Disabilitas intelektual adalah istilah yang sering membuat orang tua cemas begitu mendengarnya, apalagi bila disebut setelah anak diperiksa. Wajar bila Anda bertanya apa artinya, apakah sama dengan retardasi mental atau tunagrahita, dan apa yang bisa dilakukan sesudahnya.
Artikel ini merangkum ICD-11 dari WHO, NICHD, MedlinePlus, dan CDC di Amerika Serikat, NHS di Inggris, serta UU Penyandang Disabilitas. Sumber luar negeri dipakai untuk pengertian medisnya, bukan untuk menggambarkan layanan di Indonesia.
Apa Itu Disabilitas Intelektual?
Menurut NICHD, lembaga riset kesehatan anak di bawah National Institutes of Health Amerika Serikat, disabilitas intelektual dimulai sebelum anak berusia 18 tahun dan ditandai perbedaan pada dua hal sekaligus:
- fungsi intelektual, yaitu kemampuan belajar, bernalar, dan memecahkan masalah;
- perilaku adaptif, yaitu keterampilan sosial dan keterampilan hidup sehari-hari.
ICD-11, sistem klasifikasi penyakit WHO, menamainya disorders of intellectual development (gangguan perkembangan intelektual), kode 6A00: sekelompok kondisi dengan penyebab beragam yang bermula pada masa perkembangan, dengan fungsi intelektual dan perilaku adaptif jauh di bawah rata-rata berdasarkan tes terstandar perorangan.
Jadi, kesulitan di sekolah atau skor tes saja belum cukup.
Dua Ranah yang Dinilai: Fungsi Intelektual dan Perilaku Adaptif
ICD-11 menyebut fungsi intelektual mencakup bidang seperti penalaran, memori kerja, kecepatan memproses, dan pemahaman verbal. Perilaku adaptif dibagi menjadi tiga kelompok keterampilan:
| Keterampilan adaptif | Contoh menurut ICD-11 |
|---|---|
| Konseptual | Membaca, menulis, berhitung, memecahkan masalah, mengambil keputusan, berkomunikasi |
| Sosial | Mengelola hubungan dengan orang lain, mengikuti aturan, menghindari menjadi korban |
| Praktis | Merawat diri, menjaga kesehatan dan keselamatan, memakai uang, bepergian, memakai peralatan rumah |
Menurut ICD-11, harapan terhadap fungsi adaptif berubah seiring usia.
Retardasi Mental, Tunagrahita, dan Disabilitas Intelektual: Soal Istilah
Menurut sumber yang kami buka:
- Retardasi mental. MedlinePlus (National Library of Medicine Amerika Serikat) menyatakan istilah ini dulu dipakai untuk kondisi tersebut dan kini tidak lagi digunakan.
- Disabilitas intelektual. UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas memakai istilah “Penyandang Disabilitas intelektual”, salah satu ragam disabilitas bersama fisik, mental, dan sensorik (Pasal 4 ayat 1).
- Tunagrahita. KBBI mengartikannya antara lain sebagai lemah daya tangkap dan keterbelakangan mental. Penjelasan UU 8/2016 memakai istilah “disabilitas grahita”.
- Learning disability. NHS memakai istilah ini untuk kondisi yang memengaruhi cara seseorang mempelajari hal baru sepanjang hidupnya.
Penjelasan Pasal 4 UU 8/2016 mengartikan disabilitas intelektual sebagai terganggunya fungsi pikir karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, dengan contoh antara lain lambat belajar, disabilitas grahita, dan down syndrom. Diagnosis medis ICD-11 mensyaratkan keterbatasan bermakna pada fungsi intelektual dan perilaku adaptif. Beda lambat belajar dan disabilitas intelektual secara medis dibahas di artikel tentang slow learner.
Baca juga: ABK Adalah: Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus, Jenis, dan Terapinya
Tanda Disabilitas Intelektual pada Anak yang Bisa Terlihat
MedlinePlus menyebut keluarga mungkin mencurigai disabilitas intelektual bila anak menunjukkan hal berikut:

- keterampilan motorik, bahasa, dan bina diri yang tidak berkembang atau lambat, terutama dibandingkan teman sebaya;
- kemampuan berpikir yang tidak bertambah, atau perilaku yang tetap seperti bayi;
- kurang rasa ingin tahu;
- kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah;
- kesulitan menyesuaikan diri dengan situasi baru;
- kesulitan memahami dan mengikuti aturan sosial.
Menurut ICD-11, pada anak yang lebih besar kondisi ini dapat tampak sebagai kesulitan membaca, menulis, dan berhitung; banyak anak dengan derajat ringan baru dirujuk untuk diperiksa saat usia sekolah.
Daftar ini bukan alat untuk menyimpulkan sendiri. ICD-11 menegaskan ada atau tidaknya tanda tertentu tidak cukup untuk menetapkan diagnosis. Catat saja apa yang terlihat untuk dibawa saat konsultasi.
