Anak jalan jinjit adalah pemandangan yang umum pada usia balita, dan pada sebagian besar anak hal ini berhenti dengan sendirinya. Yang membuat orang tua cemas biasanya bukan jinjitnya, melainkan cerita yang beredar: katanya tanda autisme, katanya harus segera diterapi, katanya kalau dibiarkan tendonnya memendek.
Artikel ini memilah mana yang berdasar dan mana yang tidak: seberapa umum jalan jinjit, pada usia berapa biasanya berhenti, tanda apa yang membuatnya perlu diperiksa, dan apa yang biasanya dilakukan bila memang perlu penanganan.
Seberapa Umum Jalan Jinjit pada Anak?
KidsHealth, laman edukasi kesehatan anak dari Nemours, mendefinisikan jalan jinjit sebagai kondisi ketika anak berjalan dengan bertumpu pada bagian depan telapak kaki dan tumit terangkat dari lantai. Kondisi ini disebut umum pada balita ketika mereka sedang belajar berjalan, dan sebagian besar anak berhenti jalan jinjit dengan sendirinya pada usia 2 tahun.
NHS menyebutkan hal yang senada dengan ambang usia sedikit berbeda: berjalan dengan jari kaki umum terjadi pada anak berusia 3 tahun ke bawah, dan bila orang tua punya kekhawatiran, bicarakan dengan dokter atau petugas kesehatan.
Dua sumber ini memakai patokan usia yang tidak persis sama. Yang bisa diambil darinya: jalan jinjit pada anak yang baru belajar berjalan bukan hal aneh, tetapi semakin bertambah usia dan semakin jinjitnya menetap, semakin pantas untuk ditanyakan.
Kapan Perlu Diperiksa
KidsHealth menyebut tiga keadaan yang membuat orang tua sebaiknya menghubungi dokter:

- anak sudah berusia lebih dari 2 tahun dan masih jalan jinjit;
- anak sebelumnya berjalan normal, lalu mulai jalan jinjit;
- anak jalan jinjit dan ada kekhawatiran lain tentang perkembangannya.
Butir kedua layak digarisbawahi. Kemampuan yang berubah arah — dari berjalan biasa menjadi jinjit — adalah informasi penting, dan itu berlaku untuk banyak aspek perkembangan, bukan hanya cara berjalan.
Di luar ketiga keadaan itu, NHS memberi pegangan yang lebih sederhana: bila Anda punya kekhawatiran apa pun, bicarakan dengan dokter atau petugas kesehatan. Jadi Anda tidak perlu menunggu sampai yakin ada yang salah — cukup sampaikan apa yang Anda amati.
Agar pembicaraan itu berguna, ceritakan juga hal-hal yang Anda perhatikan di sekitarnya: sejak kapan jinjitnya muncul, apakah terjadi sepanjang hari atau hanya pada saat tertentu, apakah terjadi pada kedua kaki, dan apakah ada kemampuan lain yang juga Anda khawatirkan.
Baca juga: Anak Belum Bisa Jalan: Rentang Usia Normal dan Kapan Perlu Diperiksa
Apa Saja Kemungkinan Penyebabnya
KidsHealth menyebut bahwa kadang penyebab jalan jinjit tidak diketahui. Selain itu disebut beberapa kemungkinan yang berkaitan dengan kondisi medis, antara lain gangguan neurologis seperti cerebral palsy atau autisme, serta kondisi yang merusak otot seperti distrofi otot.
Penting membaca daftar itu dengan tenang. Daftar kemungkinan bukan daftar kecurigaan: sebagian besar anak yang jalan jinjit tidak memiliki satu pun kondisi tersebut. Daftar itu ada karena dokter perlu memastikan, bukan karena setiap anak yang jinjit sedang mengarah ke sana.
Cara membedakannya bukan dengan menebak dari video di ponsel, melainkan lewat pemeriksaan: mengamati cara berjalan, memeriksa kekencangan otot betis dan luas gerak pergelangan kaki, serta menilai perkembangan secara keseluruhan. KidsHealth menyebut bahwa pemeriksaan neurologis dapat dilakukan untuk menilai apakah ada masalah pada cara kerja otak dan sumsum tulang belakang.
