,

Anak Suka Berbohong: Kenapa Terjadi dan Cara Meresponsnya

Ilustrasi artikel anak suka berbohong: penyebab dan cara meresponsnya menurut AAP

Anak suka berbohong sering membuat orang tua kaget dan bertanya-tanya, “Dari mana dia belajar begini?” Rasa cemas itu wajar. Namun menurut American Academy of Pediatrics (AAP), cara memahami kebohongan anak sangat bergantung pada usianya, dan cara orang tua merespons ikut menentukan apakah kebohongan itu akan berulang.

Artikel ini merangkum halaman AAP di HealthyChildren.org: mengapa anak berbohong, apa artinya bagi perkembangannya, cara meresponsnya, dan kapan perlu bantuan profesional.

Sebelum dan Sesudah Sekitar Usia 6 Tahun

AAP menarik satu garis usia yang penting. Anak yang lebih muda dari 6 tahun sering kesulitan membedakan kenyataan dan khayalan. Bagi mereka, batas antara fakta dan cerita rekaan sering belum tegas.

Setelah sekitar usia 6 tahun, menurut AAP, anak sudah jelas bisa membedakan kebenaran dari khayalan. Karena itu, ketika anak seusia ini berbohong, ia tahu bahwa dirinya sedang tidak jujur.

Apa artinya bagi Anda di rumah?

  • Pada anak prasekolah, cerita yang tidak sesuai kenyataan belum tentu kebohongan yang disengaja, karena batas antara kenyataan dan khayalan memang belum tegas pada usia ini.
  • Pada anak usia sekolah, kebohongan biasanya disadari oleh anak. Di sinilah respons orang tua menjadi lebih menentukan.

AAP tidak memberikan tahapan yang lebih rinci per usia, jadi kami juga tidak membaginya lebih jauh. AAP memakai kata “sekitar”, sehingga angka 6 tahun sebaiknya dibaca sebagai patokan kasar.

Kenapa Anak Suka Berbohong?

AAP menyebut banyak tekanan yang bisa mendorong anak berbohong. Pada anak yang dibesarkan di rumah yang penuh kasih dan bertanggung jawab, kebohongan pertama paling sering muncul setelah anak melakukan sesuatu yang ia tahu salah.

Infografik lima alasan anak berbohong menurut AAP
Alasan anak berbohong menurut AAP HealthyChildren.

Alasan yang disebut AAP antara lain:

  • Takut mengecewakan orang tua.
  • Takut dihukum.
  • Sudah merasa bersalah, lalu berusaha melindungi diri dari disiplin yang ia bayangkan akan keras.
  • Standar dan harapan yang sangat tinggi. AAP mencatat bahwa dalam banyak kasus, orang tua dari anak yang berbohong memiliki standar perilaku dan harapan yang luar biasa tinggi. Anak-anak ini tahu mana yang benar dan salah, dan dalam situasi yang mereka anggap sulit, mereka berusaha menyelamatkan muka.

Jadi, kenapa anak suka berbohong kepada orang tua? Menurut AAP, yang sering dihindari anak justru kekecewaan dan ketidaksetujuan orang tuanya sendiri.

Berbohong Tanda Hati Nurani Sedang Bekerja

AAP mengingatkan bahwa berbohong menunjukkan anak sadar bahwa ia telah melakukan sesuatu yang salah. Usahanya menghindari kekecewaan dan ketidaksetujuan Anda menunjukkan bahwa hati nuraninya sedang bekerja.

Ini bukan berarti kebohongan dibiarkan, tetapi sudut pandang ini membantu Anda merespons dengan kepala dingin.

AAP juga memberi peringatan: orang tua yang bereaksi berlebihan dan menjadi sangat negatif dapat mendorong anak merasa perlu berbohong lagi dan lagi untuk melindungi dirinya.

