,

Anak Belum Bisa Berhitung: Kapan Wajar dan Apa yang Bisa Dibantu

Ilustrasi artikel anak belum bisa berhitung

“Anak tetangga sudah bisa berhitung sampai dua puluh, anak saya baru sampai lima.” Perbandingan seperti ini biasanya muncul menjelang masuk SD, dan jarang disertai informasi tentang apa yang sebenarnya diharapkan pada usia berapa.

Artikel ini menunjukkan patokan berhitung yang benar-benar dicantumkan pada daftar milestone CDC, menjelaskan dua kemampuan berbeda yang sering dicampur, menyampaikan apa yang diatur tentang tes berhitung untuk masuk SD, dan menerangkan kapan kesulitan berhitung punya nama tersendiri.

Patokan Berhitung yang Ada pada Daftar CDC

CDC mencantumkan butir berhitung pada daftar milestone usia 5 tahun, di bagian kognitif:

  • Menghitung sampai 10;
  • Menyebutkan beberapa angka antara 1 dan 5 ketika Anda menunjuknya.

Dua butir, bukan satu. Perbedaan di antara keduanya penting dan dibahas di bagian berikutnya.

Yang juga perlu dinyatakan apa adanya: pada daftar usia 2, 3, dan 4 tahun yang kami buka, CDC tidak mencantumkan butir berhitung sama sekali. Butir kognitif pada usia-usia itu berupa hal lain — menggambar lingkaran pada usia 3 tahun, menyebutkan beberapa warna benda dan menggambar orang dengan tiga bagian tubuh atau lebih pada usia 4 tahun.

Artinya, harapan agar anak 3 atau 4 tahun sudah berhitung tidak berasal dari daftar milestone CDC.

Dua Kemampuan Berbeda yang Sering Dicampur

Lihat lagi kedua butir usia 5 tahun itu.

Perbedaan antara menghitung sampai 10 dan mengenali lambang angka menurut CDC
Dua butir CDC yang berbeda pada usia 5 tahun.

“Menghitung sampai 10” adalah mengucapkan urutan angka. Anak melafalkan satu sampai sepuluh.

“Menyebutkan beberapa angka antara 1 dan 5 ketika Anda menunjuknya” adalah hal yang berbeda: anak melihat lambang angka dan menyebut namanya. Yang kedua membutuhkan pengenalan simbol, bukan hafalan urutan.

Perhatikan juga rentangnya. CDC menyebut menghitung sampai 10, tetapi mengenali angka hanya antara 1 dan 5 — dan bahkan itu pun “beberapa”, bukan semuanya. Jadi anak yang lancar berhitung sampai sepuluh tetapi belum mengenali semua lambang angka berada persis pada gambaran yang dicantumkan CDC.

Baca juga: Anak Belum Bisa Menulis: Kapan Wajar dan Apa yang Bisa Dibantu

Butir Lain Usia 5 Tahun yang Menopang Belajar

CDC juga mencantumkan butir kognitif lain pada usia 5 tahun yang relevan dengan kesiapan belajar:

Butir kognitif CDC pada usia 3, 4, dan 5 tahun
Butir kognitif CDC per usia.
  • memakai kata tentang waktu, seperti “kemarin”, “besok”, “pagi”, atau “malam”;
  • memusatkan perhatian selama 5 sampai 10 menit pada suatu kegiatan, misalnya saat dibacakan cerita atau membuat prakarya — dengan catatan CDC bahwa waktu layar tidak termasuk;
  • menulis beberapa huruf pada namanya;
  • menyebutkan beberapa huruf ketika Anda menunjuknya.

Butir perhatian 5 sampai 10 menit itu sering lebih berguna daripada butir berhitungnya sendiri. Anak yang belum bisa duduk fokus selama lima menit akan kesulitan pada kegiatan apa pun yang berurutan, termasuk berhitung.

Masuk SD Tidak Didasarkan pada Tes Berhitung

Kecemasan tentang berhitung sering sebenarnya kecemasan tentang masuk SD. Untuk itu ada ketentuan yang jelas.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 69 ayat (5), menyatakan bahwa penerimaan peserta didik kelas 1 SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain.

