Global developmental delay (GDD) sering pertama kali didengar orang tua dari dokter yang memeriksa anaknya, dan istilah bahasa Inggris itu wajar terasa membingungkan. Artinya sebenarnya cukup lugas: anak tertinggal dari patokan usianya di beberapa bidang perkembangan sekaligus, bukan hanya satu.
Artikel ini disusun terutama dari leaflet untuk orang tua dari Alder Hey Children’s NHS Foundation Trust, rumah sakit anak milik layanan kesehatan Inggris (NHS), dilengkapi laporan klinis American Academy of Pediatrics (AAP) dan klasifikasi ICD-11 dari WHO. Kami tidak menemukan halaman resmi Kemenkes yang khusus membahas GDD, jadi layanan yang disebut leaflet Inggris itu belum tentu sama dengan alur layanan di Indonesia.
Apa Itu Global Developmental Delay?
Menurut leaflet Alder Hey, GDD didiagnosis ketika seorang anak belum mencapai sebagian milestone perkembangan yang diharapkan untuk usianya pada dua bidang perkembangan atau lebih. Milestone adalah keterampilan yang biasanya dicapai anak pada usia tertentu.
Laporan klinis AAP di jurnal Pediatrics (2014) merumuskannya serupa: GDD adalah keterlambatan bermakna pada dua ranah perkembangan atau lebih, yaitu motorik kasar atau halus, bicara dan bahasa, kognitif, sosial-personal, serta aktivitas sehari-hari.
Padanan harfiahnya dalam bahasa Indonesia adalah keterlambatan perkembangan global. Kata global di sini menunjuk pada keterlambatan di lebih dari satu bidang.
Bidang Perkembangan yang Dinilai
Leaflet Alder Hey menyebut empat bidang besar perkembangan:

| Bidang | Contoh menurut leaflet Alder Hey |
|---|---|
| Motorik kasar | Kemampuan fisik seperti merangkak, berjalan, dan berlari |
| Motorik halus | Penggunaan tangan |
| Komunikasi | Kemampuan memahami dan mengungkapkan diri |
| Keterampilan sosial | Bermain dan berinteraksi dengan orang lain |
AAP memakai pembagian yang sedikit lebih rinci dengan menyebut kognitif dan aktivitas sehari-hari secara terpisah. Intinya sama: keterlambatan terjadi pada lebih dari satu bidang.
Baca juga: Tumbuh Kembang Anak: Pengertian dan Tahapan Perkembangan 0–6 Tahun
Untuk Usia Berapa Istilah GDD Dipakai?
Sumber-sumber tidak memberi batas usia yang persis sama, dan perbedaannya kami sampaikan apa adanya:
- AAP (2014): istilah GDD dipakai untuk anak yang lebih muda, umumnya di bawah 5 tahun. Istilah disabilitas intelektual biasanya dipakai untuk anak yang lebih besar, ketika tes IQ sudah sahih dan dapat diandalkan.
- ICD-11 (WHO): menyediakan kategori disorder of intellectual development, provisional (kode 6A00.4) untuk bayi atau anak di bawah usia empat tahun yang menunjukkan tanda gangguan perkembangan intelektual, karena pada usia itu sulit memastikan apakah hambatannya hanya keterlambatan sementara. ICD-11 menyebut kategori ini kadang disebut global developmental delay.
Alasan keduanya mirip. AAP menyebut tes IQ baru sahih pada anak yang lebih besar, sedangkan ICD-11 menyebut sulitnya memastikan apakah hambatan pada anak kecil bersifat sementara.
GDD dan Disabilitas Intelektual: Apa Hubungannya?
Ini pertanyaan yang paling sering mengganjal. Sumber-sumber menjawabnya dengan hati-hati:
- AAP menyebut GDD diperkirakan dapat memprediksi diagnosis disabilitas intelektual di kemudian hari. Namun, laporan yang sama menegaskan bahwa keterlambatan perkembangan, terutama yang ringan, bisa bersifat sementara dan tidak dapat diandalkan untuk meramalkan disabilitas intelektual.
- Leaflet Alder Hey menyebut anak dengan keterlambatan global yang lebih bermakna berisiko mengalami disabilitas belajar (learning disability) seiring bertambah usia. Leaflet itu juga menyatakan sulit memperkirakan seberapa besar kebutuhan anak saat ia masih kecil, dan bahwa dukungan dini dapat membuat perbedaan.
