,

Lingkar Kepala Bayi Normal: Tabel WHO per Usia dan Cara Membacanya

Ilustrasi artikel lingkar kepala bayi normal menurut tabel WHO dan cara membacanya

Lingkar kepala bayi normal tidak ditentukan oleh satu angka, melainkan oleh rentang menurut usia dan jenis kelamin bayi. Saat petugas menyebut “lingkar kepalanya 40 cm”, wajar bila Anda bertanya apakah angka itu sesuai.

Artikel ini menyajikan angka dari tabel resmi Standar Pertumbuhan Anak WHO, dengan penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), serta MedlinePlus dan CDC dari Amerika Serikat.

Mengapa Lingkar Kepala Bayi Diukur

Menurut IDAI, ukuran lingkar kepala mencerminkan ukuran dan pertumbuhan otak. IDAI mengutip rekomendasi American Academy of Pediatrics bahwa lingkar kepala sebaiknya dipantau terutama sampai usia 2 tahun, dan menganjurkan pengukuran setiap bulan sampai usia tersebut.

Menurut MedlinePlus, hasilnya dibandingkan dengan ukuran bayi sebelumnya dan dengan rentang normal untuk jenis kelamin serta usianya. Perubahan dari pola yang diharapkan dapat membuat tenaga kesehatan waspada.

Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi

IDAI menjelaskan bahwa lingkar kepala diukur dengan pita ukur yang tidak elastis. Pita dilingkarkan dari bagian atas alis, melewati bagian atas telinga, sampai bagian paling menonjol di belakang kepala.

CDC menyebut grafik acuan lingkar kepala saat lahir yang umum dipakai disusun dari pengukuran sebelum bayi berusia 24 jam. Karena proses persalinan bisa mengubah bentuk kepala, tenaga kesehatan mungkin menunggu lebih lama sebelum mengukur.

MedlinePlus menyebut catatan pribadi tentang pertumbuhan bayi bisa membantu, tetapi hasil ukur di rumah tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan ada atau tidaknya gangguan.

Tabel Lingkar Kepala Bayi Normal Menurut WHO

Angka berikut disalin dari tabel resmi WHO Child Growth Standards berjudul Head circumference-for-age, Birth to 5 years (z-scores), yang terpisah untuk laki-laki dan perempuan. WHO menyusun standar ini dari data WHO Multicentre Growth Reference Study. Angka dalam sentimeter, pada kolom -2 SD, median, dan +2 SD.

Infografik median lingkar kepala bayi laki-laki dan perempuan menurut tabel WHO
Median lingkar kepala bayi dari tabel WHO Head circumference-for-age, Birth to 5 years (z-scores).

Bayi Laki-Laki

Usia-2 SD (cm)Median (cm)+2 SD (cm)
Lahir31,934,537,0
1 bulan34,937,339,6
2 bulan36,839,141,5
3 bulan38,140,542,9
4 bulan39,241,644,0
5 bulan40,142,645,0
6 bulan40,943,345,8
9 bulan42,545,047,5
1 tahun43,546,148,6
18 bulan44,747,450,0
2 tahun45,548,351,0

Bayi Perempuan

Usia-2 SD (cm)Median (cm)+2 SD (cm)
Lahir31,533,936,2
1 bulan34,236,538,9
2 bulan35,838,340,7
3 bulan37,139,542,0
4 bulan38,140,643,1
5 bulan38,941,544,0
6 bulan39,642,244,8
9 bulan41,243,846,5
1 tahun42,244,947,6
18 bulan43,546,249,0
2 tahun44,447,250,0

Tabel ini adalah nilai acuan, bukan alat diagnosis. Satu kali pengukuran harus dibaca oleh tenaga kesehatan pada grafik pertumbuhan, bersama hasil pengukuran sebelumnya.

Cara Membaca Tabel Lingkar Kepala

Median adalah nilai tengah. Kolom -2 SD dan +2 SD adalah garis acuan yang berjarak dua simpangan baku di bawah dan di atas median. Penjelasan lengkap tentang z-score ada di artikel Cara Membaca Kurva Pertumbuhan Anak: BB, TB, dan Arti Garis Z-Score.

