Tiga istilah ini hampir selalu muncul bersamaan — di artikel, di unggahan media sosial, bahkan di saran pencarian Google. Susunannya rapi dan terdengar sejajar: disleksia untuk membaca, disgrafia untuk menulis, diskalkulia untuk berhitung.
Pada ICD-10, klasifikasi yang dipakai di fasilitas kesehatan, kerapian itu tidak bertahan. Artikel ini menunjukkan di mana ketiganya sebenarnya ditempatkan — dan mengapa satu di antaranya tidak punya tempat sendiri.
Semuanya Berada di Blok F81
ICD-10 memiliki satu blok untuk gangguan perkembangan kemampuan skolastik: F81. Uraian pembukanya menyebut gangguan di mana pola normal pemerolehan keterampilan terganggu sejak tahap-tahap awal perkembangan.
Di dalamnya ada enam kode: F81.0, F81.1, F81.2, F81.3, F81.8, dan F81.9. Ketiga istilah yang kita bahas tidak tersebar merata ke dalamnya.
Disleksia — Ada, tetapi Bercabang
ICD-10 mencantumkan disleksia perkembangan sebagai salah satu istilah yang masuk ke F81.0 Specific reading disorder, bersama backward reading dan specific reading retardation.
Tetapi ada cabangnya. ICD-10 justru mengeluarkan “disleksia yang tidak dirinci” dari F81.0 dan menempatkannya di R48.0, bersama aleksia.
Dikeluarkan juga kesulitan membaca yang merupakan akibat sekunder dari gangguan emosional, yang dikodekan di F93.
Jadi “disleksia” bukan satu kode tunggal. Mana yang dipakai bergantung pada apakah kriteria gangguan membaca spesifik terpenuhi.
Baca juga: Disleksia pada Anak: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Membantu Anak Belajar Membaca
Diskalkulia — Ada dengan Nama Lain
Istilah “diskalkulia” sendiri tidak muncul pada teks ICD-10 yang kami buka. Yang ada adalah F81.2 Specific disorder of arithmetical skills, dengan tiga istilah inklusi: developmental acalculia, arithmetical disorder, dan sindrom Gerstmann.

ICD-10 menguraikannya sebagai hendaya spesifik pada kemampuan aritmetika dasar — penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian — yang tidak semata dijelaskan oleh disabilitas intelektual umum maupun oleh sekolah yang tidak memadai.
Dikeluarkan dari F81.2: akalkulia yang tidak dirinci (R48.8), kesulitan berhitung yang menyertai gangguan membaca atau mengeja (F81.3), dan kesulitan berhitung akibat pengajaran yang tidak memadai (Z55.8).
Disgrafia — Tidak Punya Kode Sendiri
Inilah yang merusak kerapian susunan tiga serangkai itu.
Istilah “disgrafia” tidak muncul sebagai kode pada blok F81. Yang berkaitan dengan menulis tersebar ke dua tempat yang berbeda:
- F81.1 Specific spelling disorder — gangguan mengeja spesifik, dan hanya bila tidak disertai gangguan membaca. Ini tentang ejaan, bukan tulisan tangan.
- F81.8 Other developmental disorders of scholastic skills — memuat developmental expressive writing disorder, gangguan menulis ekspresif perkembangan.
Sementara agrafia yang tidak dirinci dikeluarkan ke R48.8, di luar blok F81 sama sekali.
Akibatnya: ketika seseorang menyebut “disgrafia”, tidak langsung jelas yang dimaksud ejaan (F81.1), kemampuan menyusun tulisan (F81.8), atau kesulitan tulisan tangan yang lebih dekat ke fungsi motorik.