Dengan kata lain, menurut sumber-sumber ini, GDD menggambarkan keadaan anak saat diperiksa, bukan kepastian tentang masa depannya. Penjelasan tentang kondisi pada anak yang lebih besar ada di artikel disabilitas intelektual pada anak.
Apa Penyebab GDD?
Leaflet Alder Hey menyebut beberapa faktor risiko GDD:
- komplikasi selama kehamilan;
- lahir prematur;
- infeksi berat, seperti meningitis;
- riwayat keterlambatan perkembangan atau kesulitan belajar dalam keluarga;
- kondisi genetik tertentu.
Leaflet yang sama menyatakan terus terang bahwa pada sebagian anak, penyebabnya tidak dapat ditemukan.
Bagaimana GDD Diperiksa?
Menurut Alder Hey, sebagian besar penilaian dilakukan dengan mengamati anak bermain dan mendengarkan keterangan orang tua tentang perkembangannya. Dokter akan bertanya tentang kehamilan, persalinan, masa awal kanak-kanak, dan riwayat keluarga, lalu memeriksa anak.
Berdasarkan penilaian itu, dokter mungkin menawarkan pemeriksaan untuk memahami penyebab medis keterlambatan. Jenisnya berbeda untuk tiap anak; leaflet menyebut:
- tes darah dan tes urine;
- pemindaian (scan);
- tes pendengaran dan penglihatan pada sebagian anak;
- tes darah genetik, yang akan dijelaskan dokter lebih rinci.
Laporan AAP 2014 khusus membahas pendekatan pemeriksaan genetik untuk anak dengan GDD atau disabilitas intelektual, dan menekankan pentingnya kerja sama antara keluarga, dokter yang biasa menangani anak, dan klinik genetika. Pemeriksaan mana yang tepat untuk anak Anda ditentukan oleh dokter yang menilainya.
Baca juga: Dokter Tumbuh Kembang Anak: Siapa yang Menangani dan Kapan Harus ke Sana
Langkah Selanjutnya Setelah Diagnosis GDD
Leaflet Alder Hey menyebut anak dengan GDD mungkin membutuhkan dukungan tambahan agar dapat mencapai potensinya secara penuh. Dokter dapat merujuk ke profesional lain, misalnya fisioterapi, terapi okupasi, atau terapi wicara, dan dukungan tambahan mungkin diperlukan di tempat penitipan anak atau sekolah.

Beberapa pertanyaan yang bisa Anda bawa ke dokter:
- Bidang mana yang terlambat? “Bidang perkembangan mana saja yang tertinggal pada anak saya, dan seberapa jauh?”
- Pemeriksaan apa yang perlu? “Pemeriksaan apa yang Dokter sarankan, dan apa tujuannya?”
- Terapi apa yang perlu? “Apakah anak saya perlu fisioterapi, terapi okupasi, atau terapi wicara?”
- Kapan dinilai ulang? “Kapan perkembangan anak saya perlu dinilai lagi?”
Untuk anak yang sudah bersekolah atau masuk PAUD, leaflet Alder Hey menyarankan orang tua berdiskusi dengan pihak sekolah bila keterlambatannya berat. Di Indonesia, bentuk layanannya bisa berbeda; hak anak di sekolah dibahas di artikel sekolah inklusi.
Kapan Perlu Memeriksakan Anak?
CDC menganjurkan bertindak sejak dini bila Anda khawatir tentang perkembangan anak, dan tidak menunggu. CDC juga mengingatkan bahwa Anda yang paling mengenal anak Anda. Di Indonesia, pemantauan perkembangan rutin tersedia lewat SDIDTK dan KPSP di posyandu dan puskesmas.
Baca juga: Gangguan Perkembangan Spesifik Campuran (F83): Arti dan Kapan Kode Ini Dipakai
Baca juga: Mikrosefali pada Bayi: Arti, Penyebab, dan Dukungan Perkembangan
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Global developmental delay adalah apa?
