,

Anak Tidak Mau Ditinggal: Kecemasan Perpisahan dan Batas Wajarnya

Ilustrasi artikel anak tidak mau ditinggal

Anak menangis dan memeluk kaki setiap kali Anda hendak pergi — bahkan ke kamar sebelah. Gambaran itu melelahkan, dan sering membuat orang tua merasa bersalah atau curiga ada yang salah dengan pola asuhnya.

Artikel ini merangkum apa yang dinyatakan NHS dan CDC tentang kecemasan perpisahan: apa yang sebenarnya sedang terjadi, pada usia berapa ia wajar, patokan konkret yang bisa dipakai, apa yang bisa dilakukan, dan kapan ia perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan.

Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi

NHS menjelaskan bahwa bayi dan batita menjadi lengket dan menangis ketika orang tua atau pengasuh lain pergi, bahkan sebentar. Yang menarik adalah cara NHS membacanya: ini tanda bayi kini menyadari dirinya adalah pribadi yang terpisah dari Anda.

Dengan kata lain, ia bukan tanda kemunduran. Ia justru menandai satu pemahaman baru yang sedang terbentuk — dan rasa cemas muncul karena pemahaman itu.

NHS juga menyebut hal ini dapat membuat anak waspada terhadap orang asing atau situasi baru.

Pada Usia Berapa Ini Wajar

NHS menyatakan kecemasan perpisahan umum terjadi antara sekitar usia 6 bulan dan 3 tahun. NHS menambahkan bahwa keadaan ini dapat berlangsung lebih lama, dan dapat pula muncul kembali pada masa-masa yang penuh tekanan lainnya.

Rentang usia dan sifat kecemasan perpisahan menurut NHS
Kecemasan perpisahan menurut NHS.

NHS menyebutnya bagian normal dari perkembangan anak, dan menyatakan anak biasanya tumbuh melewatinya. NHS tidak memberi tenggat waktu tertentu untuk itu.

Catatan “dapat muncul kembali” layak digarisbawahi. Anak yang sudah tenang ditinggal lalu kembali menangis saat pindah rumah, ganti pengasuh, atau masuk sekolah baru tidak sedang mundur — NHS menyebut pola itu sebagai hal yang memang bisa terjadi.

Baca juga: Anak Cemas Berlebihan: Tanda, Batasnya, dan Langkah Pertama

Satu Patokan Konkret: 10 Menit

Kebanyakan panduan hanya berbicara soal “wajar” dan “tidak wajar” tanpa ukuran. CDC memberi satu butir yang bisa diamati langsung.

Pada daftar milestone usia 3 tahun, CDC mencantumkan butir sosial-emosional: anak tenang kembali dalam 10 menit setelah Anda pergi, misalnya saat diantar ke penitipan.

Yang diukur bukan apakah anak menangis saat ditinggal, melainkan berapa lama ia butuh untuk kembali tenang sesudahnya. Ini pembedaan yang berguna: menangis saat perpisahan sangat umum; yang lebih informatif adalah apa yang terjadi sepuluh menit kemudian.

Karena Anda tidak ada di sana untuk melihatnya, butir ini biasanya perlu ditanyakan kepada pengasuh atau guru.

Dua hal yang tidak dinyatakan butir itu juga perlu disebut. Ia tidak mengatakan anak seharusnya tidak menangis, dan ia tidak berlaku untuk usia di bawah 3 tahun — CDC mencantumkannya khusus pada daftar usia 3 tahun. Memakainya sebagai target untuk anak dua tahun berarti memakai patokan yang bukan untuknya.

Yang Dianjurkan NHS untuk Orang Tua

  1. Bermain permainan seperti ciluk ba, untuk menunjukkan bahwa Anda selalu kembali.
  2. Melatih perpisahan singkat lebih dulu bersama orang yang anak kenal baik, lalu memperpanjangnya bertahap.
  3. Membicarakan apa yang akan Anda lakukan bersama setelah bertemu kembali.
  4. Meninggalkan benda yang menenangkan, misalnya selendang atau mainan yang beraroma Anda.
  5. Berpamitan dengan tenang dan ceria, karena anak menangkap ketegangan Anda.
  6. Tidak merasa bersalah. NHS menyebut kecemasan perpisahan sering justru merupakan tanda ikatan yang kuat.

