,

Terapi Anak Autis: Jenis Pendekatan dan Cara Memilihnya

Ilustrasi artikel terapi anak autis dan jenis pendekatan terapinya

Mencari terapi anak autis sering dimulai dengan daftar nama yang membingungkan: ABA, terapi wicara, okupasi, sensori integrasi, Floortime, diet khusus, dan masih banyak lagi. Wajar bila Anda bertanya mana yang benar-benar diperlukan anak Anda, dan mana yang sebaiknya dihindari.

Artikel ini memetakan jenis pendekatan terapi menurut lembaga kesehatan Amerika Serikat (CDC), anjuran panduan klinis Inggris (NICE), dan penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ketiganya rujukan luar negeri, sehingga layanan, jadwal, dan biaya di Indonesia bisa berbeda.

Apa Tujuan Terapi Anak Autis?

CDC menjelaskan bahwa penanganan autisme saat ini bertujuan mengurangi gejala yang mengganggu fungsi sehari-hari dan kualitas hidup. Tujuannya bukan mengubah anak menjadi orang lain, melainkan membantu anak menjalani harinya dengan lebih mudah.

WHO menekankan dua hal. Pertama, dukungan diberikan sesuai kebutuhan dan pilihan masing-masing orang, yang bisa berubah seiring waktu. Kedua, kebutuhan layanan kesehatan orang dengan autisme kompleks dan memerlukan berbagai layanan yang terpadu. Karena itu, satu anak bisa membutuhkan lebih dari satu jenis terapi, dan susunannya bisa berbeda dari anak lain.

Jenis Terapi Anak Autis Menurut CDC

CDC mengelompokkan penanganan autisme ke dalam tujuh kategori. Tabel berikut merangkum penjelasan dan contoh yang disebut CDC sendiri.

Infografik tujuh kategori pendekatan terapi anak autis menurut CDC
Kategori penanganan autisme menurut CDC (16 Mei 2024).
PendekatanYang dijelaskan CDCContoh yang disebut CDC
PerilakuMengubah perilaku dengan memahami apa yang terjadi sebelum dan sesudahnya; pendekatan dengan bukti paling banyakApplied Behavior Analysis (ABA)
PerkembanganMelatih keterampilan tertentu, seperti bahasa atau kemampuan fisik, sering dipadukan dengan pendekatan perilakuTerapi wicara, terapi okupasi (termasuk sensori integrasi), fisioterapi, Early Start Denver Model
PendidikanDiberikan di lingkungan kelasTEACCH, dengan rutinitas yang konsisten dan dukungan visual
Sosial-relasionalMembangun keterampilan sosial dan ikatan emosional, kadang melibatkan orang tua atau teman sebayaDIR/Floortime, Relationship Development Intervention, Social Stories, kelompok keterampilan sosial
FarmakologisTidak ada obat untuk gejala inti autisme; obat dipakai untuk masalah penyertaMisalnya untuk kecemasan, kejang, atau masalah tidur
PsikologisMembantu kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainTerapi perilaku kognitif (CBT)
Komplementer dan alternatifDipakai di samping pendekatan utama; CDC menganjurkan bicara dengan dokter sebelum memulainyaDiet khusus, suplemen herbal, terapi seni, terapi dengan hewan

Pengelompokan ini berguna saat Anda menerima rekomendasi. Anda bisa menanyakan, “Terapi ini termasuk pendekatan yang mana, dan keterampilan apa yang disasarnya?”

ABA adalah contoh pendekatan perilaku yang paling sering ditanyakan orang tua. Metode, bukti, kritik, dan pertanyaan khusus tentang ABA sudah dibahas lengkap di artikel tersendiri.

Baca juga: Terapi ABA untuk Anak: Pengertian, Metode, dan Hal yang Perlu Ditanyakan Orang Tua

Di Mana Posisi Terapi Wicara dan Terapi Okupasi?

Dalam pengelompokan CDC, terapi wicara dan terapi okupasi masuk ke pendekatan perkembangan. CDC juga mencantumkan sensori integrasi sebagai bagian dari terapi okupasi. Penjelasan tentang terapi wicara anak dan terapi okupasi bisa Anda baca di artikel masing-masing.