Contohnya, bayi perempuan berusia 4 bulan dengan lingkar kepala 40,0 cm berada di antara angka -2 SD (38,1 cm) dan median (40,6 cm) pada tabel. Untuk usia yang tidak tercantum, jangan menaksir angka di antara dua baris; tenaga kesehatan membacanya pada grafik.

Menurut IDAI, lingkar kepala di bawah garis -2 SD pada grafik disebut mikrosefali, dan di atas garis +2 SD disebut makrosefali. Contoh grafik dalam artikel IDAI adalah grafik Nellhaus, sedangkan angka di sini berasal dari WHO, jadi tanyakan grafik mana yang dipakai untuk anak Anda.

Baca juga: Buku KIA: Cara Mengisi dan Membaca Bagian Tumbuh Kembang Anak

Mengapa Satu Kali Pengukuran Belum Cukup

IDAI menyebut manfaat terpenting pengukuran lingkar kepala adalah memplot hasilnya setiap bulan pada grafik, karena gangguan perkembangan otak dapat dideteksi lebih dini dari kecenderungan ukurannya. MedlinePlus juga menyebut rangkaian pengukuran sering lebih berguna daripada satu ukuran yang lebih besar dari perkiraan.

Infografik perbandingan satu kali ukur lingkar kepala dengan pemantauan berkala
Mengapa lingkar kepala bayi dipantau berkala, menurut IDAI dan MedlinePlus.

Menurut MedlinePlus, beberapa hal ini tidak terbaca dari satu angka saja:

  • Arah pertumbuhan. Pengukuran berulang sering diperlukan untuk memastikan lingkar kepala memang bertambah besar.
  • Faktor keluarga. Kecenderungan keluarga memiliki kepala besar (makrosefali familial jinak) termasuk salah satu penyebab kepala yang lebih besar.
  • Pertumbuhan tubuh. Dokter mencatat apakah kepala tumbuh lebih lambat daripada tubuh.
  • Kemampuan anak. Tahapan pertumbuhan dan perkembangan lain ikut diperiksa.

Bila Lingkar Kepala Bayi Lebih Kecil atau Lebih Besar

MedlinePlus menjelaskan bahwa ukuran kepala yang sangat kecil atau pertumbuhan yang sangat lambat bisa menjadi tanda otak tidak berkembang dengan baik. Sebaliknya, kepala yang lebih besar dari normal atau bertambah lebih cepat dari normal bisa menjadi tanda beberapa masalah, termasuk penumpukan cairan di otak (hidrosefalus).

CDC menjelaskan bahwa pada mikrosefali, lingkar kepala bayi jauh lebih kecil daripada rata-rata bayi dengan usia dan jenis kelamin yang sama. Tingkatnya bisa ringan sampai berat, dan bayi dengan mikrosefali ringan sering tidak mengalami masalah tambahan. Penjelasan lebih lanjut ada di artikel mikrosefali dan hidrosefalus pada bayi.

Ukuran kepala berbeda dengan bentuk kepala; kepala yang datar dibahas di artikel tersendiri.

Baca juga: Kepala Bayi Peyang: Penyebab, Kapan Membaik, dan Kapan Perlu Diperiksa

Kapan Perlu Bicara dengan Dokter

MedlinePlus menganjurkan Anda berbicara dengan tenaga kesehatan bila Anda merasa ukuran kepala bayi terlalu kecil atau tidak tumbuh dengan normal, termasuk bila pertumbuhan kepalanya tampak melambat. IDAI menyatakan bahwa bila ada kelainan pada hasil pengukuran, perlu dilakukan pemeriksaan untuk mencari penyebabnya agar intervensi bisa dilakukan sejak dini.

MedlinePlus juga menyebut peningkatan tekanan di dalam kepala sering menyertai lingkar kepala yang bertambah besar, dengan gejala seperti mata yang bergerak ke bawah, rewel, dan muntah. Bila bayi menunjukkan gejala seperti ini, segera bawa ia ke dokter.