Baca juga: Fisioterapi Anak: Kondisi yang Ditangani & Prosesnya
Apa Hubungannya dengan Autisme dan Sensori?
Autisme memang termasuk dalam daftar kemungkinan yang disebut KidsHealth. Tetapi urutan berpikirnya perlu dijaga: jalan jinjit bukan alat untuk menyimpulkan autisme, dan anak yang jalan jinjit tanpa tanda lain tidak otomatis berada pada jalur itu.
Yang lebih berguna bagi orang tua adalah memperhatikan gambaran menyeluruh: bagaimana anak berkomunikasi, bagaimana ia bermain dan merespons namanya, serta apakah ada kemampuan lain yang tertinggal. Bila ada beberapa hal yang mengganjal sekaligus, itulah yang disampaikan ke dokter.
Soal kaitan dengan pemrosesan sensorik, penjelasan yang beredar sangat beragam dan sebagian besar bersifat dugaan. Artikel ini sengaja tidak menyimpulkannya; bila terapis anak Anda mengangkat topik ini, mintalah penjelasan berdasarkan hasil asesmen anak Anda sendiri.
Baca juga: Sensori Integrasi Adalah: Pengertian & Tandanya
Apa yang Biasanya Dilakukan Bila Perlu Penanganan
KidsHealth menyebut bahwa karena banyak anak kecil melewati fase ini dengan sendirinya, dokter dapat memilih untuk menunggu dan mengamati. Bila jalan jinjit berlanjut atau ditemukan penyebab fisik, penanganan yang disebut mencakup:
- fisioterapi;
- penyangga atau bidai untuk tungkai;
- pemasangan gips secara bertahap;
- pembedahan pada sebagian kasus.
KidsHealth juga menyebut bahwa orang tua dapat membantu dengan latihan peregangan atau penguatan. Satu catatan penting: latihan peregangan sebaiknya diajarkan oleh tenaga yang memeriksa anak Anda, bukan ditiru dari video. Peregangan yang dilakukan dengan cara dan takaran yang keliru bisa membuat anak menolak dan tidak membantu.
Yang Bisa Anda Lakukan Sambil Menunggu Jadwal Pemeriksaan
- Rekam video singkat cara berjalan anak dari samping dan dari belakang, di lantai yang rata dan tanpa alas kaki. Ini sering lebih berguna daripada cerita lisan.
- Catat sejak kapan dan seberapa sering. Apakah sepanjang hari, atau hanya saat bersemangat dan berlari?
- Perhatikan apakah anak bisa berdiri dengan tumit menapak ketika diminta, dan apakah ia bisa jongkok dengan tumit di lantai.
- Catat kemampuan lain: bicara, bermain, dan interaksi. Pemeriksa akan menanyakannya.
- Jangan memaksa menekan tumit anak ke lantai atau memakaikan alas kaki khusus atas inisiatif sendiri.
- Bawa catatan dan Buku KIA saat berkonsultasi.
Baca juga: Anak Sering Jatuh: Dua Patokan yang Lebih Berguna daripada Menghitung
Baca juga: Flat Foot pada Anak: Kapan Wajar dan Kapan Perlu Diperiksa
Baca juga: Duchenne Muscular Dystrophy (DMD): Tanda Awal pada Anak dan Langkah Pemeriksaan
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Anak jalan jinjit apakah normal?
Pada balita yang sedang belajar berjalan, jalan jinjit umum terjadi. KidsHealth menyebut sebagian besar anak berhenti dengan sendirinya pada usia 2 tahun, sementara NHS menyebut berjalan dengan jari kaki umum pada anak usia 3 tahun ke bawah. Bila anak sudah lebih besar dan masih jinjit terus-menerus, atau Anda punya kekhawatiran lain, bicarakan dengan dokter.

