Gentle parenting sering dipertentangkan dengan “VOC parenting” di media sosial, seolah orang tua hanya punya dua pilihan: serba lembut atau serba keras. Padahal, penelitian tentang pola asuh anak selama puluhan tahun menunjukkan bahwa yang paling membantu anak justru gabungan keduanya: hangat sekaligus tegas.
Bila Anda bingung harus ikut gaya yang mana, atau merasa bersalah karena kadang masih membentak, Anda tidak sendirian. Artikel ini membahas apa itu gentle parenting dan VOC parenting, gaya pengasuhan menurut penelitian, apa kata bukti ilmiah tentang disiplin keras, kritik terhadap gentle parenting, serta contoh kalimat hangat dan tegas yang bisa Anda pakai sehari-hari.
Gentle Parenting Adalah Apa?
Gentle parenting adalah pendekatan pengasuhan yang menekankan kasih sayang, empati, dan kemampuan orang tua maupun anak mengelola emosi. Istilah ini tidak lahir dari dunia akademik, melainkan populer lewat media sosial dan para pemengaruh parenting. Karena itu, gentle parenting belum memiliki definisi resmi dan bukan salah satu gaya pengasuhan utama dalam penelitian.
Studi pertama yang secara sistematis menelaah makna gentle parenting dilakukan Pezalla dan Davidson (2024) terhadap 100 orang tua di Amerika Serikat; 49 di antaranya menyebut diri “gentle parent”. Mereka menemukan pendekatan ini menonjolkan kasih sayang yang tinggi, pengaturan emosi, dan pentingnya batasan, tetapi cara menerapkan batasan itu berbeda-beda antar keluarga. Jadi, gentle parenting artinya bukan “tanpa aturan”.
VOC Parenting Adalah Apa?
VOC parenting adalah istilah populer, terutama di TikTok sejak 2024, untuk pola asuh yang sangat ketat dan otoriter. Nama “VOC” dipakai sebagai kiasan yang merujuk pada kongsi dagang Belanda di masa kolonial yang dikenal keras. Dalam ilmu pengasuhan, gaya ini paling dekat dengan pola asuh otoriter.
Ciri yang sering disebut antara lain aturan kaku yang tidak bisa didiskusikan, komunikasi satu arah, hukuman fisik atau verbal sebagai alat utama, serta sedikit validasi emosi. Sebagian orang tua yang menerapkannya merasa cara ini membuat anak mandiri dan disiplin. Kekhawatiran para ahli bukan pada disiplinnya, melainkan pada kerasnya cara dan minimnya kehangatan.
Pola Asuh Anak Menurut Penelitian: Empat Gaya Pengasuhan
Psikolog Diana Baumrind sejak 1960-an mengelompokkan pola asuh berdasarkan dua hal: kehangatan dan tuntutan atau batasan. Maccoby dan Martin kemudian menambahkan gaya keempat, yaitu pengasuhan yang abai.

| Gaya | Kehangatan | Batasan | Gambaran singkat |
|---|---|---|---|
| Otoritatif (demokratis) | Tinggi | Tinggi | Hangat, mendengarkan, tetapi aturan jelas dan dijalankan |
| Otoriter | Rendah | Tinggi | “Pokoknya nurut”, banyak hukuman, sedikit penjelasan |
| Permisif | Tinggi | Rendah | Sangat sayang, tetapi jarang menegakkan batas |
| Abai (neglectful) | Rendah | Rendah | Kurang terlibat dan kurang memantau |
Meta-analisis Pinquart (2017) yang merangkum 1.435 penelitian menemukan kehangatan, kontrol perilaku yang wajar, dan gaya otoritatif berhubungan dengan masalah perilaku yang lebih sedikit. Sebaliknya, kontrol yang keras, kontrol psikologis (misalnya membuat anak merasa bersalah atau malu), serta gaya otoriter, permisif, dan abai berhubungan dengan masalah perilaku yang lebih banyak. Hubungan terkuat ditemukan pada kontrol yang keras dan kontrol psikologis.