Langkah yang bisa Anda lakukan saat kontrol:

  1. Bawa Buku KIA agar hasil sebelumnya bisa dibandingkan.
  2. Tanyakan angka lingkar kepala dan posisinya pada grafik, bukan hanya “normal” atau “tidak”.
  3. Bila hasilnya di luar garis acuan, tanyakan kapan perlu diukur ulang.
  4. Ceritakan juga kemampuan bayi yang sudah dan belum muncul.

Misalnya: “Lingkar kepala anak saya di garis mana pada grafik? Apakah bulan depan perlu diukur ulang?”

Baca juga: Tumbuh Kembang Anak: Pengertian dan Tahapan Perkembangan 0–6 Tahun

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lingkar kepala bayi baru lahir yang normal?

Pada tabel WHO, median lingkar kepala saat lahir adalah 34,5 cm untuk bayi laki-laki dan 33,9 cm untuk bayi perempuan. Angka -2 SD dan +2 SD-nya adalah 31,9 dan 37,0 cm untuk laki-laki, serta 31,5 dan 36,2 cm untuk perempuan. CDC menyebut grafik acuan saat lahir disusun dari pengukuran sebelum bayi berusia 24 jam.

Bagaimana membaca lingkar kepala bayi normal menurut WHO?

Tabel WHO terpisah untuk laki-laki dan perempuan, dari lahir sampai 5 tahun, dengan median serta garis -2 SD dan +2 SD untuk setiap usia. Menurut IDAI, ukuran di bawah -2 SD disebut mikrosefali dan di atas +2 SD disebut makrosefali, tetapi penilaiannya dilakukan tenaga kesehatan pada grafik, bukan dari satu angka.

Berapa lingkar kepala bayi 4 bulan yang normal?

Menurut tabel WHO, median lingkar kepala usia 4 bulan adalah 41,6 cm untuk bayi laki-laki (-2 SD 39,2 cm; +2 SD 44,0 cm) dan 40,6 cm untuk bayi perempuan (-2 SD 38,1 cm; +2 SD 43,1 cm). Posisi bayi Anda dibaca tenaga kesehatan pada grafik.

Berapa lingkar kepala bayi 2 bulan dan 3 bulan?

Menurut tabel WHO, median lingkar kepala usia 2 bulan adalah 39,1 cm untuk laki-laki dan 38,3 cm untuk perempuan. Pada usia 3 bulan, mediannya 40,5 cm untuk laki-laki dan 39,5 cm untuk perempuan.

Bagaimana cara mengukur lingkar kepala bayi?

IDAI menjelaskan bahwa lingkar kepala diukur dengan pita ukur yang tidak elastis, dilingkarkan dari bagian atas alis, melewati bagian atas telinga, sampai bagian paling menonjol di belakang kepala. Hasil ukur di rumah boleh dicatat, tetapi penilaiannya tetap oleh tenaga kesehatan.

Apakah lingkar kepala bayi yang kecil pasti berbahaya?

Tidak bisa disimpulkan dari satu angka. MedlinePlus menyebut dokter mencatat ukuran kepala dari waktu ke waktu untuk menilai pertumbuhannya, dan CDC menyebut bayi dengan mikrosefali ringan sering tidak mengalami masalah tambahan. Bila Anda merasa kepala bayi terlalu kecil atau pertumbuhannya melambat, bicarakan dengan dokter.

Kesimpulan

Lingkar kepala bayi normal dibaca sebagai rentang menurut usia dan jenis kelamin, bukan satu angka pasti. Tabel WHO memberi median serta garis -2 SD dan +2 SD, tetapi yang paling berguna adalah rangkaian pengukuran pada grafik. Bawa Buku KIA saat kontrol, dan bicarakan dengan dokter bila kepala bayi tampak terlalu kecil, terlalu besar, atau pertumbuhannya berubah.

Untuk memeriksakan tumbuh kembang anak, direktori klinik KlinikPlus membantu Anda menemukan klinik di kota Anda, dan panduan klinik tumbuh kembang anak menjelaskan apa yang bisa diharapkan saat berkunjung.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi


Chat dengan kami