Baca juga: Anak Belum Bisa Menulis: Kapan Wajar dan Apa yang Bisa Dibantu
Ringkasannya
| Istilah sehari-hari | Letaknya pada ICD-10 | Catatan |
|---|---|---|
| Disleksia | F81.0 (sebagai “disleksia perkembangan”) | Disleksia yang tidak dirinci justru dikeluarkan ke R48.0 |
| Diskalkulia | F81.2 (sebagai developmental acalculia) | Istilah “diskalkulia” sendiri tidak dipakai ICD-10 |
| Disgrafia | Tidak ada kode tersendiri | Terkait F81.1 (mengeja) dan F81.8 (menulis ekspresif); agrafia tidak dirinci ke R48.8 |
Tiga Syarat yang Berlaku untuk Seluruh Blok
Apa pun istilahnya, ICD-10 menetapkan tiga hal yang harus disingkirkan lebih dulu sebelum sebuah kesulitan masuk blok F81. Gangguan itu:

- bukan semata akibat kurangnya kesempatan belajar;
- bukan semata akibat disabilitas intelektual;
- bukan akibat cedera atau penyakit otak yang didapat.
Ini sebabnya kode F81 bukan sekadar label untuk anak yang kesulitan di sekolah — ia hasil penyingkiran.
Baca juga: Gangguan Perkembangan Kemampuan Skolastik (F81): Membaca, Mengeja, dan Berhitung
Dua Kode Lain yang Melengkapi Blok Ini
Selain tiga yang dibahas di atas, blok F81 memuat dua kode yang sering muncul pada dokumen anak.
- F81.3 Mixed disorder of scholastic skills — kategori sisa untuk keadaan ketika kemampuan berhitung dan kemampuan membaca atau mengeja sama-sama terganggu secara bermakna. ICD-10 memakainya bila kriteria F81.2 terpenuhi bersama F81.0 atau F81.1. Artinya satu anak tidak diberi dua kode sekaligus.
- F81.9 Developmental disorder of scholastic skills, unspecified — kode tidak dirinci, memuat istilah ketidakmampuan memperoleh pengetahuan, disabilitas belajar, dan gangguan belajar dalam bentuk yang tidak dispesifikkan.
Bila dokumen anak Anda memuat F81.9, wajar menanyakan apakah pemeriksaan lanjutan akan mempersempitnya ke salah satu kode yang lebih spesifik.
Yang Bisa Dicatat Sebelum Konsultasi
- Kode persisnya, termasuk angka di belakang titik — bukan hanya istilah sehari-harinya.
- Keterampilan mana yang Anda amati bermasalah — membaca, mengeja, tulisan tangan, menyusun kalimat tertulis, atau berhitung. Keempat yang pertama jatuh ke kode yang berbeda-beda.
- Apakah kesulitannya muncul sejak awal belajar atau baru belakangan, karena ICD-10 menyebut pola yang terganggu sejak tahap awal perkembangan.
- Riwayat kesempatan belajar anak, karena kurangnya kesempatan belajar justru dikeluarkan dari blok ini.
- Apakah ada tekanan emosional yang bersamaan, karena kesulitan membaca akibat gangguan emosional dikodekan terpisah di F93.
Mengapa Ini Berguna bagi Orang Tua
Bila Anda memegang dokumen yang memuat salah satu istilah ini, tiga hal berikut membantu.
- Tanyakan kodenya, bukan hanya istilahnya. Kode menunjukkan keterampilan mana yang dimaksud; istilah sehari-hari tidak selalu.
- Jangan menganggap ketiganya sejajar. Dua punya kode, satu tidak.
- Jangan menyimpulkan dari satu kesulitan. ICD-10 menetapkan penyingkiran yang harus dilakukan lebih dulu, dan itu pekerjaan pemeriksa.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya disleksia, disgrafia, dan diskalkulia?
Dalam pemakaian sehari-hari ketiganya merujuk pada kesulitan membaca, menulis, dan berhitung. Pada ICD-10, disleksia perkembangan masuk F81.0 dan gangguan kemampuan berhitung spesifik masuk F81.2, sedangkan “disgrafia” tidak muncul sebagai kode tersendiri.
Kenapa disgrafia tidak ada di ICD-10?
Teks ICD-10 yang kami buka tidak menjelaskan alasannya. Yang dapat kami sampaikan adalah temuannya: yang ada pada blok F81 adalah F81.1 untuk gangguan mengeja spesifik dan F81.8 yang memuat gangguan menulis ekspresif perkembangan, sementara agrafia yang tidak dirinci dikeluarkan ke R48.8.
Apakah anak bisa mengalami ketiganya sekaligus?