Perhatikan butir kelima dan keenam. Keduanya menyasar orang tua, bukan anak — dan menurut NHS itu bagian dari penanganannya, bukan sekadar penghiburan.

Baca juga: Melatih Kemandirian Anak: Patokan Usia dan Kegiatan Hariannya

Kapan Perlu Dibicarakan dengan Tenaga Kesehatan

NHS menyebut tiga keadaan untuk membicarakannya dengan petugas kesehatan:

Tiga keadaan untuk mencari bantuan menurut NHS
Tiga keadaan yang disebut NHS untuk mencari bantuan.
  • bila kesulitannya berat;
  • bila anak tetap kesal lama setelah Anda pergi;
  • bila keadaannya sudah berlangsung lebih dari beberapa minggu.

Di Indonesia, jalur yang setara adalah posyandu, puskesmas, atau dokter yang memeriksa anak secara rutin.

Ketika Ia Punya Nama Sendiri

CDC menyebut gangguan kecemasan perpisahan (separation anxiety disorder) sebagai salah satu dari lima jenis gangguan kecemasan pada anak, bersama fobia, gangguan kecemasan sosial, gangguan kecemasan umum, dan gangguan panik.

Contoh yang diberikan CDC: anak batita yang sering menjadi sangat tertekan ketika berpisah dari orang tuanya, meskipun ia aman dan terawat.

CDC memberi dua patokan umum untuk membedakan kekhawatiran biasa dari gangguan: ketika anak tidak keluar dari ketakutan yang biasa terjadi pada anak kecil seiring bertambah usia, dan ketika ketakutan itu mengganggu kegiatan di sekolah, di rumah, atau saat bermain.

Perlu ditegaskan: membedakan keduanya adalah pekerjaan pemeriksa. Artikel ini tidak dapat melakukannya, dan tidak ada daftar gejala yang bisa menggantikan evaluasi.

Baca juga: Anak Tidak Mau Sekolah: Penyebab yang Perlu Dipilah dan Cara Menanganinya

Baca juga: Perkembangan Bayi 9 Bulan: Milestone dan Cara Menstimulasinya

Baca juga: Usia Masuk TK dan PAUD: Batas Umur Menurut Aturan dan Tanda Kesiapan Anak

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Sampai usia berapa anak tidak mau ditinggal masih wajar?

NHS menyatakan kecemasan perpisahan umum terjadi antara sekitar usia 6 bulan dan 3 tahun, dan dapat berlangsung lebih lama. NHS menyebutnya bagian normal dari perkembangan anak tanpa memberi tenggat tertentu. Patokan yang lebih berguna daripada usia adalah tiga keadaan yang disebut NHS untuk mencari bantuan.

Anak saya sudah bisa ditinggal, kenapa sekarang menangis lagi?

NHS menyebut kecemasan perpisahan dapat muncul kembali pada masa-masa yang penuh tekanan. Kembalinya tangisan setelah periode tenang karena itu tidak otomatis berarti ada masalah baru, meski tetap layak dibicarakan bila berlangsung lebih dari beberapa minggu.

Lebih baik pergi diam-diam atau berpamitan?

NHS menganjurkan berpamitan dengan tenang dan ceria, karena anak menangkap ketegangan orang tua. NHS tidak menganjurkan pergi diam-diam, dan hal itu tidak termasuk dalam daftar anjurannya.

Apakah anak yang tidak mau ditinggal berarti kurang mandiri?

NHS justru menyebut kecemasan perpisahan sering merupakan tanda ikatan yang kuat, dan menempatkannya sebagai bagian normal dari perkembangan. Sumber yang kami buka tidak mengaitkannya dengan tingkat kemandirian anak.

Apa bedanya kecemasan perpisahan biasa dengan gangguannya?