Apakah ini berlaku di Asia? Meta-analisis lintas budaya Pinquart dan Kauser (2018) terhadap 428 penelitian menemukan gaya otoritatif berkaitan dengan setidaknya satu hasil positif pada anak di semua wilayah dunia yang diteliti, sedangkan gaya otoriter berkaitan dengan setidaknya satu hasil negatif, dengan sedikit variasi antarwilayah.
Apa Kata Penelitian tentang Disiplin Keras?
Banyak dari kita dibesarkan dengan cubitan, pukulan, atau bentakan, dan itu dulu dianggap biasa. Bukti ilmiah kini memberi gambaran yang lebih jelas. Kebijakan American Academy of Pediatrics (AAP) tahun 2018 menyatakan bahwa hukuman fisik, membentak, dan mempermalukan anak hanya sedikit efektif dalam jangka pendek dan tidak efektif dalam jangka panjang. AAP juga mengaitkan hukuman fisik dengan peningkatan risiko dampak negatif pada perilaku, kognitif, psikososial, dan emosi anak.
Meta-analisis Gershoff dan Grogan-Kaylor (2016) terhadap data 160.927 anak menemukan bahwa pukulan pada anak (spanking) berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai dampak buruk. Pesannya bukan untuk menyalahkan orang tua, melainkan menunjukkan bahwa ada cara lain yang lebih efektif untuk mengajarkan disiplin.
Gentle Parenting vs VOC Parenting: Mana yang Lebih Baik?
Jawaban jujurnya: yang terbaik menurut penelitian bukan versi ekstrem dari keduanya, melainkan pola asuh yang hangat dan tegas.
| Aspek | VOC parenting | Gentle parenting yang kebablasan | Hangat dan tegas (otoritatif) |
|---|---|---|---|
| Aturan | Banyak, kaku, tanpa penjelasan | Sedikit atau mudah berubah | Sedikit tetapi jelas, dijelaskan, dan dijalankan |
| Emosi anak | Diabaikan atau dilarang | Divalidasi, tetapi batas ikut luluh | Divalidasi, batas tetap dipegang |
| Saat anak salah | Hukuman fisik atau bentakan | Dibiarkan agar anak tidak sedih | Konsekuensi yang tenang dan masuk akal |
| Komunikasi | Satu arah | Banyak negosiasi | Dua arah, keputusan akhir di orang tua |
Lembut tidak sama dengan serba boleh
Kritik yang sering muncul terhadap gentle parenting adalah terlalu lunak. Pezalla dan Davidson mencatat bahwa gentle parenting mirip dengan gaya otoritatif sekaligus permisif, tetapi berbeda karena menekankan batasan. Masalah muncul ketika “tidak mau anak menangis” membuat batas tidak ditegakkan; dalam penelitian, gaya permisif justru berkaitan dengan lebih banyak masalah perilaku.
Lembut juga tidak berarti orang tua harus sempurna
Dalam studi yang sama, lebih dari sepertiga orang tua gentle parenting mengungkapkan keraguan, kritik terhadap diri sendiri, atau kelelahan. Orang tua yang sangat keras pada diri sendiri melaporkan rasa mampu mengasuh yang lebih rendah. Anda tidak perlu selalu tenang 24 jam. Yang penting adalah memperbaiki hubungan setelah kesalahan terjadi.
Contoh Pola Asuh Hangat dan Tegas Sehari-hari
Rumus sederhananya: akui perasaan anak, sampaikan batas dengan singkat, lalu tawarkan pilihan atau jalan keluar. AAP menganjurkan batas yang jelas dan konsisten, konsekuensi yang tenang, mendengarkan anak, serta memberi perhatian pada perilaku baik.