Ketentuan penerimaan murid baru juga diatur ulang setiap periode oleh peraturan menteri yang berlaku, sehingga aturan tahun berjalan sebaiknya ditanyakan ke dinas pendidikan setempat.

Baca juga: Tes Calistung Masuk SD: Aturan yang Berlaku dan Apa yang Perlu Disiapkan

Ketika Kesulitan Berhitung Punya Nama Tersendiri

Pada ICD-10, kesulitan berhitung yang spesifik memiliki kode sendiri: F81.2, specific disorder of arithmetical skills. ICD-10 menguraikannya sebagai hendaya spesifik pada kemampuan aritmetika dasar — penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian — yang tidak semata dijelaskan oleh disabilitas intelektual umum maupun oleh sekolah yang tidak memadai.

ICD-10 juga menyatakan bahwa kesulitan berhitung akibat pengajaran yang tidak memadai dikodekan terpisah (Z55.8), dan bahwa bila kesulitan berhitung menyertai gangguan membaca atau mengeja, kodenya menjadi F81.3.

Perlu ditegaskan: kode ini dipakai pada konteks pemeriksaan klinis, dan uraian ICD-10 tidak memuat usia tertentu sebagai batas. Artikel ini tidak dapat menentukan apakah anak Anda termasuk di dalamnya.

Baca juga: Gangguan Perkembangan Kemampuan Skolastik (F81): Membaca, Mengeja, dan Berhitung

Kapan Perlu Dibicarakan dengan Tenaga Kesehatan

CDC menganjurkan bertindak lebih awal bila anak tidak memenuhi satu atau lebih milestone, kehilangan keterampilan yang sebelumnya sudah dimiliki, atau orang tua punya kekhawatiran lain: berbicara dengan dokter anak, menyampaikan kekhawatiran itu, dan menanyakan tentang skrining perkembangan.

CDC juga menyatakan materinya bukan pengganti alat skrining perkembangan yang terstandar dan tervalidasi — sehingga daftar di atas berguna sebagai bahan yang dibawa, bukan sebagai penilaian yang disimpulkan sendiri.

Baca juga: Perkembangan Anak 5 Tahun: Milestone yang Menyiapkan Anak Masuk Sekolah

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Anak 3 tahun belum bisa berhitung, apakah wajar?

Pada daftar milestone CDC usia 3 tahun yang kami buka, tidak ada butir berhitung sama sekali. Butir berhitung baru muncul pada daftar usia 5 tahun. Artinya harapan agar anak 3 tahun sudah berhitung tidak berasal dari daftar itu. Bila Anda tetap khawatir, CDC menganjurkan membicarakannya dengan dokter anak.

Anak 4 tahun belum bisa berhitung, apakah terlambat?

Sama halnya: daftar milestone CDC usia 4 tahun yang kami buka tidak memuat butir berhitung. Butir kognitif pada usia itu berupa menyebutkan beberapa warna benda, menceritakan apa yang terjadi berikutnya pada cerita yang sudah dikenal, dan menggambar orang dengan tiga bagian tubuh atau lebih.

Anak 5 tahun harus bisa berhitung sampai berapa?

CDC mencantumkan “menghitung sampai 10” pada daftar usia 5 tahun, dan “menyebutkan beberapa angka antara 1 dan 5 ketika Anda menunjuknya”. Dua butir itu yang dicantumkan — bukan berhitung sampai 20, 50, atau 100.

Anak bisa menghitung tapi tidak tahu angkanya, normal?

CDC memang mencantumkan keduanya sebagai butir terpisah, dengan rentang yang berbeda: menghitung sampai 10, tetapi mengenali beberapa angka hanya antara 1 dan 5. Jadi anak yang lancar melafalkan urutan tetapi belum mengenali semua lambang angka berada pada gambaran yang dicantumkan CDC.

Apakah anak perlu les berhitung sebelum masuk SD?

PP Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 69 ayat (5) menyatakan penerimaan murid kelas 1 SD tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain. Tentang perlu atau tidaknya les, artikel ini tidak memberi rekomendasi karena tidak ada sumber resmi yang kami buka memuat pernyataan tentang itu.

