,

Cerebral Palsy pada Anak: Jenis, Tanda Awal, dan Penyebabnya

Kartu artikel KlinikPlus tentang cerebral palsy pada anak

Cerebral palsy adalah disabilitas motorik yang paling umum pada masa kanak-kanak. CDC menggambarkannya sebagai sekelompok gangguan yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak serta menjaga keseimbangan dan postur tubuh.

Artikel ini merangkum apa yang dinyatakan CDC: empat jenis cerebral palsy, tanda-tanda awal menurut rentang usia, apa yang diketahui tentang penyebabnya, dan satu hal penting yang sering disalahpahami — bahwa kondisi ini tidak memburuk seiring waktu.

Satu Hal yang Perlu Diluruskan Lebih Dulu

CDC menyatakan bahwa cerebral palsy tidak memburuk seiring waktu, meskipun gejalanya dapat berubah sepanjang hidup. Ini perbedaan penting dari penyakit progresif, dan sering menjadi kekhawatiran pertama orang tua ketika mendengar diagnosisnya.

CDC juga menyatakan bahwa gejalanya sangat bervariasi antarindividu. Dua anak dengan diagnosis yang sama bisa punya gambaran yang sangat berbeda.

Empat Jenis Cerebral Palsy

CDC mengelompokkan cerebral palsy berdasarkan gangguan gerak yang paling menonjol:

Infografik KlinikPlus berisi empat jenis cerebral palsy menurut CDC beserta porsinya
Empat jenis cerebral palsy menurut CDC.
  • Spastik — jenis yang paling umum, menurut CDC mencakup sekitar 80% orang dengan cerebral palsy. Ditandai tonus otot yang meningkat dan kekakuan. CDC menyebut tiga subtipenya: diplegia (terutama tungkai), hemiplegia (satu sisi tubuh), dan quadriplegia (keempat anggota gerak, badan, dan wajah).
  • Diskinetik — kesulitan mengendalikan gerakan tangan, lengan, kaki, dan tungkai. CDC menyebut gerakannya dapat lambat dan meliuk atau cepat dan menyentak, dan tonus ototnya dapat berubah bahkan dalam satu hari.
  • Ataksik — masalah pada keseimbangan dan koordinasi, misalnya berjalan tidak stabil atau kesulitan melakukan gerakan cepat dan presisi.
  • Campuran — gejala lebih dari satu jenis. CDC menyebut bentuk campuran yang paling umum adalah spastik-diskinetik.

Tanda Awal Menurut Rentang Usia

CDC menyatakan bahwa tanda utamanya adalah keterlambatan mencapai milestone motorik seperti berguling, duduk, berdiri, atau berjalan. CDC juga mencatat bahwa sebagian anak tanpa cerebral palsy dapat menunjukkan tanda-tanda ini juga — jadi daftar berikut bukan alat untuk menyimpulkan apa pun.

Infografik KlinikPlus berisi tanda awal cerebral palsy menurut tiga rentang usia
Tanda awal cerebral palsy menurut rentang usia, sebagai alasan memeriksakan.
UsiaTanda yang disebut CDC
Di bawah 6 bulanKepala tertinggal saat diangkat; tubuh terasa kaku atau justru terlalu lemas; punggung dan leher melengkung saat digendong; tungkai kaku dan menyilang seperti gunting saat diangkat
Di atas 6 bulanTidak berguling ke arah mana pun; kesulitan menyatukan kedua tangan atau membawanya ke mulut; meraih dengan satu tangan sementara tangan lain tetap mengepal
Di atas 10 bulanMerangkak dengan gerakan berat sebelah; atau bergeser dengan bokong maupun melompat dengan lutut tanpa merangkak bertumpu empat anggota gerak

Bila Anda melihat hal-hal ini, yang dibutuhkan adalah pemeriksaan, bukan kesimpulan. Bawa pengamatan Anda — apa yang terlihat, sejak kapan, dan apakah ada perbedaan antara sisi kanan dan kiri tubuh anak.

Baca juga: Anak Belum Bisa Jalan: Rentang Usia Normal dan Kapan Perlu Diperiksa

Apa Penyebabnya

CDC menyatakan cerebral palsy terjadi akibat perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan pada otak yang sedang berkembang. Dua pengelompokan yang disebut:

  • Cerebral palsy kongenital — terjadi sebelum atau selama kelahiran. CDC menyatakan sebagian besar kasus (85% sampai 90%) adalah kongenital, dan pada banyak kasus penyebab spesifiknya tidak diketahui.
  • Cerebral palsy didapat — terjadi lebih dari 28 hari setelah lahir. CDC menyebut ini sebagian kecil kasus, biasanya berkaitan dengan infeksi seperti meningitis atau cedera kepala.