CDC menyebut gangguan kecemasan perpisahan sebagai salah satu dari lima jenis gangguan kecemasan, dengan dua patokan umum: anak tidak keluar dari ketakutan yang biasa pada anak kecil seiring bertambah usia, dan ketakutan itu mengganggu kegiatan di sekolah, rumah, atau saat bermain. Pembedaannya ditegakkan lewat evaluasi oleh tenaga kesehatan, bukan dari daftar gejala.

Berapa lama anak seharusnya tenang setelah ditinggal?

CDC mencantumkan “tenang kembali dalam 10 menit setelah Anda pergi” sebagai butir milestone sosial-emosional pada usia 3 tahun. Ini satu-satunya ukuran waktu yang kami temukan pada sumber resmi untuk hal ini, dan berlaku sebagai patokan usia 3 tahun — bukan target yang berlaku untuk semua usia.

Kesimpulan

Anak yang tidak mau ditinggal sedang menjalani sesuatu yang oleh NHS disebut bagian normal dari perkembangan, dan bahkan dibaca sebagai tanda bahwa ia mulai menyadari dirinya terpisah dari Anda. Rentang yang disebut NHS adalah sekitar 6 bulan sampai 3 tahun, dengan catatan bisa lebih lama dan bisa muncul lagi pada masa yang penuh tekanan.

Dua hal yang bisa langsung dipakai. Pertama, patokan 10 menit dari CDC — yang diamati bukan tangisannya saat berpisah, melainkan berapa lama anak butuh untuk kembali tenang, dan itu biasanya perlu ditanyakan kepada pengasuh atau guru. Kedua, tiga alasan NHS untuk mencari bantuan: kesulitannya berat, anak tetap kesal lama setelah Anda pergi, atau keadaannya berlangsung lebih dari beberapa minggu.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi

  • NHS — Separation anxiety (ditinjau 25 Juni 2026; jadwal tinjau ulang 25 Juni 2029): penjelasan bahwa bayi dan batita menjadi lengket dan menangis ketika orang tua atau pengasuh pergi, dan bahwa hal itu merupakan tanda bayi menyadari dirinya pribadi yang terpisah; catatan bahwa anak dapat menjadi waspada terhadap orang asing atau situasi baru; rentang umum sekitar 6 bulan sampai 3 tahun, dengan catatan dapat berlangsung lebih lama dan dapat muncul kembali pada masa penuh tekanan; pernyataan bahwa ini bagian normal dari perkembangan anak dan anak biasanya tumbuh melewatinya; anjuran bermain ciluk ba, melatih perpisahan singkat bersama orang yang dikenal lalu memperpanjangnya, membicarakan rencana setelah bertemu kembali, meninggalkan benda yang menenangkan, berpamitan dengan tenang dan ceria, serta tidak merasa bersalah karena kecemasan perpisahan sering merupakan tanda ikatan yang kuat; dan tiga keadaan untuk berbicara dengan petugas kesehatan, yaitu kesulitan yang berat, anak yang tetap kesal lama setelah orang tua pergi, dan keadaan yang berlangsung lebih dari beberapa minggu. https://www.nhs.uk/conditions/baby/babys-development/behaviour/separation-anxiety/
  • CDC — Milestones, halaman usia 3 tahun (bertanggal 15 Mei 2026): butir sosial-emosional berupa tenang kembali dalam 10 menit setelah orang tua pergi, misalnya saat diantar ke penitipan. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/3-years.html
  • CDC — Anxiety and Depression in Children (halaman bertanggal 15 Mei 2026): penyebutan gangguan kecemasan perpisahan sebagai salah satu dari lima jenis gangguan kecemasan, bersama fobia, gangguan kecemasan sosial, gangguan kecemasan umum, dan gangguan panik; contoh anak batita yang sering menjadi sangat tertekan ketika berpisah dari orang tuanya meskipun ia aman dan terawat; serta dua patokan kapan ketakutan dianggap gangguan. https://www.cdc.gov/children-mental-health/about/about-anxiety-and-depression-in-children.html

Chat dengan kami