Apa itu diskalkulia?

Pada ICD-10, yang ada adalah F81.2, gangguan kemampuan berhitung spesifik, dengan istilah inklusi berupa developmental acalculia, arithmetical disorder, dan sindrom Gerstmann. Penegakannya dilakukan lewat pemeriksaan, dan uraian ICD-10 menegaskan bahwa kesulitan akibat pengajaran yang tidak memadai dikodekan terpisah.

Kesimpulan

Patokannya jauh lebih longgar daripada yang sering dibayangkan. Pada daftar milestone CDC, butir berhitung baru muncul di usia 5 tahun — menghitung sampai 10, dan mengenali beberapa angka antara 1 dan 5. Pada usia 2, 3, dan 4 tahun, butir berhitung tidak dicantumkan sama sekali.

Tiga hal yang berguna dipegang. Pertama, melafalkan urutan dan mengenali lambang angka adalah dua kemampuan berbeda, dan CDC memang mencantumkannya terpisah. Kedua, PP 17/2010 Pasal 69 ayat (5) menyatakan penerimaan murid kelas 1 SD tidak didasarkan pada tes membaca, menulis, dan berhitung. Ketiga, bila Anda tetap khawatir, yang dianjurkan CDC bukan menunggu melainkan menanyakan skrining perkembangan kepada dokter anak.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi

  • CDC — Milestones, halaman usia 5 tahun (bertanggal 15 Mei 2026): butir kognitif berupa menghitung sampai 10; menyebutkan beberapa angka antara 1 dan 5 ketika ditunjuk; memakai kata tentang waktu seperti “kemarin”, “besok”, “pagi”, atau “malam”; memusatkan perhatian selama 5 sampai 10 menit pada suatu kegiatan, misalnya saat dibacakan cerita atau membuat prakarya, dengan catatan waktu layar tidak termasuk; menulis beberapa huruf pada namanya; dan menyebutkan beberapa huruf ketika ditunjuk. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/5-years.html
  • CDC — Milestones, halaman usia 4 tahun (bertanggal 15 Mei 2026): butir kognitif berupa menyebutkan beberapa warna benda; menceritakan apa yang terjadi berikutnya pada cerita yang sudah dikenal; menggambar orang dengan tiga bagian tubuh atau lebih. Tidak memuat butir berhitung. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/4-years.html
  • CDC — Milestones, halaman usia 3 tahun (bertanggal 15 Mei 2026): butir kognitif berupa menggambar lingkaran ketika dicontohkan; menghindari menyentuh benda panas seperti kompor ketika diperingatkan. Tidak memuat butir berhitung. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/3-years.html
  • CDC — Developmental Milestones (halaman induk, bertanggal 17 Februari 2026): anjuran bertindak lebih awal, berbicara dengan dokter anak, dan menanyakan skrining perkembangan bila anak tidak memenuhi satu atau lebih milestone, kehilangan keterampilan yang sebelumnya dimiliki, atau orang tua punya kekhawatiran lain; serta pernyataan bahwa materinya bukan pengganti alat skrining perkembangan yang terstandar dan tervalidasi. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/index.html
  • Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan — Pasal 69 ayat (5): penerimaan peserta didik kelas 1 SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain. https://peraturan.bpk.go.id/Details/5025/pp-no-17-tahun-2010
  • ICD-10 Edisi ke-5, blok F80–F89, lewat NHS Classifications Browser: F81.2 specific disorder of arithmetical skills sebagai hendaya spesifik pada kemampuan aritmetika dasar berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, yang tidak semata dijelaskan oleh disabilitas intelektual umum maupun sekolah yang tidak memadai; istilah inklusi developmental acalculia, arithmetical disorder, dan sindrom Gerstmann; serta eksklusi kesulitan berhitung akibat pengajaran yang tidak memadai (Z55.8) dan kesulitan berhitung yang menyertai gangguan membaca atau mengeja (F81.3). https://classbrowser.nhs.uk/ICD-10-5TH-Edition/vol1/block-f80-f89.htm

Chat dengan kami