Apa Penyebabnya?
NHS menyatakan penyebabnya tidak selalu diketahui. Kadang perkembangan otak terpengaruh sebelum lahir, saat lahir, atau pada masa awal kanak-kanak. Kemungkinan penyebab yang disebut NICHD, MedlinePlus, dan NHS antara lain:
- perubahan genetik dan kelainan kromosom, misalnya sindrom Down;
- infeksi selama kehamilan atau pada masa awal kanak-kanak, misalnya meningitis;
- paparan alkohol atau zat tertentu di dalam kandungan;
- masalah persalinan yang membuat otak kekurangan oksigen;
- cedera otak, kelahiran prematur, kekurangan gizi, dan paparan timbal.
MedlinePlus juga mencantumkan kelompok penyebab yang tidak dapat dijelaskan.
Baca juga: Down Syndrome pada Anak: Jenis, Penyebab, dan Dukungan yang Dibutuhkan
Bagaimana Disabilitas Intelektual Didiagnosis?
NICHD menyebut diagnosis biasanya dibuat lewat tes kecerdasan atau kognisi, disertai pengamatan perilaku dan penilaian perilaku adaptif. ICD-11 menambahkan beberapa catatan:
- Skor IQ bukan satu-satunya syarat. Diagnosis harus mencakup penilaian menyeluruh atas perilaku adaptif.
- Skor bisa berubah selama masa perkembangan. Anak bisa memenuhi syarat pada satu pemeriksaan tetapi tidak pada pemeriksaan lain, sehingga perlu beberapa kali pengujian.
- Penglihatan dan pendengaran diperhitungkan. Bila keterbatasan semata-mata disebabkan gangguan sensorik, diagnosis ini tidak diberikan.
- Ada kategori sementara untuk anak kecil. Untuk anak di bawah empat tahun tersedia kategori provisional, karena sulit memastikan apakah hambatannya hanya keterlambatan sementara.
NICHD menyarankan orang tua lebih dulu berbicara dengan tenaga kesehatan anak, lalu bila perlu ke dokter spesialis anak bidang perkembangan atau spesialis lain. UU 8/2016 Pasal 4 ayat (2) menyebut ragam disabilitas ditetapkan oleh tenaga medis. Jalur pemeriksaan di Indonesia dibahas di artikel dokter tumbuh kembang anak.
Baca juga: Slow Learner: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mendampingi Anak di Rumah dan Sekolah
Dukungan yang Dibutuhkan Anak dengan Disabilitas Intelektual
ICD-11 menyatakan sebagian besar orang dengan gangguan perkembangan intelektual terus memperoleh keterampilan baru. Intervensi dan dukungan, termasuk pendidikan, membantu proses ini, dan bila diberikan selama masa perkembangan dapat membuat kebutuhan dukungan saat dewasa lebih rendah.

- Terapi wicara, terapi okupasi, dan latihan motorik kasar serta halus (NICHD).
- Pendidikan khusus dan pelatihan yang dapat dimulai sejak bayi, termasuk keterampilan sosial (MedlinePlus).
- Evaluasi spesialis untuk masalah kesehatan fisik dan mental lain yang mungkin menyertai (MedlinePlus).
- Bantuan bagi keluarga, orang tua, dan pengasuh (NHS).
Di Indonesia, UU 8/2016 Pasal 5 ayat (3) menyebut anak penyandang disabilitas berhak antara lain atas pelindungan khusus dari diskriminasi, perawatan dan pengasuhan keluarga untuk tumbuh kembang optimal, dan pemenuhan kebutuhan khusus. Pasal 21 menyebut hak atas habilitasi dan rehabilitasi sejak dini dan secara inklusif sesuai kebutuhan.
Bisakah sembuh? NICHD menyatakan banyak kondisi dalam kelompok ini tidak memiliki obat penyembuh, tetapi gejalanya sering bisa ditangani. Menurut MedlinePlus, tujuan penanganan adalah mengembangkan potensi anak semaksimal mungkin.
Baca juga: Sekolah Inklusi: Hak Anak, Dasar Hukum, dan Unit Layanan Disabilitas
Kapan Perlu Memeriksakan Anak?
MedlinePlus menganjurkan menghubungi tenaga kesehatan bila Anda khawatir tentang perkembangan anak, atau bila keterampilan motorik atau bahasanya tidak berkembang sebagaimana mestinya. CDC menegaskan: bila khawatir, jangan menunggu. Untuk balita yang terlambat di beberapa bidang sekaligus, istilah yang mungkin Anda dengar adalah global developmental delay.
- Catat kemampuan yang sudah dan belum bisa dilakukan anak.
- Sampaikan dengan sederhana. Misalnya: “Saya khawatir anak saya tertinggal dari teman seusianya dalam bicara dan merawat diri. Apakah perlu diperiksa?”