Baca juga: Anak Suka Memukul: Penyebab dan Cara Menghentikannya dengan Tenang

Cara Mengatasi Anak Suka Berbohong Menurut AAP

Langkah yang dianjurkan AAP sederhana dan bisa langsung dipraktikkan:

Infografik perbandingan respons yang dianjurkan dan dihindari saat anak berbohong menurut AAP
Cara merespons anak yang berbohong menurut AAP HealthyChildren.
  1. Sampaikan segera bahwa Anda tahu. Bila Anda mengetahui anak berbohong, beri tahu dia saat itu juga bahwa Anda sadar ia tidak mengatakan yang sebenarnya.
  2. Hindari hukuman keras. AAP menyatakan hukuman keras biasanya tidak terlalu efektif.
  3. Tunjukkan pesan kejujuran lewat kata dan perbuatan. AAP menganjurkan agar dua pesan berikut disampaikan dengan ucapan sekaligus perilaku Anda.

Dua pesan yang dicontohkan AAP, dalam bahasa sehari-hari:

Pesan dari AAPContoh kalimat untuk anak
Kejujuran berlaku dua arah“Ibu mau kamu selalu bilang yang sebenarnya. Ibu juga akan selalu jujur sama kamu, supaya kita selalu bisa saling percaya.”
Jujur membuat urusannya lebih ringan“Kalau kamu jujur, masalahnya jauh lebih kecil daripada kalau kamu bohong.”

Saat Anda sudah tahu yang sebenarnya, Anda bisa membuka percakapan dengan kalimat seperti: “Ayah tahu ceritanya tidak begitu. Ayah ingin dengar yang sebenarnya, lalu kita bereskan bersama.” Kalimat ini memenuhi langkah pertama, yaitu menyampaikan bahwa Anda tahu, tanpa bereaksi berlebihan.

Pesan kedua hanya bermakna bila Anda menepatinya: bila anak akhirnya mengaku, tunjukkan lewat sikap Anda bahwa kejujurannya memang membuat urusannya lebih ringan. Itulah maksud menyampaikan pesan lewat kata dan perilaku.

Baca juga: Gentle Parenting vs VOC Parenting: Mana yang Lebih Baik untuk Tumbuh Kembang Anak?

Waspadai Standar Ganda dan “Bohong Putih”

Menurut AAP, tindakan Anda sendiri dan cara Anda berkata jujur kemungkinan besar adalah cara terpenting untuk mengajarkan arti kejujuran kepada anak.

Pada masa usia sekolah, anak bisa bingung bila di rumah berlaku standar ganda: anak dilarang berbohong, tetapi orang tuanya sesekali mengucapkan “bohong putih” kecil demi kenyamanan sendiri. AAP mencontohkan anak yang melihat orang tuanya memutar kebenaran saat menelepon atau saat berbicara dengan tetangga.

Bagi anak yang selalu diajari jujur, pemandangan seperti itu memberi sinyal yang membingungkan, dan menurut AAP anak sering sulit memahami situasi sehalus ini. Meminta anak bilang kepada penelepon bahwa Anda sedang tidak di rumah, padahal Anda ada, mungkin terasa sepele, tetapi bagi anak itu tetap contoh berbohong. Bila Anda perlu menolak sesuatu, pilih alasan yang jujur.

Baca juga: Anak Sulit Diatur: Delapan Kiat NHS dan Beda Hadiah dengan Suap

Kapan Perlu Bantuan Profesional?

AAP menyatakan bahwa anak dengan riwayat berbohong kronis sebaiknya diperiksa oleh konselor, klinik bimbingan anak, atau profesional kesehatan jiwa.

Ada dua alasan yang disebut AAP. Pertama, anak yang terus-menerus berbohong sering mengalami kesulitan membangun hati nurani yang dapat membedakan benar dan salah dengan jelas. Kedua, anak-anak ini mungkin sedang memberi sinyal bahwa mereka butuh bantuan karena ada gangguan dalam kehidupan keluarga atau di luar rumah.

Sebelum konsultasi, catatan sederhana berikut akan membantu:

  • Sejak kapan kebohongan muncul dan seberapa sering terjadi.
  • Dalam situasi apa biasanya terjadi, misalnya setelah berbuat salah atau saat takut dimarahi.
  • Bagaimana respons di rumah selama ini.
  • Apakah ada perubahan atau masalah besar di keluarga atau di sekolah.