ICD-10 menyediakan F81.3, gangguan campuran kemampuan skolastik, untuk keadaan ketika kemampuan berhitung dan kemampuan membaca atau mengeja sama-sama terganggu secara bermakna. Dalam hal itu yang dipakai satu kode campuran, bukan dua kode terpisah.
Apakah diagnosis ini berarti anak tidak bisa belajar?
ICD-10 adalah sistem klasifikasi untuk mencatat kondisi, bukan ramalan hasil belajar, dan tidak memuat pernyataan apa pun tentang prognosis pada blok ini.
Anak saya kesulitan menulis rapi, apakah itu disgrafia?
Artikel ini tidak dapat menjawabnya. Yang dapat dinyatakan: pada ICD-10, kesulitan yang berkaitan dengan menulis tersebar ke F81.1 untuk ejaan dan F81.8 untuk menulis ekspresif, sedangkan kesulitan tulisan tangan lebih dekat ke wilayah fungsi motorik. Membedakannya adalah bagian dari pemeriksaan.
Apakah anak yang jarang sekolah bisa diberi salah satu kode ini?
Tidak menurut uraian ICD-10. Blok F81 menyatakan gangguannya bukan semata akibat kurangnya kesempatan belajar, dan kesulitan akibat pengajaran yang tidak memadai dikodekan terpisah di Z55.8.
Kesimpulan
Tiga serangkai disleksia–disgrafia–diskalkulia terdengar sejajar, tetapi pada ICD-10 tidak demikian. Disleksia perkembangan ada di F81.0, meski “disleksia yang tidak dirinci” justru dikeluarkan ke R48.0. Diskalkulia ada di F81.2, meski ICD-10 memakai nama lain untuknya yaitu developmental acalculia. Dan disgrafia tidak punya kode sendiri — yang terkait menulis tersebar ke F81.1 untuk ejaan dan F81.8 untuk menulis ekspresif.
Praktisnya: bila dokumen anak Anda memuat salah satu istilah ini, tanyakan kodenya. Kode memberi tahu keterampilan mana yang dimaksud, dan istilah sehari-hari tidak selalu melakukannya.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga kesehatan yang menangani anak Anda.
Referensi
- ICD-10 Edisi ke-5, blok F80–F89 (Gangguan perkembangan psikologis), lewat NHS Classifications Browser: uraian blok F81 bahwa pola normal pemerolehan keterampilan terganggu sejak tahap awal perkembangan, dan bahwa gangguan itu bukan semata akibat kurangnya kesempatan belajar, bukan semata akibat disabilitas intelektual, serta bukan akibat cedera atau penyakit otak yang didapat; F81.0 Specific reading disorder dengan inklusi backward reading, disleksia perkembangan, dan specific reading retardation, serta eksklusi aleksia dan disleksia yang tidak dirinci (R48.0) dan kesulitan membaca sebagai akibat sekunder gangguan emosional (F93); F81.1 Specific spelling disorder dengan inklusi specific spelling retardation tanpa gangguan membaca, serta eksklusi agrafia yang tidak dirinci (R48.8), kesulitan mengeja yang menyertai gangguan membaca (F81.0), dan kesulitan mengeja akibat pengajaran yang tidak memadai (Z55.8); F81.2 Specific disorder of arithmetical skills sebagai hendaya spesifik pada penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang tidak semata dijelaskan oleh disabilitas intelektual umum maupun sekolah yang tidak memadai, dengan inklusi developmental acalculia, arithmetical disorder, dan sindrom Gerstmann, serta eksklusi akalkulia yang tidak dirinci (R48.8), kesulitan berhitung yang menyertai gangguan membaca atau mengeja (F81.3), dan kesulitan berhitung akibat pengajaran yang tidak memadai (Z55.8); F81.3 sebagai kategori campuran yang dipakai bila kriteria F81.2 terpenuhi bersama F81.0 atau F81.1; F81.8 yang memuat developmental expressive writing disorder; serta F81.9 yang memuat knowledge acquisition disability NOS, learning disability NOS, dan learning disorder NOS. Istilah “disgrafia” tidak muncul sebagai kode pada blok ini. https://classbrowser.nhs.uk/ICD-10-5TH-Edition/vol1/block-f80-f89.htm