- Tanyakan apa yang dinilai. “Apakah kemampuan sehari-harinya juga dinilai? Apakah penglihatan dan pendengarannya perlu diperiksa?”
- Tanyakan kapan dinilai ulang.
Baca juga: Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK): Tes Darah Tumit Bayi dan Arti Hasilnya
Baca juga: Fragile X Syndrome: Tanda pada Anak dan Mengapa Tes Genetik Penting
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Disabilitas intelektual adalah apa?
Disabilitas intelektual adalah kondisi yang bermula pada masa perkembangan, ditandai keterbatasan pada fungsi intelektual (belajar, bernalar, memecahkan masalah) dan perilaku adaptif (keterampilan sosial dan sehari-hari). NICHD menyebut kondisi ini dimulai sebelum usia 18 tahun; ICD-11 WHO menamainya gangguan perkembangan intelektual.
Apa ciri-ciri disabilitas intelektual pada anak?
MedlinePlus menyebut antara lain perkembangan motorik, bahasa, dan bina diri yang lambat dibanding teman sebaya, kurang rasa ingin tahu, kesulitan di sekolah, dan sulit memahami aturan sosial. Diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Apa penyebab disabilitas intelektual pada anak?
Sumber kesehatan menyebut antara lain kelainan genetik dan kromosom, infeksi saat kehamilan atau masa awal kanak-kanak, paparan alkohol di dalam kandungan, masalah persalinan, dan kelahiran prematur. NHS menegaskan penyebabnya tidak selalu diketahui.
Tunagrahita adalah apa?
KBBI mengartikan tunagrahita antara lain sebagai lemah daya tangkap dan keterbelakangan mental. UU 8/2016 memakai istilah Penyandang Disabilitas intelektual, dengan disabilitas grahita sebagai salah satu contohnya.
Apakah retardasi mental sama dengan disabilitas intelektual?
Ya, untuk kondisi yang sama. MedlinePlus menyatakan istilah retardasi mental dulu dipakai untuk kondisi ini dan kini tidak lagi digunakan; ICD-11 memakai nama gangguan perkembangan intelektual.
Disabilitas intelektual apa saja tingkatannya?
ICD-11 membagi gangguan perkembangan intelektual menjadi derajat ringan, sedang, berat, dan sangat berat, ditambah kategori sementara untuk anak di bawah empat tahun. Derajat ditentukan dari kemampuan intelektual dan perilaku adaptif, dan perlu dinilai ulang setelah anak mendapat dukungan yang sesuai.
Kesimpulan
Disabilitas intelektual menyangkut fungsi intelektual dan perilaku adaptif sekaligus, dan bermula pada masa perkembangan. Istilah retardasi mental sudah ditinggalkan; UU 8/2016 memakai istilah Penyandang Disabilitas intelektual. Diagnosisnya tidak bersandar pada skor IQ saja, skor dapat berubah selama anak tumbuh, dan sebagian besar anak terus memperoleh keterampilan baru.
Untuk mencari layanan pemeriksaan tumbuh kembang, mulailah dari direktori klinik KlinikPlus atau baca panduan tentang klinik tumbuh kembang anak.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.
Informasi peraturan dalam artikel ini bersifat umum dan bukan nasihat hukum.
Referensi
- World Health Organization, ICD-11 (platform pemeliharaan ICD-11 WHO), entri 6A00 Disorders of intellectual development beserta Diagnostic Requirements dan subkategori 6A00.0 sampai 6A00.4, diakses 6 November 2026. https://icd.who.int/dev11/l-m/en#/http%3a%2f%2fid.who.int%2ficd%2fentity%2f605267007
- NICHD (National Institutes of Health), Intellectual and Developmental Disabilities (IDDs): About, signs, causes, diagnosis, what to do, and treatments, ditinjau 9 November 2021, diakses 6 November 2026. https://www.nichd.nih.gov/health/topics/idds/conditioninfo
- MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine), Intellectual disability, ditinjau 6 April 2025, diakses 6 November 2026. https://medlineplus.gov/ency/article/001523.htm
- NHS, Learning disabilities, ditinjau 24 September 2025, diakses 6 November 2026. https://www.nhs.uk/conditions/learning-disabilities/
- CDC, Developmental Disability Basics, diperbarui 29 Januari 2026, diakses 6 November 2026. https://www.cdc.gov/child-development/about/developmental-disability-basics.html
- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Pasal 4 beserta Penjelasannya, Pasal 5 ayat (3), dan Pasal 21, status Berlaku menurut JDIH BPK, diakses 6 November 2026. https://peraturan.bpk.go.id/Details/37251/uu-no-8-tahun-2016
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, KBBI VI Daring, entri tunagrahita, diakses 6 November 2026. https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/tunagrahita