| Situasi | Contoh kalimat hangat dan tegas |
|---|---|
| Anak menolak mandi | “Kamu masih mau main, ya. Sekarang waktunya mandi. Mau bawa bebek atau kapal ke kamar mandi?” |
| Minta gadget lagi | “Kamu suka sekali video itu. Waktunya sudah habis. Besok sore kita nonton lagi, sekarang kita main lego.” |
| Rebutan mainan | “Kalian berdua mau mobil merah. Mobilnya istirahat dulu. Kita pakai timer, lima menit gantian.” |
| Memukul saat marah | “Boleh marah, tapi tidak boleh memukul. Mama pegang tanganmu sampai kamu tenang.” |
| Menolak tidur | “Kamu belum mengantuk. Lampu tetap dimatikan. Mau Mama bacakan satu buku atau usap punggung?” |
Baca juga: Cara Mengatasi Anak Tantrum Saat Keinginannya Tidak Dituruti
Bila anak sering memukul, panduan langkah demi langkah ada di artikel anak suka memukul. Untuk urusan layar, lihat artikel screen time anak.
Jika Anda Dulu Dibesarkan dengan Pola Asuh Keras
Banyak orang tua ingin mengasuh dengan cara berbeda dari yang mereka alami, lalu kaget ketika bentakan keluar begitu saja. Itu manusiawi. Beberapa langkah yang bisa membantu:
- Kenali pemicu Anda, misalnya lelah, lapar, atau terburu-buru, dan siapkan rencana sebelum situasi itu terjadi.
- Ambil jeda. AAP menyarankan rehat singkat di tempat yang aman bila Anda merasa hampir kehilangan kendali.
- Perbaiki hubungan. Kembali kepada anak, minta maaf, dan jelaskan apa yang akan Anda lakukan lain kali: “Tadi Mama berteriak. Maaf, ya. Lain kali Mama tarik napas dulu.”
- Berbagi tugas dengan pasangan atau keluarga, dan sepakati aturan yang sama.
Kapan Perlu Bantuan Profesional?
Pertimbangkan berkonsultasi dengan psikolog anak, psikolog keluarga, atau dokter anak bila:
- Perilaku anak, seperti agresi atau tantrum, sangat sering, berat, atau tidak membaik setelah beberapa minggu ditangani konsisten.
- Anak melukai diri sendiri atau orang lain.
- Anda sering merasa kewalahan, kehilangan kendali, atau khawatir akan menyakiti anak.
- Ada kekhawatiran lain tentang perkembangan anak, misalnya bicara, interaksi sosial, atau konsentrasi.
Meminta bantuan bukan tanda gagal menjadi orang tua, melainkan langkah yang bertanggung jawab. Gambaran perkembangan anak per usia bisa Anda baca di panduan tumbuh kembang anak.
Baca juga: Anak Sulit Diatur: Delapan Kiat NHS dan Beda Hadiah dengan Suap
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Gentle parenting adalah apa?
Gentle parenting adalah pendekatan pengasuhan yang populer lewat media sosial, yang menekankan kasih sayang, empati, dan pengaturan emosi orang tua maupun anak, disertai batasan. Gentle parenting belum memiliki definisi ilmiah resmi, tetapi penelitian menemukan pendekatan ini paling mirip dengan pola asuh otoritatif dan permisif.
VOC parenting adalah apa?
VOC parenting adalah istilah populer di media sosial Indonesia untuk pola asuh yang sangat ketat dan otoriter, dengan aturan kaku, komunikasi satu arah, dan hukuman sebagai alat utama. Nama VOC dipakai sebagai kiasan untuk kerasnya kongsi dagang Belanda di masa kolonial.
Gentle parenting vs VOC parenting, mana yang lebih baik?
Penelitian tidak mendukung versi ekstrem dari keduanya. Pola asuh yang paling konsisten berkaitan dengan hasil baik pada anak adalah pola asuh otoritatif: hangat dan responsif, tetapi tetap memiliki aturan yang jelas dan dijalankan. Disiplin keras seperti memukul dan membentak tidak efektif dalam jangka panjang menurut American Academy of Pediatrics.
Apakah gentle parenting membuat anak manja?