Anak jalan jinjit apakah tanda autisme?
Autisme termasuk salah satu kemungkinan yang disebut dalam daftar penyebab, tetapi jalan jinjit saja tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan autisme. Yang dinilai adalah gambaran perkembangan secara keseluruhan, terutama komunikasi dan interaksi sosial. Bila ada beberapa hal yang mengganjal sekaligus, sampaikan semuanya ke dokter.
Anak saya jinjit hanya pada satu kaki, apakah berbeda?
Apa pun polanya, yang berlaku sama: bila Anda punya kekhawatiran, bicarakan dengan dokter atau petugas kesehatan, sebagaimana dianjurkan NHS. Saat berkonsultasi, sampaikan bahwa jinjitnya hanya pada satu sisi, sejak kapan Anda memperhatikannya, dan apakah ada perubahan pada cara anak berlari atau menaiki tangga. Informasi itu membantu pemeriksa menentukan langkah berikutnya.
Apakah jalan jinjit bisa hilang sendiri?
Pada banyak anak, ya. KidsHealth menyebut bahwa karena banyak anak kecil melewatinya sendiri, dokter dapat memilih menunggu dan mengamati. Yang menentukan perlu tidaknya tindakan adalah hasil pemeriksaan, bukan lamanya menunggu.
Apakah anak jalan jinjit perlu sepatu khusus?
Jangan membeli alas kaki khusus atas inisiatif sendiri. Penyangga, bidai, atau gips yang disebut dalam pilihan penanganan diberikan berdasarkan pemeriksaan, dengan ukuran dan tujuan yang ditentukan tenaga kesehatan. Alas kaki yang dipilih tanpa pemeriksaan bisa tidak sesuai dengan kebutuhan anak.
Anak saya dulu berjalan biasa, sekarang mulai jinjit. Apa artinya?
Perubahan seperti ini termasuk keadaan yang disebut KidsHealth sebagai alasan untuk menghubungi dokter. Catat kapan perubahan mulai terlihat dan apakah ada peristiwa yang mendahuluinya, lalu periksakan tanpa menunda.
Kesimpulan
Jalan jinjit umum pada balita dan pada banyak anak berhenti dengan sendirinya. Tiga keadaan yang disebut KidsHealth sebagai alasan menghubungi dokter adalah usia di atas 2 tahun yang masih jinjit, perubahan dari berjalan biasa menjadi jinjit, dan adanya kekhawatiran lain tentang perkembangan anak. NHS menambahkan pegangan yang lebih sederhana: kekhawatiran apa pun sudah cukup menjadi alasan untuk bertanya.
Langkah yang paling berguna bukan mencari jawaban di kolom komentar, melainkan merekam video singkat cara berjalan anak, mencatat sejak kapan, lalu membawanya ke dokter. Bila diperlukan pemeriksaan lanjutan oleh fisioterapis anak, panduan klinik tumbuh kembang anak menjelaskan apa yang perlu ditanyakan sebelum mendaftar.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.
Referensi
- KidsHealth (Nemours) — Toe Walking (ditinjau medis oleh Abigail S. Helms, PA; Mei 2020): definisi, “Most children stop toe walking on their own by age 2”, kemungkinan penyebab termasuk gangguan neurologis dan distrofi otot, kapan menghubungi dokter, pemeriksaan neurologis, serta pilihan penanganan berupa fisioterapi, penyangga, gips, dan pembedahan. https://kidshealth.org/en/parents/toe-walking.html
- NHS — Leg and foot problems in children (ditinjau 5 Juni 2026): “It’s common for children aged 3 and under to walk on their toes”; anjuran berbicara dengan dokter atau petugas kesehatan bila ada kekhawatiran. https://www.nhs.uk/baby/health/leg-and-foot-problems-in-children/
- CDC — Developmental Monitoring and Screening: dasar anjuran menyampaikan kekhawatiran perkembangan ke dokter dan menanyakan skrining. https://www.cdc.gov/act-early/about/developmental-monitoring-and-screening.html