Satu koreksi penting yang dinyatakan CDC: kekurangan oksigen saat persalinan dulu dianggap sebagai penyebab utama, tetapi kini tampaknya hanya menjelaskan sebagian kecil kasus. Keyakinan lama ini masih sering beredar dan kerap membebani orang tua dengan rasa bersalah yang tidak beralasan.

Dukungan yang Dibutuhkan

Karena cerebral palsy memengaruhi gerakan, keseimbangan, dan postur, layanan yang berkaitan dengan fungsi motorik sering menjadi bagian dari pendampingan jangka panjang.

Artikel ini sengaja tidak mencantumkan jenis terapi tertentu sebagai keharusan, frekuensi sesi, atau perkiraan hasil, karena hal itu ditentukan lewat asesmen terhadap masing-masing anak dan tidak ada sumber resmi yang kami buka yang menetapkannya secara umum. Berhati-hatilah terhadap layanan yang menjanjikan hasil tertentu.

Baca juga: Fisioterapi Anak: Kondisi yang Ditangani & Prosesnya

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah cerebral palsy bisa sembuh?

Artikel ini tidak mencantumkan klaim kesembuhan apa pun. Yang dinyatakan CDC adalah bahwa cerebral palsy tidak memburuk seiring waktu, meskipun gejalanya dapat berubah sepanjang hidup. Berhati-hatilah terhadap layanan yang menjanjikan kesembuhan.

Apakah cerebral palsy akan bertambah parah?

CDC menyatakan cerebral palsy tidak memburuk seiring waktu. Yang dapat berubah adalah gejalanya sepanjang hidup, bukan kerusakan otaknya.

Apa jenis cerebral palsy yang paling sering?

CDC menyebut jenis spastik sebagai yang paling umum, mencakup sekitar 80% orang dengan cerebral palsy.

Apakah cerebral palsy disebabkan kekurangan oksigen saat lahir?

CDC menyatakan hal itu dulu dianggap sebagai penyebab utama, tetapi kini tampaknya hanya menjelaskan sebagian kecil kasus. Sebagian besar kasus (85–90%) bersifat kongenital, dan pada banyak kasus penyebab spesifiknya tidak diketahui.

Umur berapa cerebral palsy biasanya terdeteksi?

Kami tidak mencantumkan usia pasti, karena sumber yang kami buka tidak menyebutkannya. Yang disebut CDC adalah tanda-tanda awal menurut tiga rentang usia — di bawah 6 bulan, di atas 6 bulan, dan di atas 10 bulan — yang seluruhnya berkaitan dengan keterlambatan milestone motorik.

Apakah semua anak yang terlambat berjalan mengalami cerebral palsy?

Tidak. CDC sendiri mencatat bahwa sebagian anak tanpa cerebral palsy dapat menunjukkan tanda-tanda yang sama. Keterlambatan motorik adalah alasan untuk memeriksakan, bukan untuk menyimpulkan.

Kesimpulan

Cerebral palsy adalah sekelompok gangguan yang memengaruhi gerakan, keseimbangan, dan postur, dan merupakan disabilitas motorik yang paling umum pada masa kanak-kanak. Jenis spastik mencakup sekitar 80% kasus, dan 85–90% kasus bersifat kongenital dengan penyebab spesifik yang sering tidak diketahui.

Dua hal yang paling berguna diingat orang tua: kondisi ini tidak memburuk seiring waktu, dan keyakinan lama bahwa penyebab utamanya adalah kekurangan oksigen saat persalinan sudah dikoreksi — kini hal itu hanya menjelaskan sebagian kecil kasus. Bila Anda melihat tanda keterlambatan motorik pada anak, yang dibutuhkan adalah pemeriksaan, bukan kesimpulan sendiri.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.

Referensi

  • CDC — About Cerebral Palsy (halaman bertanggal 12 Juni 2026): definisi cerebral palsy sebagai sekelompok gangguan yang memengaruhi kemampuan bergerak serta menjaga keseimbangan dan postur; pernyataan bahwa kondisi ini merupakan disabilitas motorik paling umum pada masa kanak-kanak dan tidak memburuk seiring waktu meski gejalanya dapat berubah; empat jenis beserta subtipe spastik dan persentasenya; tanda awal menurut rentang usia di bawah 6 bulan, di atas 6 bulan, dan di atas 10 bulan; penyebab berupa perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan otak yang sedang berkembang; pembagian kongenital (85–90%) dan didapat; serta koreksi mengenai kekurangan oksigen saat persalinan. https://www.cdc.gov/cerebral-palsy/about/index.html

Chat dengan kami