Gentle parenting yang dijalankan dengan batasan yang jelas tidak sama dengan memanjakan. Risiko muncul bila kelembutan berubah menjadi serba boleh, yaitu pola asuh permisif, yang dalam penelitian berkaitan dengan lebih banyak masalah perilaku. Kuncinya adalah tetap memvalidasi perasaan anak sambil menegakkan batas.
Apakah orang tua tidak boleh marah sama sekali?
Orang tua boleh merasa marah; yang perlu dihindari adalah membentak, mempermalukan, atau memukul anak. Bila Anda terlanjur berteriak, ambil jeda, lalu kembali dan minta maaf kepada anak. Cara ini justru mengajarkan anak bagaimana memperbaiki kesalahan.
Pola asuh anak apa yang terbaik menurut penelitian?
Meta-analisis besar menemukan pola asuh otoritatif, yaitu tinggi kehangatan dan tinggi batasan, berkaitan dengan lebih sedikit masalah perilaku, dan hubungan ini terlihat di berbagai wilayah dunia. Tidak ada pola asuh yang sempurna; yang penting adalah konsistensi, kehangatan, dan kesediaan memperbaiki hubungan.
Kesimpulan
Perdebatan gentle parenting vs VOC parenting sering membuat orang tua merasa harus memilih kubu. Penelitian menunjukkan jalan tengah yang lebih membantu: pola asuh yang hangat dan tegas. Akui perasaan anak, pegang batas dengan tenang, hindari hukuman fisik dan bentakan, dan jangan menuntut diri sendiri untuk sempurna. Gentle parenting yang baik bukan berarti serba boleh, dan disiplin yang baik tidak harus keras.
Bila Anda membutuhkan pendampingan psikolog anak atau evaluasi tumbuh kembang, Anda dapat mencari layanan terdekat melalui direktori klinik tumbuh kembang KlinikPlus atau membaca panduan memilih klinik tumbuh kembang anak kami.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.
Referensi
- Pezalla AE, Davidson AJ. “Trying to remain calm…but I do reach my limit sometimes”: An exploration of the meaning of gentle parenting. PLoS One. 2024;19(7):e0307492. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11290678/
- Baumrind D. Effects of Authoritative Parental Control on Child Behavior. Child Development. 1966;37(4):887–907. https://doi.org/10.2307/1126611
- Pinquart M. Associations of parenting dimensions and styles with externalizing problems of children and adolescents: An updated meta-analysis. Dev Psychol. 2017;53(5):873–932. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28459276/
- Pinquart M, Kauser R. Do the associations of parenting styles with behavior problems and academic achievement vary by culture? Results from a meta-analysis. Cultur Divers Ethnic Minor Psychol. 2018;24(1):75–100. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28394165/
- Sege RD, Siegel BS; AAP Council on Child Abuse and Neglect; Committee on Psychosocial Aspects of Child and Family Health. Effective Discipline to Raise Healthy Children. Pediatrics. 2018;142(6):e20183112. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30397164/
- Gershoff ET, Grogan-Kaylor A. Spanking and child outcomes: Old controversies and new meta-analyses. J Fam Psychol. 2016;30(4):453–469. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27055181/
- American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org). What’s the Best Way to Discipline My Child? https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Disciplining-Your-Child.aspx
- Hello Sehat. Parenting VOC Adalah (ditinjau dr. Muhammad Yusra Firdaus, Sp.A; diperbarui 18 Juli 2025). https://hellosehat.com/parenting/parenting-voc-adalah/
- detikJatim. Viral Parenting VOC di TikTok, Apa Dampaknya pada Anak? (25 September 2024). https://www.detik.com/jatim/berita/d-7557430/viral-parenting-voc-di-tiktok-apa-dampaknya-pada-anak
- detikHealth. Pola Asuh Gentle Parenting Lebih Baik dari Ala ‘VOC’? Pakar Bilang Gini (24 Mei 2025). https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7929381/pola-asuh-gentle-parenting-lebih-baik-dari-ala-voc-pakar-bilang-gini