AAP tidak memberikan batas berapa sering atau berapa lama kebohongan disebut “kronis”, dan kami tidak menetapkan angka sendiri. Bila Anda ragu, membicarakannya dengan profesional adalah langkah yang wajar.

Baca juga: Anak Suka Mencuri: Memahami Alasannya dan Cara Meresponsnya

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Anak suka berbohong karena apa?

Menurut AAP, anak paling sering berbohong setelah melakukan sesuatu yang ia tahu salah. Alasannya antara lain takut mengecewakan orang tua, takut dihukum, dan sudah merasa bersalah. AAP juga mencatat bahwa dalam banyak kasus, orang tua anak yang berbohong memiliki standar dan harapan yang sangat tinggi.

Kenapa anak suka berbohong kepada orang tua?

AAP menjelaskan bahwa anak sering berbohong untuk menghindari kekecewaan dan ketidaksetujuan orang tuanya. Menurut AAP, hal ini justru menunjukkan bahwa anak sadar telah berbuat salah dan hati nuraninya sedang bekerja. Reaksi orang tua yang berlebihan dan sangat negatif dapat membuat anak merasa perlu terus berbohong untuk melindungi diri.

Apakah anak balita yang suka mengarang cerita sudah bisa disebut berbohong?

Belum tentu. AAP menyatakan anak di bawah usia 6 tahun sering kesulitan membedakan kenyataan dan khayalan, sehingga batas antara fakta dan cerita rekaan bagi mereka belum tegas. Setelah sekitar usia 6 tahun, anak sudah jelas bisa membedakan keduanya dan tahu ketika dirinya tidak jujur.

Bagaimana cara mengatasi anak berbohong tanpa hukuman keras?

AAP menganjurkan orang tua segera memberi tahu anak bahwa Anda tahu ia tidak jujur, dan menyatakan hukuman keras biasanya tidak terlalu efektif. Sampaikan lewat kata dan perilaku bahwa Anda dan anak sama-sama akan selalu jujur, dan bahwa kejujuran membuat masalahnya jauh lebih ringan.

Bagaimana cara mengatasi anak agar tidak berbohong?

Menurut AAP, cara terpenting untuk mengajarkan kejujuran kemungkinan besar adalah tindakan dan cara orang tua sendiri dalam berkata jujur. AAP juga mengingatkan bahwa anak usia sekolah bisa bingung bila dilarang berbohong, sementara orang tuanya sesekali mengucapkan “bohong putih” demi kenyamanan sendiri.

Kapan anak yang suka berbohong perlu dibawa ke profesional?

AAP menyatakan anak dengan riwayat berbohong kronis sebaiknya diperiksa oleh konselor, klinik bimbingan anak, atau profesional kesehatan jiwa. Menurut AAP, anak seperti ini mungkin sedang memberi sinyal butuh bantuan karena ada gangguan di keluarga atau di luar rumah.

Kesimpulan

Anak suka berbohong juga terjadi di rumah yang penuh kasih dan bertanggung jawab, begitu AAP menggambarkannya. Menurut AAP, anak di bawah sekitar 6 tahun masih sering mencampurkan kenyataan dan khayalan, sedangkan anak yang lebih besar berbohong dengan sadar, paling sering karena takut mengecewakan atau takut dihukum. Kebohongan seperti itu menunjukkan hati nuraninya bekerja.

Respons yang dianjurkan AAP: sampaikan segera bahwa Anda tahu, hindari hukuman keras, tegaskan bahwa kejujuran berlaku dua arah, dan jauhi “bohong putih” di depan anak. Bila kebohongan sudah kronis, bicarakan dengan konselor atau profesional kesehatan jiwa.

Bila Anda ingin berkonsultasi tentang perilaku anak, Anda dapat mencari layanan yang sesuai di direktori klinik tumbuh kembang KlinikPlus atau membaca panduan memilih klinik tumbuh kembang anak.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi


Chat dengan kami