Baca juga: Terapi Okupasi Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Contoh Kegiatan untuk Anak

Pendekatan yang Dianjurkan Panduan NICE

Panduan NICE CG170 untuk anak dan remaja autis menganjurkan tenaga kesehatan mempertimbangkan intervensi komunikasi sosial untuk gejala inti autisme. Menurut NICE, intervensi ini:

  • memakai strategi berbasis bermain bersama orang tua, pengasuh, dan guru;
  • bertujuan meningkatkan perhatian bersama, keterlibatan, dan komunikasi timbal balik pada anak;
  • disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak;
  • membantu orang dewasa di sekitar anak memahami dan menanggapi cara anak berkomunikasi;
  • diberikan oleh tenaga profesional yang terlatih.

Untuk anak prasekolah, NICE menyarankan intervensi ini dapat dijalankan melalui orang tua, pengasuh, atau guru. NICE juga menganjurkan tenaga kesehatan menanyakan apakah keluarga ingin terlibat dalam pengambilan keputusan bersama, lalu menawarkan pendekatan yang memperhitungkan pilihan anak dan keluarga.

Yang Dinyatakan NICE Tidak Boleh Dipakai

Bagian ini berguna saat Anda menerima tawaran terapi. Panduan NICE CG170 memuat daftar intervensi yang tidak boleh dipakai pada anak dan remaja autis:

Infografik perbandingan intervensi yang dianjurkan dan tidak boleh dipakai menurut NICE untuk anak autis
Anjuran dan larangan intervensi autisme menurut NICE CG170.
  • untuk gejala inti autisme: antipsikotik, antidepresan, antikonvulsan, dan diet eksklusi seperti diet bebas gluten atau bebas kasein;
  • untuk masalah bicara dan bahasa: neurofeedback dan auditory integration training;
  • untuk masalah tidur: asam lemak omega-3;
  • untuk autisme dalam konteks apa pun: secretin, kelasi (chelation), dan terapi oksigen hiperbarik.

Perlu dibaca dengan cermat: larangan obat di atas berlaku untuk gejala inti autisme. NICE tetap menganjurkan penanganan psikososial dan obat untuk masalah kesehatan mental atau medis penyerta sesuai panduan masing-masing, dan CDC pun menyebut obat dapat dipakai untuk masalah penyerta. Keputusan itu ada pada dokter yang memeriksa anak Anda. Soal diet, pembahasan lengkapnya ada di artikel diet GFCF untuk anak autis.

Apakah Ada Terapi Khusus untuk Autis Ringan?

Sumber yang dirujuk di artikel ini tidak memisahkan jenis terapi berdasarkan “ringan” atau “berat”. CDC mengelompokkan terapi berdasarkan pendekatannya, dan WHO menekankan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing. Jadi yang menentukan pilihan terapi adalah kebutuhan anak hasil penilaian tenaga profesional, bukan label tingkatannya. Arti istilah level autisme dijelaskan di artikel tingkatan autisme.

Terapi Anak Autis di Rumah: Peran Orang Tua

CDC menyatakan penanganan autisme dapat diberikan di lingkungan pendidikan, kesehatan, komunitas, atau rumah, atau gabungan beberapa di antaranya. NICE, seperti disebut di atas, menyarankan intervensi komunikasi sosial untuk anak prasekolah dapat dijalankan melalui orang tua. WHO juga menyusun program pelatihan keterampilan pengasuh untuk keluarga dengan anak usia 2 sampai 9 tahun yang mengalami keterlambatan atau disabilitas perkembangan.

Artinya, “terapi di rumah” sebaiknya dipahami sebagai lanjutan dari program yang disusun tenaga profesional, bukan program yang Anda rancang sendiri. Anda bisa meminta: “Tolong contohkan apa yang perlu saya lakukan di rumah minggu ini.”

