism spectrum disorder” sebagai faktor risiko. Namun ini bukan pewarisan sederhana seperti warna mata, dan tidak berarti seorang anak pasti mengalaminya bila ada anggota keluarga yang mengalaminya. Bila Anda punya pertanyaan spesifik tentang keluarga Anda, bicarakan dengan dokter.

Apakah autisme disebabkan kesalahan pola asuh?

Lembaga kesehatan yang kami rujuk tidak mencantumkan pola asuh sebagai penyebab autisme. Autisme digambarkan sebagai kondisi perkembangan yang berkaitan dengan perbedaan pada otak. Rasa bersalah orang tua sangat umum dan manusiawi, tetapi tidak berdasar pada apa yang disebut sumber-sumber ini.

Apakah autisme bisa dicegah?

Karena penyebabnya belum dipahami sepenuhnya, tidak ada tindakan pencegahan yang bisa dijanjikan. Yang bisa dilakukan adalah menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin, menjaga kesehatan selama kehamilan sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan memantau perkembangan anak agar bila ada tanda, penanganannya bisa dimulai lebih awal.

Anak saya baru terlihat berbeda setelah usia dua tahun, apakah ada yang memicunya?

Sebagian orang tua memang melaporkan perubahan setelah periode perkembangan yang tampak biasa. Ini perlu diperiksa, dan yang terpenting adalah menyampaikan riwayat itu selengkap mungkin kepada tenaga kesehatan — kapan kemampuan muncul, kapan berubah, dan apa yang Anda amati. Jangan menyimpulkan pemicunya sendiri dari kejadian yang kebetulan berdekatan waktunya.

Kalau penyebabnya tidak diketahui, apa gunanya diperiksa?

Pemeriksaan bukan untuk menemukan penyebab, melainkan untuk memahami kebutuhan anak dan menyusun dukungan yang sesuai. CDC menyebut bahwa intervensi dini dapat sangat memperbaiki perkembangan anak, dan isi program ditentukan oleh kebutuhan saat ini, bukan oleh asal-usul kondisinya.

Kesimpulan

Autisme tidak punya penyebab tunggal. Yang diketahui adalah sejumlah faktor yang membuat kemungkinannya lebih tinggi — antara lain riwayat saudara kandung, komplikasi kelahiran, usia orang tua yang lebih tua, dan diabetes pada ibu selama kehamilan — sementara banyak hal lain masih belum diketahui. Vaksin MMR, menurut WHO, tidak menyebabkan autisme.

Bagi keluarga, bagian yang paling berguna untuk dipegang adalah ini: langkah berikutnya tidak menunggu penyebab ditemukan. Sampaikan kekhawatiran Anda ke dokter anak, tanyakan tentang skrining perkembangan, dan mulai dari kebutuhan anak hari ini. Bila Anda membutuhkan layanan pemeriksaan dan terapi, panduan klinik tumbuh kembang anak menjelaskan apa yang perlu ditanyakan sebelum mendaftar.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi


Chat dengan kami