Global developmental delay (GDD) adalah keadaan ketika anak belum mencapai sebagian milestone yang diharapkan untuk usianya pada dua bidang perkembangan atau lebih, misalnya motorik, komunikasi, dan keterampilan sosial. Menurut laporan klinis AAP, istilah ini umumnya dipakai untuk anak di bawah 5 tahun.
Apakah GDD pada anak bisa sembuh?
Sumber yang kami buka tidak menjanjikan hasil tertentu. AAP menyebut keterlambatan, terutama yang ringan, bisa bersifat sementara, tetapi GDD juga diperkirakan dapat memprediksi disabilitas intelektual di kemudian hari. Leaflet Alder Hey menyatakan kebutuhan anak sulit diperkirakan saat ia masih kecil, dan bahwa dukungan dini dapat membuat perbedaan.
Apa penyebab GDD pada anak?
Leaflet Alder Hey menyebut faktor risiko seperti komplikasi kehamilan, lahir prematur, infeksi berat seperti meningitis, riwayat keterlambatan perkembangan atau kesulitan belajar dalam keluarga, dan kondisi genetik tertentu. Pada sebagian anak, penyebabnya tidak dapat ditemukan.
Bagaimana diagnosa GDD pada anak dibuat?
Menurut Alder Hey, dokter mengamati anak bermain, mendengarkan keterangan orang tua, menanyakan riwayat kehamilan, persalinan, dan keluarga, lalu memeriksa anak. Setelah itu dokter mungkin menawarkan tes darah, tes urine, pemindaian, tes pendengaran dan penglihatan, atau tes genetik, sesuai keadaan anak.
Apakah GDD sama dengan disabilitas intelektual?
Tidak sama. Menurut AAP, istilah GDD dipakai untuk anak yang lebih muda, sedangkan disabilitas intelektual dipakai untuk anak yang lebih besar ketika tes IQ sudah sahih. GDD diperkirakan dapat memprediksi disabilitas intelektual, tetapi keterlambatan yang ringan bisa bersifat sementara.
Apa kode GDD di ICD?
Di ICD-11 dari WHO, kategori 6A00.4 disorder of intellectual development, provisional dipakai untuk bayi atau anak di bawah empat tahun yang menunjukkan tanda gangguan perkembangan intelektual, dan ICD-11 menyebut kategori ini kadang disebut global developmental delay. Kode yang tertulis di dokumen anak Anda sebaiknya ditanyakan langsung kepada dokter yang menuliskannya.
Kesimpulan
Global developmental delay berarti anak belum mencapai milestone yang diharapkan pada dua bidang perkembangan atau lebih. Istilah ini dipakai untuk anak kecil, umumnya di bawah 5 tahun menurut AAP, atau di bawah empat tahun pada kategori sementara ICD-11. Penyebabnya bisa beragam dan pada sebagian anak tidak ditemukan. GDD bukan ramalan pasti: menurut AAP, keterlambatan yang ringan bisa bersifat sementara, dan menurut Alder Hey, dukungan dini dapat membuat perbedaan.
Bila Anda ingin mencari layanan pemeriksaan tumbuh kembang, mulailah dari direktori klinik KlinikPlus atau baca panduan tentang klinik tumbuh kembang anak.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.
Referensi
- Alder Hey Children’s NHS Foundation Trust, Community Paediatrics, Global Developmental Delay (GDD): Information for Parents / Carers, leaflet PIAG 610, tanggal tinjau ulang Oktober 2027, diakses 6 November 2026. https://alderhey.nhs.uk/wp-content/uploads/2025/05/Global-Development-Delay-Leaflet-PIAG-610.docx
- Moeschler JB, Shevell M, Committee on Genetics. Comprehensive evaluation of the child with intellectual disability or global developmental delays. Pediatrics. 2014;134(3):e903-18 (American Academy of Pediatrics), diakses 6 November 2026. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9923626/
- World Health Organization, ICD-11 (platform pemeliharaan ICD-11 WHO), entri 6A00.4 Disorder of intellectual development, provisional, beserta Diagnostic Requirements, diakses 6 November 2026. https://icd.who.int/dev11/l-m/en#/http%3a%2f%2fid.who.int%2ficd%2fentity%2f1074941350
- CDC, Developmental Disability Basics, diperbarui 29 Januari 2026, diakses 6 November 2026. https://www.cdc.gov/child-development/about/developmental-disability-basics.html