Baca juga: Anak Didiagnosis Autisme atau ADHD: Langkah Pertama untuk Orang Tua

Pertanyaan untuk Penyedia Terapi

Pertanyaan berikut disusun dari hal-hal yang ditekankan CDC, NICE, dan WHO. Anda bisa membawanya saat konsultasi pertama:

  1. Terapi ini termasuk pendekatan apa? Perilaku, perkembangan, pendidikan, sosial-relasional, psikologis, atau komplementer.
  2. Keterampilan apa yang disasar, dan bagaimana kaitannya dengan kegiatan sehari-hari anak?
  3. Bagaimana kemajuan anak dipantau, dan seberapa sering hasilnya dijelaskan kepada saya?
  4. Bagaimana orang tua dilibatkan, dan apa yang perlu saya lanjutkan di rumah?
  5. Bagaimana koordinasi dengan tenaga lain yang menangani anak, termasuk dokter dan sekolah?
  6. Apakah program ini memakai salah satu intervensi yang dinyatakan NICE tidak boleh dipakai?

Bila Anda mempertimbangkan terapi komplementer, CDC menganjurkan membicarakannya dengan dokter lebih dulu. Untuk obat, CDC menganjurkan bekerja dengan dokter yang berpengalaman menangani autisme, termasuk untuk obat yang dijual bebas, serta memantau manfaat dan efek sampingnya bersama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Terapi anak autis apa saja?

CDC mengelompokkan penanganan autisme menjadi tujuh pendekatan: perilaku, perkembangan, pendidikan, sosial-relasional, farmakologis, psikologis, serta komplementer dan alternatif. Contohnya antara lain ABA, terapi wicara, terapi okupasi, TEACCH, Floortime, dan terapi perilaku kognitif.

Terapi apa yang paling banyak buktinya untuk anak autis?

Menurut CDC, pendekatan perilaku memiliki bukti paling banyak untuk menangani gejala autisme. Panduan NICE dari Inggris menganjurkan intervensi komunikasi sosial berbasis bermain yang melibatkan orang tua, pengasuh, dan guru. Pilihan untuk tiap anak tetap diputuskan bersama tenaga profesional.

Apakah ada terapi untuk anak autis ringan?

Sumber resmi yang dirujuk, yaitu CDC, NICE, dan WHO, tidak membagi jenis terapi berdasarkan autis ringan atau berat. WHO menekankan dukungan sesuai kebutuhan dan pilihan masing-masing anak, sehingga jenis terapi ditentukan dari hasil penilaian, bukan dari label tingkatannya.

Apakah terapi anak autis bisa dilakukan di rumah?

Sebagian bisa. CDC menyebut penanganan autisme dapat diberikan di rumah atau gabungan beberapa lingkungan, dan NICE menyarankan intervensi untuk anak prasekolah dapat dijalankan melalui orang tua. Yang dikerjakan di rumah sebaiknya mengikuti arahan tenaga profesional yang menangani anak.

Terapi apa yang tidak dianjurkan untuk anak autis?

Panduan NICE CG170 menyatakan antipsikotik, antidepresan, antikonvulsan, dan diet eksklusi seperti bebas gluten atau kasein tidak boleh dipakai untuk gejala inti autisme. Secretin, kelasi, dan terapi oksigen hiperbarik tidak boleh dipakai untuk autisme dalam konteks apa pun.

Siapa yang menentukan jenis terapi anak autis?

Jenis terapi sebaiknya ditentukan bersama tim tenaga profesional yang menilai anak, dengan melibatkan keluarga. NICE menganjurkan tenaga kesehatan menawarkan pengambilan keputusan bersama yang memperhitungkan pilihan anak dan keluarga, dan WHO menyebut kebutuhan layanannya memerlukan berbagai layanan terpadu.

Kesimpulan

Terapi anak autis bukan satu jenis layanan, melainkan beberapa pendekatan yang menyasar kebutuhan berbeda. CDC memetakannya dalam tujuh kategori, NICE menganjurkan intervensi komunikasi sosial yang melibatkan orang tua dan guru, dan NICE juga tegas menyebut intervensi yang tidak boleh dipakai. Bawa daftar pertanyaan Anda, minta penjelasan tentang tujuan dan cara memantau kemajuan, dan putuskan susunan terapi bersama tim yang menangani anak.

Bila Anda mencari tempat untuk memeriksakan atau mendampingi perkembangan anak, direktori klinik KlinikPlus dapat membantu Anda menemukan klinik tumbuh kembang di kota Anda, dan panduan klinik tumbuh kembang anak menjelaskan apa yang bisa Anda harapkan saat berkunjung.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi


Chat dengan kami